
...Happy Reading...
...*...
...-----------...
...3 tahun kemudian...
Kring
Kring
Kring
Alarm berbunyi menggema di satu ruangan. Tapi sudah tidak ada siapapun di atas tempat tidur.
Setelah alarm mati, terdengar suara gemericik air dari kamar mandi.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan seorang pemuda yang hanya memakai handuk kimono yang melekat di tubuhnya dengan rambut basah.
Kakinya perlahan melangkah menuju walk in closed dan mengambil setelan jas berwarna hitam.
Setelah selesai, pemuda itu berdiri di depan cermin menatap dirinya sebentar.
Perfect.
Dia Marvel Grizele Damian Smith, pemuda itu sudah menjabat sebagai wakil CEO untuk menggantikan Rafael Demian Smith suatu saat nanti.
Perusahaan almarhum mommy-nya Maureen Raynza Gabriela yang ada di LV sudah digabungkan secara resmi beberapa bulan yang lalu.
Masuknya Marvel di dunia bisnis sangat menggemparkan dunia. Ditambah lagi dia keturunan dari dua pembisnis besar yang sudah masuk 5 besar di dunia.
Tangan Marvel sudah memegang kenop pintu namun saat pintu dibuka..
Dorrr!!
Dorr!!
"HAPPY SEVENTEENTH BIRTHDAY, , ".
Senyum Marvel terukir sangat manis di bibirnya saat melihat Daddy dan dua adiknya berdiri di depannya sambil membawa kue serta peralatan pesta lainnya.
"Tiup lilin nya bang". Ucap Retha dengan ceria.
Marvel mematikan apinya menggunakan tangannya. Melihat lilin sudah mati, Retha mencolek kue itu dan ingin menempelkan nya pada wajah Marvel.
"Ets,, stop abang ada meeting pagi ini". Marvel memegang tangan retha yang penuh cream.
Tapi,
"Udah dapat persetujuan dari Daddy".
Kini wajah Marvel penuh dengan cream dari kue ulang tahun, bukan Retha pelakunya melainkan arga.
"Hahaha rasain". Retha tertawa ngakak. Lalu melakukan apa yang tidak dia lakukan karena tangannya ditahan.
Rafael yang melihat ketiga anaknya tertawa lepas ikut tersenyum. Dia sangat bahagia tapi disisi lain sedih juga. Saat seperti ini istri nya sudah tidak ada disamping untuk menyaksikan pertumbuhan anak anak mereka.
Sampai lamunannya terbuyarkan saat anak perempuan nya memegang kedua pipinya dengan tangan yang penuh cream.
"Tinggal Daddy". Ucap Retha dengan tersenyum lebar.
Rafael yang memegangi cake ulang tahun hanya bisa pasrah. Cake yang tadi udah sekarang sudah tidak berbentuk lagi akibat tiga remaja berbeda usia itu.
"Usah, sekarang kalian bersih bersih lagi dan siap siap untuk pergi". Ucap Rafael.
"Tapi dad--, , , ".
__ADS_1
"Meeting udah Daddy cancel dan hari ini kita bakal senang senang okay".
"Yeyyy!! Liburan". Pekik Retha dengan ceria.
"Siapa bilang liburan". Celetuk Rafael membuat kesenangan Retha hilang seketika.
"Terus??".
"Liat aja nanti, kalian siap siap sana".
Mereka semua masuk ke dalam kamar masing masing untuk membersihkan badan lagi.
Setengah jam kemudian ketiga lelaki sudah kumpul di ruang keluarga menunggu satu personil yang belum turun.
"Lama sekali, El susul Retha sana". Ucap Rafael.
Baru juga berdiri, orang yang ditunggu sudah datang dengan ceria menghampiri ketiga laki laki yang menunggu.
"Yuk berangkat". Retha menggandeng tangan Rafael dengan erat. Mereka berangkat dengan satu mobil dengan Rafael yang mengemudi.
Saat ini hanya Rafael yang tahu tujuan mereka pergi.
.
.
.
3 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah vila mewah nan megah di sekitar pesisir pantai yang sangat sejuk.
"Wow, , indah bangat". Ucap Retha menatap pemandangan laut yang membentang luas.
"Masuk dulu". Ajak Rafael.
Saat masuk ke dalam villa, pandangan mereka bertiga malah tertuju kepada 4 mobil mewah yang terpalkir di depan villa.
"El buka". Pinta Rafael saat di depan pintu membuat Marvel berjalan ke depan.
"HAPPY BIRTHDAY".
Teriakan beberapa orang di dalam menggema di seluruh villa dengan membawa cake ulang tahun satu persatu.
Mereka semua sebenarnya tengah berada di negara yang berbeda tapi rela berkumpul bersama di hari ulang tahun Marvel yang ke 17th.
Sejujurnya Rafael mengundang sahabat sahabatnya tapi mereka tidak bisa karena sangat sibuk dengan pekerjaan dan keluarga mereka masing-masing.
"Kado!!". Pinta Marvel setelah semua orang duduk berkumpul di ruang keluarga.
"Retha juga". Sahut gadis cantik di samping sang Daddy.
"Kamu gak ulang tahun mana boleh minta kado". Ujar marchel membuat gadis cantik itu cemberut.
"Gak papa, kamu bisa minta sama abang kamu". Bisik sang daddy.
Mendengar ucapan dari sang Daddy senyum Retha mengembang cerah, selintas ide masuk ke otak pintarnya yang berguna.
"Kado akan sampai ditangan kamu setelah balik ke mansion". Ucap Kelvian.
"Tunggu, , kakak ipar gak ikut??". Tanya Rafael.
Ya, Kelvian sudah menikah satu tahun yang lalu. Dia menikah dengan model terkenal asal kelahiran nya. Dimana lagi kalau bukan Indonesia.
Dari pernikahan nya Kelvian dikaruniai anak berjenis laki laki dua tahun dibawah si kembar dan Rafael tahu bahwa pernikahan kakak iparnya tidak berjalan lancar.
Sama halnya dengan marchel, dia seorang duda karena baru beberapa bulan menikah sudah menalak istrinya karena selingkuh. Padahal istrinya sedang mengandung anak marchel. Tapi sudah dipastikan bahwa anak itu adalah anak kandung marchel dengan beberapa bukti mereka dapatkan.
Mereka menikah karena dijebak oleh sang wanita. Jujur marchel sebenarnya ingin menikah sekali seumur hidup tapi jika wanita nya berkhianat buat apa di pertahankan.
Yang membuat Rafael salut adalah saat itu marchel masih perjaka sampai jebakan terjadi.
__ADS_1
"Lusa gue bakal ke Indonesia". Ucap Kelvian.
"Jemput kakak ipar??". Tanya marchel.
"Sidang cerai".
Ucapan Kelvian membuat semua orang kaget. Sebenarnya hanya Rafael yang tahu masalah itu tidak untuk keluarga tante nya.
"Kamu yakin sayang!?". Tanya Tante Mira.
Kelvian mengangguk. "Apa boleh buat".
"Wihhh, , sepertinya para duda makin didepan". Celetuk marchel sambil tertawa.
Pltak!!!
"Cari istri yang bener". Ujar om Nathan, ayah marchel yang memukul anak satu satunya itu.
"Paling bego cari perempuan. Masa iya dijebak malah dinikahin, percuma gua sekolahin tinggi tinggi kalo bego macam tu". Gerutu Tante Mira kesal.
Bahkan saat pernikahan anaknya dulu, Tante Mira memilih berada di Korea dan membuat masalah di perusahaannya sendiri agar sibuk.
Hanya Rafael dan Kelvian yang menghadiri pernikahan marchel. Itu pun tanpa 3 anak angkatnya, Marvel, Retha dan Arga.
"Ck ck ck emang gak guna".
Semua orang menatap ke arah gadis cantik yang diam tanpa dosa setelah berbicara seperti itu. Tapi sedetik kemudian mereka semua setuju dan tertawa kecuali marchel.
"Yaudah papi sama Retha aja". Marchel memeluk Retha tapi langsung menjauh dan bersembunyi di belakang om Nathan.
"Dih pedopil". Ujar Retha bergidik ngeri.
"Bodo amat,, gue memang gak percaya wanita manapun".
Anak kelvian dan anak marchel sudah mengerti kenapa mereka tidak memiliki ibu karena ayah masing-masing sudah menjelaskan nya sampai tuntas. Bukan benci, mereka hanya kecewa.
"Oh jadi gitu". Ucap tante Mira dan Retha bersamaan.
"Kecuali kalian berdua hehehe".
Semua orang tertawa dengan marchel yang selalu takut dengan nyokapnya. Mereka berbincang bincang bersama sambil makan cake ulang tahun yang ada di atas meja dengan berbagai rasa.
Malam harinya mereka semua kan mengadakan barbeque di halaman villa.
Sebagai rutinitas yang ulang tahun. Orang itu akan diam tanpa membantu dan hanya akan makan yang sudah disiapkan oleh semua orang.
Semua orang telah sibuk menyiapkan tempat dan memasak makanan kecuali Marvel.
Pemuda itu malah asik menatap pemandangan malam dengan disuguhkan hamparan laut dengan angin malam yang cukup dingin.
Sedetik kemudian matanya tertuju pada seorang anak perempuan yang tengah duduk sendirian di pesisir pantai.
Perlahan kakinya melangkah ingin mendekat. Tapi. .
"El".
Marvel yang dipanggil menoleh kebelakang terlihat memakan sudah tersaji di atas meja.
"Makan ayok". Ajak Tante Mira.
Marvel menganggukkan kepala dan kembali ke arah pantai. Namun anak perempuan itu sudah menghilang dan saat Marvel menatap sekeliling terlihat punggung anak itu berjalan menjauh.
Bahu Marvel terangkat dan pergi untuk bergabung dengan keluarganya. Sejujurnya dia ingin mengajak anak itu makan bersama karena dia sendirian dan terlihat sangat sedih.
"Abang ayo lah Retha sudah lapar". Teriak Retha dengan tangan sudah memegang beberapa jenis makanan.
Marvel hanya menggelengkan kepala dengan tingkah adik perempuan nya yang satu itu.
Bilang lapar tapi sudah makan banyak. Lain di mulut lain di hati.
__ADS_1
...-----------------...
......END......