Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Pertemuan Teman Lama


__ADS_3

"Apa kita pulang dulu? nggak mungkin juga kita pakai baju kantor."


"Ngabisin waktu pulang dulu, kita ke butik dan beli pakaian casual di dekat Senayan. Terus semprotin dengan parfum biar bau asemnya ilang." Inez tergelak. Lupita hanya manggut-manggut sebagai respon.


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Selesai mengerjakan tugasnya mereka bersiap-siap untuk nonton konser.


Sementara di ruangan Presdir, Harlan baru saja mengadakan pertemuan dengan PT Sentosa. Ia duduk di kursi kebesarannya sambil membuka Desain yang Inez buat. Alexa datang membawakan secangkir kopi yang tadi Harlan pesan.


"ini kopi Tuan." menaruh cangkir kopi di meja kerja.


"Terimakasih." ucapnya tanpa menoleh.


"Kalau begitu saya permisi pulang dulu tuan. Sudah jam 5.15 menit."


Harlan hanya mengangguk sebagai respon.


Setelah Alexa keluar dan menutup pintu, Harlan mengambil kopi buatan Alexa dan menyeruputnya perlahan.


"Hmm.. sungguh berbeda, lebih enak kopi buatan istriku." Tiba-tiba Harlan baru teringat sosok istrinya yang tadi siang sempat ia cuekin. "Lupita... apa dia sudah pulang? Harlan mulai mencari nomor kontak istrinya dan menelponnya, Namun telponnya tidak aktif.


"Hah! kebiasaan telponnya tidak pernah di aktifkan." Harlan mendesah kesal. ia mulai menghubungi Wiliam.


"Iya Tuan!"


"Coba kau cek kerungan istriku. Kenapa dia tidak menanyakan mau pulang bareng? barusan aku telpon ponselnya tidak aktif."


"Baik Tuan! Harlan keluar ruangan menuju lantai tiga.


"Sekarang baru ingat istrinya. Tadi saat di tanya Nona Lupita saat berpapasan, seakan tidak peduli. Kadang pria juga susah di mengerti." Wiliam menepuk jidatnya sendiri.


Setelah sampai di lantai tiga, dia mengetuk pintu, Namun tidak ada jawaban. Wiliam membuka handle pintu dan mengedarkan pandangannya. setelah tidak ada siapapun dia kembali lagi kerungan Harlan.


"Nona Lupita tidak ada Tuan? mungkin sudah pulang."


Harlan melepas pandangan dari desain sebuah gedung di depannya. "Sekarang Lupi sudah mulai membangkang, tidak mengabari kalau ingin pulang."


"Ya sudah, kita pulang saja. Aku harus istirahat, karena besok harus keluar kota, untuk menancapkan batu pertama pembangunan di Kalimantan, sebagai awal pembangunan Apartemen."


"Betapa lama kira-kira disana Tuan, tiga hari lagi akan ada proyek pembangunan di Jakarta Selatan dari PT Sentosa."


"Di perkirakan tiga-empat hari. Disana aku juga akan ada pertemuan dengan pejabat daerah."


"Apa Tuan tidak berencana untuk mengajak Nona Lupi ke Kalimantan."


Harlan terdiam "Akan aku pikirkan."


"Oiya, Semua bekas sudah ku tandangin. Nanti aku telpon Bu Ririn, kalau tidak bisa hadir untuk pembangunan di Jakarta Selatan. Kau saja yang mewakili. Dan desain buatan Inez aku sangat suka, besok saat ada meeting dengan Cliant, kau ajak Inez untuk presentasi. Tolong kesamping kan dulu urusan pribadi mu itu!" tegas Harlan, seperti sudah tahu apa yang sedang Wiliam pikirkan.


"Baik Tuan."


Mereka berdua keluar ruangan dan menuju parkiran. Setelah masuk kedalam mobil. Mobil melaju melintasi jalanan raya yang mula padat merayap.


***


Sebuah taksi berhenti berhenti di sebuah Hotel berbintang lima, Seorang gadis turun dari mobil dan sudah melewati satpam penjaga. Ia naik lift dan berakhir di kamar 222.


Teeettttttt. ..


"Teeettttt...


CEKLEK!!


"Darling..." pria paruh baya itu menyambut kedatangan seorang wanita yang sejak tadi ia tunggu. Wanita itu tersenyum dan masuk kedalam kamar Pria tua yang masih terlihat gagah dan tampan.

__ADS_1


Sang Pria menarik tubuh kecil wanita itu kedalam pelukan dan mencium keningnya. "Aku sangat merindukanmu honey.."


"Aku juga Daddy... tidak ingin jauh lagi darimu."


"Baiklah, apa kau siap kita lakukan sekarang?"


Wanita itu mengangguk dan tersipu malu-malu. Sang pria menarik dagunya dan bibir mereka saling bertautan. Lama-lama ciuman itu semakin menuntut. pria itu meremas buah melon yang menggantung indah didepannya. suara desah*n terdengar nikmat, Pria itu melepaskan satu persatu pakaian wanita di depannya. Setelah full naked mengangkat tubuh kecil itu keatas ranjang yang sudah polos tanpa sehelai benangpun. Sang pria melepas kimono yang membalut tubuh kekarnya. dan naik keatas ranjang. Terjadi lah hubungan terlarang yang mengairahkan membuat keduanya terhanyut dalam permainan panas. Suara erangan dan desah*n terdengar dari keduanya.


"Daddy... aku mau keluar..."


"Iya sayang... Daddy juga mau ke-luar." erangnya dengan suara tercekat menahan hasrat yang hampir sampai di puncaknya.


Keduanya melenguh panjang saat sudah sampai pelepasan. Pria itu menjatuhkan tubuhnya di samping wanita itu dan memeluknya erat.


"Gimana sayang... apa kau menikmatinya."


"Iya Daddy aku sangat puas."


Kini mereka saling berhadapan, wanita itu mengusap dadanya yang di penuhi bulu-bulu halus.


"Dad!


"Hmm..."


"Jangan lupa janji Daddy mau belikan apapun yang aku pinta?


"Tentu saja sayang. Apa yang kau inginkan? perhiasan? mobil? rumah? aku akan memberikannya padamu. Asal kau harus tempati janji, datang saat aku butuhkan dan tidak ada alasan untuk menolaknya."


Wanita itu tersenyum sumringah dan mencium bibir Pria paruh baya itu. "Tentu saja Daddy, aku tidak akan menolaknya sekalipun Daddy akan penjarakan aku seumur hidup."


"Hahahaha.... Kau memang anak nakal." mencubit hidung mancung wanita itu dan kembali memeluknya erat.


"Tetap lah disini sampai besok, aku akan hajar kau sampai tak bisa berjalan lagi."


"Siapa takut? goda wanita itu terkekeh.


*


*


*


Suara hingga-bingar musik yang di nyanyikan oleh BTS sungguh menggepar kan Istora Senayan. Mereka para kaum hawa berteriak-teriak histeris dan heboh melihat sang idola bernyanyi dan berdance diatas panggung nan besar dan megah.


Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Acara sudah selesai dan membawa kenangan yang tak terlupakan dari sang idola.


"Luv! kita makan dulu ya. perut ku mulai keroncong terus haus bnget teriak-teriak."


"Ya udah yuk, aku juga laper tadi cuma makan cemilan."


Setelah agak renggang mereka berdua keluar dari area studio, sebab banyak orang-orang yang berebut ingin meninggalkan tempat itu. Saat keluar melalui pintu, tiba-tiba tubuh Lupita terdorong keluar dan terlepas dari genggaman tangan Inez. Rupanya ada sebagian kelompok genk yang keluar secara serempak.


Lupita yang sudah terdorong keluar terjatuh karena tidak ada keseimbangan, Untung ada seseorang langsung menarik tubuhnya agar tak terinjak banyak nya pengunjung.


"Aaawww! pekik Lupita karena tangan yang di perban merasakan sakit bekas tarikan orang tersebut.


"Apa ada yang terluka? sorry... sorry..."


"Nggak apa-apa kok! Lupita kibas-kibaskan tangannya.


"Lupita...?" seru pria yang menolongnya.


Lupita menoleh dan menatap wajah Pria itu di depannya. "Ricky..? aku nggak salah lihat kan?

__ADS_1


"Iya aku Ricky. Wah ingatan mu masih bagus ya? Pria itu terkekeh.


"Kau nonton BTS juga?


"Ini mengantarkan adikku, jauh-jauh datang dari Singapura hanya untuk nonton BTS."


"Ohhh, terus kamu sekarang kerja atau nerusin kuliah lagi.


"Aku nerusin kuliah di Singapur, masih jurusan yang sama arsitek dan sudah mengantongi ijazah S1, dan sedang meneruskan ke S2.


"Pantesan kamu nggak ada kabar? ponsel mu yang lama sudah tak aktif.


"Nomor itu buang saja, aku kasih nomor baru."


"Okeh Rick!


"LUPI! seru Inez dari jarak lima meter.


Lupita menoleh "Inez! aku disini..." melambaikan tangannya.


"Syukurlah kau tidak ilang, aku khawatir banget tau nggak!" ucapnya setelah bertemu.


"kau lihat sendiri kan tadi? aku terlepas dari genggaman tanganmu, karena dorongan dari mereka di belakang kita. untung ada temanku yang menolong dan menarik aku, kalau tidak aku habis terinjak-injak mereka."


"Lagian siapa juga yang mau culik aku coba?


"Hey! kalau kau hilang aku akan di introgasi suamimu!"


"Oiya Nez, kenalin teman aku satu kampus dulu, dulu kita sama-sama mengambil jurusan arsitek cuma aku sampai D3."


Mereka saling bersalaman.


"Inez!


"Ricky!


"Rick, Inez ini jaga juga loh, jurusan design interior. dia juga seorang Arsitek."


"Nggak usah memuji, kaupun pintar mendesain sebuah sekolah, perumahan sederhana, dan pertokoan."


"Aku sudah tahu kelebihan Lupita. Kebetulan banget Luv, Perusahaan ku membutuhkan desain perumahan sederhana untuk rakyat kalangan menengah ke bawah. Sudah banyak perusahaan lain mengajukan desainnya. Namun tidak ada yang sesuai dengan budget dan menurut perusahaan terlalu mahal. kami masih mencari desain sesuai budget."


"Nah itu tawaran yang menarik. ku rasa Lupi bisa membuatnya."


"Bagaimana Lupi? apa kau bisa membantu aku."


"Kita bicarakan nanti saja, aku harus memikirkan dulu, karena aku juga sedang bekerja di sebuah perusahaan."


"Ya sudah tidak apa-apa kau pikirkan saja dulu, kalau sudah siap bisa hubungi aku nomor yang ku misscal tadi."


"Okeh Rick!"


"Ya sudah aku pulang dulu, adikku dan temannya udah nunggu disana."


Lupita mengangguk.


"Ya sudah, ayo kita makan dulu." Lupita dan Inez masuk kedalam sebuah restoran.


💜


💜


💜

__ADS_1


@Yuk terus dukung karya Bunda, jangan lupa untuk follow IG @bunda.eny_76


@Bersambung


__ADS_2