
WELCOME BACK READERS!!❤️❤️
Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️
...•••••...
Di pagi hari yang indah disambut dengan langit berwarna orange dan lautan berwarna biru. Udara dingin tidak menghalangi Retha yang sedang duduk berbaring dengan selimut tebal di depan villa menatap matahari terbit.
Gadis itu sudah bangun setengah jam yang lalu untuk menyaksikan keindahan di pagi hari tanpa ada yang menemani.
Sedangkan kedua kakaknya masih lelap dalam mimpi di dalam villa.
Senyum lebar terukir di wajah cantik Retha menatap ke depan.
"Wow, Very beautiful".
Cup
Satu kecupan tiba tiba mendarat di pipi Retha membuat gadis itu menatap ke belakang. Terlihat seorang pemuda sedang tersenyum sambil membawa segelas susu.
"Bang El".
Marvel menyerahkan susu coklat hangat kepada Retha lalu duduk di kursi samping.
Tak sengaja ekor mata marvel menatap Shasha sedang duduk di balkon kamar dengan selimut tebal. Sepertinya gadis itu juga sedang menyaksikan matahari terbit juga.
"Breakfast is coming!!". Arga datang membawa satu piring sandwich dan satu gelas susu coklat.
Mereka bertiga sarapan bersama di depan villa dengan pemandangan Sunrise yang belum usai.
"Bang hari ini kita kemana?".
"Terserah kamu tapi, kalian bisa pergi berdua Abang ada urusan penting". Jawab Marvel.
"Loh kok gitu sih". Ucap Retha cemberut.
"Gak papa, lagian kalau bang El ikut sekarang gak baik situasinya princess". Sahut Arga.
Marvel mengangguk. "Kalau masalah sudah beres kita akan pergi liburan lagi, Ok?".
"Ok, You promise?". Retha mengulurkan jari kelingking.
Lalu Marvel menautkan kedua jari kelingking itu. "Promise".
Tanpa mereka sadari sebenarnya Shasha memperhatikan dari tempat duduknya bahkan langit pagi teralihkan oleh kakak beradik yang sangat harmonis.
Iri, jelas iya. Sedari dulu Shasha selalu kesepian tanpa ada yang menemani. Orang tuanya sibuk bekerja dan setelah nyokapnya pergi malah dirinya diusir karena adik tirinya yang memfitnah tanpa alasan.
.....
Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Retha dan Arga sudah rapih untuk pergi jalan jalan. Sedangkan Marvel ntah pergi kemana sedari pagi.
"Mau kemana dulu?".
"Terserah". Keluarlah jawaban setiap wanita ditanya. Sama dengan yang lain pasti arga juga bingung mau gimana.
"Langsung ke universal?". Tawar Arga.
"Terserah lo".
__ADS_1
Arga menghela nafas pasrah. Mereka pergi menggunakan mobil sport berwarna gray.
Banyak tempat yang mereka kunjungi dan banyak photo yang akan mereka jadikan kenangan.
Sedangkan di sisi Marvel, pemuda itu sedang ada di salah satu perusahaan cabang Smith company. Hari ini juga ia akan memulai bermain main dengan orang yang sudah mengganggu dirinya dan kedua adiknya.
Bahkan perusahaan itu sudah dimasukan ke dalam black list Smith company.
"Daddy tenang aja, masalah ini biar El yang urus". Ucap Marvel di telpon yang sedari tadi tersambung dengan Rafael untuk membicarakan masalah perusahaan.
Jelas Rafael akan tahu apa yang anak anaknya lakukan.
"Ok, kalau ada apa apa hubungi Daddy cepat".
"Iya dad". Jeda Marvel. "BTW kapan Daddy pulang?". Tanya marvel.
"Bahkan Daddy belum pergi ke sana sudah dibilang pulang".
"Kan anak anaknya disini, jadi pulang lah. Harus bilang apa lagi, lagian Daddy juga lahir disini bukan?".
"Daddy lahir di Indonesia bukan Singapore". Celetuk Rafael membuat Marvel memutar bola matanya malas.
"Terserah Daddy terserah". Kalau berbicara dengan daddynya Marvel selalu angkat tangan ada aja jawaban diluar kepala pemuda itu.
Mendengar itu Rafael tertawa ngakak. Sudah bisa dibayangkan ekspresi anak sulungnya saat ini gimana.
"Daddy balik ke Indonesia minggu ini".
"Terserah Daddy". Ucap Marvel merajuk.
"Dih anak cowok kok ngambekkan". Ledek Rafael.
"Oh ya, si kembar kemana? Daddy gak dengar suara cempreng Margaretha".
"Lagi jalan sama Arga, udah dulu ya dad. Marvel lagi sibuk".
"So sibuk lo".
"Biarin, wlee. Bye dad".
PIP*
Tanpa menjawab ucapan Marvel, panggilan sudah dimatikan oleh rafael membuat Marvel menggelengkan kepala tak percaya dengan kelakuan bapaknya yang tidak muda lagi.
Tapi Marvel bersyukur, sifat daddynya setelah ditinggalkan mommy-nya sangat berubah. Dulu daddynya sangat dingin dan jarang becanda tapi sekarang sangat bobrok.
.....
Sore menjelang malam. Di pesisir pantai sudah terdapat banyak meja dan kursi berjejer dengan dihiasi berbagai lampu hias.
Malam ini Shasha mengajak semuanya untuk melakukan barbeque sebelum kembali ke Indonesia.
Bahkan inti AOD juga sudah berada di villa yang baru datang siang tadi.
Retha dan Arga yang baru sampai di villa dibuat kaget dengan banyak orang disana. Tapi pandangannya tidak melihat keberadaan sang Abang.
"Mereka siapa ga?". Tanya Retha kepada Arga menunjuk tiga pemuda dan satu gadis berambut putih. "Wait!! Bukannya itu Queen AOD?". Lanjut Retha mengingat sesuatu.
Kepala Arga mengangguk. Bukan rahasia umum lagi untuk BS apalagi untuk mereka bertiga tentang identitas semua ketua mafia. Pasti BS tahu termasuk Retha.
"Berarti mereka inti AOD dong?".
__ADS_1
"Hai udah pulang?". Marvel datang dari belakang sambil membawa beberapa paper bag ditangan. "Ganti baju dulu lalu gabung sama mereka". Lanjut Marvel membuat Retha bingung tapi gadis itu langsung mengikuti apa yang abangnya pinta.
Setengah jam Retha pergi dengan Arga yang menunggu berjalan ke arah pesisir pantai dengan ekspresi datar dan dingin. Aura yang mereka keluarkan berbeda dengan biasanya.
"Abang yakin?". Terbesit keraguan di wajah Retha.
"Hm".
Retha duduk di samping Marvel diikuti Arga. Pemuda itu tidak mengatakan apapun dengan tangan menggenggam jaket miliki Retha yang tidak mau dipakai.
Tatapan Retha teralihkan kepada gadis lain berambut putih sedang duduk di dekat pemuda yang asik bermain game.
Retha tahu mereka. Lalu tangannya terulur mengambil makanan yang ada di atas meja. Suasana sangat hening berbeda saat orang orang melakukan barbeque area. Tidak ada tawa bahkan suara pun tidak terdengar, hanya suara ombak yang terdengar di telinga.
Begitulah jika orang irit bicara berkumpul.
Prok prok
Dua tepuk tangan membuat padangan semua orang menatap ke arah Marvel. Lalu mereka semua berjalan berkumpul di satu meja dengan Shasha orang terakhir duduk di hadapan retha.
"Bukan tanpa alasan kalian kumpul disini kan?". Ucap Marvel sangat dingin dan tegas.
Inti AOD menatap ke arah queen mereka dengan tatapan bertanya.
"Disini--, , ".
Uhuk uhuk uhuk
"Arga~~!!". Rengek Retha segala meminum orange jus yang ada di atas meja depan Arga.
Arga langsung mencicipi minuman tersebut dan ternyata sangat asam membuat pemuda itu cukup panik.
"Makan yang lain". Arga menyodorkan roti ke hadapan Retha. Adiknya ini sangat benci rasa asam dari makanan apapun.
"Ambil susu di pantry".
Arga langsung berlari masuk ke villa dengan sangat kencang. Kini Retha sudah memeluk abangnya sambil menangis tanpa suara. Setalah merasakan lidahnya yang sangat asam membuat gadis itu tidak akan mau makan apapun kecuali minum susu coklat lebih dulu.
Marvel terus menguap kepala Retha dengan sayang sambil mengeratkan jaket yang arga pakaikan sebelum pergi.
Gak lama Arga datang membawa beberapa kotak susu coklat yang langung diminum oleh Retha. Saat ini Retha sudah dialihkan ke pelukan Arga karena Marvel harus mengurus apa yang ada di hadapannya.
Sedangkan yang lain hanya bisa menyaksikan apa yang terjadi dihadapannya dengan cengo. Ini adalah adegan langka yang pernah mereka lihat sedari lahir.
"Lanjut". Ucap Marvel mengubah ekspresi nya kembali.
"Lo yakin?". Ucap Shasha ragu.
"Hm".
Mereka kembali membicarakan hal penting dengan mengabaikan Retha yang kini sudah tertidur di pelukan Arga. Sedangkan Arga diam menyimak dengan tangan mengelus kepala Retha agar tidurnya lebih nyenyak.
Berjam jam lamanya mendiskusikan tentang AOD dan DE selesai pas tengah malam. Awalnya Marvel sudah menyiapkan kembang api untuk Retha tapi karena kejadian orange jus membuat rencana gagal.
...•••••...
TBC
Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰
__ADS_1