Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Amarah Ceo Goergie


__ADS_3

Sebelum melangkah masuk kedalam, Harlan berseru "Will!...


"Saya Tuan!


"Siapa saja orang orang yang sudah memfitnah dan mengusir Lupita dari perkantoran ini? kau pikirkan hukuman apa yang tepat untuk mereka!


Tanpa menunggu Jawaban dari Wiliam, Harlan melangkahkan kaki panjangnya berjalan masuk kedalam gedung perkantoran.


Saat masuk kedalam ruangan, seperti biasa para karyawan berdiri berjejer sambil menundukkan wajahnya, hal yang biasa dilakukan saat ada Lupita. Saat Harlan berjalan melewati ruangan Lupita, ia berhenti sejenak dan menoleh pada ruangan desain itu. Harlan menarik nafas dalam lalu melanjutkan langkahnya menuju lift.


Setelah keluar dari pintu lift, Harlan berjalan masuk ke dalam ruangannya diikuti William. Ia mendudukkan tubuhnya di kursi presdir sambil membuka sebuah laptop.


"Tuan, sepuluh menit lagi kita akan adakan rapat pemegang saham!


"Will! sudah kau siapkan humukum untuk si pendusta!


"Be-be-lum tuan! jawab Wiliam gugup.


"Aku sudah menyuruhmu memikirkannya sejak turun dari mobil bukan?"


"Te-ta-pi aku bingung humukum apa buat mereka Tuan?


"lakukan sesuai kata hatimu, aku percayakan semua itu padamu! ujarnya sambil menatap laptop di depan nya.


"Baik Tuan, kasih aku waktu lagi sampai selesai meeting."


"Baiklah aku ingin tahu hukuman apa yang keluar dari bibirmu!


"Will


"Saya tuan!


"Apakah sudah kau selidiki semuanya? dan aku punya bukti akurat tanpa mendapat bukti darimu tentang Desain Yono yang ia tuduhkan pada Lupita!


"Maksud Tuan?


"Saat Yono membuat desain sekolahan khusus untuk Taman kanak kanak elit. dengan dana 10 milyar, dan menggunakan fasilitas bermain di dalamnya.Tapi aku tidak suka dengan desain yang ia ajukan. Saat sedang makan pecel lele bersama Lupita, aku melihat Lupita mengeluarkan Desain Yono. aku tanya dari mana desain itu. dia bilang tong sampah yang sudah dibuang Yono. Beberapa saat aku sering mengantar Lupita pulang, saat ada waktu aku dan Lupita menyelesaikan desain itu hingga menjadi sempurna. Jadi desain itu murni buatan Lupita bukan buatan Yono!


William mendengarkan dengan seksama sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Sekarang saya mengerti Tuan! William menoleh pada arloji di tangannya "Ma'af sudah waktunya kita ke ruangan meeting. kepala direktur sudah berada di ruangan."


"Telpon kepala Desain, suruh Yono datang ke tempat meeting."


"Baik Tuan!"


Setelah William menelepon kepala Desain. Iya dan Harlan berjalan kearah ruangan meeting.


Wiliam membuka pintu kaca untuk Harlan. saat berada di ruangan meeting, Lima orang direktur berdiri dan membungkuk memberi hormat saat Harlan masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


"Pagi Tuan Vandeles! ucap mereka serentak.


Harlan mengangguk dan duduk di kursi kebesaran nya sambil menyilang kan kakinya. Harlan membuka laporan kerja karyawan di meja meeting.


"Aku mendapat laporan, ada pegawai di bagian desain yang pecat seminggu yang lalu! ujar Harlan sambil mengepalkan kedua tangannya. "Bisa anda dijelaskan Tuhan Andreas! ucap Harlan langsung menuju sasaran, dengan tatapan terhunus.


"Saya membela salah satu karyawan yang berkompeten dibagian desain. Pak Yono adalah salah satu aset perusahaan yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ia memiliki konsep yang bagus dan luar biasa di setiap desainnya."


tutur Andreas bangga.


"Lalu Kenapa langsung ada pemecatan, tidak diselidiki dulu kebenarannya!"


"Wanita itu hanyalah pekerja magang, Apakah seorang pencuri pantas dibiarkan bekerja di perusahaan besar ini!


Brakk!


Harlan berdiri sambil menggeprak meja didepannya, dengan amarah dan rahang mengeras.


"Apa kau pantas mengatakan gadis itu seorang pencuri! tapi kau belum membuktikan kebenarannya! seru Harlan menunjuk wajah Andreas "kau seorang direktur bukan?" seharusnya bisa bijaksana, dan melihat mana yang benar dan mana yang salah! jangan asal main pecat karyawan tanpa persetujuan ku!


"Apakah wanita itu sangat penting bagi Tuan Vandeles? dia hanya karyawan magang." suara Andreas terdengar bergetar.


"Bukan masalah penting atau tidak penting! disini aku mengutamakan kejujuran para karyawan. Seharusnya Tuan Andreas menyelidiki dulu kebenarannya jangan asal main tuduh sebelum ada pembuktian! Harlan terlihat emosi.


"Pagi Tuan!


Tiba-tiba suara Yono terdengar kaku di dalam ruangan. Ia membungkuk memberi hormat.


"Kau sudah hadir di sini! silakan ceritakan keluhan mu! ujar Harlan tanpa basa-basi. menatap sinis Yono.


Yono tampak gugup dan pucat. karena ia sudah berada di ruangan meeting para direktur. mau tak mau Yono pun berbicara.


"Ma'af kan saya tuan Goergie dan juga Bapak direktur semua. keluhan saya, waktu itu saya ditugaskan membuat desain sekolahan taman kanak-kanak, saya sudah membuatnya berbulan bulan. tiba tiba desain saya hilang. saya sudah mencarinya kemana mana tapi tidak ada. dan ternyata Lupita gadis magang itu yang mencuri desain saya." ucapnya berdusta, dengan wajah tertunduk.


"Buktikan kalau Lupita seorang pencuri!


Yono terus menyudutkan Lupita dengan cerita dusta nya. Harlan semakin kesal dan ingin sekali menampar wajah nya saat itu juga.


"Will!


"Tunjukan CD ini!


Wiliam mengambil Cd yang diberikan Harlan dan menyetelnya. Terlihat di layar lebar itu Lupita disuruh membuang desain Yono ke tong sampah. dan saat pulang kerja Lupita mengambil desain itu dari tong sampah. lalu melipatnya dan di masukkan kedalam tas.


"Kalian sudah lihat sendiri siapa yang salah dan yang benar. Makala ini! Harlan mengangkat desain yang sudah menjadi sebuah kliping. "Ini adalah hasil kerja keras Lupita sendiri tanpa campur tangan Yono atau pun orang lain. desain ini sudah lebih dulu ada padaku sebelum Yono menuduh Lupita dan mengaku kehilangan!"


Layar Cd itu belum dimatikan. pada durasi berikutnya terlihat seorang pria berjalan ke meja Lupita yang kosong. ia celingak-celinguk seperti takut ada orang. Pria itu mengambil sebuah amplop dari tas Lupita. semua orang yang melihat rekaman itu terperanjat kaget. terutama Harlan yang menatap layar itu tidak berkedip. dan pada detik berikutnya wajah pria itu terlihat, semua yang berada di dalam ruangan terkejut.


"Yono! seru Wiliam

__ADS_1


Semua mata tertuju padanya dan menatap tak percaya. Harlan mengepalkan kedua tangannya dan berjalan kearah Yono. dan...


"Bukk!


"Bukk!


Pukulan bertubi-tubi ke wajah Yono, ia jatuh tersungkur. Darah segar keluar dari hidung dan bibirnya.


"Tuan! sudah Tuan! Wiliam menarik tangan Harlan untuk berhenti memukulinya lagi. karena wajahnya sudah babak belur.


"Pergi kau dari perusahaan ku! kau bukan hanya memfitnah Lupita, tapi juga mencuri uang milik gadis baik baik! nafas Harlan terdengar kasar dan tersengal sengal. Sekali lagi sebuah tendangan bertubi-tubi ke tubuh Yono yang masih tersungkur.


"Berapa uang yang kau curi!


Yono memegangi perutnya dan terlihat pasrah.


"Cepat katakan! atau milih ku penjarakan!"


"Jangan Tuan, ku mohon jangan! Yono bangun dan menyentuh kaki Harlan "Maafkan saya tuan, saat itu saya membutuhkan uang untuk bayar hutang."


Menghempaskan tangan Yono dari kakinya "Tapi kau tega mencuri uang yang bukan hak mu! kau harus kembalikan 3x lipat pada Lupita atau aku penjarakan!


"Jangan penjarakan saya Tuan, saya janji akan kembalikan uangnya."


Harlan berjongkok dan menjambak rambut Yono "Berapa uang lupita yang kau curi, Hah!


"Lima belas juta Tuan!"


"Kau harus kembalikan besok! bila tidak aku sendiri yang akan masukan kau kedalam penjara! bentak Harlan dengan mata melotot.


"Baik Tuan! saya janji akan kembalikan!


Sebelum pergi Harlan menatap sinis pada Andreas. ia berjalan mendekat dan merapikan jas Andreas yang terlihat tegang "Dan kau Andreas. jabatan mu aku copot! menarik kasar dasi Andreas hingga ia hampir tidak bisa bernafas "Kau ku pecat tanpa hormat!


"Apa...? mata Andreas terbelalak sempurna. ia begitu tak terima dipecat tiba tiba.


"Meeting cukup sampai disini dulu! ujar Wiliam, membubarkan meeting, melihat Harlan marah semua hanya diam dan tak berani bersuara.


Setelah puas Harlan pergi meninggalkan ruangan meeting dengan langkah panjang menuju ruangannya. sambil mengendurkan dasinya yang terasa sesak.


'


'


'


'


'

__ADS_1


@Bersambung......


__ADS_2