Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Permintaan Mak isah


__ADS_3

"Sudah pindah saja dari sini! teriak ibu-ibu yang ikut menyaksikan keributan di depan kontrakan.


Karena keadaan semakin panas, Lupita memilih pergi dan meninggalkan tempat itu, percuma juga berdebat dengan bibinya, yang ada selalu buat keributan.


Seperti biasa Lupita naik kedalam mobil angkot menuju kantornya.


Sementara Harlan sudah sampai di depan pintu gerbang rumahnya, seorang satpam membukakan pintu gerbang dan membungkuk


"Pagi Tuan!


Harlan mengangguk dan berjalan masuk kedalam rumah.


"Harlan, kau sudah pulang?" suara paruh baya itu menghentikan langkahnya, Harlan berjalan kearahnya yang sedang duduk di sofa.


"Mak! mencium punggung tangan Mak isah.


"kemana saja kau land? Mak sangat khawatir, sudah seminggu kau pergi tanpa kasih kabar."


"Maafkan Harlan, Mak! Karena pergi dengan mendadak, ada urusan kantor yang harus di selesaikan."


"Land, Mak Ingin bicara penting dengan mu."


"Bicara apa Mak?!


"Selamat pagi tuan! suara Wiliam sudah berada di belakang punggung Harlan.


"Will..."


"Mak kita bicarakan nanti saja ya. Aku harus ke kantor sekarang."


"Tidak Land! Mak mau sekarang! kapan lagi bisa bicara denganmu, Kalau tidak sekarang. kau selalu saja sibuk dan jarang berada di rumah."


Tarikan nafas Harlan terdengar lirih "Baiklah, bicaralah Mak, aku akan mendengarkan."


"Hanya empat mata Land, tidak ada orang lain yang mendengarkan."


Harlan melirik pada Wiliam "Will, kau duluan ke kantor, aku akan menyusul."


"Baik tuan, saya berangkat."


Wiliam pergi meninggalkan ruangan tamu setelah membungkuk.


"Sekarang bicaralah Mak, disini hanya ada kita berdua."


"Land! menyentuh tangan anak angkatnya "Mak sudah semakin tua dan sakit-sakitan, Mak hanya minta satu permintaan darimu, bisakah kau mengabulkannya?"


"Permintaan apa Mak? selagi Harlan mampu dan sanggup, pasti akan mengabulkannya."


Mak Isah tersenyum lebar "Mak mohon, menikahlah dengan Della."


"Apa..?? ekspresi Harlan berubah pias, ia tidak bisa menutupi keterkejutannya.


"Kenapa kau terkejut Land? bukankah kau sudah sangat akrab dengan Della sejak kecil."


"Mak, aku minta maaf. Della sudah ku anggap seperti adikku sendiri, Sepertinya kami sangat nyaman sebagai saudara angkat."


"Jadi kau tidak bisa memenuhi keinginan Mak, Land..? padahal Mak sudah menaruh harapan besar padamu, untuk menikahi Della. dan kalian menjadi sepasang suami-istri" ucap Mak Isah lirih, bola matanya sudah berembun.


"Mak, ma'afkan Harlan." Harlan menjatuhkan dirinya didepan Mak Isah dan membenamkan wajahnya di pangkuannya. "Aku ingin berkata Jujur pada Mak." mengangkat wajahnya dan menatap wajah paruh baya itu yang mulai keriput.

__ADS_1


"Sebenarnya Harlan sudah menikah." ucapnya dengan wajah tertunduk.


"Deg! Mak isah terlihat syok, jantungnya berdebar cepat, sumpah demi apapun, Sebenarnya Harlan tak tega melihat ibu asuhnya syok. "Apa kau sedang berbohong land?? raut wajah tua itu sangat terkejut dan menatap tak percaya pada anak angkatnya. "Bagaimana bisa kau menikah tanpa seizin Mak? luluh sudah cairan bening dari wajah keriput itu. "Apa kau sudah menganggap Mak tidak penting lagi? atau kau sudah tidak menganggap Mak orang tua lagi?? bisa-bisanya kau menikah tanpa memberitahu Mak terlebih dahulu! hiks....


"Mak, ini semua diluar rencana ku? Aku menikah karena sebuah fitnahan seseorang."


"Bagaimana bisa seorang Goergie Vandeles bisa difitnah orang, sepertinya tidak masuk akal, bilang saja kalau kau ingin menghindar untuk menikah dengan Della!!" tatapan Mak Isah terlihat kecewa dan terluka.


"Mak! aku harus bagaimana lagi? aku sudah berkata jujur? aku berani sumpah, kalau aku sudah menikah! akan aku ceritakan semuanya pada Mak."


"Kami di gerebek warga Mak!" ucapnya pelan.


Mata Mak isah terbelalak dan menyoroti tajam wajah anak angkatnya yang sudah seperti anak kandungnya.


"Bagaimana bisa Land...?"


Harlan mulai menceritakan semuanya pada Mak isah, tidak ada yang ditutupinya lagi.


"Itu adalah sebuah tragedi, karena kau menikah karena terpaksa, ceraikan wanita itu, dan menikahlah dengan Della."


"Tidak Mak! aku tidak mungkin menceraikan istriku, aku sangat mencintainya."


"kau itu sudah diperdaya oleh wanita itu! pasti dia sudah merencanakan sebelumnya dan menjebak dirimu, tidak mungkin tiba-tiba di gerebek warga dan di suruh menikah."


"Mak, ini tidak ada rekayasa sama sekali, kami benar-benar terjebak dan hari itu juga kami menikah, aku akan perkenalkan istriku dengan Mak."


Mak Isah bangkit dari duduknya "Tidak Land! Mak masih belum setuju kau menikah dengan wanita yang belum tentu jelas asal-usulnya. Mana mungkin Mak akan merestui pernikahan mu yang terjebak dalam pernikahan palsu! pernikahan kalian hanya kawin siri, tidak sah secara hukum Negara."


"Tapi pernikahan kami sah di mata Tuhan dan Agama. Kami akan meresmikan pernikahan ini secara Negara."


"Tidak Harlan! Mak tidak akan setuju kau akan menikah resmi dengan wanita itu!" ucap Mak Isah tegas, seraya pergi meninggalkan Harlan.


"Ya Tuhan, begitu berat cobaan ini." Harlan mendes*h kasar dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Selesai memakai tuxedo dan sepatu kulit yang melekat di kakinya. Harlan berjalan ke bawah.


"Kak! aku sudah siapkan sarapan, bibi menyuruh kakak untuk makan dulu." ucap Della


"Tidak usah, aku akan makan di kantor."


Harlan melangkahkan pergi dan masuk kedalam mobil menuju kantor.


****


Sementara di kantor, Lupita sudah berada di ruangan, ia tidak melihat sosok Damar di ruangannya.


"Kenapa Damar tidak ada, apa ia tidak masuk hari ini? sayang ponsel ku tidak ada, aku tidak bisa menanyakan keadaannya."


"Hey! tiba-tiba suara seseorang membuyarkan lamunannya.


"Hey, juga! Lupi tersenyum.


"Kenalkan namaku Inez." mengulurkan tangannya.


"Aku Lupita." menerima uluran tangan wanita yang usianya diatas Lupi, wanita berkacamata tebal dengan kedua rambut dikepang.


"Wah kamu itu baik ya, tidak seperti karyawan yang lain, sombong dan tidak ramah." bisiknya seraya terkekeh.


"Kau anak baru ya..? tanya Lupi

__ADS_1


"Aku pindahan dari cabang yang di kota C, baru dua hari aku disini menggantikan posisi Pak Damar."


"Apa?? Damar sudah tidak bekerja disini lagi? kenapa tiba-tiba Damar keluar kerja."


"Entahlah, aku hanya mengikuti prosedur kantor untuk menggantikan posisinya. Ya sudah aku ketempat ku dulu ya, lihat mereka perhatikan kita semua, nanti kita ngobrol lagi."


Lupita hanya mengangguk, ia masih memikirkan Damar yang secara tiba-tiba posisinya di gantikan karyawan bernama Inez.


Diruangan presdir, Harlan hanya duduk sambil menatap ikan-ikan hias yang berada di kolam buatan.


JGLEK


"Siang tuan."


Wiliam memberikan laporan kerja selama satu minggu saat Harlan berlibur ke Bali.


"Kau sudah membelikan ponsel untuk istriku?


"Sudah tuan, kurir yang akan mengantar langsung pada Nona Lupita."


"Kau sudah pindahkan karyawan bernama Damar!"


"Sesuai perintah tuan, sudah saya pindahkan di cabang dan di ganti dengan Nona Inez."


"Bagus! aku harap dia tidak akan menggoda istriku lagi."


"Apakah Damar menyukai Nona? bukankah Damar itu kinerja nya sangat bagus dan hasil desainnya sangat memuaskan cliant."


"Aku tidak ingin ada Pria yang mendekati istriku dengan tujuan lain, untuk apa ia mengejar Lupi dan terus mendatangi rumahnya." imbuh Harlan kesal, tangannya membubuhkan tandatangan diatas file yang diberikan Wiliam.


"Tuan sudah menghubungi Paman?


Tarikan nafas dalam terdengar kasar "Apalagi kalau bukan menyuruh ku bertunangan dengan Margaret!"


"Apa tuan akan berterus terang, kalau sudah menikahi Nona Lupi."


"Aku pasti akan berterus terang, tunggu waktu yang tepat." Harlan melempar pandangan nya pada kolam ikan didepannya dan berjalan ke kolam ikan, memberikan makan pada ikan-ikan itu.


"Tadi pagi aku sudah berterus-terang pada Mak ku, kalau aku sudah menikah Lupita."


"Benar kah..?


"Kau tau apa jawaban Mak ku? menoleh pada Wiliam yang terlihat penasaran.


"Aku disuruh menceraikan istriku dan menikahi Della.."


"What! bagaimana bisa ibu asuh mengatakan itu, apakah tuan akan mengikuti sarannya?


"Tentu saja tidak! aku sangat mencintai istriku, ia sudah memberikan segalanya padaku, bukan saja pada Mak ku, bahkan aku akan menentang pamanku sendiri bila ia tidak setuju."


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Yuk ikuti terus kelanjutan nya, Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:


πŸ’œLike


πŸ’œVote


πŸ’œGift

__ADS_1


πŸ’œKomen


@Bersambung........πŸ’ƒπŸ’ƒ


__ADS_2