Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Awal kehancuran Steven


__ADS_3

Mension


Setelah keluar dari ruang rahasia, Dimas langsung bergabung bersama Zain dan Riki di ruang kerja.


Sedangkan Di ruang rahasia


Brian mulai mengerjakan tugasnya, yang mana di bantu oleh ketiga sahabat nya.


Walaupun keahlian dalam meretas situs mereka tidak sebanding dengan keahlian Brian sendiri, tetapi Brian sudah sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dan dukungan dari ketiga sahabat nya.


"Brian sejak kapan kamu mulai melakukan hal seperti ini?" Tanya Wiliam


"Ini pertama kalinya bagi ku, tetapi dari kecil sudah di ajarkan oleh kak Zain dan lainnya terutama kak Riki sih yang sering ajarkan" Jelas Brian


"Pantas saja kamu sudah begitu mahir dalam hal ini, oh ya setelah lulus nanti kamu mau kuliah di mana?" Tanya Wiliam lagi


"Belum tau, kalian pada kemana?"


"Mm, Aku sih di suruh papa di LA. Tapi Aku ingin bersama kalian " Jelas Wiliam


"Kamu gimana Van, Har?" Tanya Brian pada kedua sahabat lainnya. Tanpa melepaskan pandangannya pada komputer di depan nya.


"Aku seperti nya, kuliah di universitas di Indonesia aja. Kalian tau sendiri dari kita berempat yang otaknya tidak sama hanya Aku" Jelas Evan


"Aku sih, juga terserah Aku nya. Ya jika bisa kuliah bareng kalian kenapa nggak?" Jelas Harry


"Gini aja, nanti setelah lulus kita runding kan lagi gimana bagus nya, dan untuk Evan jangan pantang menyerah karena kamu tidak sendirian ada kita yang selalu ada untuk membantu mu "Jelas Brian


"Benar apa yang di katakan oleh Brian, Kamu jangan merasa sendirian kita adalah sahabat " Ujar Wiliam menambahi


Evan tersenyum mendengar penuturan dari sahabatnya itu, Harry juga ikut tersenyum bahagia, karena mempunyai sahabat yang begitu baik satu sama lain nya.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka kembali fokus pada komputer masing-masing dengan tugas masing-masing pula yang sudah di bagi.


Sedangkan di ruang kerja.


Zain, Riki dan Dimas duduk bersama di sana.


"Bos, apa benar yang tadi Bos ucapkan?" Tanya Riki memastikan


"Hmm, oh ya tetapi kamu harus bisa membuat Adiknya Gavin dan Gabriel mencintai mu dengan tulus tanpa ada paksaan, tetapi jika memang terpaksa Aku akan mendukung mu apapun itu" Jelas Zain


"Baik Bos, terimakasih sudah mau mendukung ku" Ucap Riki dengan mantap

__ADS_1


"Bagaimana Dim, sudah kami kabarkan pada mereka?" Tanya Zain


"Sudah Bos, dan Alhamdulillah nya mereka berdua sekarang berada di Indonesia juga" Jelas Dimas


"Bagus, jadi kapan kita bisa bertemu dengan mereka?"


"akhir pekan ini Bos" Jelas Dimas


"Bagus kamu urus aja tempat nya, dan untuk Riki kamu berusaha untuk mendapatkan cintanya Tiara sebelum kita bertemu dengan Gavin dan Gabriel"


"Baik Bos" Jawab Dimas dan Riki bersamaan


Sedangkan di perusahaan milik Steven terjadi kekacauan. Karena dari beberapa menit yang lalu, Harga saham mereka semakin anjlok. Hal itu membuat Steven sangat murka.


Steven yang sedang duduk di ruang kerjanya bersama Erik sebagai asisten pribadi nya.


"Siapa yang berani memporak-porandakan harga saham perusahaan ku " Ucap Steven.


"Tuan, apa jangan-jangan Tuan Dimas yang melakukan nya " Jelas Erik


"Kamu benar, karena tidak ada yang kita usik Selain nya, Siapkan hacker terbaik kita untuk menyerang balik"


"Baik Tuan"


Erik meninggalkan Steven sendirian di ruangan nya.


Erik menuju ruang IT perusahaan tersebut. Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Erik sampai di sana.


"Bagi tugas kalian untuk menyerang balik perusahaan Zain Group" Jelas Erik pada beberapa hackers handal milik mereka.


"Baik Tuan" Jawab mereka


Setelah membagi tugas, akhirnya mereka fokus pada tugas masing-masing.


Setelah 1jam kemudian, mereka semua akhirnya menyerah, karena sistem keamanan Zain group tidak bisa mereka buka.


"Maaf tuan, kami sudah berusaha, tetapi memang sistem keamanan perusahaan tersebut tidak bisa kami lacak dan malah komputer kami penuh dengan virus " Ujar mereka menjelaskan pada Erik


Mendengar hal itu Erik mengebrak meja.


"Pakkkk" Suara dari gebrakan meja yang di lakukan Erik


Para karyawan yang bertugas di bidang IT tersebut langsung menunduk kepala mereka, karena takut.

__ADS_1


"Bukannya kalian adalah hacker handal, Bagaimana bisa seperti ini " Ucap Erik


"Maaf Tuan, memang kami tidak bisa melacaknya " Ucap salah satu dari mereka.


Sedangkan di Indonesia


Brian dkk tersenyum senang ketika mereka melihat layar komputer mereka yang menampilkan statistik saham dari perusahaan milik Steven tersebut menurun drastis.


"Kamu hebat Bro, akhirnya tugas hari ini selesai " Ucap Wiliam pada Brian


"Ini berkat bantuan kalian, terimakasih sudah membantu ku "


"Sama sama, oh ya bagaimana jika Malam kita nongkrong, ya hitung-hitung kita merayakan ini" Ujar Evan


"Oke. setuju " Ucap yang lainnya.


"Ya sudah, Brian kami juga sudah harus pulang, terutama Aku banti bunda nyariin lagi" Ucap Evan


"Baiklah, mari Aku antar kalian sampai depan" Ucap Brian


"Oke Bro"


Mereka mematikan komputer setelah itu langsung keluar dari ruang rahasia tersebut, setelah mereka keluar pintu ruang tersebut otomatis langsung terkunci dengan sendirinya.


Brian mengantar ketiga sahabat nya sampai di depan mobil mereka masing-masing. Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka meninggalkan mension.


Setelah mengantar ketiga sahabat nya, Brian langsung kembali masuk ke dalam mension dan berjalan menuju kamar nya.


Sedangkan di kamar lain. Sarah tengah sibuk dengan beberapa tugas yang sedang di kerjakan nya.


Sedangkan di di kamar Cahaya, Cahaya sedang tidur siang. Karena kembar juga sedang tidur jadi Bunda nya ikut tidur juga.


Sedangkan Zain, Dimas dan Riki masih berada di dalam ruang kerja. Ada beberapa percakapan yang mereka bicarakan.


Kembali ke perusahaan Steven


Setelah mengetahui bahwa para hacker handal miliki nya itu tidak bisa berbuat apa-apa terhadap apa yang terjadi pada saham perusahaan nya dan juga prihal balas balik itu, Steven sangat marah dan murka.


Karena hal itu tidak ada dalam pemikiran nya,. setahu ia Zain group tidak mungkin memiliki orang yang begitu handal dan juga itu di negara Indonesia yang masih berkembang.


Walaupun sebenarnya Steven tau jika Zain group tersebut adalah perusahaan bisnis no 1 di dunia bisnis, tetapi tidak tau jika mereka juga memiliki keamanan yang begitu baik, hingga bisa membuat orang yang menyerang mereka malah dapat balasan balik berupa virus yang tidak bisa di hapus kecuali oleh pembuatnya


Ya virus tersebut memang di peruntukan pada orang yang berkeinginan mencuri ataupun merampas informasi tentang perusahaan Zain Group maupun informal tentang keluarga Zain tersebut di desain khusus oleh Zain sendiri yang mana hanya Zain pula yang bisa menghapus nya.

__ADS_1


Hingga Sore hari, Saham perusahaan Steven semakin jatuh dan membuat pasar jual nya pun akan sangat murah.


__ADS_2