
Di Mension
Riki sedang duduk di ruang tamu bersama Tiara serta Abraham dan Putri. Tiba-tiba mereka kedatangan tamu.
"Bos, di luar ada tamu dan mereka adalah sahabat tuan Ilham dan mereka mengatakan jika dapat alamat mension dari Tuan besar " Lapor Mafioso pada Riki.
"Jika seperti itu, suruh mereka masuk " Jawab Riki. Karena Riki tau lokasi mension bukanlah tempat yang bisa sembarang orang tau terkecuali Mafioso black Lion serta keluarga.
Sedangkan di luar gerbang, Sean Tio dan Barak baru terkagum-kagum akan lokasi tempat kakak ipar dari Ilham tersebut yang sangat istimewa serta megah terutama di jaga ketat.
"Sean, Aku kira Mension mu itu yang termegah" Ucap Tio karena dari mereka bertiga Sean lah orang yang paling kaya antara mereka.
"Itu menurut mu, jangan lupa di atas langit masih ada langit" jelas Sean
"Benar apa yang di katakan Sean, kita tidak boleh sombong dan juga yang kaya itu orang tua kita bukan kita" Jelas Barak.
"Iya bro" Jawab Tio.
Setelah beberapa saat kemudian datanglah seorang Mafioso yang tadi sempat mereka melaporkan kedatangan mereka.
"Silahkan masuk tuan-tuan" Ucap Mafioso tersebut.
Sean, Tio dan Barak langsung berjalan masuk ke dalam kawah mension Zain yang besar. Karena mereka tadi menggunakan taksi. Namun sebelum itu Mafioso sudah mengatasi taksi tersebut karena tidak ingin lokasi mension tersebut tersebar.
Dari gerbang mension ke mension cukup jauh, tetapi pemandangan menakjubkan di sekitar mension membuat mereka tidak merasakan lelah berjalan.
Setelah beberapa saat kemudian mereka sampai di depan pintu mension dan di sana Riki serta Tiara dan kedua orang tua nya menyambut baik kedatangan mereka bertiga
Brian sedang tidak berada di mension karena setelah selesai ujian kemarin, dia izin pada Zain untuk berlibur bersama sahabat nya ke Bali dan kini Brian berada di Bali.
"Selamat datang" Ucap Riki ramah karena tau jika ketiga pemuda di depannya saat ini adalah sahabat baiknya ilham.
"Terimakasih Tuan Riki, Kami sangat mengagumi Anda dan akhirnya bisa bertemu langsung kami merasa sangat terharu " Ucap Sean
"Sudahlah anggap saja Saya kakak kalian, karena kalian adalah teman baik nya Ilham yang merupakan adik saya " Ucap Riki
__ADS_1
"Baik Tuan " Jawab mereka bertiga kompak
"Tidak usah panggil tuan, panggil saja kakak seperti Ilham " Jelas Riki
"Baik kak " Jawab mereka lagi.
Tiara yang melihat itu hanya tersenyum dan melihat ke arah Riki.
"Sayang, lebih baik ajak mereka langsung masuk pasti mereka lelah dalam perjalanan dan butuh istirahat " Ucap Tiara
"Oh ya sayang, ayo masuk " Ucap Riki.
Mereka masuk ke dalam mension mengikuti Riki dan lainnya.
Sesampai di ruang tamu, Riki dan lainnya duduk di sana termasuk mereka bertiga.
Sesampai di dalam Riki langsung menyuruh para maid untuk menyiapkan dua kamar tamu. yang nanti nya di tempatkan Bara, ilham, Sean dan Tio. Sedangkan kamar untuk Abi dan umi selalu di kamar mereka yang mana sudah di siapkan selamanya untuk kedua orang tuanya.
"Sean, Barak dan Tio kalian mau langsung istirahat atau makan dulu?" Tanya Riki
"Baiklah jika seperti itu. Bi, antar mereka ke kamar mereka" Ucap Riki
"Baik Tuan" Jawab dua maid
Sean, Tio dan Barak langsung berjalan mengikuti dua maid yang mengantarkan mereka ke kamar. Tio dan Barak di satu kamar, sedangkan Sean untuk malam ini sendiri karena Ilham belum sampai dan Ilham tidak tau jika mereka bertiga berada di Indonesia saat ini.
Di kamar Barak dan Tio...
" Bar, Aku mandi duluan ya" Ucap Tio
"Hmmm" Jawab Barak.
Tio meninggalkan Barak karena Tio yang mandi duluan.
Setelah Tio benar-benar berada dalam kamar mandi, Handphone milik Barak berdering.
__ADS_1
Barak melihat ke handphonenya dan terlihat di layar terdapat nama Ilham tertera di sana.
Barak sedikit khawatir jika mereka ketahuan. Barak mengambil nafas panjang setelah itu mengeluarkan nya. Setelah merasa tenang akhirnya Barak mengangkat telpon dari Ilham.
π Hallo, lama bener ngangkat telponnya bro" Ucap Ilham dengan berbahasa Inggris.
"Maaf, oh ya kamu jadikan ajak kita pulang ke Indonesia bareng mu Minggu ini " Ucap Barak
πNah itu yang mau Aku omongin, Tadi pagi Abi dan Umi kasih tau mendadak bahwa harus berangkat ke Indonesia. Jadi Maaf nggak bisa ajak kalian" Ucap Ilham dengan suara yang merasa bersalah.
"Yahhh, nggak asik banget kamu Ham. Tau nggak kami udah Perifer dari kemarin-kemarin dan kamu bilang nggak jadi"
πMaaf banget, Aku juga nggak mau bikin kalian kecewa sama Aku, dan juga Aku nggak mau bikin Umi dan Abo kecewa. Kalian tau jika Aku bisa kuliah dan bertemu dengan kalian itu karena mereka"
"Ya, tapi tetap saja Ham. udah deh jika memang sudah terjadi, jika kamu kabarin tadi pas kamu mau berangkat. mungkin kami bisa beli tiket pesawat biar bareng berangkat nya. "
π Maaf, Aku terlalu terburu-buru jadi lupa"
"Ya sudahlah, toh kamu juga udah berangkat, dan juga udah malam banget. Besok Aku kabarin Tio dan Sean "
π Baiklah jika seperti itu, selamat beristirahat dan tolong kasih tau mereka Aku minta maaf "
"Hmm "
πBye
"Bye "
Telpon berakhir.
Barak langsung tertawa telah ngerjain Ilham, karena ini adalah kesepakatan mereka bertiga dan Nisa serta Anam.
Sedangkan di pesawat
Ilham tidak bisa kembali tidur setelah menelpon Barak karena merasa bersalah terhadap ketiga sahabatnya itu.
__ADS_1