
WELCOME BACK READERS!!❤️❤️
Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️
...•••••...
Setelah kejadian 3 jam yang lalu di lapangan depan. Inti Neovaros sedang berkumpul di ruang tengah dengan perasaan campur aduk.
Sedangkan di pelaku sedang tertidur pulas di dalam kamar setelah mengisi perut dengan banyak makanan.
Tubuh Retha perlahan terusik di pelukan Arga. Lalu matanya terbuka dan melihat kembarannya juga sedang tertidur pulas.
Perlahan pasti Retha melepaskan pelukan itu namun sia sia saat melihat mata coklat meneduhkan terbuka.
"Kenapa?". Ucap Arga dengan suara serak.
"Pulang yuk takut bang El nyariin".
Dagu Arga memberi isyarat ke arah kaca di samping tempat tidur.
"Kok ujan, tadi juga nggak loh".
Kedua bahu Arga terangkat. Lalu memeluk Retha kembali dengan sangat nyaman.
....
Peninggalan dua saudara kembar yang tidak ada niatan untuk bangun.
Liza yang ada di kamar samping menghela nafas pasrah. Matanya memandang layar handphone yang sudah retak akibat remasan yang sangat kuat.
Ia tidak menyadari kalau layar handphonenya pecah. Jadi, jalan satu satunya meminjam handphone Retha untuk menghubungi sang kakak.
Kepastian mereka tidak bisa pulang karena hujan diluar sangat deras.
Kaki Liza melangkah keluar kamar tidak melihat siapapun, padahal tadi sangat ramai. Pandangannya menatap ke luar dimana tinggal beberapa motor dan dua mobil. Berarti yang lain sudah pergi.
Tibalah Liza di ruang keluarga memperlihatkan inti Neovaros yang sedang sibuk masing-masing.
"Retha belum keluar kamar?". Ucap Liza lalu duduk di sofa singel.
Semua mata langsung menetap Liza tanpa terkecuali. Tapi mata Liza menangkap wajah Roby yang sangat bengkak. Sepertinya pemuda itu tidak mengobati pipinya yang tadi kena tendangan maut.
Tanpa pikir panjang Liza bangun lalu berjalan ke dapur. Gak lama kembali dengan membawa mangkuk berisi air dingin dan handuk mendekati Roby.
"Sorry, gue terlanjur kesal sama lo". Perlahan Liza mengompres pipi Roby tanpa ada penolakan.
Semua orang yang ada disana diam, tidak ada yang berani berbicara.
"Tanya aja, kalau bisa gue jawab jujur". Ucap Liza mengerti isi kepala mereka.
"Kenapa?". Satu kata keluar dari mulut Rey membuat Liza menghela nafas panjang.
"Dasar es batu". Batin Liza ingin menjerit kencang. Untung aja otaknya gak lemot.
"Jawabannya cuma satu. Kesel". Jawab Liza yang masih mengompres Roby.
"Tapi ini berlebihan". Ucap Roby sedikit gak jelas.
"Iya, gak liat nih tangan gue masih gemetaran". Sambung Dirga memperhatikan tangannya yang bergetar.
"Asal kalian tahu, kita udah menahan emosi dari gerbang sana. Paham".
"Kenapa?".
Ucapan bodoh keluar dari mulut Roby membuat Liza dengan refleks menelan pipinya.
"Awawaw~!! Jangan ditekan sakit". Rengek Roby menjauhkan tangan Liza.
Selesai mengompres, Liza melempar kain itu ke atas mangkuk lalu duduk kembali di kursi singel.
"Pake ditanya kenapa? Bahkan daripada gue, Retha lebih kesal tahu gak. Dia datang cuma mau makan siang diluar sambil ketemu kalian. Tapi 2 jam perjalanan gak sampe sampe. Setalah sampe kalian seperti permainin kita. Belok kanan, lurus. Kanan lah TAI". Jelas Liza mengeluarkan semua yang ada dihatinya.
"Kalau kalian gak nyiapin makanan mungkin ni rumah udah hancur sekarang". Lanjut Liza menyandar kam tubuhnya dengan santai. Tapi tidak untuk inti Neovaros.
__ADS_1
"Kenapa?". Ucap kelima pemuda itu bersama.
"Ini rahasia ya". Bisik Liza lalu menatap sekeliling. "amukan Retha nyeremin. Apalagi kalau abangnya udah turun tangan. Rata semua". Lanjut Liza pelan membuat semua orang kicep.
"Ngomong apa lo".
Mendengar suara yang familiar membuat semua orang yang ada di ruang keluarga menatap satu arah.
Terlihat Retha dan Arga sedang menuruni anak tangga mendekati mereka.
"Eh nyai, udah bangun. Gimana tidurnya? Pasti nyenyak dong". Cengir Liza menatap Retha.
"Hm".
Ekspresi Liza berubah mengingat sesuatu. "Pinjam ponsel lo dong, punya gue pecah".
"Murahan". Retha melempar ponsel yang langsung Liza tangkap.
Bukannya langsung dipakai. Gadis itu malah memutar-mutar ponsel tersebut.
"Ponsel lo bangsat!!".
Retha kembali melempar ponsel lain. Ternyata ia melempar ponsel Arga yang memang ada di dalam tas.
📞 Felix Berdering,. ,.
Gak lama terdengar suara dari sebrang telpon.
".....".
"Hello kak, ini Liza".
"....".
"Iya, Liza lagi sama Retha. Kakak dimana?".
".....".
"Ah, lagi apa di perusahaan bang El?". Pandangan Liza menatap Retha yang menaikan alis saat nama abangnya disebut.
"....".
Retha yang juga ingin berbicara dengan abangnya takut khawatir memberi kode Liza.
"Ya udah, Liza cuma mau bilang malam ini kita lagi nginep di villa teman sekelas. Jadi Liza gak pulang. Kakak jangan nyariin and bilang juga sama bonyok. Awas kalau Liza pulang diintrogasi sama mereka".
"....".
"Em, jangan dimatiin dulu". Liza menyerahkan ponselnya dengan cara dilempar juga.
"Tu handphone gak ada harga dirinya banget dilempar sana sini". Bisik Reza tapi masih mereka dengar.
"Kak elix kasih ponselnya ke bang El". Pinta Retha lalu gak lama terdengar suara Abang sulungnya.
"Hello princess, why?".
"Still at the company, it's already afternoon." Ucap Retha lembut.
"will be home, BTW kalian nginap di sana!!". Tanpa diberitahu, Marvel sudah tahu dimana lokasi kedua adiknya berada, karena handphone mereka tersambung satu sama lain.
"Em, Retha cuma mau kasih tahu Abang. Will you return to the mansion?".
"Sepertinya nggak. Abang pulang ke apartemen".
"Ya udah. Retha tutup dulu laper pengen makan". Ucap Retha berpamitan.
"Oke, bye princess".
"Bye my prince".
PIP*
Panggilan dimatikan.
"My Prince? Apa chat waktu itu dari abangnya!". Batin Rey mengingat pesan yang tertera di layar handphone Retha saat berada di kantin dulu.
__ADS_1
Menguraikan mereka yang sedang diam tanpa ada yang membuka suara. Perlahan Retha bangun ingin pergi ke dapur. Tapi pergerakannya di tahan oleh Arga yang memeluk pinggangnya.
"Gue mau ke dapur".
Kepala Arga menggeleng gemes.
"Duh Jyjyk banget sumpah". Ledek Liza memutar bola mata malas.
"Iri? Bilang babik". Ucap Arga sinis.
OMG mulai lagi. Pikir Retha lalu duduk kembali menatap Arga.
"Gue laper mau bikin makanan. Lu mau kan?". Jeda Retha dengan kepala Arga mengangguk. "Jadi lo anteng anteng disini. Gue mau ke dapur". Lanjutnya.
Jika Arga sedang asa dalam mode ini, sebisa mungkin Retha mengontrol emosinya dengan baik. Kalau tidak, siap siap aja bayi besarnya akan ngambek 7 hari 7 malam.
Ditinggalkan Retha ke dapur. Wajah Arga seketika berubah menjadi datar. Hal itu pun tak lepas dari semua orang.
Dimana Arga yang seperti kucing tadi. Sekarang sudah seperti singa yang siap menerkam.
"Merinding gue". Bisik Dirga lalu pergi.
.......
Malam harinya masih dari villa mewah di tengah hutan. Enam pemuda tampan tengah berkumpul di ruang keluarga sambil bermain ps. Sedangkan dua gadisnya bertugas membuat makanan di dapur untuk makan malam.
"Buat apa aja tha?".
"Seadanya di kulkas. Gue lihat bahan bahannya gak terlalu lengkap". Jawab Retha sambil mengeluarkan sayuran yang bakal dimasak.
Hujan deras di luar membuat udara sangat dingin. Retha yang biasanya kuat dingin angkat tangan saat merasakan tubuhnya mulai menggigil.
Karena tidak kuat lagi, Retha berlari ke arah ruang keluarga menghampiri Arga yang sedang berbaring bermain ponsel dekat api.
"Ga pinjam jaket". Ucap Retha dengan tangan didekatkan ke arah api.
"Pakai punya gue aja". Rey datang mendekat sambil menyerahkan jaket tebal.
Retha yang tidak pernah menggunakan barang orang lain apalagi cowok diam tak menjawab lalu merasakan tubuhnya terbalut jaket.
Itu perbuatan Arga yang memakaikan jaket miliknya. Sedangkan ia mengenakan jaket jam Rey berikan.
Daripada adiknya memakai barang orang lain mending tukeran sama dia.
"Thanks".
Cup
Satu kecupan mendarat di pipi kanan Arga. Sedangkan si pelaku sudah ngacir berlari ke dapur untuk melanjutkan memasak.
Arga yang ada disana menatap ke arah wajah Rey yang sedang menahan kesal. Bibirnya sedikit terangkat melihat Rey karena saudara kembarnya yang tidak peka.
...•••••...
TBC
Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰
Mampir ke cerita author yang terbaru. Cek di profil ya. Banyak cerita yang menarik menanti kalian.
Judul cerita :
My Destiny In Life
Akibat pernikahan dini
Angle Devil Rose (New)
selamat membaca 🙏
Dukung terus karya karya aku biar author lebih semangat untuk update cerita setiap bab per bab.
__ADS_1
...******BABAY******...
...❤️...