
WELCOME BACK READERS!!❤️❤️
Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️
...•••••...
"Lebih awal".
Gadis itu terbangun mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk menghadap Marvel. Lalu memberi isyarat untuk duduk.
Tidak merasakan adanya bahaya membuat Marvel menurut, ia yakin dihadapannya bukanlah gadis yang memiliki catatan hitam.
Marvel juga sudah tahu indentitas lengkap gadis dihadapannya ini. Dia bukanlah gadis yang biasa melainkan gadis yang memiliki kemampuan setara dengan Retha. Bahkan bisa dibilang satu langkah diatas Retha.
"Zaskia Humaira Danuarta, Ups salah". Hilang sudah sifat Marvel yang dingin nan irit bicara. Tidak tahu kemana.
Ia melihat wajah gadis dihadapannya mengeraskan rahangnya kesal.
Perlahan Marvel melepaskan masker dan topi yang dikenakan menatap tajam netra mata berwarna biru di depannya. Tidak ada rasa takut atau apapun. Dia cukup malas ikut dalam masalah orang lain.
Telinga Marvel mendengar helaan nafas gadis di hadapannya yang sering dipanggil Shasha.
"Gue minta maaf sebelumnya, karena nolongin gue lo jadi ikut terseret dalam masalah gue". Ucap Shasha tulus.
Kening Marvel terangkat. "Lo yakin?". Senyum smirik terukir. "Queen Angel of death meminta maaf". Sindir Marvel.
Memang rumor yang beredar bahwa Queen AOD sangatlah kejam dan tidak mengenal kata maaf.
"Rumor ya rumor, gue ya gue. Terserah anda". Shasha menyadarkan tubuhnya di kursi yang sedari tadi diduduki.
"Baiklah, gue gak mau buang buang waktu". Jeda Marvel. "Jika bukan karena mereka melibatkan kedua adik gue gak mau gue datang kesini". Lanjutnya santai melihat sekeliling yang terasa nyaman ditambah pemandangan yang sangat indah. Bahkan jauh dari keramaian.
Shasha menggeser iPad yang ada diatas meja. Marvel melihatnya dan terdapat beberapa catatan.
"Dark Eagle". Gumam Marvel lalu membaca data diri para anggota inti DE dari dunia bawah maupun real.
Kepala Marvel mengangguk paham, dia belum mengenal mafia itu karena tidak ada urusannya dengan mafia dirinya dulu.
"Gue cuma mau, Lo hancurkan perusahaannya. Masalah DE biar gue urus sendiri".
Kening Marvel terangkat. "Itu masalah kecil. Lo gak butuh bantuan lain?". Ucap Marvel memastikan.
"...".
"Bukan gue langsung, Mafioso gue juga cukup buat ngalahin mafia kecil seperti dark Eagle". Sambung Marvel tercatak jelas wajah kaget Shasha.
Gadis itu tahu bahwa Marvel memiliki mafia tapi kemampuan DE yang masuk jajaran 10 besar dengan entengnya berbicara seperti itu.
"Gak usah kaget dan gak usah cari tahu tentang gue. Lo gak bakal dapet".
Bola mata Shasha memutar malas. Sombong, pikir Shasha.
"Gak usah--,, ".
"Gak ada penawaran, ini dari gue buat mereka karena sudah mengganggu kesayangan gue".
Deg
__ADS_1
Walaupun tau bukan untuk dirinya tapi tidak tahu kenapa jantungnya berdetak kencang apalagi tatapan mata Marvel yang tajam membuatnya malah kagum dan itu menambah daya tarik tersendiri.
"Terserah lo". Menutupi kegugupannya Shasha memilih menetap pemandangan sore dengan matahari yang akan terbenam.
Sama halnya dengan Marvel yang kini menatap matahari terbenam sambil memikirkan kedua adiknya yang ada di hotel.
Jika Retha ikut pasti gadis itu sudah bergerak kegirangan melihat pemandangan yang sangat indah. Apalagi Retha yang sangat menyukai pantai.
Gak lama pandangan Marvel teralihkan ke arah villa lain di samping yang terlihat kosong.
Disana hanya ada dua villa yang disebut villa kembar karena tidak ada lagi bangunan apapun. Kepastian pemilik disana membangunnya secara khusus.
"Apa villa itu disewakan?".
Shasha diam tak menjawab. Gadis itu tidak percaya pemuda didepannya bertanya seperti itu.
"Gue cuma mau ajak adik gue buat lihat pantai". Jelas Marvel.
"Gak ada yang boleh datang kecuali persetujuan gue".
"Jadi?".
"Berapa orang?". Tanya Shasha. Tentu saja gadis itu setuju karena merasa bersalah susah melibatkan masalahnya padahal pemuda didepannya tidak tahu apa apa.
"Tiga, gue sama dua adik gue".
Kepala shasha mengangguk. "Pakai sesuka kalian".
Setalah mengatakan itu tidak ada lagi yang keluar dari mulut keduanya. Mereka diam dengan pikiran masing-masing.
Sampai Marvel beranjak pergi tanpa pamit. Toh dia juga datang tanpa diundang. Chat yang masuk bukanlah lokasi yang dikirim melainkan dirinya harus mencari tahu sendiri.
Di hotel tempat si kembar tinggal kini Retha sedang berenang di kolam renang umum. Awalnya Arga menolak tapi gak tega menghancurkan kebahagiaan adiknya maka Arga pasrah diseret masuk ke dalam kolam.
"Oh ayolah mukanya jangan seperti itu". Retha mengelus rahang Arga dan meminta pemuda itu untuk tersenyum.
Saat ini keduanya sedang asik mengambil photo untuk dijadikan kenangan dan ajang males kepada saudara nya yang lain.
Untuk diupload di media sosial cuma keisengan Retha tanpa ada niat apapun.
Komentar
KekasihRetha Very beautiful ❤️❤️💋💋💋
RobyKusuma Ayang aku, senggol dong!! 😍😍
DirgaRahardian OMG!! KULKAS 1000 PINTU SENYUM, , , !!!!!
RezaArdiyansyah @DirgaRahardian Sama pawangnya bisa apa. Kecebur got dia jabanin.
RobyKusuma Kapan gue punya pawang? 😭😭
DirgaRahardian @RobyKusuma kamu jahat banget by gak anggap aku 😫😫
GalihMahendra @DirgaRahardian @RobyKusuma Jyjyk!! Iuwwww 🤮🤮
__ADS_1
RobyKusuma @GRey_Abdaham Tolongin @GalihMahendra hamil pa bos 📢📢
GRey_Abraham Gak usah panggul gue
RethaEZ @RobyKusuma @DirgaRahardian @GalihMahendra @RezaArdiansyah @GRey_Abraham BARACOT ,,!!!!
ArgaMZ @RethaEZ Buka Chat my princess.
RobyKusuma @RethaEZ AKKKHHHH AYANG TAG GUE, AKU PADAMU AYANG 💋💋💋
Melihat nama Instagram Arga tertera di kolom komentar membuat pandangan Retha menatap pemuda itu yang sedang memandang gedung tinggi di ujung kolam renang tanpa memegang handphone.
"Arga handphone lo mana?". Retha mendekat.
Arga menengok ke samping. "di kamar gak dibawa". Jawab Arga.
"Ini?". Retha menunjukan komentar tersebut kepada Arga yang langsung membuat pemuda itu paham.
"Ah palingan itu bang El, masa lupa".
Gadis itu berpikir sejenak lalu memukul jidatnya pelan setelah mengingat sesuatu. Memang benar, Marvel bisa meretas media sosial adik adiknya dengan mudah bahkan gak jarang Marvel sering komen memakai akun mereka saat terjadi hal yang penting.
"Cepat periksa?". Titah Arga lebih menempel ke tubuh Retha ikut melihat ke arah layar pipih yang menyala.
"Kita mau kemana, kok bang El minta siap siap kan kita baru sampai".
Bahu Arga terangkat tidak tahu. "Ikutin aja, yuk".
Akhirnya Retha dan Arga menyudahi acara berenang mereka lalu bersiap untuk pergi. Tak lupa juga membereskan kembali barang yang baru dikeluarkan dari koper.
Tidak lebih satu jam mereka turun masuk ke dalam mobil Marvel yang baru sampai. Rencananya setelah makan, Marvel akan mengajak kedua adiknya pindah penginapan menuju villa milik Shasha.
Pukul 9 malam mobil berhenti di palkiran villa. Kali ini Marvel masuk ke villa dengan jalur yang berbeda.
"Wah villa siapa ini bang, bagus banget". Pekik Retha berlari ke arah taman yang menghadap ke arah pantai yang sangat indah.
"Jangan berisik udah malam". Ucap Marvel memperingatkan lalu masuk ke dalam sambil membawa koper diikuti Arga.
"Villa siapa bang?". Tanya Arga di ruang tamu.
"Punya orang yang gak terlalu Abang kenal".
Kening Arga mengerut heran. Biasnya abangnya gak pernah mau tinggal di tempat baru. Mungkin ini demi Retha juga ditambah tempat ini sangat disukai Retha. Bukan tempatnya melainkan suasananya lebih tepat.
"Kamu ingat orang yang kita tolong saat pulang dari bandara". Jeda Marvel membuat Arga mengangguk. "Ini punya dia". Lanjutnya.
Bukannya paham malah membuat Arga tambah bingung.
"Sebagai permintaan maaf dia membolehkan kita tinggal disini. Dia juga alasan tentang sabotase rem mobil dan kita dianggap ikut campur sama mereka". Jelas Marvel lebih rinci.
Arga menganggukkan kepalanya paham. "Mereka juga melihat Arga sama Retha?".
"Sepertinya begitu".
...•••••...
TBC
__ADS_1
Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰