Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Pertemuan


__ADS_3

"Wah bagus itu! aku suka dengan caramu Luv. kau jangan terlihat lemah atau mudah menyerah didepan ular busuk itu. Kau isteri sah Tuan Georgie, harus tunjukkan kalau kau itu kuat dan tidak mudah ditindas!" ucapan Inez adalah sebuah semangat buat sahabatnya.


"Tentu saja! ular busuk itu selalu mengeluarkan racunnya di mana-mana. Aku tidak akan tinggal diam, kali ini aku harus bangkit dan tunjukkan siapa itu istri Georgie Vandeles."


karena sudah berjanji dengan Ricky tadi saat ditelpon, tepat pukul 12.00 Lupita berpamitan pada Inez untuk makan siang bersama Ricky.


"Aku pergi dulu ya Nez, seandainya lewat dari jam makan siang aku hubungi kamu."


"Santai aja sayang, sudah sana pergi kasihan nanti Ricky nunggu lama."


"Oke Bey..."


Lupita meninggalkan perkantoran Vandeles untuk menemui Ricky, yang berada di restoran tidak jauh dari kantornya. Hanya memakan waktu 15 menit Lupita sudah berada di area restoran. ia mencari keberadaan Ricky dan mengecek ponsel yang berada di tangannya, Namun tidak ada panggilan telepon atau pesan masuk."


"Dimana Ricky? Kenapa dia tidak menghubungi aku? lebih baik aku yang telpon." Belum sempat menekan tombol hijau, seseorang sudah memanggilnya.


"Lupita!"


Lupita menoleh arah sumber suara, ia melihat Ricky melambaikan tangan kearahnya tanpa banyak bertanya, Lupita berjalan mendekati Ricky yang posisinya berada dekat jendela.


"Hey! Ky... apa sudah lama menunggu?


"Baru setengah jam. Silakan duduk."


"Terima kasih."


"Kau ingin minum dan makan apa?"


"Aku minum saja dulu, Es lemon tea ya..'


"Itu ajah, ada yang lain nya?


"Enggak itu ajah dulu."


Ricky memanggil pelayan dan memesan dua lemon tea dan kopi hitam.


"Ada perlu apa meminta ku bertemu, ada hal penting kah?"


"Kau benar, aku sangat membutuhkan desain mu, tolong kau bantu aku. Perusahaan ku sedang berkembang dan membutuhkan desain yang cocok dan elegan. Namun sesuai budget."


"Kenapa kau tidak mencari arsitek lain saja, Bukankah masih banyak arsitek yang lebih pintar dan memiliki insting yang kuat untuk membuat sebuah perumahan Elite?"


Ricky menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskannya kasar. "Bukan aku tidak sanggup membayar seorang arsitek, Namun aku percaya dengan ide dan gagasan mu dalam membuat sebuah perumahan elite dan juga perkantoran."


Lupita terdiam, ia masih memikirkan hal terburuk bila bekerjasama dengan Ricky, apalagi ia sedang membantu perusahaan suaminya membuat proyek besar bersama Inez, walau Harlan tidak pernah peduli hasil kerja keras istrinya.


"Kau tidak usah khawatir, aku akan membayar tinggi hasil kerja kerasmu. Berapa yang kau minta, sebutkan saja."


"Bukan masalah pembayaran Ky, tapi..


"Please... bantu aku untuk merancang sebuah perumahan dan perkantoran. Aku tau hasil karya desain mu sangat perfect." menatap Lupita penuh permohonan.

__ADS_1


Lupita mendesah pelan "Baiklah, aku sudah membuat rancangan Perumahan, jauh sebelum kau meminta dibuatkan, tapi aku tidak tahu desain itu cocok atau tidak."


"Tidak apa-apa, kirimkan saja desain mu, nanti aku akan brifing dulu pada kepala bidang konstruksi, kalau hasilnya memuaskan, kita akan bekerjasama."


"Tapi aku masih bekerja di perusahaan Vandeles, mana mungkin aku bekerja sama dengan perusahaan mu?"


"Bukan bekerja sama antar Perusahaan. Aku bekerja sama denganmu secara pribadi, toh ini tidak merugikan Perusahaan Vandeles. kau berhak menjual hasil karya mu, kenapa kau harus takut dan ragu? tidak ada yang salah disini, Kau tidak menjual hasil karya orang atau mencuri milik perusahaan Vandeles bukan?


Lupita menggelengkan kepala "Tidak! tidak ada hasil karya ku di perusahaan Vandeles, aku hanya membantu Inez sahabatku dan sedikit memberikan ide dan masukan."


"Nah! apalagi? kau tetap bekerja pada Vandeles dan kau hanya menjual hasil karya mu secara putus."


"Baiklah aku setuju." ucap Lupita seraya menyedot es lemon tea didepannya


"Good job! Ricky tersenyum sumringah dan mengulurkan tangannya sebagai tanda persetujuan dan bekerjasama di mulai.


"Sekarang kita pesan makan siang dulu, ok.."


Lupita mengangguk. Mereka menikmati makan siang dengan berbagai menu, ada kepala kakap, ayam bakar, dan ikan bawal asam manis. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengabadikan momen makan siang itu.


"Jangankan lupa, kirim desain yang sudah kau buat melalui email."


"Oke Ky.. kalau begitu aku pulang dulu, terima kasih ya makan siangnya, sampai jumpa."


"Sama-sama Luv, sampai nanti."


Lupita berjalan pergi meninggalkan restoran itu. Lima belas menit kemudian, ia sampai di gedung Vandeles. Saat ingin menaiki lift, ia bertemu dengan wanita yang selama ini ia benci, dua mata saling bersitatap. Lupita masuk kedalam lift saat pintu terbuka, lalu wanita itu, mereka berdiri sejajar.


"Hmm... ternyata posisi seorang istri tidak ada apa-apanya di mata Georgi, lebih baik mundur saja sebelum di campakkan!


Ting!


Lupita keluar dari lift setelah pintu terbuka dan berdiri di depannya sambil mengakat sudut bibirnya seakan mengejek wanita bernama Margaret. Yang di tatap berdecih bersama Pintu lift yang tertutup.


"Ceklek!


"Hey Luv? sudah selesai.."


"Kau sudah makan Nez?


"Baru saja, tadi office boy yang antarkan dari kantin, aku malas kesana."


Lupita mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya dan mencari desain yang sudah ia buat lalu mengirimkan melalui email.


"Jadi kau ambil job dari Ricky."


Lupita mengangguk "Iya Nez, awalnya aku menolak, tapi Ricky memaksa dan meyakinkan aku, kalau bisa membuat desain seperti keinginan Perusahaan nya."


"Tidak ada salahnya di coba, kau itu seorang arsitek dan harus yakin dengan kemampuan mu."


Lupita mendesah pelan "Dulu Mas Harlan sangat suka dengan desain interior ku, kau tahu kan Nez, villa yang menjadi hunian ku adalah buatan ku. Tapi setelah aku sah menjadi istri Goergie Vandeles, keahlian ku seakan di sekat oleh Mas Harlan dan dianggap tak layak hanya untuk membuat satu karya."

__ADS_1


"Kau jangan putus semngat, sekarang saja sudah ada yang mengajakmu kerjasama, apalagi perusahaan langsung yang meminta mu, bukankah itu sebuah prestasi? Tunjukkan pada suamimu keahlian mu yang terpendam."


"Terima kasih Nez, sudah menyemangati aku."


"Harus itu, kau harus terus semangat dan jangan pernah putus asa oke.."


"Oiya Luv, aku keluar sampai sore dan tidak balik lagi ke kantor."


"Loh memangnya kau mau kemana?


"Menemui cliant diluar, tadi kepala devisi design datang dan meminta aku menemui Pak Hendra untuk menjelaskan proyek yang akan di bangun, aku sebagai arsitek nya."


"Wow keren, pasti bonusnya bakal besar nih Kalau goal."


"Semoga saja, dan kau orang pertama yang aku traktir! Inez tergelak.


"Harus itu, ya sudah sana. Hati-hati dijalan awas nanti ada yang culik orang cantik."


"Ck! mana ada orang yang mau culik aku. Ada-ada saja! Inez gelengkan kepala.


"Oke aku pergi Luv! Bey....


"Bey sayang...."


Inez melajukan motor scopy nya dengan kecepatan normal menuju perusahaan yang sudah ditentukan oleh kantornya. Kebetulan siang itu jalanan tak terlalu macet. Hanya memakan waktu 45 menit ia sudah sampai di depan gedung perkantoran "MK" setelah motor terparkir ia masuk kedalam gedung. Inez menemui resepsionis.


"Maaf Mba, bisa bertemu dengan Bapak Hendra Gunawan?


"Maaf nama anda siapa?


"Inez, dari PT GEV' (Georgie Vandeles)"


"Sebentar." repsesionis itu menelpon seseorang. "Nona Inez silakan saya antar. Anda sudah di tunggu diruangan oleh Pak Hendra."


"Terimakasih."


Inez mengikuti langkah wanita itu ke ruangan Pak Hendra Gunawan sebagai Manager pemasaran.


"Siang Pak Hendra." sapa Inez sopan.


"Dengan Nona Inez?


"Betul Pak! mereka saling berjabat tangan.


"Silakan duduk. Baru saja Tuan Wiliam menelpon saya, apakah Nona Inez sudah sampai?"


"Wiliam? untuk apa dia menanyakan aku pada Pak Hendra? apakah dia sedang memata-matai aku, ataukah masih ada perasaan.." Huh! sudahlah tidak usah diingat lagi!" batinnya mencabik.


🔥🔥🔥


@Tolong ya All,, jngan terlalu fokus dan pusing cerita yang ada dukunnya, ini kan cerita fiksi dan halu nya Author, walau di dunia nyata masih ada cara menggunakan ilmu hitam dan kita nggak usah menutup mata, hal itu masih ada apalagi di daerah pedalaman. Maaf bukan mau mengangkat cerita horor, tapi kembali lagi pada diri masing-masing dan Bunda hanya untuk menghibur 🙏

__ADS_1


@Masih ada satu bab lagi akan update ya.. Part selanjutnya lebih seru. ikuti terus kelanjutannya, hari ini dua bab karena dua hari Nggak up, semoga bisa lolos review dari NT ya all...🤩😍


@Bersambung....


__ADS_2