Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Akhir


__ADS_3

...Happy Reading...


Tangan kekar yang tidak bisa Maureen kenali perlahan dia turunkan dan menatap ke belakang.


Semuanya mengembang saat melihat pemuda yang susah dia temui padahal dia sangat dia rindukan.


"Kak Lucifer".


Maureen memeluk kakak kedua nya itu dengan erat. Sepertinya Rafael sudah bertemu sebelumnya, biasanya tidak ada siapapun yang boleh memeluk sang istri tanpa terkecuali. Cemburunya sangat besar apalagi setelah Maureen hilang selama 2 tahun.


"Akhirnya reen ketemu kak Luci juga". Ucap Maureen sambil tersenyum.


"Kakak selalu ada untuk kamu".


Lucifer menang menyayangi Maureen dengan tulus dari pertama kali bertemu.


Walaupun Lucifer ketua mafia yang sangat terkenal akan kebengisan nya tapi dia tidak pernah takut sama sekali. Dia bisa merasakan ketulusan yang Lucifer berikan.


"Happy birthday, kakak tidak punya hadiah buat kamu. Kakak hanya bisa jagain kamu dan orang orang yang kamu sayang dari jauh". Ucap Lucifer dengan tulus.


"Tak apa, Maureen seneng kakak bisa datang. Reen gak butuh hadiah".


"Yakin??".


"Mommy nggak tapi Retha ingin". Teriak anak perempuan membuat semua orang menatap ke arahnya yang sedang tersenyum penuh arti.


"No, jika Retha yang minta tidak ada hadiah apapun". Ucap Lucifer membuat semua orang bingung, sedangkan anaknya langsung mengerucutkan bibirnya Ngambek.


Melihat Maureen menatapnya bingung ia langsung paham. "Anak kamu selalu minta yang aneh aneh, aku dan Ken korbannya yang dia buat mati berdiri. Setalah itu tidak ada hadiah apapun tanpa banyak syarat yang diajukan".


"Papi,,!!!". Keluh Retha karena takut jika dibongkar semuanya kepada sang mommy.


Setelah tidak ada lagi yang mereka bicarakan, pesta berjalan dengan sangat meriah. Semua orang terlihat bahagia dan Maureen memperkenalkan Lucifer kepada para sahabatnya.


Tanpa mereka sadari waktu kian malam. Anak anak juga sudah meminta istirahat terlebih dahulu dan tinggallah orang dewasa di tempat pesta yang sedang karaoke an bersama.


Di sudut sebelah kanan terdapat Maureen dan Lucifer yang sedang duduk bersama. Sementara suaminya sedang bersama Kelvian.


"Kak kakak masih tinggal disana??". Tanya Maureen tanpa menyebutkan negara.


"Nggak, di tempat yang sama".


"Benarkah!!, Kakak serius??". Maureen sangat gembira mendengar nya dia gak nyangka bahwa Lucifer akan menetap di new York setelah sekian lama negara itu masuk ke dalam daftar yang ia hindari.


Karena negara itu salah satu tempat dimana musuhnya berada dulu. Disana juga awal Maureen bertemu dengan Ken.


"Em, serius".


"Kalau gitu Maureen bisa tenang". Maureen tersenyum dengan lebar.


Tapi hal itu membuat Lucifer mengerutkan kening. "Maksudnya??".


"Reen bisa tenang keluarga reen ada yang jaga. Kak Luci janji ya buat jagain mereka. Reen tahu musuh pasti masih ada, reen gak mau mereka kenapa napa". Ucap Maureen penuh harap.


"Kakak bakal jagain kamu dan yang lain, kamu tenang oke".


Maureen mengangguk, lalu melihat Rafael yang mendekat.


"Udah malam sebaiknya kamu istirahat ini sudah lewat jam 2 malam".


Maureen menatap Lucifer kembali dengan tatapan yang berbeda. Pemuda itu gak tahu apa artinya. Tapi dia harap ini pertanda baik ditambah senyum Maureen yang sangat manis.


Sepasang suami istri itu pergi memasuki resort terlebih dahulu meninggalkan beberapa sahabatnya yang masih ada di sana.


Maureen membersihkan badan dan langsung istirahat tapi matanya sangat sulit dipejamkan.


Rafael yang melihat itu langsung membuka matanya dan melihat sang istri yang susah tidur.

__ADS_1


"Kenapa sayang??". Tanya Rafael dengan mengusap kepala Maureen.


Maureen yang ada di pelukan sang suami menatap ke wajahnya. Dia tersenyum sangat manis lalu memeluknya dengan erat.


"Tak apa, aku hanya tidak bisa tidur".


"Baiklah mau bercerita, atau mau apa??".


"Aku gak mau apa apa, hanya ingin dipeluk". Balas Maureen membuat Rafael memeluk dan mencium kepala Maureen.


Tangan Rafael mengelus kepala Maureen yang malah membuat wanita itu tertidur. Awalnya Maureen yang tidak bisa tidur beberapa menit kemudian sudah tertidur akibat usapan itu.


"Good night my wife, sweat dreams, aku mencintaimu".


Rafael langsung menutup matanya ikut ke dalam mimpi.


********


Keesokan harinya pukul 10 Maureen perlahan mengerejepkan matanya bangun dari tidur lelap.


Pertama yang dia lihat adalah sang suami yang masih tidur dengan memeluk dirinya.


Tidak ada niatan bangun, Maureen malah sibuk melihat wajah tampan suaminya yang sangat dia cintai. Senyumnya terukir sangat indah.


Sampai tiba tiba mata Rafael terbuka membuat Maureen terkejut ingin menjauh. Tapi sayang, Rafael memeluknya dengan erat yang membuat Maureen tidak bisa apa apa.


Maureen yang malu hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rafael yang tidak mengenakan apapun.


"Morning sayang". Ucap Rafael.


Tidak ada jawaban apapun. Dia tahu istrinya sangat ini sedang sangat malu. Jadi Rafael membiarkannya sebentar.


Tapi gak mau lama karena Rafael takut akan terjadi sesuatu setelah itu. Rafael sangat sensitif jika itu Maureen.


"Sayang sebentar kita pulang sebaiknya kita siap siap dulu". Ucap Rafael.


Rafael mau tidak mau melepaskan pelukan itu. Dengan cepat Maureen mencium pipi Rafael lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Melihat kelakuan yang istri membuat Rafael tersenyum sambil geleng geleng kepala.


Di dalam kamar mandi Maureen menatap dirinya di cermin. Senyumnya kembali terukir. Maureen langsung memutuskan untuk berendam sebentar.


Tapi saat berendam, merasa ada sesuatu dibawah hidungnya. Maureen memegangnya dan terlihat darah.


Dengan cepat maureen beranjak dari bathtub menuju wastafel. Ini kedua kalinya Maureen mengalami mimisan. Semalam dia mengalaminya dan susah sekali berhenti.


Tok tok tok


"Sayang apa belum selesai??". Ucap Rafael di balik pintu.


Maureen langsung panik mendengar suara suaminya. Ditambah darah itu tidak berhenti walaupun Maureen sudah melakukan apapun yang dia tahu.


"Gimana ini". Ucap Maureen terus membersihkan darah yang keluar dari hidung.


Sampai beberapa saat setelah darah berhenti dan Maureen membilas badannya di bawah shower. Dia membuka pintu dan membiarkan suaminya mandi.


Ada sedikit rasa lega di diri Maureen saat ini.


Setelah siap dan selesai makan.


Mereka semua pergi ke bandara untuk pulang ke negara masing masing.


....


Beberapa jam perjalanan udara, mereka sampai di new York dengan selamat.


Tubuh Maureen berasa sangat lelah, tapi dia harus tetap kuat sampai ke mansion.

__ADS_1


Tidak ingin membuat semua orang khawatir. Diperjalanan Maureen hanya tidur dengan memeluk Arga yang tidur di pelukan dia.


Tangannya terus mengusap punggung Arga dengan lembut.


Sesampainya di mansion, Arga yang sudah bangun ia turunkan dan keluar dari mobil terlebih dahulu. Semua anaknya berlari masuk terlebih dahulu.


Didalam mobil, Maureen sungguh tidak kuat bangun dan susah untuk berjalan. Akan tetapi dia harus tetap kuat dan berusaha berjalan sendiri.


Mereka masuk dan melihat ketiga anaknya sedang duduk di sofa ruang keluarga. Maureen yang berjalan bersama Rafael setelah memasuki mansion.


Akan tetapi saat beberapa langkah, tiba tiba Maureen terjatuh pingsan. Rafael yang ada disampingnya merasa kaget dan langsung memeluk Maureen.


Semua orang yang ada di sana merasa cemas bahkan Arga dan Retha sudah menangis melihat mommy nya yang tiba tiba pingsan.


Maureen langsung di bawa kerumah sakit dengan cepat. Mereka juga melihat ada darah yang keluar dari hidung Maureen yang membuat Rafael tambah panik.


.....


Beberapa jam yang lalu di lorong rumah sakit terlihat 5 orang yang terlihat panik. Mereka sudah satu jam disana tapi dokter tidak kunjung keluar.


Cklek


Pintu UGD terbuka menampilkan seorang dokter yang berjalan keluar dengan tatapan lesu.


"Dok gimana keadaan istri saya??". Ucap Rafael dengan panik.


"Adik saya gimana dok??". Sahut Kelvian karena tidak kunjung mendapatkan jawaban.


"Maaf tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin.. tapi -".


"Apa maksud dokter??". Potong Rafael dengan mata yang membulat dan tangan memegang kerah baju dokter itu.


"Nyonya Maureen sudah meninggal dunia".


Bugh


Pukulan keras mendarat di wajah dokter itu membuat beberapa suster panik dan menolong.


Ketiga anak Maureen dan Kelvian hanya diam mendengar ucapan dokter itu lalu dengan cepat mereka berlari masuk ke dalam ruangan.


Terlihat wanita yang mereka sayangi sudah ditutup dengan kain di atas brangkar.


Anak kembar itu memeluk kakaknya dengan erat sambil terduduk dilantai saat melihat wajah mommy-nya yang sudah pucat setelah Kelvian membuka kain itu.


Tubuh Kelvian terasa lemas dan nyawanya seakan hilang.


Bahkan Rafael yang baru masuk pun sudah jatuh pingsan melihat istri tercintanya berbaring dengan wajah pucat.


Kejadian yang datang dengan cepat membuat mereka syok ditambah lagi kemarin mereka masih bersenang senang di pesta ulangtahun Maureen.


"Takdir kehidupan seseorang memang tidak ada yang tahu.. maut selalu mengikuti kita kemanapun dan akan datang secara tiba-tiba".


"Begitulah dengan kehidupan maureen".


...Tamat...


...**********************...


...Akhirnya cerita SUAMIKU SEORANG CEO tamat juga. Masih banyak kekurangan yang author lakukan dan author minta maaf karena cerita ini banyak kendala yang tejadi....


...Maaf membuat kalian semua kecewa. Author berusaha melakukan yang terbaik tapi apalah daya author hanyalah manusia biasa. ...


...Terima kasih sudah support cerita ini dan jangan lupa support cerita author yang lainnya. ...


...See you, , Babay ...


...~...

__ADS_1


__ADS_2