
WELCOME BACK READERS!!❤️❤️
Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️
...•••••...
16.00 waktu setempat.
Seorang gadis cantik sedang duduk di meja rias dengan gaun hitam yang sangat cantik.
Dia Retha, sepulang dari mall mereka langsung bersiap pergi ke tempat acara yang sudah dibuka dari pukul 3.
Acara inti berlangsung pada jam makan malam tapi semua orang bebas datang dari jam 4 sampai jam 6 sore ke tempat acara. Jika terlambat maka akan mendapatkan hukuman yang pasti mengurus money.
"THA, CEPETAN".
Teriakan terdengar di telinga Retha membuat gadis itu tersentak kaget.
"Buset, sejak kapan Arga bisa mengeluarkan suara itu". Gumam Retha lalu mengambil tas dan handphonenya yang ada di atas tempat tidur.
Langsung menemui Arga yang ada di depan kamar.
"Sabar Napa". Omel Retha.
"Lihat jam, tepatnya lumayan jauh".
"Iya maaf". Retha menggandeng lengan Arga memasuki lift tanpa ada penolakan sama sekali.
...
Bersamaan dengan keluarga dan sahabat yang lain mulai pergi ke tempat yang sama dari tempat yang berbeda.
Kecuali inti Neovaros.
Sepulang dari mall mereka memutuskan pergi ke tempat tongkrongan yang letaknya belakang sekolah.
Walaupun bukan di jam sekolah, tapi warung itu selalu buka karena anak anak Cempaka selalu datang setiap saat.
"Males nih, ngapain ke bikin kegiatan". Ujar Roby melihat teman temannya yang lain sibuk dengan handphonenya sendiri.
"Bikin aja sendiri".
"Dih gak asik". Keluh Roby sampai gak lama handphone nya berdering.
"Tumben tante gue telpon". Batin Roby lalu menggeser tombol hijau.
"Hello Tan".
"Dimana by?". Terdengar suara perempuan di seberang telpon.
"Biasa, ada apa telpon? Tumbenan bangat". Ucap Roby heran karena tantenya selalu sibuk di luar negeri dan jarang ada kabar.
"Lagi sibuk gak?".
Kening Roby mengerut. "Nggak". Ucap Roby ragu.
"Tante minta tolong anterin barang dong. Ketinggalan di apartemen soalnya".
"Apartemen? Tante di indo?". Ucap Roby kaget, setahu dia Tante dan keluarganya sedang ada di Dubai beberapa hari yang lalu.
"Em, baru sampai tadi pagi. Ayolah by Tante minta tolong. Udah jam 5 gak sempat kalau balik ke apartemen".
"Kenapa gak minta tolong yang lain?".
"Gak bisa, urgent banget. Ayo lah ya please. Nanti om kamu TF deh buat jajan".
"Ya udah, Roby anterin".
__ADS_1
"Cekep kalau gitu. Jangan lupa. Barangnya ada di atas meja kamar Tante. Paper bag hitam".
"Iya, Roby tutup dulu".
"Tunggu". Pergerakan Roby terhenti saat mendengar suara tantenya dari sebrang telpon. "By masih disana?".
"Iya tan".
"Jangan lupa pakai pakaian formal. Ingat itu. And pergi sendiri". Pesan tante Roby.
"Kenapa? Tadinya roby mau ajak teman".
"Gak boleh. Kamu datang sendiri. Dan ingat. Pakai pakaian sopan ****** kaya anak gak diurus".
"Iya". Ucap Roby terpaksa lalu panggilan sudah dimatikan.
Ingin menolak tapi sudah terlanjur mengiyakan.
Ting!
Pesan masuk dari Tante nya yang mengirim lokasi. "Buset jauh banget. Ngapain disana?". Gumam Roby lalu memasukkan ponselnya ke saku dan meminum habis jus yang ia pesan.
"Guys, gue balik dulu. Ada urusan". Pamit Roby.
"Mau kemana lo? Tumben". Ucap dirga.
"Urusan penting".
"So sibuk lo". Celetuk Reza membuat Roby menjulurkan lidahnya lalu pergi dengan mengendarai motor sport kesayangannya.
Di sebuah taman dekat villa pesisir pantai sudah didekorasi senyaman mungkin.
Tidak ada tuntutan apapun tentang acara ini agar mewah karena mereka mengutamakan kenyamanan.
Mobil hitam memasuki pekarangan villa. Sepertinya itu mobil pertama yang masuk. Kecuali palkiran lain.
"Nah kan belum pada datang. Lo sih buru buru banget jadi orang". Omel Retha saat tahu mereka datang pertama.
"Di jalan mungkin".
Keduanya masuk terlebih dahulu ke dalam villa dan mendapatkan beberapa orang yang sudah datang akan tetapi keluarganya belum terlihat batang hidungnya sama sekali.
Beberapa jam kemudian semua orang mulai kumpul di taman belakang dimana acara akan dimulai. Pesta ini diadakan hanya untuk mempererat hubungan antara saudara. Rafael juga ingin mengenal dekat saudara dan orang terdekatnya agar tidak adanya dendam di diri masing-masing seperti yang sudah terjadi.
Tiga pemuda tampan memasuki tempat acara dengan gagah. Tidak ada yang menyangka bahwa mereka bertiga adalah seorang duda beranak karena wajahnya yang awet muda.
Mereka adalah Rafael, Kelvian dan Marchel.
"OMG, duda semakin di depan". Ucap salah satu sahabat Rafael.
"Duh, Daddy berulah lagi". Ujar Retha saat melihat tingkah sang daddy bersama 2 papinya yang tidak bisa ditebak sama sekali.
"Biarin puber kedua". Ucap Arga enteng.
"Hai princess". Sapa Kelvian.
"Hai Pi". Balas Retha lalu memeluk mereka satu persatu. "Papi Vian sama papi Marchel kok berangkat sama Daddy, anak anaknya mana?".
"Belakangan nanti nyusul".
"Udah kece badai masa gandeng anak. Ya gak". Sambung Marchel.
"Ck, gandeng istri bukan anak". Sindir Arga membuat tiga duda menetap ke satu arah.
__ADS_1
"Pi bukannya si kembar beda ****** pagi di Korea? Apa mereka datang?". Tanya Retha mengalihkan suasana.
Kedua bahu Marchel terangkat. "Kita lihat nanti, kalau nggak gue sendiri yang seret mereka".
"Ta--, , ".
"HELLO EVERYBODY, , I COMING!!".
Suara seseorang yang baru datang menggema disana. Dua orang pemuda tampan masuk dengan pakaian jauh dari kata rapih.
"Astaga!".
Kedua orang yang ada di samping kanan dan kiri Rafael menepuk jidatnya melihat kelakuan anak anaknya yang seperti itu.
Dari jauh hari mereka sudah mewanti wanti tapi tetap saja ada aja kelakuan mereka. Yang pasti ini adalah rencana Leo, anak marchel.
Sedangkan untuk Ed/Edward, anak itu selalu acuh yang penting nyaman.
"Ckckck, keren". Gumam Retha kepada kedua keponakannya yang sudah lama tidak bertemu.
Mendengar ucapan sang anak,.Rafael menatap anak gadisnya dengan tatapan menyelidik.
"Awas kalau kalian macam-macam". Ucap Rafael penuh penekanan.
"Aman dad". Cengir Retha yang tahu isi kepala daddynya.
"Hello princess". Leo datang menghampiri mereka langsung memeluk Retha dengan erat gak lupa juga mencium pipi wanita kesayangan mereka.
Bergantian dengan Ed, pemuda itu hanya melakukan tanpa suara.
"O my God. Pi masih sama aja". Ucap Retha menatap Kelvian.
"Biasa".
Satu kata sudah membuat mereka semua paham.
"Son, adik kamu mana?". Tanya Kelvian kepada Ed,.anak pertamanya.
"Nyusul dad". Jawab Edward.
Gak lama kemudian perhatikan semua orang tertuju kepada satu arah. Dimana terlihat seorang anak laki-laki datang dengan cool sambil membawa bunga mawar. Tak lupa juga kacamata hitam bertengkar di atas hidung.

Anak laki-laki itu berjalan menghampiri Retha yang menatapnya dengan senyuman.
"Buat wanita yang sangat berharga di dunia". Gio menyerahkan bunga itu ke hadapan Retha.
"Oww, makasih baby". Ucap Retha lalu memeluk gio dengan senang.
Semua orang yang ada sekitanya terkejut dengan apa yang sedang terjadi bahkan Kelvian selaku ayahnya tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Astaga, anak gue belajar begituan dari mana?". Gumam Kelvian pelan.
"Sepertinya dia anak marchel bukan anak lo bang". Celetuk Rafael masih menatap drama di depannya.
"Lah kok gue". Ucap marchel tak terima.
"Liat aja kelakuannya sama kaya lo". Rafael juga menunjuk Leo dengan dagunya dimana anak itu sebelas dua belas dengan ayahnya, yaitu Marchel.
Dan dihadapannya gio pun sama dengan mereka berdua.
...•••••...
TBC
__ADS_1
Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰