Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
PERIKSA


__ADS_3

Sesuai kesepakatan kemarin, hari ini Dimas memutuskan untuk membawa Sarah untuk periksa ke rumah sakit setelah pulang dari sekolah. Namun sebelum itu di pagi harinya. Setelah sarapan pagi Sarah hendak berangkat ke sekolah di antar oleh Dimas tiba-tiba rasa mual membuat Sarah kembali ke kamar mandi


Dimas yang melihat Sarah seperti itu semakin panik.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Sarah keluar dari kamar mandi.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Ucap Dimas dengan khawatir.


"Udah ngak Papa Chagi, yok berangkat "


"Baiklah "


Dimas dan Sarah langsung meninggalkan kamar mereka dan berjalan menuju lantai satu, sesampai di sana ternyata Zain dan Cahaya serta kembar sedang duduk di raung tamu.


“Sudah mau berangkat ?” Zain bertanya pada Dimas


“Iya Bos, lebih cepat lebih baik” Dimas menjawab nya dengan sedikit deq-deqkan


Sedangkan Cahaya yang melihat Sarah yang sedikit pucat hanya tersenyum dan mendoakan yang terbaik untuk sang adik didalam hatinya.


Nanum sebelum berangkat, Dimas bertanya pada Zain prihal Zean.


“Zean udah berangkat sekolah ya bos?”


“Sudah, tadi Riki yang antar sebelum dia berangkat ke markas” Zain menjawab dengan santai


“Syukur deh,” Ucap Dimas sambil menghela nafas panjang, setelah beberapa percakapan akhirnya Dimas dan Sarah berngkat ke rumah Sakit


Abi dan Umi serta Ayah dan Ibu mereka pagi-pagi sudah meninggalkan mension untuk melihat gedung serta persiapan pernikah Riki, sebenarnya Hasan dan Zainab tidak enak hati untuk ikut namun karena Nisa memaksa mereka supaya berangkat bersamanya dan akhirnya mereka ikut serta.


Sedangkan Ilham dan teman-temannya juga sudah meninggalkan mension karena mereka ingin menghabiskan waktu mereka yang hanya tinggal beberapa hari lagi berada di Indonesia menimati keindahan dari kota Yogyakarta.


Diperjalanan menuju Sekolah, Dimas menggengam tangan kanan Sarah dengan tangan kirinya sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk mengemudi modil.


“Sayang, kamu tidak usah ke sekolah ya hari ini?” Ucap Dimas


“Ngak bisa dong Chagi, Sarah harus berangkat karena persiapan ujian”


“Tapi kamu pucat seperti itu sayang, Chagi khawatir dengan kamu”


“Ngak papa Chagi, Sarah hanya mual di pagi hari biasanya, hmm tapi ntar jika Sarah ngak kuat langsung telpon Chagi ya...hmmm”


“Baiklah sayang, tapi ingat ya jangan lupa kabari Chagi”


“Siappp Bos” Sarah tersenyum manis pada Dimas yang membuat Dimas sedikit mengurangi ke khwatirannnya.


Setelah beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai Dimas memasuki gerbang sekolah Sarah.


Ternyata di parkiran Vivi sudah berada di sana menunggunya.


Setelah mobil berhenti sempurna, Dimas bergegas untuk keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Sang Istri. DI perlakukan dengan begitu romantis membuat muka Sarah bersemu merah. Sedangkan Vivi yang melihat hal tersebut hanya bisa iri dan ikut bahagia untuk sahabatnya itu.


Sarah langsung mencium tangan Dimas untuk berpamitan.


“Chagi, Sarah masuk dulu ya. Asssalamu’alaikum”


“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh. Ingat jangan pecicilan ya...” Ucap Dimas


“Iya Chagi” Jawab Sarah sambil meninggalkan Dimas dan berjalan menuju tempat Vivi berada


Setelah kepergian Sarah, Dimas juga meninggalkan parkiran sekolah.

__ADS_1


“Sar, Kamu sakita ya?” Vivi bertanya pada Sarah yang sedikit terliihat pucat tidak seperti biasanya


“Oh itu, ngak kok Sarah ngak sakit kok, hanya sedikit kurang enak badan aja”


“Ya Allah Sar, kenapa masih datang ke sekolah jika seperti itu”


“Ya kan kita mau persiapan ujian, udah ah yuk masuk ke kelas”


“Ya sudah deh yuk”


Sarah dan Vivi langsung meninggalkan parkiran dan berjalan menuju kelas mereka, dan ternyata sudah beberapa dari teman kelas sudah hadir di kelas.


Setelah beberapa saat kemudian, pemebelajaran di mulai yakni evaluasi pembahasan sebelum pelaksanaan ujian.


Sarah yang awalnya berkeinginan fokus untuk mendengarkan sang Guru langsung kurang mood dikarenakan teman kelas yang duduk di depannya ternyata saat ini menggunakan pafum yang menarik perhatian hidungnya, karena tidak ingin membuat teman-teman serta gurunya curiga, Sarah mengeluarkan permen strawberi yang berada di tas sekolahnya dan memkannya.


Vivi yang berada di sampaing Sarah, sedikit mengernyitkan dahinya karena tidak biasanya sahabatnya ini menyukai buah yang dominan peminim itu, namun vivi tidak bertanya langsung karena mereka berada dalam kelas dan dalam masa pembelajaran.


Hingga berakhir mata pelajaran pertama, Sarah menahan mual yang di rasanya. Setelah bel berbunyi pertanda pelajaran pertama seleai, Sarah langsung berlari keluar dari kelasnya setelah sang guru meninggalkan kelas.


Vivi yang melihat Sarah terburu-buru langsung mengikutinya.


Toilet sekolah


Sarah muntah berpa kali, namun tidak ada yang keluar. Karena yang dia makan tadi pagi sudah keluar ketika muntah sebelum berangkat sekolah tadi.


Sedangkan di luat toilet, Vivi berdiri mondar-mandir karena mengkhawatirkan Sarah, tanpa Vivi sadari ternyata ada beberapa orang yang memerhatikan Sarah berlari ke toilet dengan tersenyum licik.


Beberapa menit kemudian, Sarah keluar dari dalam toilet dengan muka yang sudah basah karena ia mencuciya.


“Sar, kamu pulang aja ya, biar kamu bisa istirahat” Ucap Vivi yang sangat mengkhawatirkannya


“Tidak usah tapi-tapian, dari pada kamu ngak fokus. Oh ya apa kamu ......” Ucap Vivi sambil meliik ke arah perut Sarah yang masih rata


Sarah dengan spontan memegang perutnya.


“Ngak tau juga Vi, mohon do’anya aja yang terbaik” Jawab Sarah apa adanya


“Memangnya belum periksa?”


“Belum, rencananya itu setelah pulang sekolah ini”


“Ya sudah lebih baik, kamu langsung minta jemput aja dan langsung periksa”


“Ya sudah deh, ambil tas dulu”


“Yuk, Semoga benar dugaan ku”


Sarah hanya tersenyum mendengar ucapan dari vivi. Sedangkan tidak jauh dari mereka beberapa gadis mendengar semua pembicaraan antara Sarah dan Vivi dan mereka tersenyum licik setelah mendengar semuanya.


Sesamapai di kelas Sarah langsung mengambil Tas nya, namun sebelum itu Sarah sudah memberi kabar pada Dimas untuk menjemputnya.


Dimas yang tadinya sedang duduk di ruang kerjanya langsung bergegas meninggalkan pekerjaannya setelah mendapat kabar dari Sarah.


Tidak butuh waktu lama, ketika Sarah keluar dari kelasnya dan berjalan ke luar sekolah. Dimas sudah berada di depan mobilnya dengan muka yang sangat terlihat jika ia saat ini tengah khawatir.


Tidak sampai 10 menit dari Sarah minta jemput dan sekarang Dimas sudah berada di depannya.


“Sayang, kan Chagi udah bilang tadi jangan ke sekolah tapi ya sudahlah kita langsung ke rumah sakit ya”


“Ya Chagi, Maaf ya Sarah tidak mau mendengarkan ucapan Chagi tadi”

__ADS_1


“Tidak apa-apa sayang, sekarang yang terpenting kamu tidak apa-apa”


Dimas menuntun Sarah untuk masuk kedalam mobil.


Setelah beberapa saat kemudian, Dimas dan Sarah sudah sampai di rumah sakit milik Zain Group.


Kedatangan Dimas tentunya sudah diketahui oleh pihak direktur rumah sakit.


“Selamat datang Tuan dan Nyonya” Ucap sang direktur Rumah sakit


“Hmmm, sudah di persiapkan apa yang saya suruh?”


“Sudah semuanya Tuan, Mari Saya antar”


“Hmmm”


Dimas dan Sarah berjalan mengikuti Dokter menuju ruang kadungan.


Sesampai di ruang kandungan, seorang dokter perempuan sudah berdiri di sana menunggu kedatangan mereka.


“Tuan, Ini Dokter Risa yang akan memeriksa Nyonya” Ucap Direktur


“Hmmm terimakasih”


“Sama-sama Tuan, Jika nanti Tuan ada yang kurang segera kabari saya”


“Hmmm, Pergilah”


Dikerktur Rumah sakitpun meninggalkan Dimas dan Sarah di raungan kandungan.


Setelah kepergian Direktur, Dokter Risa langsung melaksanakan tugasnya.


“Mari Nyonya berbaring, kita periksa ya” Ucap Dokter Risa sedikit deq-deqan karena ia tau ini adalah istri dari salah satu pemilik rumah sakit ini


“Chagi....” ucap Sarah manja pada Dimas


Dokter Risa dan dua satu orang perawat yang berada di sana menahan senyum melihat manjanya istri tuan besar ini.


Dimas yang mendengarnya hanya tersenyum dan langsung mengankat Sarah dan di baringkan di atas kasur pemeriksaan.


Hal tersebut membuat Dokter Risa dan sang perawat merasa iri.


Setelah Sarah berbaring di kasur pemeriksaan, Doketr Risa langsung memulia tugasnya sebagai dokter kandungan.


“Nyonya, Kita buka sedikit ya bajunya supaya bisa memeriksanya”


“Kak dari tadi Sarah dengar kalian manggil Sarah dengan Nyonya-nyonya, Sarah itu masih muda jadi panggil aja dengan Nama ya” Ucap Sarah


Mendengar permintaan dari Sarah, Dokter Risa langsung melirik ke arah Dimas, dan Dimas langsung menganggukkan keplanya.


“Baiklah Nona Sarah ya” Ucap Risa dengan takut-takut


“Nah itu lebih baik”


Setelah itu Dokter Risa langsung mengarahkan alat USG pada perut Sarah yang masih rata setelah di lapisi sejenis jel.


“Tuan, Nona coba lihat ke arah layar di depan” Ucap Dokter Risa dengan tersenyum


Dimas dan Sarah langsung melihat ke arah layar yang ada di depan mereka.


“Apa maksudnya Dok?” Sarah yang masih belum mengerti

__ADS_1


__ADS_2