
"Sangat unik dan arsitektur nya sangat bagus. Aku sangat suka gaya penginapan ini, modern tapi tidak meninggalkan kesan eksotis dari perumahan asli Balinya."
"Kau sangat cerdas sayang." bisik Harlan "Salah satu poin itu yang membuat ku jatuh cinta padamu."
"Aaaaaaaaa..." Lupita berlonjak kaget saat Harlan mengangkat tubuh nya.
Harlan masuk kedalam kamar sambil mengangkat tubuh kecil istrinya ala bridal style. Lupita tercengang dengan kamar mewah berwarna putih salju, dengan kaca tembus pandang langsung menghadap pantai, sangat indah dengan alam yang eksotis. Burung-burung berterbrangan bebas di langit biru yang mulai terlihat redup.
"Mas, lepaskan dulu." rengek Lupita, ia sangat jengah dan tak biasa dengan sikap romantis Harlan yang tiba-tiba.
"Tidak! kita disini untuk bulan madu, bukan? menjatuhkan tubuh Lupi diatas kasur empuk. Lupita terkesima dengan kasur empuk yang sangat nyaman dan membel. Seprey putih terbuat dari sutra sangat halus dan lembut. Tubuh Lupita hanya setengah diatas kasur, kedua kakinya masih terjuntai kebawah ranjang, kedua tangan Harlan mengkungkung tubuh istrinya dengan tubuhnya condong ke depan, sejajar dengan tubuh Lupi diatas ranjang.
"Tunggu Mas, aku ingin mandi dulu. Sangat gerah seharian di pesawat dan mobil." pinta Lupita mengulurkan waktu. sebenarnya ia sangat lelah setelah perjalanan sangat jauh.
Harlan menoleh jam rolex limited edition buatan Paris, jam sudah menunjukkan pukul empat sore. "Baiklah, kita mandi bersama." ucap Harlan seraya mengedipkan matanya.
"What! mata Lupita terbelalak sempurna "Tidak! mendorong kuat tubuh Harlan dengan kedua tangannya. "Aduh! perutku tiba-tiba mules mas. Aku sudah nggak tahan!" rintihnya sambil memegangi perut.
"Jangan berdusta, tadi tidak apa-apa kok? Harlan menautkan alisnya "Berdosa yank membohongi suami mu."
"Siapa yang berbohong? suer deh! tersenyum seikhlas mungkin seraya dua jarinya membentuk peace.✌️
Harlan melepaskan Kungkungan, Lupita dengan cepat bagun dan berlari kedalam kamar mandi.
JEGLEK
Lupi mengunci handle pintu. Dan mengelus dadanya yang terus berdebar kencang. ia berjalan ke wastafel, menyalakan kran air dan mencuci wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?! padahal aku masih belum siap, memikirkan saja sudah hampir pingsan, bagaimana bila benar-benar terjadi? Lebih baik aku mandi dulu, biar tubuhku segar dan pikiranku press."
Lupi melepaskan seluruh pakaiannya. Aroma semerbak bunga tulip terendus di hidung Bangir nya. Dalam bahtub sudah ada tebaran bunga tulip, ia masuk kedalam bahtub dan merasakannya sensasi aroma bunga, begitu segar dan menyenangkan. Lupi menyibak sebuah gorden di samping bahtub. Matanya lagi-lagi di perlihatkan pemandangan yang sangat menakjubkan, sebuah kaca besar yang didalamnya ada danau dengan air terjun, beraneka ragam ikan hias berwarna-warni betebaran di sekitar danau, seperti nyata.
"Ya Allah, apakah itu benaran? sepertinya aku mandi di alam terbuka? Lupi begitu menikmati mandi sore itu, tak terasa ia sudah cukup lama berada didalam kamar mandi.
"Lupi! tok.. tok.. tok.
Lupi menarik pikirannya, ia sedang menghayal dan merasa sedang masuk kedalam danau itu, mandi bersama ikan-ikan.
"Iya, Mas?"
"Cepat! aku juga ingin mandi."
"Sebentar lagi, masih tanggung."
__ADS_1
Lupi beranjak dari bahtub, tubuhnya terasa segar setelah berendam di bathtub.
"Astaga aku lupa membawa kimono." Lupi mengedarkan pandangannya, ada sebuah rak gantung terbuat dari stainless. ia melihat sebuah lipatan handuk putih bersih. Lupi mengambil handuk dan mengeringkan seluruh tubuhnya dengan handuk.
"Balutan handuk sampai dadaku, bahuku masih terekspos, pasti pria bule itu langsung menyergap ku." pikirnya seketika ia merinding.
"Lupi..." kau tidur atau mandi? suaranya terdengar di depan pintu.
"Iya Mas, sabar donk!
Lupi mengambil kemeja yang tadi ia pakai. menutupi bagian dadanya dengan kemeja itu.
JGLEK
Lupi mengeluarkan kepalanya, pintu belum la buka semuanya. Celingak-celinguk mencari sosok suaminya yang takut langsung menyergap. "Ahh, syukurlah dia tidak ada." Lupi mulai keluar dari kamar mandi dan berjalan ke tepi ranjang, membuka koper mencari pakaian miliknya. "Mana baju-bajuku? kok tidak ada! Lupi begitu kesal, ia mengobrak-abrik isi tas koper, Namun, tidak ada juga. Hanya ada beberapa potong lingerie yang transfaran.
JGLEK
Harlan masuk kedalam kamar dan berjalan santai menuju kamar mandi tanpa menghiraukan Lupi yang sedang kebingungan.
"Mas! lihat pakaian ku nggak?! tanya Lupi dengan nada kesal. Yang ditanya malah cuek, dan pura-pura nggak denger.
"Ish! dasar bule! celetuk Lupita. "jangan-jangan Mas Harlan yang pindahin pakaian ku, kan tadi dia yang ada dikamar."
"Mas! dimana semua bajuku? tidak ada satu bajuku di dalam koper itu!"
"Sayang..., pakai saja dulu yang ada, mungkin saja koper mu tadi tertukar di bandara."
"Nggak mungkin Mas, aku tahu betul koperku! Mas jangan bohong ya..?" gerutu Lupi tak percaya.
"Sudahlah sayang, pakai saja yang ada besok kita beli yang baru."
"Mas! jangan sok kebanyakan duit. kita harus hidup hemat, Kita saja mendapat fasilitas liburan ke Bali gratiskan?"
"kamu jangan takut, Mas dapat pinjaman dari kantor kok, untuk bisa membahagiakanmu. sudah turuti kata mas, sekarang pakai baju yang ada!"
Lupi menghela nafas kasar dan menghentak kan kakinya ke lantai. Di dalam kamar mandi Harlan tertawa penuh kemenangan. Ia sangat senang mengerjai istrinya yang sedang kalang kabut.
Lupi masih mengamati tujuh setel lingerie di depannya dengan warna yang berbeda "Apa-apaan sih, nih baju bisa sama semua bentuknya, cuma warnanya saja yang berbeda. sudah pasti ini kerjaan Mas Harlan. "Iiihhh.. kenapa aku merinding sendiri melihat pakaian kaya gini sih! seumur hidup belum pernah memakai baju beginian." celotehnya, mengigit bibir bawahnya "Sudah lah mau bagaimana lagi, Nggak mungkin aku pakai baju kotor. Lupi mengambil baju warna pink kesukaannya dan memakannya, ia berdiri didepan cermin besar.
"Ya ampun tubuhku terlihat seksi."
JGLEK
__ADS_1
Suara pintu kamar mandi terbuka, Lupi buru-buru mengambil jubah handuk dan menutupi tubuhnya. Harlan berjalan dan berdiri di depan Lupi dengan tubuh atletis dan putih bersih. Dada bidangnya di tumbuhi bulu-bulu halus. Lupi tercengang, matanya di suguhi pahatan Tuhan yang maha sempurna, kini mata itu jatuh ke perutnya yang berbentuk kotak-kotak. Ia menelan salivanya, Harlan tersenyum samar, ia sengaja ingin mengetes istrinya.
"Mana pakaian ku? tutur Harlan seraya menyugar rambut basahnya, terlihat tampan dan cool
Lupi seperti tidak mendengar kata-kata Harlan, matanya tidak berkedip menatap wajah suaminya.
"Hey! Kenapa kau diam? apa yang ada didalam pikiranmu?
"Heh! i-ya." Lupita baru tersadar dari lamunannya, ia terlihat gugup dan membuka koper Harlan, mengambil kaos berkerah dan celana pendek bahan. "Ini Mas!"
Saat Harlan ingin memakai baju Lupi hendak menghindar "Hey kau mau kemana? menarik tangan Istrinya.
"Mau duduk di sofa."
"Pakaikan Mas, baju dulu."
"Hah! kan Mas punya tangan, bisa pakai sendiri."
"Kau kan istriku? kau wajib mematuhi perintah suamimu. Apa kau nggak takut dilaknat Tuhan!
"Ish! Nggak usah juga bawa-bawa nama Tuhan kale." gerutu Lupi dan akhirnya ia mau juga memakaikan baju suaminya.
Lagi-lagi Harlan tersenyum penuh kemenangan. Lupi hanya memakaikan baju kaosnya saja, untuk celananya ia pergi menghindar, Harlan tahu Lupi sangat malu, terlihat wajahnya yang memerah.
"Mas aku lapar."
"Baiklah kita makan dulu,. kebetulan pelayan sudah menyediakan di meja makan."
Lupita dan Harlan keluar dari kamar dan duduk di meja makan, berbagai hidangan tersedia di atas meja makan.
"Wow, banyak sekali hidangan ini, ada makanan seafood, beef steak, lobster panggang. Mana dulu yang harus aku makan Mas."
"Terserah kau mau makan apa,dulu?! makanlah yang banyak, agar kau kuat saat bertempur dengan Mas! seloroh Harlan sambil membuka kulit lobster, dan dagingnya ia taruh keatas piring Lupi.
Mata Lupi membulat "Apaan sih Mas! bibirnya mengerucut sambil komat-kamit, Harlan malah terkekeh.
💜
💜
💜
@Bersambung........
__ADS_1