Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
keberuntungan lima remaja


__ADS_3

Di mobil


Sarah ngemil Snack yang di sediakan Dimas di dalam mobilnya karena tau sang istri suka sekali ngemil


"Chagi perasaan tadi malam Snack di mobil udah pada habis kapan belinya?" tanya Sarah


"Oh itu tadi pagi di isi ulang Sayang "Jawab Dimas santai


"Kapan Chagi belanjanya?"


"Mafioso tadi yang isi in sayang, tapi Chagi yang milih Snack nya"


"Oh gitu terimakasih Chagi"


"Sama-sama"


Di dalam perjalanan


Tiba-tiba handphone Sarah bergetar.


Drrrttttt


Dimas melihat ke arah Sarah


" Telpon dari siapa Sayang?" Tanys Dimas


"Vivi kayaknya"


"Angkat lah"


"Iya"


Sarah langsung mengangkat telepon dari Vivi sahabatnya itu.


"Assalamualaikum Vi, ada apa?" Ucap Sarah


"Wa'alaikumussalam, Lo lagi dimana?" Tanya Vivi di seberang telpon


"Lagi di jalan bentar lagi sampe, emang kamu Udah di Mall?"


"Udah dari 20 menit yang lalu"


"Owalah, tunggu bentar lagi sampe. Mu sama siapa?"


"Sendiri"


"Lah kok sendiri ngK ajak siapa gitu?"


"Ajak siapa, kakak ku mana mau di ajak nonton"


"Oh gitu ya sudah tunggu aja Bentar lagi sampe kok"


"Oke"


Telponpun berakhir.


Dimas mendengar interaksi antara Sarah dan Vivi di telpon hanya bisa tersenyum.


"Ada apa Sayang?"


"Oh itu Chagi, Vivi udah di Mall dari 20 menit yang lalu"

__ADS_1


"oh gitu"


"Hmm"


Setelah 5 menit akhirnya mobil Sarah dan Dimas masuk ke parkiran basemen Mall.


Sarah dan Dimas turun dari mobil.


Dimas berjalan bersama Sarah masuk ke dalam Mall, Sarah dengan mesranya menggandeng tangan Dimas.


Dimas dengan senang hati menuruti kemauan sang istri.


Sesampai di dalam Mall, tentunya mereka menjadi pusat perhatian, karena siapa yang tidak kenal seorang Dimas pengusaha sukses.


Dimas dan Sarah tidak ambil pusing dengan para pengunjung Mall yang memerhatikan mereka.


Setelah berjalan menuju tempat pembelian tiket bioskop, Sarah melihat Vivi yang duduk sendirian di sana.


"Chagi itu Vivi" Ucap Sarah sambil menunjuk ke arah Vivi yang duduk sendirian


"Y sudah ke sana dulu setelah itu baru beli tiketnya"


"iyaa"


Sarah dan Dimas berjalan menghampiri Vivi.


"Hey Vi, udah beli tiket?" Tanya Sarah


"Belum kan nungguin kamu"


"Oke, yuk beli tiket"


"Yuk"


"Sarah mau nonton apa?" Tanya Vivi


"Action aja"


"Oke deh, jika yg romantis kan lucu aku Nonton nya sendirian kamu mah enak"


"Makanya action aja"


"Oke"


Vivi dan Sarah akhirnya memutuskan untuk nonton film action.


"Chagi nonton film action ya"


"Oke jika kalian sudah sepakat, biar Chagi yang beli kalian tunggu di sana aja "


"Oke, jangan lupa minuman dan popcorn nya ya "


"siap Sayang ku " Ucap Dimas pelan di telinga Sarah


Sarah hanya tersenyum mendengar nya.


Sebenarnya Dimas bisa saja untuk menyewa satu bioskop untuk mereka namun, Dimas tau istri kecilnya tidak akan setuju dan mungkin membuat istrinya akan marah karena menghamburkan uang apalagi ini mereka nonton nya bertiga ada Vivi di sana terkecuali hanya mereka berdua.


Dimas mengantri beli tiket dan kini gilirannya.


"Tuan mau nonton film apa?" Tanya petugasnya

__ADS_1


"Action nya tiga, popcorn super big nya dua untuk minuman Coca cola nya tiga " Ucap Dimas


"Baik, tunggu sebentar ya ya Tuan " Ucap petugas sopan karena dia tau itu Dimas


"Hmm "


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya pesanan Dimas selesai, Dimas hendak mengantar popcorn dan minuman ke Sarah dan Vivi namun Dimas di halangi beberapa remaja.


"Tuan Dimas ya, boleh minta fotonya ngak" Ucap salah satu dari lima remaja putri itu.


"Kalian tanyakan pada istri saya dulu" Ucap Dimas Sambil menunjuk ke arah Sarah duduk


"Yahhh ntar istrinya tuan Dimas tidak boleh" Ucap salah satu remaja itu lesu


"Coba aja dulu, Jan kita tidak ada niatan apa-apa lebih bagus jika foto juga bareng istri Tuan Dimas " Usul temannya


"Iya bagus itu "


Dimas sudah berada di depan Sarah dan duduk menunggu jadwal nonton nya 15 menit lagi.


Lima remaja tadi berjalan ke arah Sarah dan Dimas


"Nona, boleh berfoto bareng nggak sama Nona dan tuan Dimas, kami nge-fans banget sama Tuan Dimas karena kesuksesan nya " Ucap salah satu remaja putri itu sedikit takut.


Sarah mendengar nya tersenyum sebelum menjawab.


"Tentu boleh " Jawab Sarah


"Terimakasih Nona " Jawab nya


"Sama-sama yuk " Ucap Sarah dengan ramah


Akhirnya mereka berfoto berdelapan dan di bantu petugas bioskop.


Setelah berfoto para remaja putri tersebut berterima kasih pada Sarah dan Dimas


"Terimakasih banyak Nona, Tuan Dimas" Ucap para remaja tersebut


"Sama-sama" Ucap Sarah dan tersenyum ramah.


Para remaja pun meninggalkan mereka.


Setelah kepergian mereka, Dimas berbisik pada Sarah.


"Kamu tidak cemburu Sayang mereka minta foto gitu?"


"Ya ngK lah Chagi, orang mereka itu hanya sebatas kagum dengan kamu bukan seperti yang di lakukan kebanyakan perempuan sebelum-sebelumnya itu yang terobsesi pada Chagi, dan juga mereka berani meminta izin sama Sarah patut di apresiasi keberanian mereka " Ucap Sarah


Dimas hanya mengangguk kepala nya.


Setelah meninggal Sarah dan Dimas, Lima Remaja tersebut duduk di sebuah kafe di dalam mall.


"Kita beruntung banget hari ini bisa bertemu langsung dengan Tuan Dimas dan isterinya lagi, dan berfoto bareng" Ucap salah satu nya


"Benar beruntung mimpi aja malam tadi, dan juga istrinya tuan Dimas sangat baik, ramah, cantik muda lagi " Ucap salah satu lainnya


"Iya kita beruntung, ntar aku pamerin ke mama dan papa ku "


"Aku juga " Ucap lainnya bergembira


Kembali ke Dimas dan Sarah

__ADS_1


Setelah menunggu akhirnya tibalah waktunya mereka masuk ke dalam bioskop.


__ADS_2