Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Semakin tertantang


__ADS_3

Dimas dan Sarah


Setelah selesai berbenja kini Dimas dan Sarah benar benar menghabiskan waktu bersama berdua.


"Sayang, Abang sudah mendaftarkan kamu di salah satu sekolah terbaik di sini jadi setelah selesai pernikahan kita, kamu bisa langsung melanjutkan pendidikan mu" Terang Dimas


"Terimakasih ya Bang"


"Sama sama Sayang"


Sedangkan di sebuah hotel tidak jauh dari Malioboro Steven tengah duduk bersantai Erik sang asisten.


"Tuan, ada kabar dari Markas jika Markas kita di Serang oleh Black Lion" Ucap Erik


"Kenapa bisa, bukankah kita tidak pernah bermasalah dengan mereka?" Tanya Steven


"Seperti nya mereka mengetahui kita yang membeli persenjataan itu Tuan, dan satu lagi kita harus kembali sekarang karena bukan hanya Markas yang di serang Tuan, tapi perusahaan kita ada yang menyabotase sistem keamanan perusahaan" Terang Erik


"Apa?, Siapa yang berani berbuat masalah pada kita" Ucap Steven dengan sangat marah


"Belum di ketahui tuan, karena informasi nya sangat tertutup" jelas Erik


"Dasar, Bagaimana mereka tidak mendapatkan informasi nya, siapkan pesawat kita kembali sekarang" Ucap Steven


"Baik Tuan"


Steven dan Erik bergegas langsung ke bandara.


Setelah menempuh kurang lebih 30 menit akhirnya Steven dan Erik sampai di bandara.


"Erik, siapkan semua orang untuk cepat bergegas menyerang balik" Ucap Steven


"Baik Tuan" Jawab Erik. langsung memberikan perintah pada bahawan nya di negara Inggris.


Steven dan Erik sudah berada di dalam pesawat pribadi milik Steven yang tidak kalah bagus dengan punya nya Abi, namun lebih megah milik Zain tentunya.


Steven duduk di kursi biasanya Sambil membuka laptopnya untuk mengecek kondisi Saham perusahaan nya.


Ketika sedang mengecek kondisi Saham perusahaan, Steven melihat ada beberapa Email yang masuk.


Steven langsung melihat ke salah satu Email yang tertera Dengan nama Zain Khairul Anam.

__ADS_1


"Oh jadi kamu yang berusaha menghancurkan perusahaan ku, itu tidak membuat ku menyerah untuk mendapatkan gadis cantik itu" Ucap Steven dengan nada sinis Sambil membaca isi dari email tersebut.


Sedangkan Erik yang mendengar ucapan dari tuannya langsung bertanya


"Ada apa Tuan?" Tanya Erik


"Tidak usah di cari lagi informasi tentang siapa yang membuat masalah dengan perusahaan Rik" Ucap Steven


"Apa tuan sudah tau?"


"Hmm, iya dia Zain Khairul Anam dan dia juga sudah mengirim email pada ku jika itu sebagai peringatan untuk ku supaya jangan mendekati keluarga nya ( Sarah)" Terang Steven


"Jadi bagaimana selanjutnya Tuan, apa Anda menyerah untuk mendapatkan nona Sarah?"


"Itu tidak akan terjadi, karena Sarah akan menjadi milikku, dan ingat Zain bukanlah tandingan ku" Ucap Steven dengan nada Devils nya


"Benar Tuan, tapi sepertinya tuan Zain juga bukan orang sembarangan" Ucap Erik


"Iya dia memang bukan orang sembarangan, dia adalah seorang pembisnis sukses Tapi dia bukanlah tandingan ku jika dalam hal dunia bawah" Ucap Steven dengan sangat percaya diri


"Benar Tuan, tapi kenapa kejadian Markas dan perusahaan bersamaan, seperti nya ada yang kurang beres Tuan" Ucap Erik


"Belum tuan, karena Ketua Black Lion sangat tertutup identitas nya" Jelas Erik


Sedangkan di mension


Cahaya tengah bermain dengan kembar, walaupun usia kembar masih sangat muda baru dua bulan lebih namun pertumbuhan mereka sangat lah cepat, jika di lihat dari segi pertumbuhan nya mereka sudah seperti anak berumur 6 bulanan atau bahkan hampir setahun karena kembar sangat lah gemuk dan menggemaskan dan aktif walaupun hanya bisa tersenyum.


Di perusahaan Zain Group


Zain akhirnya menyelesaikan pekerjaan nya, dan kini ia hendak pulang ke mension untuk makan siang karena memang jam sudah menunjukkan pukul 12:00 siang waktu nya makan siang.


Zain keluar dari ruang kerja nya bersamaan dengan Riki juga keluar dari ruang nya.


"Bos mau pulang?" Tanya Riki


"Iya, kamu mau ikut pulang?"


"Iya Bos, pekerjaan juga sudah selesai tinggal mengecek beberapa perkembangan beberapa Markas saja" Tutur Riki


"Oh gitu ya sudah yok pulang".

__ADS_1


"Siap Bos"


Akhirnya Zain dan Riki pulang ke mension bersama.


Di dalam mobil


"Bos, seperti nya Steven tidak akan menyerah" Ucap Riki


"Iya, karena memang seperti itu wataknya, jadi mulai sekarang kita harus perketat pengawasan dan keamanan seluruh sistem dan keluarga walaupun sebenarnya dia bukanlah tandingan kita tapi ingat jangan meremehkan nya, apalagi sekarang sudah ada kembar dan bertambah Sarag setelah menikah dengan Dimas otomatis akan menjadi banyak peluang musuh mencari masalah dengan kita" Jelas Zain.


"Iya Bos، apalagi kita sudah tau sejak awal jika target nya ada Sarah" Ucap Riki


"Kamu benar"


Berbeda dengan Sarah dan Dimas, mereka tidak mengetahui apa pun yang terjadi pada sekitar nya pada hari ini karena mereka hanya fokus pada kebersamaan mereka berdua saja.


Karena waktu nya makan siang, Dimas memutuskan untuk mengajak Sarah untuk makan siang di restoran seafood yang tidak jauh dari titik nol Km Malioboro.


Jadi Dimas dan Sarah memutuskan untuk kesana setelah Sarah menyetujui itu karena Sarah sangat suka terhadap seafood. Bukan hanya Sarah yang mengemari seafood tapi seluruh keluarga besar Sarah menyukai itu terkecuali Zaki sang kakak ketiga yang tidak bisa makan Udang Karena alergi terhadap Udang yang di deritanya.


Setelah selesai makan Dimas dan Sarah memutuskan untuk shalat Dzuhur di masjid yang berada di Malioboro yang menurut Sarah sangat bagus, karena masjid tersebut di desain sangat indah di pandang.


Sedangkan di mension


Zaim dan Riki sudah mension dan sekarang mereka tengah makan siang bersama, dan kembar saat ini tengah tidur di boks mereka di kamar.


Setelah selesai makan siang seperti biasa Zain dan Cahaya kembali ke kamar mereka dan Riki juga ke kamar nya sendiri.


Sesampai di kamar


Zain dan Cahaya duduk di dekat boks kembar Sambil mengelus kepala anak mereka satu persatu.


Setelah beberapa saat kemudian kini Zain dan Cahaya tengah tidur siang setelah tadi shalat Dzuhur dan mengaji bersama.


Kebahagiaan Zain dan Cahaya bertambah karena melihat pertumbuhan sang buah hati mereka yang sangat cepat. Hal itu membuat Zain dan Cahaya semakin bersyukur karena pertemuan yang menyatukan mereka.


Zain belum membicarakan perihal tadi pada Cahaya karena Zain tidak ingin membuat sang istri tercinta kepikiran, apalagi disaat ini Cahaya tengah menyusui, karena itu akan berakibat pada kelancaran Asi yang akan di beri pada buah hati mereka ketika Cahaya banyak pikiran. Zain tidak ingin itu terjadi.


----------------------**********************------------------


Terimakasih semuanya sudah mampir ke karya author yang masih banyak kekurangan nya, mohon dukungan nya Vote, coment dan share karya author biat makin semangat author nulisnya...

__ADS_1


__ADS_2