Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Pengakuan Dan Ketegasan Wiliam


__ADS_3

Sebuah pintu ruangan tergeser. Masuk Ibu Hesti kepala bidang Desain, dengan raut wajah cemas. "Silakan semua keluar! kalian di tunggu Asisten Wiliam di Aula."


Seketika semua saling bersitatap dan terlihat wajah mereka muram. Satu persatu meninggalkan ruangan termasuk Inez yang terlihat bingung.


"Apa yang akan Tuan Wiliam rencanakan pada mereka...?" gumam Inez dalam hati.


Semua karyawan yang terlihat sudah berkumpul di ruangan Aula. Terdengar suara bisik-bisik dari mereka. Inez dan Irfan berdiri di sebelah kiri dekat pintu. Inez terlihat cuek saat tatapan mereka tertuju padanya.


"Untuk apa asisten Wiliam menyuruh kita ke Aula.'


"Jangan-jangan masalah kemaren belum selesai."


"Lagian siapa sih yang memulai kirim vidio itu, kita jadi kena imbasnya."


"Dengar-dengar Mbak Inez kena bully satu devisi di ruangannya."


"Untung ajah kita beda divisi jadi nggak terlalu fatal."


"Tapi kan kita ikut mengolok-olok Mbak inez saat kemaren di kantin."


"Kok bisa tahu ya kita ngobrol di kantin, padahalkan cuma lihat video asisten Wiliam dan Mbak Inez aja."


"Sudah pasti di kantin ada cctv-nya, buktinya kita kena ciduk."


Terdengar suara pantofel mendekati ruangan Aula. Pintu kaca terbuka lebar. Masuk Asisten Wiliam bersama bu Hesti dan orang kepercayaan Wiliam yang mengurus penyebaran video kemaren. Wajah tampan dengan rahang mengeras terlihat dingin. Semua yang sejak tadi berbisik-bisik terdiam tanpa keluar satu katapun. wajah mereka tertunduk tanpa berani menatap pria tampan yang berdiri gagah di depannya.


"Selamat pagi semuanya, apa kalian tahu? kenapa saya panggil kesini..?"


Semua orang yang berada di Aula gelengkan kepala "Tidak tahu Tuan!" jawab mereka serempak.


"Apa kalian punya salah pada seseorang? tanya Wiliam lagi penuh intimidasi.


Mereka saling bersitatap dan menunduk. Sangat takut melihat wajah dingin dengan sorot mata tajam, membuat mereka ciut.


"Saya tanya pada kalian! suara Wiliam meninggi "Apa ini kantor apa bukan..?!"


"Kantor....! jawab mereka lagi serempak.


"Kalau kalian anggap ini kantor. Kenapa kalian bergosip dan menghujat orang. Kalian disini untuk bekerja dan di gajih cukup besar! bukan malah bergosip dan mengurus urusan orang lain! Mata Wiliam nelayang menatap puluhan karyawan yang terlibat. "Bagaimana kalau sampai tuan Goergie tahu kinerja kalian yang hanya bergosip ria! Apa kalian mau di pecat, Hah!" kalau kerja kalian hanya untuk urusin hidup orang, menghina dan mencari. Lebih baik kalian mundur dari pekerjaan ini! masih banyak orang diluar sana yang butuh pekerjaan!" ucap Wiliam berapi-api.

__ADS_1


Ucapan Wiliam sangat menohok. Teruma teman-teman satu devisi dengan Inez, yang sudah menghinanya kemaren.


"Mba Inez, ternyata asisten Wiliam membahas masalah penghinaan di ruangan kerja kita kemaren. Puas aku... ternyata mereka yang iri dan selalu menghina Mba inez akan dapatkan karmanya." ujar Irfan berbisik.


"Aku juga nggak nyangka, Tuan Wiliam bertindak sejauh ini."


"Hebat! Mba Inez punya dukungan orang kepercayaan Presdir." puji Irfan.


"Sssttttt... sudah diem dulu, asisten itu sedang bicara." inez peringati Irfan.


"Irfan tidak tahu, kalau sebenarnya Asisten itu sudah nembak aku dan dengan mudahnya aku menolaknya. Entahlah aku juga tidak mengerti dengan perasaan ku pada tuan Wiliam. Tapi melihat ketegasannya pada karyawan yang sudah menghina ku, aku sangat lega. Ternyata ia pria gentle man dan tepat janji. Ucapannya tidak pernah bohong dan ia buktikan hari ini." ucap inez dari lubuk hati. Terbesit senyuman tipis dari bibir Inez.


Wiliam melirik Inez yang tersenyum. Hatinya menghangat melihat wanita yang sudah merebut hatinya mulai percaya akan tindakannya.


"Saya sudah mengantongi beberapa nama yang sudah menghina Nona inez Hanif, perihal penghinaan secara langsung dan membuat mentalnya down. Saya disini bukan untuk membela sepihak, Namun saya melihat bukti dan intimidasi dari karyawan yang bekerja di perusahaan Vandeles. Saya berhak membela karyawan yang tidak bersalah."


Bagi nama-nama yang terlibat dan mengintimidasi Nona inez, sudah saya berikan pada bu Hesti. Jam makan siang temui saya di ruangan saya. Dan bagi kalian yang sudah melihat vidio saya dan Nona inez harus di hapus dari ponsel kalian. Jangan sampai saya tahu kalian masih menyimpan Vidio itu lagi! Atau saya pecat bagi yang tidak mendengar perintah saya!"


"Mengerti!!!


"Mengerti Tuan! ucap mereka serempak.


"kali ini saya ma'afkan kalian, tapi ada syarat yang harus kalian lakukan."


"Khusus untuk 4 orang yang sudah saya kantongi namanya tetep kami beri surat somasi. Namun yang hanya sebatas gosip dan melihat Vidio itu, saya perintahkan kalian untuk meminta maaf langsung pada Nona Inez Hanif dan membuat surat perjanjian yang bunyinya.


SAYA BERJANJI TIDAK AKAN MENGULANGI LAGI DAN BERGOSIP TENTANG APAPUN DI KANTOR. BILA SAYA LANGGAR SAYA BERSEDIA DI PECAT DARI PERUSAHAAN VANDELES.


Wiliam tidak main-main dalam membela Inez. Tentu saja surat perjanjian itu akan merugikan mereka semua. Siapa yang mau berhenti bekerja di perusahaan asing dengan gajih nominal tinggi.


"Dan satu lagi. Saya akan mengumumkan pada kalian semua, agar kalian tidak terus-menerus menghujat orang lagi."


Wiliam berjalan kearah inez. Mata mereka mengikuti langkah Wiliam dan berdiri tepat di depan inez. Wiliam menarik tangan Inez, yang tentu saja Inez kaget dan terkejut. Namun inez tidak bisa menolak, Ia hanya mengikuti langkah pria tampan dengan aura dingin itu berjalan kedepan.


Wiliam menggenggam erat tangan inez."Saya akan berterus-terang agar kalian juga tahu. Kalau saya dan Inez adalah sepasang kekasih."


DEG!


Seketika jantung Inez berdebar cepat. Darahnya berdesir, hampir saja ia pingsan, Namun ia masih sadar berada dimana. Inez tertunduk, sungguh ia sangat malu, wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Inez sendiri bingung dengan sikap Wiliam yang tiba-tiba. Padahal ia menolaknya kemaren. Kenapa sekarang ia malah mengumumkan sepasang kekasih. Inez hanya menghela nafas panjang.

__ADS_1


Semua karyawan yang berada di dalam Aula terkejut dan tak percaya, bagaimana bisa Asisten yang terlihat angkuh dan dingin itu, menyukai Inez yang hanya karyawan dan orang biasa. Kalau di sandingkan dengan Inez pasti jauh, walau inez sudah cantik. Namun tubuhnya tidak setinggi orang bule. Sedangkan Wiliam berpostur tinggi besar dan Atleis, tinggi Inez hanya sepundak Wiliam, terlihat imut bila bersanding.


Mereka tidak berani bersuara dan berghibah lagi, karena konsukwesinya adalah di pecat dari perusahaan Vandeles. William sangat cerdas, untuk mematikan lawan ia buat tak berdaya sebelum bertindak.


"Sekarang kalian bekerjalah dengan baik dan kumpulkan semua surat perjanjian itu pada Anak buah saya Pak Roy."


"Rapat saya bubarkan!


Setelah berbicara dengan tegas, Wiliam berjalan keluar Aula bersama Inez yang masih menggenggam tangannya.


"Pak Wiliam, mau bawa saya kemana?" William terdiam tanpa mau melepaskan tangan Inez dari genggaman nya. Ia berjalan menuju lift. Setelah lift terbuka mereka masuk kedalam dan berhenti di lantai 28. Inez kini mengerti tujuan mereka adalah ke kantor Wiliam.


Wiliam berhenti di depan sekertaris Alexsa. "Lexsa, mundurkan meeting satu jam lagi. Saya ada urusan sebentar."


"Baik Tuan!"


"Ceklek!


Wiliam masuk kedalam ruangannya.


"Duduklah, ada yang ingin aku bicarakan serius dengan mu."


"Masalah apa Pak! ucap Inez tercekat. Ia sedikit takut, walau ini bukan pertama kalinya masuk kedalam ruangan Wiliam. Ingatannya kembali saat ia berdiri di meja kerja Wiliam dan memberikan laporan desain yang sudah ia buat. Tanpa sengaja ia menumpahkan gelas kopi lalu mengenai laptop dan surat penting diatas meja. Bentakan dan hinaan Wiliam terngiang lagi, hingga inez berani melawannya karena kesal.


William berjalan kearah inez dengan membawa dua kaleng minuman, yang ia ambil dari kulkas samping meja kerjanya.


Wiliam duduk di samping inez dan mendekat, inez mundur dan menggeser duduknya.


"Mau apa dia...? batinnya bersamaan detak jantung nya yang terus berdebar.


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


@Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:


๐Ÿ’œLike


๐Ÿ’œVote


๐Ÿ’œGift

__ADS_1


๐Ÿ’œKomen


@Bersambung........


__ADS_2