Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Kedatangan Ular Betina


__ADS_3

Lupita dan Harlan menuju kasir. Sebenarnya Harlan ingin mengeluarkan kartu Black tanpa limit, tapi ia takut Lupita curiga.


Selesai pembayaran mereka berdua pulang ke rumah menjelang sore.


Sore itu jam sudah menunjukkan pukul Enam sore, mereka sudah lebih dulu sampai sebelum mobil barang datang kerumah.


"Mas, sudah mau magrib. kita sholat dulu ya."


"Ya sudah kamu bersih-bersih dulu, habis ini baru Mas."


Lupita masuk kedalam kamar mandi. Lima belas menit kemudian ia selesai dan menunaikan ibadah.


Jam tujuh ada yang mengetuk pintu rumahnya. Lupita membukakan pintu.


"Malam Mba, apa betul disini rumah Bu Lupita?


"Iya benar bang, saya Lupita."


"Saya mau antar barang Bu, dari Mall Galaksi."


"Iya Mas silakan."


Di depan jalanan raya mobil barang menepi. Dua orang pria mengangkut barang kerumah Lupita.


"Bang, mau tanya. kulkas sama mesin cuci punya siapa? tanya Lolita kepo, ia baru saja turun dari mobil angkot.


"Punya Bu Lupita.


"Apa? Lupita yang beli barang-barang ini?!


"Iya Mba."


"Wah, si Lupi lama-lama kaya juga bisa beli kulkas sama mesin cuci. Aku harus kasih tahu ibu!" gumamnya kesal.


"Bu....


"Ibu...." teriak Loly di depan teras kontrakan.


"Ada apa sih teriak-teriak, nanti tetangga sebelah ngamuk."


"Bu, tadi aku turun dari angkot di gang rumah Lupi, ibu tau gak? Lupi habis beli perabotan kulkas dan mesin cuci, pasti dia lagi banyak duit tuh! kesal nya, gerutu sendri.


"Wah hebat ya, Lupi makin makmur saja setelah menikah. Emang si Bejo itu goblok! di suruh mergokin si Lupi sama pacarnya lagi mesum, biar mereka di arak warga, terus di usir dari rumah itu. kita bisa balik lagi kerumah Lupi, Ehh malah di suruh nikahin mereka berdua!"


"Ya sudah, ibu kerumah Lupi ajah, ambil barang-barang kita yang masih ada di sana. terus ibu minta uang jasa, sejak kecil ibu dan Ayah yang urus Lupi."


"Apa enak kita nagih begitu? pasti ada suaminya yang bule itu."


"Sekarang ibu mau ngarepin siapa lagi? bang Bejo? jadi preman parkiran paling bawa duit cuma dua puluh ribu, emang cukup? kita sudah pontang-panting kesana kemari buat bayar kontrakan ajah susah!


"Makanya kamu kerja! cari duit yang banyak, jangan cuma kelayapan terus."


"ini juga aku lagi kerja Bu! kadang disuruh bantu-bantu nyetrika tempat laundry, berapa sih gaji aku?


Ya sudah, ayo kita kerumah Lupi!"

__ADS_1


****


"Sudah semua barang-barangnya? tidak ada yang tertinggal kan?!


"Sudah semua Mas."


Harlan dan Lupi sudah selesai menyusun kulkas dan mesin cuci, Tv ditaruh diatas bufet yang sudah usang, tapi masih layak di pakai karena terbuat dari kayu jati.


"Mas kita belum makan malam, aku masak dulu ya."


"Nggak usah, Mas beli makan diluar ya. kamu istirahat saja pasti cape."


"Iya Mas."


Setelah Harlan pergi, Lupi mendudukkan tubuhnya di sofa dan bergumam. "Mas kamu itu baik banget sih, bukan hanya suami pengertian tapi juga bisa membahagiakan istrimu, walau aku belum memberikan kewajiban ku sebagai istrimu."


Tok, tok, tok,...


Terdengar suara ketukan pintu. Lupi membukanya dan melihat tiga ular berbisa di depan pintu.


"Bibi...? ada perlu apa ya..?


Surti dan Lolita langsung menerobos masuk tanpa di persilahkan oleh Lupi.


"Wah Tv baru? kulkas sama mesin cuci juga baru? Surti dan Loly terlihat sirik. "Suami kamu ngerampok dimana, Lupi? atau jangan-jangan dia bandar narkoba. Hebat bisa beli perabotan mahal."


"Bibi jangan asal bicara ya? suamiku itu pekerja keras, tidak mungkin ia merampok atau bandar narkoba. hati-hati kalau bicara Bi!" bentak Lupita tak terima.


"Pake logika! mana ada seorang kurir bisa memiliki uang banyak dan membeli perabotan mahal kaya gini! tuduh Surti, mencibir.


"Heh! loe ngusir gue! asal luh tau yee.. dari kecil siapa yang ngurusin hidup luh kalau bukan gue! sekarang mana balikin uang yang udah gue keluarin!


"Bibi apa lupa? uang pensiunan dan Asuransi Ayahku bibi yang ambilkan? dan bertahun-tahun bibi tinggal disini, aku tidak menuntut apa-apa."


"Emang ya kamu, bisanya balikin omongan orang! teriak Surti melototi Lupita. "Bejo, Loly cepat ambil semua piring dan wajan milik kita semua. juga tempat tidur kayu sama kasurnya angkat! perintah Surti.


Si Bejo sudah menaruh gerobak dorong di depan rumah Lupita, dan memasukkan barang-barang kedalam gerobak sesuai perintah Kaka nya.


"Bibi memang tega ya, semua perabotan di dapur di ambil semua!"


"Heh! Lupi! sejak kapan kau beli perabotan? semua itu milik aku! teriaknya lagi.


"Tapi masih ada peninggalan milik ibuku?!


"Barang-barang milik ibumu, sudah dari jaman jebot juga udah nggak ada!"


Lupita hanya bisa diam dan mengalah, ia sudah tidak perduli lagi, semua perabotan dapurnya di angkut semua. Hanya tinggal tempat tidur di kamar Lupi, meja makan dan sofa usang. Setelah puas mengambil paksa barang Lupi,. Surti, Loly dan Bejo, baru pulang.


Suara motor Harlan terdengar berhenti di depan teras, Lupi menghampiri suaminya.


"Maaf ya, agak lama tadi mengantri." ujar Harlan seraya memberikan kantong plastik pada Lupi. Lupi membawa ke meja makan dan membuka bungkusan nasi rames itu.


"Maaf ya Mas, makannya pake tangan ajah."


"Loh kenapa?! tanyanya sambil menarik kursi makan di samping Lupita.

__ADS_1


"Semua perabotan dapur, termasuk piring, gelas dan sendok di angkut BI Surti semua?


"Apa?! Harlan tercengang dan berjalan ke dapur. ia kembali lagi seraya gelengkan kepala. mengusap lembut kepala istrinya "Nggak apa-apa kita bisa beli lagi yang baru. Nanti Mas kerja lembur buat beli perabotan lagi."


"Jangan dipaksakan mas, aku bisa kok menyicil barang perabotan itu dikit-dikit."


"Ya sudah yuk makan dulu."


Selesai makan bersama, Harlan pamit istirahat duluan karena besoknya harus berangkat pagi-pagi, Tadi saat membeli makanan, Wiliam menelpon, katanya besok senen ada rapat penting dengan pemegang saham, belum lagi Mak isah yang meradang, hampir dua malam Harlan tidak pulang. ia sengaja non aktifkan ponselnya saat jalan-jalan bersama Lupita.


Di kamar depan, bekas kamar orangtuanya dulu, sudah tidak ada ranjang dan kasur, tidak ingin menyusahkan suaminya. Lupita tidur di sofa dengan nyenyak.


Malam udara sangat panas, Harlan lupa menyalakan kipas angin yang ia beli. ia beranjak dari ranjang dan keluar kamar. Saat mencari kipas, ia tertegun melihat Lupita tertidur di sofa.


"Lupi kenapa tidur di sofa? apa dia juga kepanasan? Harlan berjalan mendekat, menatap istrinya yang tertidur menyamping. Ia mengamati wajah Lupi dari dekat seraya mengusap pipinya "Cantik alami, alis tebal, bibir tipis, hidung mancung, matanya juga indah dengan bulu mata lentik, hampir mendekati sempurna. Harlan tersenyum bangga. Tiba-tiba mata Lupita mendelik, ia kaget melihat Harlan sudah di depan matanya.


"Mas...." Lupita terbagun dan duduk.


Harlan terlihat malu dan salah tingkah "Kau kenapa tidur di sofa?! tanya mencari alasan.


"Dikamar ku, sudah tidak ada apa-apa."


Harlan mengeryitkan alisnya "Apa maksud mu?"


"Bibi sudah membawa ranjang dan kasur juga."


"Astaga! Bibi mu itu sungguh keterlaluan! ucap Harlan geram.


"Kamu tidak usah khawatir, nanti Mas gajian kita beli lagi. Sekarang kamu tidur di kamar saja ya."


"Tidak usah Mas, biar aku tidur disini saja. Mas kan besok harus berangkat pagi, jadi harus istirahat dengan nyaman."


"Lupi, hatimu begitu baik, kau lebih mementingkan aku, daripada dirimu sendiri." gumamnya dalam hati.


Tanpa sungkan Harlan mengangkat tubuh Lupita.


"Mas, aku mau di bawa kemana?


"Kamar!


Lupita membelalakkan matanya, ada perasaan takut, seketika jantungnya berdebar cepat.


Menaruh tubuh Lupita keatas ranjang.


"Tidurlah, aku yang akan tidur di Sofa."


Harlan berdiri dan Ingin meninggalkan kamar. Entah kekuatan darimana tiba-tiba Lupita menarik tangan Harlan.


Harlan menoleh dan menatap wajah lupita yang terlihat gugup. Ia tersenyum terbit bagai mentari pagi.


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


@Bersambung........


__ADS_2