
Melihat istrinya cemburu dan merajuk. Harlan menuruti kemauan istrinya, daripada nggak dapat jatah. Ia membayar tagihan di kasir dan pergi meninggalkan showroom itu dengan perasaan dongkol. Siapa yang tidak akan cemburu dan takut kehilangan, bila berjalan dengan suami tampannya, berkharisma, tajir melintir dan seorang CEO.
Didalam mobil, Lupi menghempaskan bokongnya kasar.
"Sudah donk sayang, jangan merajuk terus."
"Mas, selama kita menikah. Baru sekali ini kita jalan-jalan berdua, tapi sudah buat aku kesal."
"Cup! mencium pipi istrinya "Siapa yang sudah buat kamu kesal."
"Siapa lagi? mereka matanya jelalatan. Kaya nggak pernah melihat cowok bule ajah!" gerutu Lupi mengerucutkan bibirnya.
"Mereka itukan punya mata, terserah mereka donk, yang penting Mas kan nggak tergoda."
"Memang susah punya suami tampan!" Lupi mencabik.
Harlan terkekeh dan merangkul pundak istrinya. menarik dagu dan ******* bibir wanita cantik yang sedang merajuk. Lupita membelalakkan matanya saat mendapat serangan mendadak. Bibir istrinya sudah membuat Harlan candu dan Ingin terus melum*tnya. Harlan terus meraup dan melakukan tanpa jeda. Lupi terlihat pasrah mengikuti permainan suaminya.
Nafas keduanya tersengal dan menarik nafas dalam-dalam setelah ciuman itu terlepas.
"Istriku sudah pintar berciuman." goda Harlan, ia tergeletak.
"Ish apaan sih!" Lupi mencubit lengan suaminya.
"Mas sudah memberikan nutrisi, Jangan ngambek lagi donk, Sekarang kita mau jalan kemana lagi."
"Bukankah kita mau ke butik? pulangnya aku mau makan siput Mas." ucapan terlihat manja, membuat Harlan senang.
"Siap Nyonya Georgie." tersenyum merekah.
Lupita tersipu malu-malu, mendengar panggilan untuknya. Mobil berjalan membelah jalanan raya menuju butik.
***
Inez sudah berdiri didepan gerbang perkantoran. Ia menunggu taksi yang sudah di pesan. Tak berapa lama taksi datang, Inez masuk kedalam mobil.
"Mau kemana dia? gumam Wiliam, ia melihat Inez masuk kedalam sebuah taksi. "Haruskah aku mengikutinya? Ahh! Wiliam mendesah kasar "Kenapa aku harus peduli dengannya? Ada apa dengan hatiku? setiap melihat Inez hatiku bergetar. "Ahh sial! kenapa Inez membuatku penasaran, sekarang sikapnya sungguh berbeda, tidak takut lagi melihatku, bahkan terkesan menantang!"
"Aagrrh!" Wiliam memukul setir didepannya. Kini hatinya selalu teringat Inez.
Setengah jam kemudian, Mobil taksi yang di tumpangi Inez berhenti di tempat tujuan. Sebuah Cafe yang sudah ia sepakati dengan Rangga, pria yang pernah meninggalkannya.
"Hey cantik, kau tepati janji mu?"
Inez memutar tubuhnya saat sedang berdiri didepan lobby. ia melihat wajah tampan mantan kekasihnya dan tersenyum ramah padanya. "Masih seperti dulu tidak ada yang berubah." gumamnya dalam hati.
"Hey! sapa Inez tersenyum manis.
__ADS_1
"Aku sudah memesan tempat untuk kita, ayo kita masuk."
Inez mengikuti langkah Rangga masuk kedalam Cafe dan duduk di sebuah meja pojokan dekat pemandangan kolam ikan.
Seorang pelayan mendekat dan memberikan katalog makanan di depan Rangga dan Inez.
"Kau ingin pesan apa? Angga menyodorkan katalog makanan untuk inez memilih.
"Kau sendiri Ingin apa?"
"Aku terserah kau saja, bukankah selera kita sama?"
"Iya itu dulu, tapi sekarang tidak!" ucapnya tegas.
"Sekarang aku mau ikuti selera kamu ajah?" ucap Rangga berusaha bersikap tak ada masalah, seperti dua tahun lalu saat ia masih berstatus kekasih Inez.
Inez mendesah kasar "Saya pesan es cappucino, sosis bakar, salad buah, dan cake coklat.
"Samakan saja pesanan saya." sela Rangga.
"Baik Tuan, tolong ditunggu pesanannya."
Setelah pelayan itu pergi. Rangga menatap intens wajah Inez tanpa berkedip. Yang di tatap sedikit salah tingkah seraya memainkan ponselnya
"Cantik! kau berubah dratis, Inez. Dari mulai penampilan, skill, body dan wajahmu?"
"Kenapa? apa kau baru menyadari sekarang?"
Inez menggeleng "Apakah fisik begitu berarti? hingga ketulusan hati harus kalah dengan fisik yang kelak akan berubah dimakan usia. Ternyata semua Pria sama saja!" umpat Inez.
"Aku bukan orang munafik, semua pria pasti memilih wanita cantik dan berbody, untuk perasaan nomor kesekian dan akan berjalan dengan sendirinya."
Inez mendengus kesel "Jadi selama dua tahun kau jalani bersamaku hanya kebohongan belaka? tega kamu ya Ga? aku nggak nyangka kau berkata jujur setelah dua tahun kita berpisah. Dulu aku tidak pernah tahu apa kesalahanku waktu kau putuskan! padahal pengorbanan aku begitu besar padamu, membiayai pengobatan ayahmu untuk operasi jantung. Dengan teganya kau memilih Rany sahabat ku sendiri yang memiliki wajah cantik dan tubuh seksi!" mata Inez berembun, namun ia terlihat tegar walau goresan lukanya belum hilang.
"Nez! kau jangan salah paham! menggenggam tangan Inez "Aku tidak bermaksud seperti itu, sejujurnya sampai sekarang aku masih mencintaimu!"
"Bulshit! menarik kasar tangannya "Kau pikir aku tidak tahu, apa niatmu menemui ku? setelah kau melihat perubahan ku dari sosmed yang aku unggah, kau mencari keberadaan ku bukan?"
Rangga terdiam, namun ia tidak akan bisa menyangkal. "Ma'afkan aku Nez, tapi aku masih mencintaimu, bisakan kita perbaiki lagi hubungan kita yang sempat renggang."
Inez melipat kedua tangannya di dada dan ia tergelak "Tapi sayangnya aku sudah tidak mencintai mu, Ga!
"Ayolah Nez! kau cantik dan cerdas. Kita bisa bersama-sama membangun rumah tangga seperti rencana kita dulu. Aku akan melamar mu dan mendatangi ibumu untuk meminta restu."
Pelayan datang dan menaruh pesanan mereka di atas meja. "Silakan Nona.. Tuan!" ujar pelayan sopan dan melangkah pergi.
"Kemana dulu kau disaat aku terluka? kau meninggalkanku demi Rany. Aku yang bodoh! mencintai Pria yang tidak pernah mencintaiku! ku akui, aku kalah fisik dari Rany, dia cantik, berbody dan berpengalaman dalam petualangan cinta. Apalah diriku ini yang kau anggap sampah! kau hanya memanfaatkan diriku saja, Ga!"
__ADS_1
"Itu tidak benar Nez! dulu Rany yang merayuku, hingga aku tergoda. Ternyata Rany tak setia, banyak kekasihnya di belakang ku!"
Inez mengagkat sudut bibirnya "Nikmatilah penghianatan Rany. Bagus bukan? penghianat di bayar penghianatan" ucapnya disela menyedot es cappucino di depannya.
"Aku mengaku salah, beri aku kesempatan untuk memperbaikinya? aku berjanji akan setia dan tidak akan berpaling. Sekarang aku sudah memiliki pekerjaan sebagai supervisor di sebuah perusahaan ternama."
"Maaf tidak tertarik! Inez mencabik "Bila sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, aku harus pulang."
"Kau belum menyentuh makanan itu!"
"Aku sudah tidak berselera lagi!"
"Baiklah, aku antarkan kau pulang."
"Tidak usah! aku bisa memesan taxi."
Inez melangkah pergi keluar dari cafe dengan perasaan pilu, rasa sakit dua tahun lalu belum bisa hilang, bagaimana perasaan nya hancur saat Rangga memutuskan dan memilih Rany hanya karena fisik nya dulu tidak sesempurna Rany. Andai saja dulu Rangga bersabar dan meminta Inez merubah penampilannya, pasti akan ia lakukan. Kini pembalasan untuk mantan dan William Pria yang pernah ia cintai hampir terbayar, walau sebenarnya hatinya tidak ingin membalas perlakuan mereka.
"Inez tunggu!
Menarik tangan Inez "Aku ingin memperbaiki semuanya! beri aku kesempatan, aku berjanji akan mencintai dan menyayangimu sepenuh hatiku, ayolah kita menikah."
"Lepaskan Rangga! tanganku sakit!" seru Inez dan terus berontak. Bukan di lepaskan, tangan Rangga semakin keras menggenggam pergelangan tangannya "Ayo ikut aku, akan aku buktikan kalau aku benar-benar mencintaimu!"
"Tidak mau! sudah aku katakan tadi bukan? kalau aku sudah tidak ada perasaan sama sekali padamu! lepaskan aku mau pulang!"
Rangga terus menarik tangan Inez dan membawanya ke parkiran.
"Kau mau bawa aku kemana? lepaskan, aku tidak mau ikut bersama mu!"
"Ayo masuk! Rangga mendorong paksa inez untuk masuk kedalam mobil.
"Lepaskanlah dia!"
Terdengar suara lantang dari belakang mereka. Inez membalikkan tubuhnya dan terkejut saat mendapati seorang pria berdiri di depannya.
"Kau....?!"
💜💜
@Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:
💜Like
💜Vote
💜Gift
__ADS_1
💜Komen
@Bersambung