
Di Mension
Cahaya yang sedang libur kampus hari ini, ia sibukkan dengan menjaga kembar.
Di dalam kesibukan bermain dengan kembar, Cahaya sambil memainkan handphone dan melihat media sosial. Ketika sedang asik melihat beranda Instagram nya ada yang lagi live dan itu membuat Cahaya yang tadi nya duduk tenang langsung kaget.
أستغفر الله العظيم.... إن لله وان اليه الرجعون..
Ucap Cahaya cepat..
Tina dan Tiwi mendengar suara dari Cahaya langsung mendekat ke arah Cahaya.
"Ada apa nyonya?" Tanya Tina
"Bi, apa ini keluarga nya Nona seira?" Tanya Cahaya pada Tina sambil memperlihatkan yang ada di handphone Cahaya
Tina dan Tiwi langsung melihat ke arah handphone milik Cahaya, dan mereka tersenyum devil ketika melihat nya. Bukan takut seperti perempuan biasanya jika melihat hal yang sangat menyedihkan itu.
"Benar nona, ini adalah Yakuza Jepang yang di musnahkan oleh Black Lion" Jawab Tina dengan jelas
"Apa ini yang Hubby biasa lakukan pada musuh nya?" Tanya Cahaya pada kedua maid itu.
Tina dan Tiwi langsung saling tatap, karena ini sebenarnya baru pertama kali yang di lakukan oleh Black Lion dengan cara sadis dam itu pun di siarkan langsung seperti ini
"Jawab Bi, " Ucap Cahaya sedikit tegas
"Sebenarnya ini pertama kali nya nyonya, karena Yakuza Jepang itu sudah melewati batas Manusia biasa yang mereka lakukan" Jelas Tina
"Apa benar seperti itu Bi?" Tanya Cahaya lagi
"Benar nyonya" Jawab Tina dan Tiwi bersama
Setelah mendengar Jawaban dari Tina dan Tiwi yang membuat cahaya yakin tetapi tetap saja Cahaya harus tau dari suami nya sendiri. Supaya lebih tenang
"Ya sudah Bi, Cahaya minta tolong siapkan perlengkapan kembar kita akan ke perusahaan Hubby" Ucap Cahaya
"Baik nyonya" Jawab Tina dan Tiwi
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Cahaya dan kembar beserta Tina dan Tiwi sudah berada di dalam mobil menuju perusahaan.
Sedangkan di sekolah Sarah.
Setelah kejadian kemarin, Dimas dan Zain langsung memerintahkan beberapa Mafioso berjaga di dalam sekolah Sarah langsung. Sekolah pun langsung memberikan izin dan mereka pun meminta maaf karena kejadian kemarin.
Sarah dan Vivi keluar dari kelas menuju kantin, karena memang sudah waktunya istirahat.
"Oh ya Sar, Siapa laki-laki kemarin?" Tanya Vivi
"Ngak kenal juga Aku nya, tapi dia terobsesi dengan ku"
"Tampan sih, tapi dari yang Aku lihat ya kemarin itu orangnya kasar"
"Tampan apa nya, Orang tampanan juga Chagi Dimas" Ucap Sarah spontan
__ADS_1
"Sekolah di mana Chagi mu itu, atau udah kuliah?" tanya Vivi
"Udah kerja"
"Wah mapan dong, kerja di Perusahaan mana?"
"Di perusahaan Zain Group"
"Wah pasti gaji nya besar. ngomong ngomong kerja di bagian mana?, mana tau papa Aku tau. Soalnya papa ku juga ada kerja sama dengan perusahaan Zain Group"
"Mmmm, Sarah juga kurang tau sih Chagi kerja di bidang mana" Jawab Sarah
"Oh gitu ya sudah deh, Sejak kapan kamu pacaran nya?"
"Mmm gimana ya ngomong nya" Ujar Sarah
"Jangan bilang baru jadian?"
"Iya bisa di bilang begitu, baru dua Minggu lebih"
"Kok bisa kenal dari mana?, jangan bilang dari Jambi juga?"
"Kenal nya itu melalui Ayuk ku"
"Owalah berarti teman Ayuk mu gitu?"
"Mungkin bisa di bilang gitu"
"Iya"
Setelah beberapa saat kemudian mereka sampai juga di kantin. Vivi dan Sarah langsung menuju tempat duduk yang masih kosong.
kembali ke Cahaya.
Cahaya tidak memberitahu jika ia dan kembar akan mendatangi perusahaan.
Setelah 15 menit perjalanan akhirnya mobil yang membawa Cahaya dan kembar serta lainnya sampai di depan perusahaan Zain Group.
Cahaya di bantu oleh Tina dan Tiwi membawa perlengkapan kembar, dan kembar di letakkan di troler mereka.
Kedatangan Cahaya serta kembar membuat para karyawan kantor langsung berkumpul. Karena bagi mereka bisa melihat anak-anak dari big Bos sangat senang apalagi dengan tingkah kembar yang menggemaskan.
Cahaya berjalan masuk ke dalam perusahaan sambil mendorong troler kembar di ikuti Tina dan Tiwi di belakang nya.
"Selamat datang nyonya" Sapa para karyawan
"Iya" Jawab Cahaya dengan tersenyum ramah.
Cahaya dan yang lainnya langsung naik ke atas dengan lift 🛗 khusus tentunya.
Setelah beberapa saat kemudian lift pun terbuka. Cahaya berjalan menuju ruang kerja Zain.
"Assalamualaikum" Ucap Cahaya
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam masuk" Jawab Zain dari dalam
Cahaya membuka pintu ruang kerja Zain.
"Sayang, kenapa nggak ngabari jika mau datang?" tanya Zain
"Tidak apa-apa by, Cahaya hanya ada beberapa pertanyaan yang ingin Cahaya tanyakan pada hubby"
"Tentang apa Sayang?"
"Bi, kalian langsung pulang aja. Kembar biar sama Cahaya dan Hubby saja" Ucap Cahaya
"Baik nyonya" Jawab Tina
Akhirnya Tina dan Tiwi keluar dari ruang Zain dan pulang.
Setelah kepergian Tina dan Tiwi, Cahaya langsung menatap ke arah Zain.
"Sayang, Apa hubby berbuat salah?, jika ia Hubby minta maaf ya.." Ucap Zain yang sudah merasa jika sang istri lagi marah
"Hubby sudah melihat siaran langsung yang terjadi di japan?"
"Belum Sayang, apa kamu marah karena Black Lion melakukan itu?"
"Sekarang Cahaya tanya pada Hubby, apa itu dengan persetujuan dari Hubby?"
"Iya Sayang, tetapi bukan hanya persetujuan dari Hubby Sayang dari pihak berwajib pun di japan menyarankan hal itu dan seluruh keluarga orang yang mereka siksa, Hubby hanya menyampaikan perintah dan keinginan banyak pihak Sayang" Jelas Zain dengan bersungguh-sungguh
"Apa benar seperti itu?"
"Benar Sayang, Hubby tidak akan tega jika memang seratus persen keputusan Hubby tapi Hubby tidak bisa janji karena jika sampai ada yang menyakiti orang yang Hubby cintai, hubby tidak tau"
"Sebenarnya apa yang mereka lakukan by?"
"Yakuza Jepang itu sangat sadis Sayang, mereka memperbudak perempuan baik yg masih anak di bawah umur maupun lansia di jadikan budak****, dan juga di berikan asupan narkoba. Perdagangan manusia dan organ nya. Itulah kerja dari mereka Sayang, maka dari itu pemerintah Japan pun sudah tidak sanggup lagi untuk memberikan hukuman hanya sekedar penjara" Jelas Zain
"Jadi bagaimana dengan nona Seira by?"
"Untuk dia Hubby serahkan pada Chiko, Salah satu kaki tangan Black Lion di Japan"
"Oh gitu, tapi Cahaya berharap Hubby tidak melakukan hal seperti itu terkecuali ketika mereka duluan yang mengusik duluan ya dan untuk membela diri"
"Iya sayang, Hubby janji"
"Maaf ya by, tadi Cahaya sempat berperasangka yang tidak tidak pada Hubby"
"Iya sayang tidak apa-apa Hubby mengerti dengan kecemasan mu"
"Terimakasih by"
"Sama sama Sayang"
Setelah beberapa percakapan tadi, kini Cahaya dan Zain sibuk bermain dengan kembar dengan bahagia, karena kembar sudah mulai belajar mau tengkurap...
__ADS_1