
Pagi itu Lupi sangat malas untuk bangun pagi, sejak semalam kepalanya pusing, padahal Inez sudah memberikan obat pusing, namun sampai saat ini pusing nya tidak kunjung hilang.
Huek.. huek.. huek.. huek..
Lupita berlari ke kamar mandi, karena perutnya yang tiba-tiba mual.
Terdengar suara decitan pintu terbuka.
"Lupita..?
"Lupi...!! serunya dan masuk kedalam mencari keberadaan Lupi.
Huek.. huek.. huek..
"Itu suara Lupi di kamar mandi." ia berjalan kearah kamar mandi. "Lupi.. kau lagi apa di kamar mandi? ku dengar kau muntah-muntah."
"Iya Inez, tiba-tiba aku mual dan muntah berkali-kali."
"Cepatlah, aku sudah membelikan bubur ayam yang kau pinta."
KREKK
Lupi keluar dari kamar mandi dengan lemas, suhu badannya sedikit hangat ia berjalan ke meja makan, menarik satu kursi dan mendudukkan bokongnya di kursi.
"Ini bubur ayamnya makanlah dulu, kau habis muntah-muntah pasti perutmu kosong." Inez menyodorkan satu kotak strofom yang berisi bubut ayam kedepan Lupi.
"Terima kasih Nez." Lupi membuka strofom bubur ayam yang sejak semalam ia inginkan. Setelah inez bangun subuh, ia langsung membelikan di pangkalan yang berada di depan jalan raya. Baru beberapa suapan, perut Lupi terasa mual lagi. Lupita berlari kedalam kamar mandi dan memuntahkan bubur yang baru saja masuk dalam lambungnya. Melihat itu Inez menjadi cemas.
"Lupi ada apa dengan mu? kenapa sejak tadi aku lihat kau muntah-muntah terus?" ucap Inez seraya memijit tengkuk Lupi.
Entahlah aku juga tidak tahu, tiba-tiba ingin memuntahkan semua isi perutku."
"Mungkin kau masuk angin, kemarin kita kehujanan pas pulang kerja. Ya sudah kamu istirahat saja, tidak usah masuk kerja, nanti aku akan bilang pada bagian absensi."
"Iya terima kasih Nez!
Mereka kembali ke meja makan "Kenapa buburnya tidak di habiskan, bukannya dari semalam kau ingin sekali makan bubur ayam. jam dua lagi mintanya, udah di beliin gak di makan, udah kaya orang ngidam ajah sih! gerutu Inez menatap Lupita yang terlihat pucat.
"Maaf merepotkan mu terus Nez, tapi aku juga bingung tak biasanya seperti ini!
"Ya Sudah, kau istirahat saja, Kalau mual-mual mu tidak hilang lebih baik ke Dokter saja."
"Iya kau benar, aku akan berobat nanti sore kalau mual nya gak hilang, badanku juga lemas dan nggak enak badan."
"Apa mau tunggu aku pulang kerja, baru aku antar ke Dokter."
"Nggak usah Nez, aku bisa sendiri kok!
"Ya sudah aku berangkat dulu ya, hati-hati di rumah, nanti aku belikan ceker mercon pulang kerja, biar kamu enak makan dan nggak mual lagi."
__ADS_1
"Ya ampun ngerepotin kamu terus, makasih banyak ya Nez, udah perhatian sama aku."
"Iya enggak apa-apa Lupi, aku malah senang kok, bisa membantu teman."
Inez melangkah keteras setelah menghabiskan capuccino kesukaannya dan beberapa biscuit sebagai pengganjal perut. Motor melaju meninggalkan rumah Lupita. Terkadang inez suka menginap di rumah Lupita karena keringanan Lupi yang tinggal sendiri setelah Harlan tidak ada kabar untuk pulang. Kadang juga Lupita yang menginap di rumah kontrakan Inez. Begitu lah sehari-harinya mereka, Lupita sangat bersyukur memiliki sahabat sebaik Inez, kini ia tidak lagi kesepian dan merasa terhibur setelah dengan adanya Inez.
Motor Inez masuk kedalam gedung perkantoran Vandeles. Dan terparkir di area khusus motor, ia masuk kedalam ruangan, karena terburu-buru tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seseorang.
"Bukk!
"Maaf Pak, maaf....! Inez mengambil berkas yang berhamburan ke lantai.
"Makanya kalau jalan hati-hati! seru seorang pria bernada dingin, seraya berdiri gagah di depan inez yang sedang membungkuk mengambil berkas-berkas itu.
Saat Inez berhasil berdir, ia sangat terkejut melihat pria didepannya. "Ma'afkan saya Tuan Wiliam, saya tidak sengaja karena terburu-buru." ucap Inez gugup seraya membungkuk memberi hormat.
Wiliam melangkah pergi dengan kaki panjang meninggalkan Inez, ia hanya terpaku melihat kepergian Pria yang menjadi incarannya.
"Ya Tuhan! dadaku berdebar cepat!" ucap inez memegangi dadanya yang berdegup kencang. seraya berjalan kerungan nya.
Inez terus mengerjakan desain yang sudah harus terkumpul jam 12 siang, sebab jam satu nanti, selesai makan siang akan di adakan rapat penting khusus desainer.
Jam makan siang sudah selesai, Inez tidak sempat makan siang, sebab ia masih mengerjakan desainnya yang tinggal sedikit. usai mengerjakan tugas, Inez berjalan menuju lift untuk menyerahkan pada sekertaris Alexa.. pintu lift terbuka, Inez masuk kedalam lift yang ternyata tidak ada siapa-siapa. Ia menekan tombol nomor 35 ruangan presdir.
Ting!
Lift berhenti di lantai 35, ketika pintu lift terbuka, saat inez ingin keluar dari pintu lift berbarengan dengan seseorang masuk kedalam lift, terjadilah tabrakan untuk kedua kalinya. Inez yang bertubrukan dengan pria tinggi besar itu, tidak ada keseimbangan, dan ia hampir saja terjatuh kalau saja tidak menarik dasi pria didepannya. Dengan refleks Pria itu memegang pinggang Inez, hingga tanpa sengaja bibir merah saling menempel. Inez membelalak matanya, ia sangat terkejut dan terperanjat kaget saat bibirnya sudah bersentuhan dengan bibir Wiliam, seketika jantungnya hampir loncat dari tempatnya. Wiliam begitu menikmati ciuman wanita didepannya tanpa ia sadari, sedang berciuman dengan inez wanita yang menurutnya sangat aneh dan menyebalkan, karena melihat penampilannya yang cu'lun dengan kaca mata tebal.
GUBRAK!
Inez terjatuh dengan keras ke lantai lift.
"Aaaawwww! pekiknya, untung ia pakai celana panjang yang terbuat dari bahan.
"Kau! menunjuk wajah Inez "Bisa-bisanya kau curi kesempatan dengan mencium bibir ku! bentak Wiliam kesal.
"Aish, tuan sendiri yang asal main caplok ajah, ini bibir! saya mau keluar lift, tuan masuk dan tubruk saya, saya hampir jatuh dan tuan sendiri yang pegang pinggang saya! tutur Inez memberikan penjelasan.
"Cepat pergi dari hadapan ku! bentak Wiliam sambil mengusap bibirnya berkali-kali dengan sapu tangan yang ia ambil dari saku celananya.
Tanpa banyak bicara lagi, Inez langsung keluar dari lift dan terus mengumpat saat pintu lift sudah tertutup. "Dasar asisten sombong! yang salah kan dia, main sambar ajah nih bibir! Inez memegangi bibirnya yang baru mendapat ciuman mendadak "Dasar bodoh bisa-bisanya aku menikmati ciumannya!" umpatnya pada diri sendiri.
"Aku melihat bagaimana asisten William begitu jijik dan benci padaku! mungkin saja diriku yang tidak cantik dan penampilan ku yang tidak menunjang!" Inez mendesah kasar "Suatu saat kau akan tergila-gila padaku, tuan Wiliam...! ucapnya bernada ancaman, inez melangkah pergi untuk memberikan Desain nya pada sekertaris Alexa.
Sore itu Lupi memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, karena kondisi badannya yang semakin lemas. mual nya tidak mau berhenti setiap ia mencium sesuatu yang membuatnya merangsang untuk muntah. Lupi tidak ingin merepotkan Inez, ia pergi sendiri kerumah sakit dengan naik taksi. Setengah jam kemudian Lupi sampai di depan rumah sakit dan mengambil kartu antrian pasien. setelah mendapat urutan nomor 27, ia duduk di bangku pengunjung. Dua puluh kemudian Lupita di panggil oleh seorang suster.
"Nona Lupita!
"Saya!
__ADS_1
"Silakan masuk!
Setelah masuk kedalam ruangan, ia mulai naik keatas ranjang pasien untuk diperiksa.
"Ada keluhan apa saja Bu Lupi? tanya Dokter Helen, seraya periksa perutnya dengan alat Stetoskop.
"Dua hari ini tiba-tiba saya sering mual bila mencium aroma yang tidak enak, terus muntah-muntah, malah sekarang kurang n*fsu makan." ujar Lupi menjelaskan semuanya.
"Sejak bulan apa tidak menstruasi."
"Aku baru ingat, setelah pulang dari liburan, satu bulan lebih saya tidak menstruasi, Dok!
Dokter bernama Helen tersenyum "silakan duduk kembali."
Lupita duduk di depan Dokter Helen.
"Begini Bu Lupita, saya ini kan hanya Dokter umum, namun karena Bu Lupi tidak tahu keadaan yang sebenarnya jadi tidak langsung menemui Dokter kandungan. Saran saya bila ingin jelasnya atau masih penasaran ibu Lupita bisa berkunjung ke poli kandungan."
"Memangnya saya sakit apa Dok?"
"Ibu Lupita sedang mengandung lima minggu."
"Apa...? Lupita terpekik "Ja-di saya hamil..? Lupita membekap mulutnya tak percaya.
"Selamat ibu Lupita, atas kehamilannya. Denyut jantung bayinya sangat bagus, namun, seperti yang saya bilang tadi, kalau kurang yakin bisa datang ke poli kandungan untuk periksa ulang.
"Terima kasih Dokter, saya akan datang dan periksa kembali nanti ke Poli kandungan."
"ini resep obat vitamin untuk ibu dan bayinya dan ini resep untuk mengurangi mual."
"Baik Dok, sekali lagi terima kasih!
Lupita keluar dari ruangan Dokter umum dan berjalan kearah lobby. Saat melewati lorong rumah sakit, hatinya berdenyut perih.
"Mas Harlan aku hamil anakmu! hiks.. Lupita berjalan perlahan seraya mengusap perutnya yang masih datar "Dimanakah dirimu sekarang mas? kenapa tidak ada kabar? Aku sangat merindukan mu..." Hiks... butiran bening terus membasahi pipi Lupita.
πππ
@Sabar yee readers jangan marah-marah sama babang Harlan, nama juga ujian nikah sama konglomerat ya gitu deh...!
@Kalau hari ini banyak kasih Bunda bunga setaman sama kopi sesajen, nanti Up lagi.βοΈ
@Bab ini lebih panjang, Yuk ikuti terus kelanjutannya, Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:
πLike
πVote
πGift
__ADS_1
πKomen
@Bersambung........ππ