
Ini rumahmu sendiri bukan?
"Iya Mas, Ini rumah almarhum kedua orang tuaku."
"Kau berhak mengusir mereka semua, mereka tak pantas tinggal denganmu karena mereka sudah tidak ada hubungan apapun, kecuali dengan Lolita anak dari pamanmu."
Sebenarnya aku kasihan pada bibi karena tidak memiliki rumah dan pekerjaan. tapi melihat bibi dan loly ditambah lagi bang Bejo yang sering menyakitiku. aku jadi mulai berpikir untuk mengusir mereka dari rumahku."
"Lakukan sesuai kata hatimu! Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya, Jaga dirimu baik-baik."
"Iya Kak! terimakasih."
Harlan pergi meninggalkan rumah Lupita. setelah Harlan hilang dari pandangan Lupita Baru masuk kedalam teras.
"Lampu nya sudah gelap, pasti mereka sudah pada tidur."
Tok, tok, tok...
"Bibi!
"Loly!
"Bukakan pintunya.
"Tok, tok, tok....
'Tolong buka pintunya!
"Kenapa mereka tidak mau membuka pintunya. Lupi melihat Arloji di tangannya. "Baru jam sepuluh lewat lima belas menit."
"Padahal kan bang Bejo tidur di ruangan tamu, masa sih gak denger suara ketukan!
"Kalau kalian tidak mau bukakan pintu. Aku akan buat kalian menyesal. karena ini rumah ku! baiklah aku akan minta bantuan pak Rt." seru Lupita yang begitu geram, ia membalikkan tubuhnya, dan saat mau melangkah terdengar suara kunci dibuka.
"Ceklek, ceklek.
Krekkk!
"Ehh Lupi berisik banget luh! ini udah malam teriak-teriak diluar! bentak loly
"Kalau nggak mau berisik bukaan pintu. jangan pura pura budeg! Lupita lngsung masuk kedalam rumah.
"Ehh malah nyolot luh! makanya jangan perempuan jangan kegatelan nempel sana sini!
"Tutup mulutmu Loly! aku males berdebat dengan mu, malu sama tetangga baru saja kita mengadakan tahlilan."
"Emang kenyataan Luh perempuan gatel dan murahan! mau ajah pergi diajak sama laki laki!
"Cukup! jaga mulutmu Loly! sungguh pedas mulutmu itu! apa kau tak sadar, kalau pergi keluar pulang sampai jam satu malam! tapi aku tidak pernah mengusik mu!
"Gak usah luh urusin hidup gue! luh urus ajah hidup luh sendiri!
"Nah makanya jangan suka sibuk cari kesalahan orang. dirinya sendiri kaya apa!
"Berisik luh! nyolot ajah luh!
"Sudahlah males berdebat dengan orang seperti mu!
Lupita tidak menggubris lagi ocehan Lolita. ia membuka pintu kamar. "Loh ko kamarku gelap? Lupita masuk kedalam dan menyalakan lampu. saat lampu menyalah alangkah terkejutnya Lupi. Ia melihat Bejo sedang tidur diatas ranjang.
"Bang Bejo! keluar dari kamar ku! ngapain tidur disitu! teriak Lupita.
__ADS_1
"Berisik luh! ganggu orang tidur ajah! bentak Bejo.
"Cepat pergi dari kamar ku! kau tidak pantas tidur dikamar wanita!
Bejo tidur tak bergeming. dia malah membalikkan tubuhnya sambil membekap guling.
"Brengsek sekali kau! Lupita keluar kamar dan mencari sapu. Lupita yang sudah naik pitam langsung memukuli ke tubuh pria hitam itu.
"Bug! bug! bug!
"Cepat pergi dari kamar ku!
"B4ngs4t kau! beraninya memukul ku!
"Makanya jangan sembarang masuk kamar wanita!
Bejo terbangun dan duduk ditepi ranjang. menatap sinis pada Lupita! "Awas kau akan aku beri pelajaran!
"Kalau abng tidak mau keluar dan terus mengancam ku! aku akan teriak biar semua tetangga tahu!" ancam Lupita.
Setelah mendapat ancaman dari Lupita. Bejo kluar dari kamar. Dengan cepat Lupita menutup dan mengunci pintu. ia bernafas lega.
"Ya Tuhan! kenapa aku dipertemukan dengan orang semacam itu! aku harus mengambil tindakan tegas. akan mengusir mereka dari rumahku!
"Aku mau ganti seprai ini, sangat menjijikkan! Lupi menarik seprai dan menggantinya dengan yang baru "Mulai besok, bila aku pergi akan selalu mengunci pintu ini! ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan memejamkan mata.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 4.30 menit. Selesai menjalankan sholat subuh, Lupita beraktivitas di dapur memasak air, berbenah dan membuat nasi goreng. Begitulah kebiasaan Lupita setiap hari, berbeda dengan Bibi dan sepupunya selalu bangun siang dan mencari sarapan saat bangun tidur. Lupita gadis yang baik dan tegar, ia selalu tulus mengerjakan apa. saja. tapi kebaikannya selalu di manfaatkan oleh Bibi dan sepenuhnya. Sebenarnya Lupita gadis yang lembut dan sopan. Tapi ia akan membangkang pada orang yang sudah membuatnya terluka. Sejak kecil bibirnya Surti dan Lolita selalu menyakiti dan menghinanya, kerap ia di jadikan pembantu dan mengurus rumah, Hanyalah Imron Paman nya yang kerap menyayangi dan membelanya. Hingga beranjak dewasa Lupita mulai berani membantah dan melawan pada bibi dan sepupuhnya.
Nasi goreng sudah selesai dibuat. Ia menaruhnya diatas meja makan, tidak lupa tahu dan tempe selalu ada diatas piring.
"Assalamualaikum."
Lupita yang baru selesai memasak berjalan kearah pintu.
"Wa'alaikumsalam..."
Lupi membukakan kunci pintu.
"Ceklek, ceklek.
Saat pintu terbuka, alangkah terkejutnya Lupita. ternyata pak Yono sudah berdiri di depan pintu.
"Pak Yono? ekspresi terkejut terlihat jelas di wajah Lupita.
"Pagi Mba Lupi? tersenyum tipis
"Ada apa Bapak kemari?
"Boleh saya masuk? tidak enak bila bicara di luar." ujarnya
Lupita tampak bingung karena di ruangan tamu ada Bejo yang sedang tertidur pulas disofa. Biasanya jam sembilan baru bangun.
"Silakan pak! tapi maaf ini ada Om saya yang lagi tidur di Sofa."
"Ya sudah tidak apa-apa. Saya juga tidak lama, hanya ingin memberikan uang hak mu!"
"Uang hak apa?!
"Sebelumnya aku minta maaf padamu Lupi." Yono menghela nafas panjang seakan berat untuk mengatakan "Sebenarnya yang mengambil uang di dalam tasmu waktu itu adalah aku! pak Yono tertunduk malu "Aku minta maaf dan ingin kembalikan uangmu Lima belas juta. Tuan Georgie memintaku mengembalikan tiga kali lipat uang mu yang kuambil. tapi jujur aku tidak punya uang sebanyak itu. inipun aku menjual motor dan meminjam uang pada saudara ku."
__ADS_1
Lupita menghela napas dalam "Terimakasih Pak Yono sudah jujur dan mengakui kesalahannya. Uang ini aku terima, tapi tidak perlu kembalikan kelipatannya. Uang ku sudah balik saja aku sangat bersyukur."
"Terima kasih Lupi. kau memang gadis yang baik. Aku juga minta maaf gara gara aku, kau di pecat dari perusahaan."
Tida apa-apa. Mungkin ini sudah takdir ku, Aku akan berusaha mencari pekerjaan lagi."
"Semoga berhasi, lYa sudah Lupi, aku mohon izin pulang."
"Baik Pak Yono, terima kasih sekali lagi."
Setelah Lupita mengantarkan sampai depan teras. ia masuk kembali kedalam. Tiba-tiba Surti membuka pintu dan menarik amplop dari tangannya.
"Bibi apa apaan. balikan uang ku! seru Lupi
"Hebat! ternyata kau punya uang sebanyak lima belas juta! kenapa tidak untuk bayar hutang si Karyo! gara gara kau suamiku meninggal dan kehilangan warungnya. kau harus bertanggung jawab Lupi!
"Kenapa Bibi malah menyalahkan aku tentang kematian paman; Dan kalau warung itu terbakar bukan salahku! Tapi itu perbuatan Bibi sendiri! tidak usah melempar kesalahan pada orang lain. Sekarang kembalikan uangku aku sangat membutuhkannya untuk kebutuhan sehari-hari dan mencari pekerjaan."
"Tidak bisa! karena ulahmu mata pencrian ku hilang. Uang ini untuk membayar warung yang sudah terbakar.
"Bibi Sanga kejam! sekarang juga Bibi, Lolita dan bang Bejo keluar dari rumahku!
"Ehh anak ingusan! berani luh ngusir kakak sama keponakan gue! tiba-tiba suara Bejo mulai terdengar lantang dan berdiri di depan Lupita.
"Hadapin gue dulu kalau berani mengusir mereka!
"Ini rumahku! milik almarhum kedua orang tuaku! aku berhak mengusir kalian semua dari sini!
"Kau salah Lupi! rumah ini sudah milik pamanmu yang sudah dihibahkan oleh Ayahmu sendiri!
"Tidak mungkin Ayah menghibahkan pada Paman. karena aku masih ada anaknya!
"Kalau kau tidak percaya, Aku akan berikan surat hibah itu padamu! Surti masuk kedalam kamar. lima menit kemudian ia keluar dari sambil membawa map coklat dan memberikan nya pada Lupita. Lupi mengambil map itu dari tangan Surti dan membuka map itu. selembar kertas putih ia baca. Alangkah terkejutnya Lupita. matanya terbelalak sempurna. jatuh sudah airmatanya. Ternyata benar surat hibah itu sudah diberikan Ayahnya sebelum ayahnya meninggal. Tapi Lupita masih tak percaya karena dulu usianya masih tujuh tahun saat ditinggal kedua orang tua.
"Tidak mungkin Ayahku membuat surat hibah ini! Waktu Ayah ku masih hidup, Paman jarang ke rumahku? kata Ayah, Paman bekerja di Malaysia jadi tidak pernah bertemu lagi. jadi kapan Ayah membuat surat ini? Aku tidak percaya ini adalah akal akalan kalian!
"Surat itu dibuat saat kau masih sangat kecil Lupi! sudahlah tidak usah berdebat lagi! kalau kau masih ingin tinggal di sini harus mengikuti aturan ku! bila tidak mau cepat angkat kaki dari rumah ini! bentak Surti.
"Tapi kenapa Paman Imran tidak cerita kalau Ayah menghibahkan rumah ini! kalau memang benar sudah pasti dia bercerita padaku!
"Imron belum sempat cerita padamu tapi sudah keburu meninggal! ucap Surti santai
Lupita sudah tidak ingin berdebat lagi. dengan perasaan sedih dan sakit hati, ia berlari masuk kedalam kamarnya.
'
'
'
'
'
'
@,Bersambung....💃💃💃
@Part ini lebih panjang. jangan lupa terus dukung Author dengan cara
VOTE/GIFT, LIKE, RATE BINTANG 5, KOMENTAR POSITIFNYA.
__ADS_1