Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Pengakuan Harlan


__ADS_3

Paman mulai berjalan ke meja kerjanya dan membuka sebuah laci yang terkunci.


"Lepaskan Margaret sekarang! teriaknya seraya melempar pasport itu kedepan meja. Aku maju dan mengambil pasport milikku. Sebelum pergi aku mendorong tubuh Margaret hingga jatuh kelantai. Aku berlari keluar dari ruangan.


Aku melajukan mobilnya menuju Bandara dengan kecepatan tinggi.


Saat sudah sampai di Bandara Udara Internasional Schiphol, Amsterdam. Aku mendapat kabar yang mengejutkan dari Wiliam kalau Lupita hilang. Hatiku berdenyut pedih manakah mendengar istriku hilang tanpa jejak. Rasa penyesalan pada diri ini tiada habisnya. karena aku telah meninggalkannya Lupita selama dua bulan tanpa kabar. Semua ini di sebabkan perbuatan Paman ku Alfonso! Sebelum berangkat ke Jakarta aku sudah meminta Wiliam untuk mencari keberadaan dan jejak istriku.


Sesampainya di Bandara internasional Jakarta, Wiliam bersama enam orang bodyguard, sudah menunggu ku di Lobby bandara.


Kami semua Pergi ke lokasi setelah Wiliam mendapat informasi. Ternyata Surti bibi dari istriku dan Lolita sepupu Lupita terlibat penculikan itu. Yang membuat ku sakit hati dan geram, ibu dan anak itu dengan teganya menjual istriku pada juragan Karyo untuk di jadikan istri ke-lima. Sejak saat itu aku bersumpah akan menghukum orang-orang yang telah terlibat menyakiti istriku.


Selama di dalam perjalanan aku gelisah dan khawatir, apalagi setelah mengetahui istriku hamil. Darah ini begitu mendidih dan ingin secepatnya menghabisi mereka. Surti dan Lolita tidak akan aku biarkan lagi berkeliaran dan menyakiti istriku, aku pastikan ia akan mendekam di penjara.


Saat menuju kediaman Juragan Karyo, kami melewati jalanan berbatu dan berbukit, mereka sengaja mencari tempat yang jauh dari keramaian. Saat di perjalanan aku melihat dari kejauhan seorang wanita sedang berlari ketakutan. Hatiku sangat was-was. Empat orang pria mengejar wanita itu, saat hampir dekat Wiliam berhentikan mobilnya.


"Wanita itu Nona Lupita!" seru Wiliam


Dengan cepat aku turun dari mobil.


"Berhenti!! teriak ku. Aku berlari dan mendapati Istriku sudah jatuh terkapar di aspal. Aku memeluk nya erat dan mengutuk perbuatan mereka. Para Bodyguard ku menghabisi empat orang pria suruhan juragan Karyo.


flash back off.


"Tuan! minum lah dulu, agar tenang." William memberikan botol mineral, Harlan menerimanya dan meneguk nya.


"Will! sudah kau cari dua wanita itu!


"Aku sudah dapatkan alamat kontrakan barunya. Setelah ia mendapatkan uang dari juragan Karyo. Meraka berdua meninggalkan kontrakan lama."


"Besok pagi, kau jebloskan mereka kedalam penjara! cukup sudah mereka bermain-main dengan ku!


"Baik Tuan! aku pastikan ia akan mendekam di penjara dan orang-orang kita sudah menjaga Surti dan Lolita, ia tidak akan bisa kabur lagi"


"Bagus!!


"Tuan! Will duduk kembali di samping Harlan dan berbicara dengan hati-hati "Apakah tuan akan membuka identitas Tuan sekarang pada Nona Lupita."


"Iya! akan aku tunjukkan siapa aku sebenarnya, dan aku akan membawa pulang istriku kerumah ku. Setelah itu aku akan menikahi resmi istriku, apalagi ia sedang mengandung anaknya ku, aku akan melindungi dirinya dan tidak akan pernah meninggalkannya lagi."


Wiliam tersenyum "Aku sangat senang mendengarnya tuan, Semoga tuan memiliki keluarga yang utuh dan harmonis."


"Terima kasih Will...!!


Pintu ruangan UGD terbuka, keluarlah Dokter Irwan. Harlan beranjak dari duduknya dan menghampiri Dokter itu.


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter? tanya Harlan antusias. Terlihat wajah Dokter Irwan muram dan tegang. Ia membetulkan kacamata minusnya dan berkata.


"Bisa kita bicarakan di ruangan ku saja?


Wajah Harlan berubah pias, ada rona kesedihan di guratan wajah tampannya. Ketakutan, tegang dan debaran di jantungnya menjadi satu.


"Baiklah!

__ADS_1


Harlan berjalan beriringan dengan Dokter Irwan, kerungan kerjanya.


"Silakan duduk tuan!"


Harlan duduk di depannya. Dokter Irwan menarik nafas dalam-dalam dan akhirnya ia menerangkan kondisi lupita.


"Maaf kan saya dan tim medis sebelumnya."


Harlan terlihat gelisah, debaran jantungnya kian cepat berdegup "Cepatlah katakan pada intinya Dok, jangan buat saya penasaran! ucap Harlan tak sabar.


"Istri tuan dalam kondisi baik walau masih lemah, Namun, kandungan nya sudah tidak bisa di selamatkan lagi, Istri tuan mengalami pendarahan, karena usia kandungan yang masih muda dan tidak kuat bertahan.


Harlan sangat syok, yang tersisa hanyalah penyesalan, disaat istrinya hamil ia tidak ada di sampingnya. Butiran bening menetes begitu saja. Harlan sudah tidak bisa berkata-kata lagi, bibirnya seakan Kelu dan tercekat.


"Tuan, sekali lagi ma'afkan kami, saya sudah berusaha semampu yang saya bisa. Namun, Tuhan berkehendak lain. Semoga tuan bisa sabar menghadapi ini semua." ucap Dr Irwan bijak.


Pintu terbuka lebar, masuk Wiliam kedalam ruangan dan berjalan mendekat. Ia sudah mendengar percakapan Harlan dan Dokter Irwan.


"Tuan! Wiliam menepuk pundak Harlan pelan, untuk membangunkan kesadarannya. "Ayo kita temui Nona, Isteri Tuan sudah dipindahkan ke ruangan VIP." Harlan hanya mengangguk pelan, tatapan matanya kosong.


"Terima kasih Dok! ucap Wiliam.


Mereka berdua berjalan menuju ruangan rawat inap Lupita, langkah Harlan begitu gontai, hatinya sangat sakit dan pedih, ia telah kehilangan buah cintanya bersama Lupita.


JEGLEK


Pintu terbuka lebar, Harlan masuk kedalam ruangan dan mendapati istrinya masih tertidur pulas dengan selang infus di pergelangan tangannya.


Dua jam kemudian, Lupi mulai menggerakkan jemari tangannya, ia merasakan genggaman tangan kekar. Lupi membuka matanya perlahan dan menoleh kesamping, Seorang Pria tertidur di sampingnya berbantalkan lengan dan satu tangannya menggenggam erat jemari Lupi.


"Mas! panggilannya lirih.


"Mas....!!


Harlan mengangkat wajahnya dan menatap istrinya yang sudah siuman.


"Sayang...! kau sudah bangun?


Lupita melihat penampilan Harlan yang berbeda. Jas hitam masih melekat di tubuh atletis nya.


"Mas! Pergi kemana saja? kenapa tidak pernah ada kabar selama dua bulan? ucapnya lirih, ada guratan kekecewaan dan kepedihan.


"Ma'afkan Mas, Sayang..! Mas berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu lagi dan kita akan menikah resmi."


Airmata Lupita sudah meleleh dari sudut matanya "Jawab pertanyaan ku Mas, kamana Mas pergi? tega Mas tinggalkan aku! Hiks...


Mencium jemari yang masih ia genggam "Mas akan jujur padamu siapa Mas sebenarnya, dan menceritakan semuanya kenapa Mas pergi. Tapi Mas mohon, kau jangan pernah membenci Mas atas kebohongan Mas selama ini. Aku sangat mencintaimu dan tak ingin kehilanganmu, Lupi!"


"Kebohongan apa yang Mas rahasiakan padaku?


"Tapi kau harus berjanji padaku tidak akan pernah meninggalkan, Mas?


Lupita terdiam dan mencerna semua ucapan suaminya "Tergantung Mas, kebohongan apa yang mas buat, jujur Mas aku benci sebuah kebohongan!"

__ADS_1


"Sayang, semua ini ada alasannya. Mas melakukan ini karena ingin mencari pendamping hidup yang tulus tanpa melihat dari harta dan kedudukan. Dan Mas sudah membuktikan sendiri, kau lah orangnya."


"Apa maksud mu, Mas? Lupi mengeryitkan keningnya, menunggu jawaban jujur dari suaminya.


Harlan menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskannya perlahan, menatap teduh wajah istrinya.


"Sebenarnya aku adalah...


JEGLEK


"Lupita!


Tiba-tiba Inez masuk kedalam ruangan inap Lupita. Harlan dan Lupita menoleh kearah sumber suara itu. Inez terkejut dengan mata membulat, buah-buahan di tangannya jatuh kelantai.


"Tuan Goergie!"


Seru Inez, membekap mulutnya tak percaya.


"Apa maksud mu Inez? Lupita menatap intens wajah Inez yang syok.


"Kenapa anda lancang masuk tanpa bertanya dulu! bentak Wiliam yang berdiri diambang pintu. "Ayo keluar! menarik tangan inez untuk meninggalkan ruangan.


"Wiliam! pekik Lupita terkejut "Kenapa Tuan ada disini? sebenarnya apa yang terjadi Mas? menatap lekat wajah Harlan.


"Sayang, baru saja aku akan menjelaskannya. Wanita itu sudah lebih dulu masuk! kau tenang ya, pasti akan Mas jelaskan."


Lupita sudah tidak berbaring lagi, sambil menahan perutnya yang terasa sakit ia berusaha untuk duduk dan di bantu Harlan.


"Katakan kebenaran nya sekarang Mas! wanita itu adalah sahabat ku! dialah yang selalu menjaga dan menolong ku, bahkan merawat ku saat aku mengandung anakmu!


Inez semakin menajamkan bola matanya, ia bukan hanya syok, tapi hampir pingsan mendengar kalau Pria didepan Lupita adalah suaminya. Beruntung Wiliam menahan tubuh Inez agar tidak jatuh.


"Katakan Mas! butiran airmata masih terus menetes.


"Aku adalah Goergie Vandeles, suamimu yang sebenarnya."


"Apa....?? Lupi begitu syok mendengar pengakuan suaminya, ia memegangi dadanya yang berdenyut pedih.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Tolong ya All, jangan membully penulis. Kalau tidak sesuai keinginan kalian. Biarkan cerita ini berjalan dan mengalir padanya. pasti semua akan indah pada waktunya πŸ€—


@Bab ini lebih panjang ya, Yuk ikuti terus kelanjutannya, Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:


πŸ’œLike


πŸ’œVote


πŸ’œGift


πŸ’œKomen


@Bersambung........πŸ’ƒπŸ’ƒ

__ADS_1


__ADS_2