Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Akhirnya Sah..


__ADS_3

"Ibu jangan fitnah anak saya!"


"FITNAH! BAPAK BILANG SAYA FITNAH!!! baiklah akan saya tunjukkan buktinya.


"Masuklah! seru Surti sambil menatap tajam kearah Rangga.


Dua orang Pria masuk kedalam dengan kedua tangan di borgol bersama beberapa orang kepolisian. Rangga membulatkan matanya dan tentu saja terkejut anak buahnya sudah tertangkap polisi.


~flash back on~


Alex yang baru saja turun dari mobil dan ingin mengejar William ke gedung Graha, tiba-tiba langkahnya terhenti karena dering ponsel yang terus menjerit-jerit.


"Siapa yang menelpon? kenapa tidak ada nama si penelpon?" saat genting nomor tidak di kenal masuk, Alex yang mulai penasaran menggeser tombol hijau.


"Hallo!


"Bos! gua Ucok, sorry ponsel gua lowbet."


"Loe dimana sekarang, Cok!


"Masih di perjalanan bersama ibu Surti."


"Syukurlah loe bisa bawa ibu Nona inez, good job! berapa lama lagi sampai, kita harus secepatnya bawa ibu Surti ke hadapan tuan Wiliam, setelah ini kita harus rayakan karena misi kita berhasil!"


"Setengah jam lagi Bos! Kota Indamardi menempuh perjalanan tiga jam untuk sampai di gedung Graha Samudra Bumimoro."


"Baiklah, lalu dimana dua pria suruhan Rangga itu berada?"


"Sesuai perintah Tuan Wiliam tadi pagi, mereka sudah di bekuk kepolisian dan dibawa kesini dengan mobil patroli."


"Kerja mu benar-benar memuaskan Cok! tidak sia-sia gua mengangkat lo jadi kepala Bodyguard. Oke gua tunggu didepan gedung."


"Siap Bos!


"Pasti Tuan bule itu akan menambahkan angka di nomor rekening ku! Nggak sia-sia aku jadi orang kepercayaan mu Tuan Wiliam." hahahaha...


Alex mulai menghubungi Wiliam. Namun tidak ada jawaban. ia hanya mengirimkan pesan.


"Semua sudah beres! ibu Nona Inez hampir sampai, dua orang suruhan Rangga sudah tertangkap."


________


"Ka-kau???! Rangga terkejut, ia sudah tidak bisa berkelit lagi, orang suruhannya sudah berada didepan matanya dengan wajah babak belur


"Kenapa terkejut? menatap puas wajah Rangga yang terlihat ketakutan "Sekarang bukti sudah ada didepan kita, dua orang pria itu adalah suruhan Tuan Rangga yang telah mengancam ibu kandung Nona Inez! kau sudah tidak bisa berkelit lagi Tuan Rangga! sindir Wiliam dengan wajah menyeringai.


"Pak polisi! sesuai dengan keterangan dua orang saksi yang sudah tertangkap, sudah seharusnya Rangga di jebloskan dalam penjara." tegas Wiliam


"Baiklah kami akan selidiki kasus Bapak Rangga lebih dalam."


"Bapak Rangga anda harus ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan atas dua orang saksi yang sudah kami tangkap. Mereka berdua terlibat pengancaman atas suruhan Bapak Rangga untuk membakar rumah ibu Surti bila Nona Inez tidak mau menikah."


"I-itu tidak benar Pak! semua ini adalah jebakan tuan Wiliam, dia yang sudah merencanakan ini semua dan ingin merebut calon istriku, Pria bule ini hanya memutar balikan fakta dengan menuduhku!"


"PULANG KAU KE NEGARA MU! AKU AKAN TUNTUT SUPAYA KAU DI DEPORTASI DAN TIDAK BISA KEMBALI LAGI KE NEGARA INI!! Rangga berteriak-teriak penuh emosi


Wiliam tergelak "Nggak perlu mengusir ku dari negara ini, aku cukup tahu diri berada di negara orang, tugasku hanya ingin menjauhkan wanita yang aku cintai dari Pria SIKOPAT macam kau!

__ADS_1


"Sebentar! biar saya tanya pada Nona Inez. apakah perkataan Bapak Rangga benar atau tidak!"


"Nona Inez, bisa anda jelaskan apa yang sudah terjadi pada anda? apa benar anda di culik? tanya Pak polisi menunggu penjelasan Inez.


Inez menatap tajam kearah Rangga "Benar Rangga sudah menculik saya pak!


"TUTUP MULUTMU INEZ! bentak Rangga mulai membela diri.


"Kau tidak usah berbohong lagi Ga!!! kau sendiri yang sudah menculik ku malam itu, bahkan tanpa seizin ku kau memaksaku untuk menikah hari ini! bila tidak Ibu dan adikku terancam dan kau sudah menyuruh orang untuk membakar rumah orang tuaku! teriak Inez sengit, lalu Inez menangis terisak di bahu ibunya.


"Ma'afkan inez bu. " hiks..


"Tidak nduk, kamu tidak salah. Yang kuat ya nduk, semua akan berakhir." Surti mengusap lembut punggung anaknya


Dua orang polisi berjalan mendekati Rangga dan siap memborgol tangannya "Jangan berontak atau buat perlawanan bila tidak kasus anda akan semakin berat! tutur pak polisi tegas. Rangga hanya bisa pasrah dan tidak berontak saat Pria tinggi tegap itu memborgol kedua tangannya.


"TUNGGU SEBENTAR! aku ingin bicara dengan anakku." pak Parjo berjalan mendekat bersama istrinya.


"Rangga, coba kau jelaskan pada Bapak! Apa benar semua yang sudah dikatakan Inez? kalau kau menculiknya dan memaksanya menikah dengan ancaman ingin membakar rumah orang tuanya?


"Pak Aku han__


"JAWAB! bentak pak Parjo dengan sorot mata membunuh pada anaknya yang selalu ia banggakan.


Rangga akhirnya mengangguk tanpa berani menatap wajah kedua orang tuannya.


"PLAKK!


"ANAK KURANG AJAR! KAU SUDAH PERMALUKAN KEDUA ORANG TUA MU! DAN MELEMPAR KOTORAN DI WAJAH KU! hardik pak perjo dengan tubuh gemetar.


Rangga menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan bersujud didepan kedua orang tuanya. "Maafkan Rangga, Bu.. Pak.. sebenarnya tidak ada niat untuk menculik Inez, tapi ibu dan Bapak selalu mendesak ku dan mengharuskan aku menikahi inez."


"Sudah lah Nak, semua sudah terjadi. Ibu dan Bapak juga salah sudah memaksa mu menikahi Inez, seharusnya semua ini tidak akan terjadi kalau kau berkata jujur dari awal kalau Inez tidak mau menikah denganmu."


"Bapak Rangga, ayo secepatnya kita pergi dari sini!" pak polisi memperingati dan tak sabar ingin membawa Rangga.


Bu Marni mengangkat pundak anaknya untuk berdiri dan memeluknya. Mereka menangis sesenggukan, begitu juga dengan pak Parjo dan melepas pergi anaknya di bawa ke kantor polisi. Pak Parjo, Bu Marni dan kerabatnya pergi meninggalkan gedung itu dengan perasaan malu tanpa berpamitan pada Bu Surti dan lainnya.


"Sekarang bagaimana ini? pengantin prianya sudah tidak ada. kalau begitu saya pamit Ingin menikahkan di tempat lain."


"Tuan! ini kesempatan Anda untuk menggantikan posisi Rangga, Tuan harus nikahkan Nona Inez sekarang, mumpung masih ada Pak penghulu." bisik Alex, membujuk.


"Ap-apa...?


"Tidak ada kesempatan kedua, sebelum Nona Inez berubah pikiran."


"Ya sudah kalau begitu saya pamit." saat Pak penghulu berjalan beberapa langkah, suara Alex menahannya.


"Tunggu Pak!


Ia menoleh dan balikkan tubuhnya "Ya ada apa lagi?"


"Tuan saya ingin bicara dengan Bapak." Alex mendorong tubuh kekar Wiliam untuk berjalan mendekat.


"Ahh! sialan Alex! bikin jantung ku berdebar, mau bicara apa coba? mengajak Inez menikah? apa dia akan setuju? batinnya bertanya-tanya.


"Apa yang ingin anda bicarakan? tanya Pak penghulu.

__ADS_1


"Ehemm... Saya ingin menikah Pak!


"Hah? dengan siapa? dimana calon mempelai wanitanya?" tanya Pak penghulu bingung.


Wiliam menoleh kearah Inez dan ibunya, lalu berjalan mendekati dua wanita beda generasi itu. Keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya, jemari tangannya mulai dingin dan pasokan udara di tenggorokan mulai tertahan karena gugup.


"Inez, mau kah kau menikah denganku hari ini?" tanyanya dengan suara tercekat dan jantung berdebar cepat.


Inez terkejut, Namun ia berusaha tenang seraya menggenggam erat tangan ibunya yang keriput. Sebenarnya Inez masih memiliki Perasaan pada Wiliam, Namun Inez masih ragu dan tidak berani memutuskan. Melihat anaknya terdiam, Bu Surti angkat bicara.


"Nduk! dengarkan kata hatimu, bila kau yakin terimalah. kebahagiaan mu adalah kebagian ibu juga."


Inez mengangkat wajahnya dan menoleh pada ibunya, lalu beralih menatap Wiliam, netra mereka saling bertemu, tidak ada kebohongan dari sorot mata coklat Wiliam, yang terlihat sebuah kejujuran dari Pria tampan dan cool itu. akhirnya Inez mengangguk "Iya saya terima."


"Benarkah? kau mau menikah denganku? tanya Wiliam tak percaya, netra nya sudah berembun. karena senangnya Wiliam menarik Inez dalam pelukan. "TERIMA KASIH SAYANG."


"Ekhem! Tuan... tolong tahan dulu, anda belum sah.." sindir Alex, menahan tawa. Spontan Wiliam melepas pelukannya karena malu. Ia paham di negara ini masih memiliki adat ketimuran.


"Pak penghulu bagaimana?" tanya Alex


"Hadeuu.. waktu saya sudah habis dan harus ketempat lain lagi."


"Tolong lah Pak! saya akan membayar Bapak 10x lipat, asal nikahkan saya dan calon istri saya sekarang." Wiliam begitu memaksa dan terus membujuk


"Baiklah, tapi saya tidak bisa lama-lama."


Akhirnya Inez dan Wiliam duduk di kursi untuk prosesi ijab qobul, serta wali nikah dan pak penghulu.


"Sebentar! karena surat-surat nya tidak ada dan sudah diganti calon mempelai prianya. saya hanya bisa menikahkan secata siri, selanjutnya bisa diurus lagi untuk nikah resmi Negara." tutur pak penghulu menjelaskan.


Inez dan Wiliam saling bersitatap lalu mengangguk setuju.


"Bapak Wiliam, maaf apa saudara seorang muslim?" bila tidak, pernikahan ini tidak sah dan cacat hukum agama dan Negara.


Wiliam terdiam, lalu tersenyum "Saya akan mengikuti keyakinan calon ibu dari anak-anak saya" ucapnya yakin dengan kesadaran penuh. Inez terharu mendengar kata-kata Wiliam, tanpa sadar ia meneteskan air mata karena bahagia.


"Baiklah kalau begitu anda akan saya bimbing membaca dan mengikrarkan dua kalimat syahadat. Setelah membaca syahadat anda sudah sah menjadi muslim dan bisa langsung menikah dengan Nona Inez.


Wiliam mengangguk dan berjabat tangan pak penghulu..


Selanjutnya ijab qobul di mulai.


"Saya terima nikah dan kawinnya Inez Wulandari binti Atmaja dengan mas kawin satu cincin berlian di bayar tunai."


"Bagaimana saksi apa sah..?


"SAH......!!!!


"Alhamdulillahirobbil Al-Amin.."


😍😍😍


@Bab nya lebih panjang ya All...


@Yuk terus dukung karya Bunda, jangan lupa untuk follow IG @bunda.eny_76


@Bersambung....😍

__ADS_1


__ADS_2