Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Rencana pelatihan


__ADS_3

Restoran seafood


Setelah selesai makan, Cahaya serta yang lainnya duduk santai bersama.


"Oh ya King, seperti ny tadi Waktu kami pulang ada yang mengikuti dan seperti nya mereka bukan dari kalangan mafia" Ucap Brian


"Berapa orang?" Tanya Zain


"Seperti nya ada 5 orang dan mereka bukan orang Indo"


"Hmm, ya seperti nya benar dugaan ku bahwa Stevan akan bergerak setelah pernikahan kalian Dim" Ucap Zain


Dimas dan Sarah Serta Cahaya langsung tau apa yang di maksud oleh Zain tersebut.


Sedangkan Riki sibuk bermain dengan kembar


"Jadi bagaimana by?" Tanya Cahaya


"Maka dari itu, Brian kamu harus pindah ke mension ini demi keselamatan mu juga dan semuanya. Untuk di sekolah akan ada beberapa Mafioso yang menjaga keamanan kalian saat sekolah. Dan ingat jika sudah pulang tidak ada kemana-mana terkecuali ada izin dari Aku, Dimas ataupun Riki. Terutama untuk Sarah ya" Jelas Zain


"Baik king" Jawab Brian


Sarah yang menderita pembicaraan mereka hanya mengangguk kan kelapa ketika Zain menyuruh nya untuk tidak kemanapun setelah pulang sekolah terkecuali izin dengan mereka.


"Oh ya by, bagaimana dengan Seira Cahaya rasa ia tidak mudah menyerah apalagi perusahaan nya bangkrut" Ucap Cahaya


"Ia Seira sebenarnya bukan dari kalangan pengusaha biasa melainkan keluarga dari Yakuza Jepang Sayang oleh sebab itu untuk sementara kembar tidak di perbolehkan ikut kamu ke kampus demi keamanan mereka dan kamu juga tetap harus di ikuti beberapa Mafioso dan senjata yang hubby desain khusus untuk mu dan Sarah Sayang" Ucap Zain


"Apa tidak masalah jika Cahaya dan Sarah membawa senjata tajam ke manapun?"


"Sebenarnya di Indonesia itu di larang Sayang, namun ini untuk keamanan kalian dan juga sebelum menyerahkan senjata itu pada kalian dalam Minggu ini akan di latihan dulu di mension dan Markas untuk kalian lebih memahami mengunakan nya" Jelas Zain


"Baik by, Cahaya ingin punya belati seperti milik hubby" ucap Cahaya


"Kamu akan memiliki nya Sayang, dan untuk lebih Bagus nya kamu juga punya senjata api jika melawan dengan jarak jauh"


"Baiklah by"


"Iya sayang, untuk Sarah setelah pulang dari sekolah langsung di latih oleh Dimas" Ucap Zain


"Baik Bang" Jawab Sarah


Sedangkan Dimas hanya tersenyum dan merangkul Sarah dengan Sayang.


"Untuk Riki dan Brian kalian mengurus perusahaan di bantu oleh Vani dalam Minggu ini" Jelas Zain


"Apa Kak Brian tidak sekolah bang?" Tanya Sarah pada Zain


"Masih tetap sekolah hanya saja kan Brian sudah kelas 12 dan itu sudah jarang belajar" Ucap Zain


"Oh gitu, oh ya Bang apa setelah ini bisa nggak Sarah langsung ke Markas?" Tanya Sarah

__ADS_1


"Boleh, Ajak Suami mu ke sana nya"


Sarah langsung melirik ke arah Dimas, sedangkan Dimas hanya menjawab dengan senyuman.


"Hore, Sarah akhirnya bisa ke markas" Ucap Sarah senang.


Beruntung ruangan VIP restoran tersebut kedap suara, yang mana privasi dan pembicaraan mereka tidak bisa di dengar orang lain.


"Ya sudah karena sudah di bicarakan semua nya, lebih baik kembali ke perusahaan" Ucap Zain


"Baik Bos" Jawab Dimas dan Riki bersama


Mereka bersama keluar dari restoran dan memasuki mobil dan berjalan menuju perusahaan.


Selama di perjalanan ke perusahaan


Zahid yang dalam gendongan Sarah menarik jilbab Sarah dengan tangan kecilnya.


"Ponakan aunty yang shaleh suka ya dengan jilbabnya aunty" ucap Sarah yang meras gemas melihat Zahid yang menarik-narik jilbab nya..


Dimas yang duduk di samping Sarah tersenyum menyaksikan bagaimana mengemasnya Zahid.


Sedangkan di dalam gendongan Zain, Syafira tengah tersenyum melihat ke arah sang Ayah yang tampan.


"By seperti nya putri kita akan sangat mencintai mu by, Saat baby saja ia sudah tidak tersenyum melihat mu" Ucap Cahaya


"Iya Sayang pastinya Ayah mereka kan tampan" Jawab Zain dengan bangga.


"Iya Hubby memang sangat tampan maka dari itu banyak perempuan-perempuan di luaran sana menginginkan mu" Ucap Cahaya cemberut


"Iya deh"


Zain tersenyum mendengar Jawaban dari sang istri.


Sedangkan di kursi depan Brian dan Riki yang mengendarai mobil hanya mendengar pembicaraan antara Suami dan istri di belakang mereka.


Setelah beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai kembali ke perusahaan Zain Group.


sesampai di perusahaan, Mereka semua langsung menuju lantai atas


Kembar mereka baringkan di atas troler mereka. Dimas dan Riki kembali ke ruang kerja mereka sedang Sarah mengikuti Dimas ke ruangan nya.


Brian ia ke ruang IT untuk mengasah kemampuan nya dalam dunia hakher....


Di ruang kerja Dimas dan Riki


"Dim, besok lebih baik ruang kerja kita di pisah kan kasihan Sarah jika lagi ke perusahaan tidak ada tempat ia istirahat seperti Cahaya" Ucap Riki


"Iya Rik, kamu benar akan Aku sampaikan ke bos nanti"


"Nah bagus itu, kasihan juga aku nya kalian sudah ada yang menunggu dan menemani kerja lah akunya" Ucap Riki

__ADS_1


"Hmmm sorry ya Rik, kamu juga sudah ada Ana. Eh ada juga Husna dan Salsa teman nya Cahaya kamu tidak ada yang mau"


"Iya mau gimna bro orang belum ada srek aja gitu"


"Terserah kamu saja Rik, Aku mau kembali bekerja"


"Iya deh dim"


Dimas kembali ke meja kerja nya yang ada di samping walaupun di ruangan yang sama hanya bera skat aja.


Di meja kerja Dimas, Sarah duduk dan makan memainkan handphone nya.


"Sayang, kamu sedang main game?" Tanya Dimas


"Iya Chagi, bosan soalnya"


"Oh gitu, ya sudah Abang mengerjakan beberapa berkas bentar ya setelah itu kita langsung pulang"


"Iya Chagi"


Dimas mengerjakan pekerjaan nya di kursi samping meja kerja nya sedangkan Sarah duduk di kursi kebesaran milik Dimas.


Karena rasa bosan dan ngantuk Sarah akhirnya tertidur di kursi kerja Dimas.


Dimas yang melirik ke arah Sarah yang tidak ada lagi suara nya langsung membuka jas nya dan menyelimuti tubuh Sarah.


"Maaf ya Sayang, Abang belum bikin ruangan istirahat khusus untuk mu di sini. Abng janji akan membuatkan khusus untuk mu kedepannya" Ucap Dimas sambil mengelus puncak kepala Sarah dengan Sayang.


Setelah menyelimuti tubuh Sarah, Dimas kembali mengerjakan pekerjaan nya yang belum selesai.


sedangkan di ruang Zain


Cahaya menidurkan kembar di kamar karena memang kembar belum tidur siang karena tadi asik bermain.


Setelah beberapa saat kemudian kembar akhirnya tertidur pulas setelah di beri ASI eksklusif dan di solawatkan.


Setelah menidurkan kembar, Cahaya keluar dari kamar dan berjalan mendekati Zain yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya..


"Masih banyak pekerjaan nya by?"


"Lumayan Sayang, ada beberapa berkas proyek dari perusahaan cabang"


"Semangat by".


"tentunya Sayang"


Cahaya yang kasihan dengan suaminya, dengan perlahan Cahaya memijit pundak Zain supaya meringankan beban nya.


"Bagaimana by?"


"Sangat enak Sayang kamu memang istri yang super bisa apa saja"

__ADS_1


"Iya dong by harus itu"


Zain tersenyum mendengar Jawaban dari istri nya itu.


__ADS_2