
WELCOME BACK READERS!!❤️❤️
Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️
...•••••...
"Pagi ku cerah, matahari bersinar me--, , Loh Bang El ada dirumah, gak ke kantor?".
Saat Retha menuruni anak tangga pandangannya menatap ke arah Marvel yang sedang sarapan di meja makan dengan pakaian santai.
"Terus kamu kenapa gak sekolah?".
"Tanggal merah". Jawab Retha polos.
"Nah, kamu tahu jawabannya". Marvel kembali memakan sandwich yang belum habis.
Kepala Retha mengangguk paham. "Kirain, kan biasanya abang ke kantor lupa tanggal". Ucap Retha mengandung sindiran.
"Bilang aja mau jalan sama Abang".
"Nggak". Jeda Retha. "Tapi kalau abang maksa, ayo". Retha tersenyum lebar menatap Marvel.
"Eh Maemunah bisa aja lo kalau ngomong". Sahut Arga yang baru datang pakaian olahraga.
"Wle, kagak gue ajakin lo ya".
"Dih siapa juga yang mau, gue ada urusan". Jawab Arga setalah duduk di samping kiri Marvel.
"Ngapain lo, kencan? Kaya punya pacar aja".
"Emang gue pergi harus sama cewek terus gitu. Ya kali, bisa lah gue berangkat sendiri".
"Emang iya, lo kan kalau pergi sama cewek terus". Ucap marvel membenarkan.
"Lah kapan gue--, ,.". Ucapan Arga terhenti saat kode abangnya ke arah Retha. "Iya juga sih, nih anak kan cewek". Lanjut Arga sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sedang asik berbincang sambil sarapan tiba tiba dikagetkan dengan kedatangan seseorang.
"HELLO EVERYBODY~~~!!!".
Tiga remaja yang sedang duduk di meja makan menatap satu arah dimana seseorang datang dengan menggandeng tangan seorang anak laki-laki.
"DADDY ~~!!".
Secepat kilat Retha berlari ke arah Rafael yang baru datang. Ya, orang yang baru datang itu Rafael,.Daddy dari mereka bertiga.
Daddy and girl berpelukan sangat erat seperti orang yang tidak ketemu selama bertahun tahun.
"Daddy kayanya pulang besok?". Kepala Retha menengadah menatap sang Daddy.
"Suprise buat anak Daddy yang paling cantik". Jawab Rafael mencubit kecil hidung Retha.
"Dad, nih bocah dikasih makan es sama papi Vian, dingin banget". Ucap Arga saat anak kecil itu meminta cium tangan tapi tidak mengatakan apapun.
"Gak sadar diri lo?". Celetuk Rafael.
"Ets, my ice Retha beda dad. Dia sudah mulai cerewet kalau dirumah". Ucap retha membela.
"Diluar?".
"Masih tetap dingin".
"So? Sama aja". Tangan Rafael terulur mengelus kepala Retha lalu duduk untuk ikut sarapan bersama.
Retha beralih menatap seorang anak laki laki berusia 4 tahun sedang bermain telpon genggam.
"Hello Fernandez, how are you?".
"Fine ante". Jawab anak kecil itu singkat.
"OMG, dad!!". Retha menatap daddynya dengan pandangan bertanya. Sebelum pergi ke Indonesia Retha sempat bertemu gio tapi gak sedingin ini.
Anak laki-laki itu bernama Ariston Gio Fernandez. Anak kedua Kelvian Grizelle dari istrinya yang kedua.
Rafael yang ditanya mengangkat kedua bahunya tidak tahu. Memang bener, akhir akhir ini Gio sudah seperti itu bahkan Kelvian juga selaku daddynya tidak tahu.
"Son, main game sama uncle yuk". Ajak Arga kepada Gio tapi hanya di balas dengan anggukan kepala. "Go". Ucap Arga ceria.
Semua orang tahu kedekatan Arga dan Gio walaupun raga mereka berjauhan.
"Eh,. Gio makan dulu".
"Gak papa princess, dia udah makan di pesawat". Ucap Rafael membuat retha paham.
Tinggallah Rafael, Marvel dan Retha di meja makan dengan perbincangan kecil.
"Tunggu! Katanya arga mau pergi". Ucap Retha mengingat sesuatu.
"Gak bakal jadi". Jawab Marvel.
__ADS_1
"Yah, tadinya Retha mau ikut".
Kening marvel mengerut heran. "Bukannya dia nolak tadi".
"Ya dipaksa lah". Jawab retha santai.
"Mereka berdua nempel terus El?". Tanya Rafael.
"Em, dah kaya prangko nempel terus, sampai crush dia cemburu sama Arga".
"Crush?". Ucap Rafael heran.
"Cowok yang suka sama dia".
"Siapa yang suka sama Retha? Gak ada ya. Abang tuh, dah pacaran sama kak Shasha gak bilang Retha". Ucap Retha membalikkan.
"Jadi, berita itu beneran El".
"Gosip dad, gak usah percaya". Ucap Marvel memang bener adanya. Karena mereka tidak memiliki hubungan apapun. "Jadi, gimana tha?". Lanjutnya dengan menaik naikan alisnya menggoda sang adik yang tidak peka.
"Apaan sih bang, nggak yah. Retha yakin diantara mereka gak ada yang suka sama Retha".
"Kenapa? Bisa jadi kan, temen kamu cowok semua". Cecar Marvel gak mau kalah.
"Kan mereka tahunya Retha pacar Arga".
"Lah, masih berlanjut toh". Sahut Rafael yang tahu tentang mereka berdua. "Mau sampai kapan?".
"Sampai mereka tahu sendiri lah". Jawab Retha santai. Dari dulu mereka memang malas untuk menjelaskan yang pasti akan merambat kemana mana.
"Kalau El terserah mereka aja".
....
Meninggalkan mansion Smith beralihlah ke tempat beberapa pemuda tampan di dalam kamar sedang bermain PS.
"Nih anak kemana? Katanya otw".
Jam sudah menunjukan pukul 11. Inti Neovaros sedang menunggu kedatangan arga tapi pemuda itu tak kunjung datang.
"Nanti juga datang, kalau gak telpon aja sono". Jawab Roby dengan pandangan menatap layar menampilkan game yang mereka mainkan.
Dari kelima pemuda itu yang tidak diblokir hanya Rey oleh Arga. Karena hanya ponsel sang ketua yang tidak berani Roby ambil.
Rey mengambil ponsel nya menekan nomer Arga. Sampai dering kesekian kali tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"Kagak diangkat?". Tanya dirga.
"Dia mungkin bener bener sibuk, biarin aja nanti juga ngabarin". Sahut galih yang baru masuk membawa beberapa makanan.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Sampai pembicaraan mereka teralihkan kepada ponsel Rey yang berdering.
"Arga?". Tanya Galih yang diangguki oleh Rey. Lalu meletakkan handphonenya di telinga setelah menggeser tombol hijau.
"Hello bro".
"Hm, sorry gue gak bisa kesana ada urusan". Ucap Arga di seberang telpon.
"Wait, bukannya ini akan si Arga? WOY, KULKAS 1000 PINTU, LO SIBUK MAIN GAME HAH?". Roby berteriak di samping Rey membuat pemuda itu meletakan handphonenya di atas tempat tidur sambil di lospeker.
Jika tidak, siap siap aja telinganya akan bermasalah.
"Uncle, sisi kanan". Terdengar suara anak kecil membuat inti Neovaros mengerutkan kening penasaran.
"Lo lagi cosplay jadi baby sitter?".
"Nan--, , Aish, son bukan gitu. Uncle bilang kan jangan masuk ke sana". Omel membuat mereka tambah tidak percaya.
"Tu si Arga kan. bener bener Arga, kulkas 1000 pintu?". Cengo Roby diangguki oleh yang lain.
Bahkan sampai Dirga dan Reza yang sedang bermain game terhenti mendengar suara Arga yang seperti itu.
Kelima pemuda itu diam mendengarkan suara Arga dan anak kecil sedang saling berbincang. Lebih tepatnya Arga yang sedang ngomel.
Kapan lagi kan denger tuh anak bicara panjang kali lebar.
"Emang beda kalau kulkas udah di rumah, cair secair cairnya". Gumam Dirga setujui yang lain.
"Ga, kata Daddy lo jagain Gio. Mereka mau ke kantor". Terdengar suara Retha di sebrang telpon membuat inti Neovaros bertanya tanya.
Kenapa mereka selalu bersama? Apa mereka tinggal satu rumah?. Begitulah pertanyaan yang ada di otak mereka.
"Emang lo mau kemana?".
"Gue mau lat--, , lo lagi telpon?". Ucap Retha terpotong. "Hello, princess Retha disini. Ada yang bisa dibantu my bro"..
"Hello ayang, where are you?".
__ADS_1
"Oh kalian, wae? Ajak Arga keluar?". Tanya Retha.
"Kita ajakin nongki di rumah Rey".
"Gue kagak diajak gitu?".
"Sebenernya pengen diajak tapi ini urusan cowok. Cewek stay dirumah aja". Jawab dirga membuat mereka mendengar decakan di sebrang telpon.
"Ante, Gio pengen ikut".
"Ante juga latihan di rumah, kamu main game aja sama uncle ok. Gio latihan sama Daddy aja".
"Yah kok gitu".
"Ayolah son, kalau nggak para sugar Daddy akan marah sama ante". Ucap Retha dengan nada sedih.
"Lucu juga dengernya". Ujar Roby pelan.
"Guys, gue tutup dulu. So, Arga gak akan pergi kemana mana udah gue kurung di rumah".
"Tunggu".
"Wae?". Ucap Retha mengurungkan niatnya untuk menutup panggilan.
"Kalian tinggal serumah?". Tanya Roby mewakili yang lain.
"Ya, kenapa tidak? Gue tutup dulu bye".
PIP*
Panggilan telepon telah terputus dengan inti Neovaros saling pandang. Pikiran mereka melayang jauh.
"Yakin nih, mereka baru pacaran udah tinggal di satu rumah". Ucap Dirga gak percaya.
"Orang tua mereka juga udah saling tahu dong?". Sahut Roby.
"Gue yakin mereka gak tinggal di apartemen tapi di rumah". Sambung Galih.
"Ke rumah mereka yuk?". Ajak Roby. "Pastiin".
PLTAK
"Emang lo tahu rumahnya?".
Dengan watados Roby menggeleng sambil mengelus kepalanya yang sakit akibat tabokan dari Dirga yang sangat keras.
...•••••...
TBC
Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰
Mampir ke cerita author yang terbaru. Cek di profil ya. Banyak cerita yang menarik menanti kalian.
Judul cerita :
My Destiny In Life
Akibat pernikahan dini
Suamiku Seorang CEO (S1+S2)
Angle Devil Rose (New)
selamat membaca 🙏
Dukung terus karya karya aku biar author lebih semangat untuk update cerita setiap bab per bab.
...******BABAY******...
__ADS_1
...❤️...