
"Oiya Nez, bagaimana kalau nanti sore kita Diner berempat, sekalian merayakan pertunangan mu."
Inez gelengkan kepala "Maaf Lupi aku nggak bisa.."
"Kenapa...?
"Hubungan ku sudah berakhir dengan Wiliam."
"What?! aku nggak salah dengar kan?" bola mata Lupita mendelik.
Inez gelengkan kepala dengan tatapan teduh. "Ya sudah aku selesaikan pekerjaan ku dulu ya, nanti kita ngobrol lagi."
"Ehh tadi pas aku kerungan tempat ku dulu, mereka kaget, ada yang tanya apa aku balik kerja lagi?
"Terus kau bilang apa?
"Aku jawab iya, dan beda ruangan."
"Jangan ajak mereka banyak bicara, ujung-ujungnya julid!"
"Aku juga sekarang tidak mau peduli, tujuan ku kan cuma mau mata-matain suami ku, hehehehe..."
"Ish! dasar udah kelihatan bucin-nya."
"Ya sudah aku balik keruangan ku dulu."
***
Esoknya...
Inez dan Lupita sudah pindah kelantai tiga, kini mereka berdua berada dalam satu ruangan.
"Ahh... lega nya, akhirnya aku berada dalam ruangan yang nyaman, jauh dari orang-orang julid." imbuh Inez seraya merapikan berkas-berkas pekerjaannya.
"Aku juga senang kembali satu ruangan dengan mu, ada teman curhat jadi nggak bosen."
"Cuma status kita berbeda, kamu adalah atasan ku dan pemilik perusahaan ini. Sekarang aku adalah karyawan Bu Lupita."
"Ish apa-apaan sih, kita tidak ada batasan antara atasan dan bawahan. posisi kita sama-sama karyawan. Aku tidak ingin ada yang berubah dari hubungan persahabatan kita."
Ines tersenyum dan memeluk sahabatnya "Kamu wanita yang baik dan tulus Lupi. Allah tidak pernah salah memberikan mu jodoh seorang Goergie Vandeles. Semoga rumah tanggamu langgeng sampai menua bersama."
Lupita mengurai pelukannya "Aamin... Allah juga tak pernah salah kirim kan aku sahabat sekaligus saudara yang baik dan tulus."
"Ya sudah nggak usah sedih-sedih lagi, sekarang kita bereskan dulu berkas-berkas ini kedalam kabinet."
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, jam istirahat khusus karyawan mulai memadati kantin khusus karyawan Vandeles.
"Lup, kita makan siang dimana? kantin sudah pasti rame."
"Kalau gitu besok aku masak dan bawa bekel buat makan disini."
"Astaga, kamu ini seorang nyonya Vandeles. Buat apa repot-repot masak."
"Aku dari dulu terbiasa masak sendiri, dan Mas Harlan sangat suka masakan ku."
"Ya sudah, nanti kita gantian ajah masak di rumah dan makan siang disini."
"Nez! aku mau kerungan Mas Harlan dulu, ya! rencananya mau makan siang bareng."
"Okeh, aku juga mau wudhu dulu, sholat nggak usah harus ke mushola, di ruangan ini bisa buat sholat."
"Iya nanti gantian sama aku. Sekalian aku pesankan makan siang mu?'
__ADS_1
"Nggak usah Luv aku bisa pesan di kantin dan di bawa kesini."
"Hmm... Ya sudah aku belikan saja cemilan buat temen ngobrol ya?
"Okey...!
Lupita melangkahkan kakinya menuju lantai 18. Setelah pintu lift terbuka ia berjalan dan melewati meja sekertaris Alexa.
"Hey tunggu!" seru Alexa.
"Kenapa..?"
"Mau apa kau kerungan Tuan Georgie."
"Mau memberikan laporan."
"Kalau mau kasih laporan langsung berikan ke saya dulu, bukan seenaknya main masuk ajah! emang nya kau siapa?"
Lupita tertawa kecil "Tuan Georgie sendiri yang menelpon ku untuk kerunganan nya, kenapa?
"Nggak usah berbohong! mana mungkin Tuan Georgie mau berurusan dengan karyawan biasa!"
"Sudah, aku tidak ingin berdebat lagi." Lupita meneruskan langkahnya.
"Hey tunggu! menarik tangan Lupita "Nggak sopan, di dalam ada tunangan tuan Goergie!"
Lupita menatap tak percaya wanita seksi di depannya "Sejak kapan Tuan Georgie punya tunangan?"
"Itukan bukan urusan mu! Sana pergi!" usir Alexa.
"Brengsek wanita ini! apa aku berterus terang saja kalau aku ini istri Georgie Vandeles? tidak! mulut Alexa tidak bisa di jaga, belum saatnya aku mengakuinya." gumamnya dalam hati.
"Ngapain masih diri disitu!
"Heh! kau sudah gila nya! teriak Alexa yang hampir jatuh.
"CEKLEK!
Lupita menarik nafas dalam dan berjalan masuk melihat Margaret sedang makan bersama suaminya.
"Nona Lupi? apa ada yang bisa saya bantu? ucap Harlan gugup.
"Heh! cepat keluar dari ruangan CEO! Alexa tiba-tiba datang dan ingin mengusir Lupita.
"Biarkan Nona Lupita disini!" seru Harlan menatap tajam kearah Alexa "Masih banyak pekerjaan mu, pergi lah!"
"Ba-ik Tuan!"
"Huh! Harlan menarik nafas dalam "Silakan Nona Lupita, apa ada yang perlu saya tandatangani..?" Harlan sudah pindah duduk di kursi presdir nya.
Lupita bergeming "Tidak! aku tidak boleh emosi, aku harus bisa tenang menghadapi wanita ular ini!
"Iya tuan Vandeles. Saya butuh tandatangani proposal ini." Lupita berjalan mendekat dan menaruh map coklat diatas meja, map yang ia bawa dari ruangannya. Saat berhadapan dengan suaminya Lupita menatap kesal. Harlan yang melihat situasi tidak baik, menjadi serba salah. Ia mulai merasa terkekang dengan keberadaan istrinya.
"Margaret, ku rasa makan siangnya sudah selesai. Sebentar lagi aku ada meeting, kau bisa langsung keruangan Wiliam untuk belajar cara kerjanya."
"Why, should there be a bully when we are alone. (Kenapa selalu ada pengganggu bila kita sedang berdua.")
Lupita memang tidak begitu mahir bahasa Inggris, tapi ia masih bisa mengerti dikit-dikit. Netranya kembali menatap tajam wajah suaminya.
"Please understand this is an office, not a restaurant. (Tolonglah mengerti ini kantor, bukan restoran!)
"Huh! Margaret mencabik kesal dan ia membereskan makanan yang belum habis di makan.
__ADS_1
"Bisa wanita itu keluar! buat apa dia lama-lama di dalam ruangan mu!" cetus Margaret.
"Huft! Harlan meniup kuat.
Tangan Lupita mengepal kuat, mendengar sindiran Margaret. Melihat tingkah suaminya yang serba-salah. Lupita mengalah dan menarik map yang sebenarnya tidak ada laporan apa-apa.
"Kau harus menjelaskan ini semua! sungut Lupita pelan namun penuh penekanan.
"Nanti aku kerungan mu!" bisik Harlan dan hanya terdengar oleh Lupita.
Dengan langkah cepat ia keluar dari ruangan Harlan. Apa yang ada dalam pikiran Lupita sekarang? cemburu kah dia? sudah pasti! istri mana yang tidak akan terluka, bila melihat suaminya makan siang dengan wanita lain. Seharusnya dia yang berada di sisi suaminya. Ini adalah konsukwensi nya, bila menikah dengan seorang CEO dan banyak di kelilingi wanita cantik.
CEKLEK!
Wajah cantik itu terlihat murung, ia duduk di kursi kerjanya. Menatap langit-langit plafon dengan tatapan kosong.
"Lupi! kok bengong? tanya inez yang baru saja selesaikan sholat Dzuhur.
"Ada apa? kenapa wajahmu jadi jelek begitu." goda Inez mencair kan suasana.
"Kata Nya mau makan siang bareng suami mu?"
"Ck! sudah di ambil alih sama wanita berambut pirang!!
"Wanita rambut pirang? maksud mu?
"Wanita yang bersama Wiliam kemaren!"
"Wanita itu datang lagi? Inez menautkan kedua alisnya
Lupita melipat kedua tangan di dada seraya menyandarkan punggungnya ke kesadaran kursi. "Mas Harlan juga tidak menahan ku di ruangannya. Entahlah.." Desah*n berat keluar dari bibir Lupita.
'Berarti wanita itu adalah ancaman buat hubungan kita berdua;"
"Hubungan kita gimana?" Lupita mencondongkan tubuhnya kedepan.
"Sepertinya wanita itu sengaja ingin mencari perhatian dan menggoda suami mu. Dia juga ingin manfaatkan Wiliam!
"Ahh! Bodoh! bukankah aku sudah putus dari Wiliam? kenapa masih bicara seperti itu! terserahlah si ular betina itu mau goda Wiliam atau tidak." batinnya mencabik.
"Sebenarnya masalah ini ada di hati laki-laki, bila dia tidak mudah tergoda, walau wanita itu secantik bidadari pun, dia tidak akan peduli!"
"Tumben, kau terihat lebih tegar!
"Hah! aku lelah ribut masalah cemburu terus. Sekarang bagaimana caranya melawan si pirang itu, tapi dengan cara elegan!
"Nah begitu maksud ku? bermain cantik lah tanpa harus marah-marah dan terus menekan suamimu, yang ku takutkan suami mu malah semakin terkekang dan menjauh. Apalagi Tuan Georgie seorang CEO dan banyak relasinya.
Lupita terdiam dan berpikir "Kau benar Nez, tadi pun terlihat Mas Harlan tidak nyaman dan gagal fokus saat aku datang. Sepertinya ia takut aku akan meledak dan menyalahkan dirinya. Istri mana yang tidak akan kecewa melihat suaminya lebih memilih makan bersama wanita lain daripada dengan istrinya sendiri." ucap Lupi datar, bola matanya sudah memanas.
"Yang sabar ya Lup, kita akan cari jalan keluarnya."
"Aku ingin minta penjelasan pada Mas Harlan, Kenapa tadi Alexa bilang, wanita pirang itu adalah tunangannya?
"Huh! sekertaris galak itu selalu buat orang sesak nafas, kau jangan langsung telan bulat-bulat berita itu, sebelum kau mendapat penjelasan dari suami mu."
"Kenapa pernikahan ku semakin rumit?' ucap Lupita datar, seakan ada yang mengganjal dihatinya.
💜💜💜
@Yuk terus dukung karya Bunda, jangan lupa untuk follow IG @bunda.eny_76
@Bersambung
__ADS_1