Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
CHAPTER 23 : Mall


__ADS_3

WELCOME BACK READERS!!❤️❤️


Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️


...•••••...


Dor


Dor


Dua kali tembakan menggema di salah satu ruangan khusus di mansion mewah Smith family.


Seorang gadis cantik sedang memegang pistol dengan tatapan tajam.


Prok prok prok


Tepuk tangan dari tangan mungil menyambut dari belakang. "Wow, Ante memang the best".


Gadis itu tersenyum lebar menatap sang ponakan yang paling kecil. "Jelas, Retha gitu loh". Ucapnya sombong.


"Ck, gitu aja sombong".


Semua mata langsung tertuju kepada Arga yang baru masuk dengan tangan membawa laptop. Tak lupa earphone di telinga.


"Ngapain lo kesini?". Ucap Retha sinis sambil melepaskan barang yang dipakai latihan.


Arga membalikkan laptop yang dibawa menampilkan wajah sang Daddy sedang fokus ke arah lain. Sepertinya daddynya sedang sibuk bekerja di perusahaan, bisa dilihat dari dekorasi di belakang.


"Why dad?".


"Hai sayang, dad cuma mau kasih tahu nanti sore kita akan mengadakan pesta".


Kening Retha mengerut heran. "Pesta?".


"Em,. Pesta yang selalu diadakan tiap tahun. Kamu lupa?". Rafael menatap serius di layar laptop.


Retha tersenyum kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Gadis itu lupa tentang acara tahunan yang selalu di buat sang Daddy. Padahal biasanya Retha sangat antusias karena acara itu dia akan bertemu dengan saudara saudara yang sekarang tinggal terpisah di berbagai negara.


Hanya dalam waktu 34 jam semuanya diwajibkan untuk berkumpul tanpa ada alasan apapun.


"Baiklah gak masalah. So, kamu siap siap oke. Kamu berangkat sama Arga".


"Oke dad, apa peraturan untuk malam ini?".


"Bebas."


"Really?".


"Ya, apa kamu mau bawa seseorang?". Goda Rafael di sebrang telpon.


"Apaan sih dad, nanti Retha berangkat sama Arga". Ucap retha kesal.


"Ok, and buat Gio. Nanti ada orang yang akan jemput kamu".


"Ok Pi". Jawab Gio singkat.


"Ya sudah, Daddy tutup dulu. Bye sayang."


"Bye dad".


PIP*


Panggilan dimatikan. Lalu ketiganya keluar dari ruang latihan bersamaan dengan seorang maid mendekat.


"Maaf tuan, nona. Saya mau menyampaikan bahwa didepan ada seseorang yang menunggu untuk menjemput tuan muda Fernandez".


"Em".


Ketiganya keluar dari mansion mendapati seorang yang mereka kenal. Dia bodyguard pribadi Gio yang disediakan Kelvian.


"Ante, uncle. Gio pergi dulu. Sampai ketemu nanti sore". Pamit Gio.


Cup


Cup


Gak lupa dua kecupan mendapatkan di pipi Retha. Untuk Arga? Tentu saja tidak.

__ADS_1


"Oke son, bye bye".


Setelah mobil menghilang dari pandangan keluar dari gerbang, kedua remaja berbeda jenis itu masuk kembali ke dalam mansion. Mereka yakin para saudaranya sudah mulai berdatangan ke negara itu tanpa ada siapapun yang tahu.


Dimana mereka semua terkenal di dunia bisnis dengan pekerjaan masing-masing. Keluarga besar Smith memang tidak main main dan bukan orang sembarangan.


"Ga, ke mall yuk?". Ajak Retha saat mereka baru duduk di sofa ruang keluarga.


"Ngapain?"


"Cuci baju". Celetuk Retha. "Jalan jalan lah sekalian perawatan sebelum pesta". Lanjut Retha sedikit kelas.


"Males, suruh aja datang ke sini".


Bibir Retha mengerucut. Dia sungguh bosan dengan kelakuan Arga yang seperti ini. Padahal beberapa hari yang lalu dia sangat manja..


Tak tega melihat adik kesayangannya sedih, Arga menghela nafas pasrah. "Ok, lo siap siap. Jangan lama". Ucap Arga lalu melenggang pergi masuk ke dalam lift.


Mendengar ucapan Arga membuat wajah Retha tersenyum lebar. Ia segera berlari menaiki tangga menuju kamarnya untuk bersiap siap sambil bersenandung ria.


Di mall yang sangat ramai terlihat sepasang remaja berjalan berdampingan seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. Akan tetapi nyatanya mereka adalah saudara kandung yang lahir berbeda 5 menit saja.


Wajah si pemuda sangat datar dimana dia harus mengikuti kemanapun sang adik pergi.


Sudah 3 jam berada di mall tapi tidak ada belanjaan yang adiknya beli.


"Sebenernya mau beli apa sih?". Ujar Arga yang mulai kesal.


Ditambah 5 jam lagi mereka harus pergi ke suatu tempat.


"Gak tau".


Dua kata itu membuat Arga menghela nafas pasrah. Begitulah Retha, gadis yang memiliki selera tinggi dalam fashion.


Sampai akhirnya Retha memutuskan untuk perawatan kecantikan sebelum pulang dan Arga harus menunggu nya ekstra sabar.


"Gue tunggu di caffe sana". Ucap Arga saat Retha akan mulai perawatan di salah atau tempat langganannya.


"Oke, awas kalau ninggalin".


Tidak ada jawaban sama sekali arga melangkahkan kakinya keluar. Baru beberapa langkah dati pintu, pemuda itu dikagetkan dengan kedatangan segerombolan pemuda tampan.


Segerombolan orang itu adalah Rey CS yang juga berada di mall untuk mengisi waktu luang karena bosan berada di mansion.


Mata Arga memutar malas lalu melangkahkan kakinya masuk ke caffe yang ia tuju diikuti yang lain.


"Dah lama lo?". Tanya Galih yang memang sedikit waras dari yang lain kecuali Rey.


"5 jam yang lalu".


"Eh buset, seriusan? Lo dari pagi disini?".


"Lelaki idaman". Sambung Dirga.


"Pantesan ditungguin kaga dateng dateng".


Keenam pemuda itu duduk sambil berbincang dengan sesekali menggoda gadis cantik yang ada disana. Tentu saja hanya Roby, Dirga dan Reza. Yang lain hanya diam menyimak.


Di tempat lain.


Smith company.


Rafael dan Marvel sedang sibuk dengan laptop masing masing di ruangan yang sama.


"Son, beneran kamu udah buka hati?".


"Apaan sih dad, berita hoax jangan dipercaya". Decak Marvel kesal karena daddynya membahas itu.


"Jujur aja son!".


Marvel menatap Rafael dengan tajam. Sedangkan yang ditatap hanya nyengir tanpa dosa.


"Dad cuma mau ingetin aja ya son".


"Why?". Alis kanan Marvel terangkat.


"Siap siap aja nanti malam di cecar Kelvian sama Marchel".

__ADS_1


Marvel terdiam membayangkan pertemuan kali ini dirinya tidak akan tenang. Kepastian bakal ada banyak pertanyaan absrud dari kedua papinya yang cerewet.


Sampai Marvel mengingat sesuatu.


"Dad, bukannya pertemuan ini berbeda dari pertemuan bisanya?". Ucap Marvel memastikan.


Kepala Rafael mengangguk. "Ya, kenapa?".


"Apa yang membedakan? Apa akan ada kejutan menarik?".


Rafael terdiam memikirkan lalu mengangkat kedua bahunya tidak tahu. "Mungkin!, I the now".


Marvel menatap Rafael dengan selidik. "Jangan jangan diantara kalian bakal bawa gandengan?". Senyum smirik terukir di wajah Marvel.


"Siapa?".


"Daddy mungkin".


Bugh


Satu dokumen yang tadi dipegang rafael melayang di udara ke arah Marvel. Terdengar suara pemuda itu tertawa ngakak melihat wajah sang Daddy yang kesal.


"Gue setia ya sama mommy lo". Ucap Rafael tegas membuat Marvel mengangkat tangan.


Anaknya memang selalu menggoda untuknya mencari pengganti sang mommy tapi Rafael terus menolak dan tidak ada wanita yang bisa bersanding menggantikan posisi sang istri sampai kapan pun.


Walaupun tujuannya agar Rafael bahagia tapi tetap saja dia gak akan bahagia kecuali bersama Maureen, sang istri.


Semua orang tahu itu.


Tapi tetap saja anaknya yang satu itu selalu menggodanya ditambah dengan gosip beredar di luaran sana menggosipkan tentang Rafael dekat dengan banyak wanita.


Tidak ada tanggapan apapun dari pihak Rafael maupun orang terdekatnya karena menurut mereka hanya buang buang waktu.


...•••••...


TBC


Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰


Mampir ke cerita author yang terbaru. Cek di profil ya. Banyak cerita yang menarik menanti kalian.


Judul cerita :




My Destiny In Life




Akibat pernikahan dini




Suamiku Seorang CEO (S1+S2)




Angle Devil Rose (New)




selamat membaca 🙏


Dukung terus karya karya aku biar author lebih semangat untuk update cerita setiap bab per bab.


...******BABAY******...

__ADS_1


...❤️...


__ADS_2