Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Ada apa?"


__ADS_3

Di dalam pesawat


Di pesawat, Dimas duduk di kursi biasanya karena sudah Waktunya makan siang, Dimas memutuskan untuk membuka bekal makanan dari Sarah yang ia bawa.


Dimas tersenyum ketika membuka bekal tersebut terdapat sayuran yang di susun rapi berbentuk hati, setelah membuka wadah bekal satunya, kini Dimas berpindah ke bekal yang lainnya ternyata terdapat puding dan buah buahan di sana. Namun buah tersebut sangat asing baginya. Akhirnya Dimas sharecing di google ternyata ada buah Duku, rambai yang menurut Dimas itu hal pertama ia temui.


Sebenarnya di Jambi lagi mau musim buah Duku, Durian, namun belum banyak yang masak jadinya Sarah hanya bisa memberikan bekal untuk Dimas sedikit tanpa ada yang lainnya.


Bekal yang di kirim oleh Sarah tersebut sangat lah sederhana, masakan rumahan. Namun Dimas Sangat bangga bisa memakan masakan calon istrinya itu walaupun usianya masih remaja. Tetapi sudah sangat pintar dalam mengerjakan pekerjaan rumah, baik itu memasak dan lainnya.


Setelah selesai makan, Dimas memutuskan untuk ke kamar yang berada di pesawat tersebut, walaupun sebenarnya kamar tersebut milik Zain. Namun siapapun boleh menggunakan nya apalagi itu saudaranya sendiri. Hal itu lah menjadi bagian dari sifat Zain yang sangat di sukai oleh Dimas dan Riki karena rasa persaudaraan yang tinggi.


Sesampai di dalam kamar, Dimas langsung mengambil air wudhu dan menunaikan shalat Dzuhur di sana.


Setelah melewati perjalanan 2 jam 15 menit akhirnya pewasat yang membawa Dimas landing 🛬 di Yogyakarta internasional airport.


Dimas turun dari pesawat, dan ternyata di bandara sudah ada Jack yang menjemput nya.


"Selamat datang kembali Bos" Ucap Jack


"Hmm" Deheman dari Dimas


"Langsung pulang Bos?"


"Iya, "


"Ok siap Bos"


Dimas memasuki mobil yang sudah di siapkan oleh Jack untuk nya, dan Jack yang mengemudikan nya.


Di perjalanan ke Mension, Dimas langsung membuka handphone nya dan menelpon Sarah


drttt drttt drttt


Sampai tiga kali di panggil, akhir nya telpon terhubung.


"Assalamualaikum, Dim" ucap Zainab yang mengangkat telepon tersebut


"Wa'alaikumussalam, Bu"


"Sudah sampai nak?"

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah Bu, ini Dimas bermaksud mau memberikan kabar pada Sarah jika Dimas sudah sampai" Jelas Dimas dengan sopan


"Alhamdulillah jika seperti itu, Sarah nya lagi keluar rumah. mungkin lagi ke rumah Abang nya Dim"


"Oh gity ya sudah Bu tidak apa-apa"


"Baiklah Bu, Dimas cuma mau memberikan kabar itu saja, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Telpon berakhir.


Dimas meletakkan handphone nya kembali ke saku celananya.


"Jack, bagaimana kabar Markas?" Tanya Dimas


"Aman Bos, cuma ada sedikit masalah"


"Masalah apa?"


"Untuk prihal itu, Saya juga kurang tau Bos. Karena Bos Riki tidak memberi tau kami sebelum berunding dengan king dan Bos terlebih dulu" Ujar Jack


"Baiklah jik seperti itu. Ingat perketat pengawasan kalian"


"Bagus"


Setelah beberapa percakapan tadi kini Dimas kembali diam, namun dalam hatinya masih memikirkan permasalahan apa yang sedang terjadi.


Setelah kurang lebih 30 menit akhirnya mobil yang di kendarai Jack sampai juga di depan mension mewah Zain tersebut.


Dimad turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mension.


Sesampai di dalam mension, ia tidak menemukan siapa siapa di sana.


"Mungkin Kembar dan Cahayanya ada di kamar nya, ya sudah lebih baik Aku istirahat sebentar sebelum shalat Asar" Ucap Dimas


Dimas berjalan menuju kamar nya, namun seketika Dimas melihat Tina yang sedang berjalan menuju dapur


"Tina, kembar ke mana?" Tanya Dimas


"Maaf Tuan, Anda kapan sampai?"

__ADS_1


"Saya bertanya kenapa balik bertanya?"


"Maaf Tuan, kembar ada di kamar bersama Nyonya Cahaya"


"Hmm, "


Dimas berjalan memalui Tina tanpa berkata apa-apa lagi.


Sesampai di kamar nya, Dimas langsung berbaring di kasur miliki nya.


Tidak berapa lama kemudian akhirnya Dimas terlelap tidur.


30 menit berlalu, Dimas terbangun dari tidurnya ketika mendengar ketuka pintu.


Tok tok


"Dim" Ucap Riki di luar kamar


"Hmmm" Jawab Dimas yang masih mengantuk


Tanpa aba-aba Riki langsung masuk ke dalam kamar Dimas yang memang tidak di kunci.


"Dim, bangun shalat Asar" Ucap Riki di samping Dimas yang masih memejamkan mata


"Jam berapa?"


"15:30 Dim, Ayo bangun"


"Iya ya" Ucap Dimas langsung duduk karena di tarik oleh Riki


"Nah karena sudah bangun, Aku kembali ke kamar ku" Ucap Riki meninggalkan Dimas sendiri.


Dimas setelah Riki meninggalkannya, Dimas langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat Asar.


Setelah shalat Asar, Dimas tersenyum meninggat bagaimana Riki tadi membangunkan nya, karena mengingat kan ketika mereka masih remaja, Zain yang biasanya membangunkan Riki dan Riki bertugas membangunkan nya. Karena dari mereka bertiga seorang Zain yang sangat disiplin dengan waktu, apapun itu baik pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari nya, sampai bangun dari tidur nya pun ia selalu mengingatkan pada Dimas dan Riki untuk selalu disiplin. Hal itu juga membuat Dimas dan Riki menjadi lebih disiplin hingga sekarang.


Setelah selesai dari shalat, Dimas membereskan peci, sarung dan sajadahnya. Setelah itu Dimas bergegas turun ke lantai satu menjumpai ke tiga saudara nya dan tiga ponakan nya bersama iparnya.


...*******************""""""'''''''''"""""""""""""""**************...


...***Mohon dukungan nya ya sahabat Gadis Desa vs mafia, dan sugar baby halal. Supaya author semakin semangat. dan mohon doanya agar Author lancar dalam menulis tugas akhir dan nulis novel nya......

__ADS_1


Terimakasih banyak***..


__ADS_2