
"Bagaimana ton! tanya temennya.
"Baiklah tapi hanya sebentar, kalau besok ada yang kehilangan, aku tidak tanggung jawab!
Lupita mengangguk, satpam itu membukakan pintu kaca, Lupita masuk kedalam setelah pintu terbuka. Setelah sampai di ruangannya Ia mencari di meja kerja dan lacinya, tapi tetap saja tidak ada, Lupita keluar kembali dari kantor dengan perasaan pilu.
"Terima kasih Pak! ucap Lupita berjalan dengan gontai meninggalkan gedung itu.
"Andai saja disini ada Mas Harlan, ia pasti bisa menenangkan ku! hiks, hiks, "Mas Harlan kau dimana? hampir dua minggu kau tidak datang menemui ku.. hiks, hiks, ....
"Mengapa aku merindukan sosok mas Harlan, ada apakah dengan diriku?
Lupita bersandar pada dinding, ia masih merasakan sesak di dadanya.
"Paman maafkan Lupi, tidak bisa bantu paman untuk membayar utang bibi." hiks... airmata Lupita terus menetes, ia bukan hanya sesak tapi juga bingung, hanya uang itu harapan nya agar bisa membantu Imron pamannya terbebas dari amarah anak buah juragan Karyo.
"Aku harus telepon paman dan mengatakan semuanya. "Lupita mengambil ponsel dalam tasnya, tapi saat ingin menelpon baterainya lowbat.
"Ya Tuhan Kenapa ponselku cepat sekali lowbat, padahal baru saja aku cash tadi sore."
"Lupita? kenapa kau masih disini?
Seseorang memanggil namanya saat ia sedang bingung diluar pagar gedung perkantoran.
"Kak Irwan?
"Iy_iya kak, aku juga sudah mau pulang!
"Kau kenapa Lupita? kau menangis?
"Tidak apa-apa kok Kak, kalau gitu aku mau pulang."
"Kau pulang kemana?
"Daerah krayon!
"Kalau begitu aku antar ya, kebetulan aku lewat krayon."
"Tidak usah kak terima kasih aku sudah terbiasa naik angkot."
"Jangan menolak, ayo naik?
"Tidak Lupita, kau tidak boleh naik motor itu bersama pria yang baru kau kenal, bagaimana bila masa Harlan memergoki mu bersama pria lain, pasti ia akan kecewa! begitu kira-kira batin Lupita berbicara.
"Maaf kak aku tidak bisa! dengan cepat Lupita meninggalkan tempat itu dan menaiki tangga penyeberangan. ia sudah berdiri didepan halte sambil menunggu angkot lewat.
"Aku tidak ingin dianggap wanita gampangan yang mau diantar cowok baru aku kenal tadi pagi, tapi kenapa pikiranku terus pada Mas Harlan ya? hah! Lupita mendesah pelan, ia masuk kedalam angkot setelah mobil berhenti didepannya, selama di perjalanan ia masih terus memikirkan uangnya yang hilang, tak terasa airmata Lupita terus mengalir walau tak terdengar isakan nya, ia menangis dalam diam karena tidak ingin terdengar oleh penumpang lainnya, Lupita sengaja mengambil posisi duduk di pojokan karena perjalanan paling akhir, ia mengusap air matanya dengan jemari tangan nya.
Mobil sudah sampai di tempat tujuan, Lupita turun dari angkot setelah membayar, saat ingin masuk kedalam gang yang menuju rumahnya, seseorang memanggil namanya.
"Mba Lupi! teriak seorang anak tanggung, ia menoleh asal suara itu. pria itu tak lain adalah tetangganya dan berlari kearah Lupita.
"Ada apa joko?
__ADS_1
"Mba Lupi cepat kewarung bang Imron, warungnya di acak acakan preman, terus bang Imron nya dipukulin!
"Apa? Paman! Lupita berlari ke arah warung pamannya yang berjarak seratus meter dari depan gang, ia terus berlari menuju warung kopi Imron di pinggir jalan, sampai didepan warung Lupita melihat pemandangan yang menyakitkan, airmata tak kuasa menetes deras, warung pamannya sudah porak poranda dengan berbagai isi warung yang berantakan. ia melihat Pamannya sedang duduk ditanah sambil terus meratap ditemani Lolita.
"Ayah! ayo kita pulang! buat apa ayah tetap disini, warung ayah sudah hancur! hiks ..
Lupita berjalan mendekat "Paman! menyentuh pundak Imron.
"Lupi! hiks.. hiks... warung Paman sudah hancur, anak buah juragan Karyo yang membuat semua ini!
Paman maafkan Lupi tidak bisa membatu paman." Lupita mengusap airmata nya yang sejak tadi sudah menangis. "Dimana bibi sekarang? kenapa ia tidak menemani paman disini!
"Entahlah mungkin ia kabur karena ketakutan dengan orang-orang juragan itu!
"ini semua gara-gara kau Lupi! bentak Lolita yang sejak tadi duduk disamping ayahnya.
"ini bukan waktunya saling menyalahkan loly! Lupita memberi peringatan.
"Tapi menang semuanya adalah salah loe, andai saja loe tidak buat ulah, semua ini tidak akan terjadi!
"Apa maksudmu Loly? ulah apa yang kau bilang! aku tidak pernah buat masalah dengan siapapun!
"Alah gak usah sok alim loe!
"Sudah cukup Loly! semua ini adalah kesalahan ibumu yang selalu kekurangan uang! kau tidak usah menyalahkan Lupita lagi!
"Anak ayah aku atau dia! Kenapa ayah terus-terusan membela Lupita! teriak Lolita menatap benci pada Lupita.
"Tidak Lupi bagaimana dengan barang barang dagangan Paman."
"Ini sudah malam Paman, barang dagangan dan perabotan itu sudah rusak semua, besok saja kita pikirkan ya."
Lupita terus membujuk pamannya yang terlihat syok, akhirnya mereka pulang ke rumah dengan perasaan sedih.
"Paman lebih baik istirahat dulu ya, aku mau ke kamar dulu, tidak usah khawatir aku akan berusaha membantu Paman sebisa aku."
"Terima kasih Lupi kau memang anak yang baik."
Lupita masuk kedalam kamar, ia menangis terisak "Paman maafkan aku, uang untuk membantu Paman sudah hilang." hiks...
π Belandaπ
Sementara Harlan dan William sudah sampai Bandar Udara Schiphol Amsterdam. Sebuah mobil sudah menjemput mereka, Harlan dan William masuk kedalam mobil.
"Sekarang Paman berada dimana? Harlan bertanya pada asisten paman nya yang duduk disamping supir.
"Di rumah sakit, Tuan Georgie."
"Antar langsung aku kesana!
"Baik Tuan!
Satu jam dari bandara, mobil masuk kesebuah Rumah Sakit dan terparkir dengan sempurna. Harlan dan William mengikuti langkah Hansen asisten Alfonso menyusuri lorong rumah sakit.
__ADS_1
"Ceklek!
"Silakan Tuan!
Hansen mempersilakan Harlan untuk masuk kedalam ruangan rawat inap Alfonso, ia berjalan masuk dan melihat Alfons sedang berbaring diatas ranjang.
"Paman aku sudah datang." menggenggam tangan Alfonso yang sedang tertidur.
"Georgie keponakan ku! ujar Alfonso membuka matanya perlahan.
"Paman terbangun, maafkan aku baru saja tiba."
"Georgie duduklah nak, paman ingin bicara padamu."
Harlan duduk di kursi samping ranjang "Paman ingin bicara apa? dan kenapa Paman sakit tiba tiba, apa yang sudah membuat paman tak berdaya, bukankah selama ini paman baik baik saja!"
"Georgie paman ini sudah tua dan sering sakit-sakitan, kau tau sendiri bukan? di dunia ini paman tidak memiliki siapa siapa lagi selain dirimu, setelah istri dan anak paman pergi meninggalkan Paman, Paman tidak pernah menikah lagi dan hanya menjaga dirimu yang sudah paman anggap anak sendiri."
"Iya Paman, aku pun sudah menganggap paman seperti ayahku sendiri, paman lah pengganti ayah selama ia sudah tidak ada."
"Kalau begitu maukah kau menuruti apa keinginan Paman?
"Keinginan apa Paman?
"Usiamu sudah tiga puluh tahun, sudah waktunya untuk segera menikah."
"Untuk hal satu itu Paman tidak usah khawatir, aku pasti akan segera menikah." Harlan tersenyum tipis, ia membayangkan wajah Lupita yang manis dan tersenyum padanya.
"Georgie menikah lah dengan Margaret! pinta Alfonso dengan senyuman yang tersirat.
Deg! jantung Harlan hampir saja terhenti saat Alfonso menyebutkan nama wanita yang ia benci, ia sudah menduganya sejak awal pasti Paman nya memilihkan menjodohkan dirinya pada Margaret. seketika senyuman Harlan memudar.
"Paman jangan bicarakan ini dulu, paman sedang sakit bukan? Harlan mencoba tenang dan tak tersulut emosi.
"Ceklek!
"Paman!
Seorang wanita cantik masuk kedalam ruangan rawat inap Alfonso dengan membawa berbagai macam makanan di tangan nya.
'
'
'
'
'
'
@Bersambung.......πππ
__ADS_1