Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Puasa lagi


__ADS_3

Cahaya dan Sarah serta Zean pulang dari Mall dengan sangat banyak belanjaan yang tadi mereka beli khusus untuk pakaian Zean, apalagi dengan identitas Zean yang merupakan putra dari suatu kerajaan walaupun Zean sendiri tidak tau itu karena Zain dan lainnya belum memberi tau identitas sebenarnya dari Zean untuk saat ini.


Sesampai di depan Mension Zain dan kembar yang sudah wangi karena sudah di mandikan oleh Tina dan Tiwi dan juga Dimas yang menunggu istri nya pulang dari Mall.


Cahaya dan Sarah turun dari mobil di ikuti Zean setelah nya.


Cahaya tersenyum melihat suami dan ketiga anaknya yang menunggu nya.


"Assalamualaikum Ayah dan anak-anak Bunda" Ucap Cahaya Sambil mencium tangan Zain


"Wa'alaikumussalam Bunda " Jawab Zain tersenyum sambil mencium kening dari Cahaya.


Sedangkan Sarah mengikuti apa yang Cahaya lakukan pada Zain dan di praktikan pada Dimas suaminya namun hanya berbeda karena Sarah dan Dimas belum memiliki anak jadi panggilan mereka tidak seperti Zain dan Cahaya tentunya.


Zean juga mencium tangan Zain dan Dimas bergantian.


"Ya sudah by yuk masuk udah sore nggak bagus untuk anak-anak" Ucap Cahaya


"Iya Sayang yuk anak-anak kita masuk karena Bunda kalian sudah pulang" ucap Zain sambil mendorong troler kembar kedalam Mension.


Mereka masuk ke dalam Mension sedangkan belanjaan untuk Zean sudah di bawa masuk ke dalam kamar nya oleh para maid dan untuk belanjaan Cahaya dan Sarah mereka bawa sendiri karena itu tidak pantas di bawa oleh orang lain karena itu privasi mereka sebagai istri.


"Zean kamu masuk ke dalam kamar mu dan mandi karena sebentar lagi akan malam dan kita akan makan malam ya" Ucap Cahaya pada Zean untuk dia membersihkan diri nya.


"Baik kak, Zean ke kamar dulu ya" Ucap Zean


"Pergilah" Ucap Cahaya


Zean akhirnya meninggalkan dua pasangan suami-istri itu, Riki dan Brian tidak ada di sana Riki yang berada di Markas bersama Brian.


"Hubby, Cahaya juga ingin mandi udah gerah soalnya dan juga mau maqrib" Ucap Cahaya


"Bareng, hubby juga belum" Ucap Zain di telinga Cahaya.


Cahaya tidak menjawabnya hanya tersenyum malu.


Karena itu Zain dan Cahaya serta kembar ke kamar mereka sedang Dimas dan Sarah juga naik ke kamar mereka.


Cahaya dan Zain Belum pindah ke kamar mereka di atas karena kembar masih baby dan mungkin ketika kembar sudah umur satu tahun lebih baru akan pindah ke kamar mereka di lantai dua.


Kamar Zain dan Cahaya


"Sayang, kamu beli kan yang tadi Hubby pesan" Ucap Zain

__ADS_1


"Itu di kresek belanja lihat aja suka nggak" Jawab Cahaya sambil memberi tau jika belanja yang di titip oleh sang Suami ada di dalam kresek tersebut.


Zain yang mendengar jawaban dari Cahaya langsung membuka belanjaan sang istri tadi dan betapa terkejutnya jika itu semuanya hanya baju dinas untuk sang istri.


"Kurang sayang" Ucap Zain


"Kurang banyak gitu" Ucap Cahaya yang sudah mengerti maksud dari perkataan sang suami


"Hehehe iya Sayang"


"Tapi itu harus di cuci dulu by ya jadi tidak bisa di pakai dulu"


"Oke deh pakai yang ada aja dulu ntar malam" Ucap Zain enteng


"Mmmm terserah Hubby aja, Cahaya mau mandi" Ucap Cahaya Setelah melihat anak-anak nya yang anteng dalam boks mereka sambil minum susu dari dot.


Sedangkan di kamar Dimas dan Sarah


"Chagi, Sarah mandi dulu ya" Ucap Sarah


"IYa sayang"Jawab Dimas yang sedang duduk di kasur.


Dimas melihat ke arah kantong belanjaan yang tadi istrinya bawa pulang dari Mall, Dimas yang penasaran langsung membukanya.


"Sayang, ini punya mu?" Tanya Dimas pada Sarah yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi


"Yang mana?" Jawab Sarah


"Ini yang dalam kresek belanja Mall" Ucap Dimas sedikit keras supaya sang istri dengar dari dalam kamar mandi


"Iya, Kenapa?"


"Tidak apa-apa sayang, mandilah" Ucap Dimas sambil tersenyum.


"Cepatlah selesai sekolah mu Sayang, supaya nanti bisa seperti bos dan Cara ada tiga kembar yang sangat imut itu" Ucap Dimas sambil tersenyum


Tiba-tiba dia berpikir lagi 'eh kasihan juga istri kecilku jika langsung tiga seperti Cahaya, Satu aja yang penting Istri ku sehat dan juga anak nantinya " ucap Dimas dalam hati sambil geleng-geleng kepala karena melihat betapa susahnya Cahaya dulu melahirkan langsung tiga dan itu melahirkan secara normal lagi.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Sarah keluar dari kamar mandi dengan bathrobe dengan rambut yang di tutupi dengan handuk karena Sarah keramas.


"Chagi tadi ngomong apa sih, Sarah tidak terlalu dengar" Ucap Sarah


"Oh ini Sayang, Chagi nanyain ini milik kamu?" Sambil memperlihatkan beberapa baju Dinas yang tadi Sarah beli

__ADS_1


"Oh itu iya untuk Sarah kan tadi Chagi nitip toh, suka nggak?"


"Sangat sayang, tapi kan besok kamu sekolah" Ucap Dimas


"Nah berarti belum untuk malam ini karena Sarah juga baru saja haid " Jawab Sarah dengan tersenyum


"Berapa lama Sayang?"


"Seperti biasanya sih 7 hari " Jawab Sarah


"Ya sudah deh puasa lagi " Ucap Dimas dengan lesu


"Sabar ya udah kodrat nya wanita jika tiap bulan ada haid terkecuali mungkin jika lagi mengandung dan sudah menopause"


"Iya Sayang, sini biar Chagi yang bantuin keringin rambutnya" Ucap Dimas sambil mengambil pengering rambut yang ada di tangan sang istri


Sarah duduk di kursi rias nya dan Dimas pun mulai membantu mengeringkan rambut Sarah dengan sangat telaten


"Chagi, besok kan Ayuk dan bang Zain serta kembar kembali ke lokasi KKN Ayuk, sepi lagi dong"


"Iya Sayang, tidak apa-apa kan masih ada para maid dan juga Mafioso yang meramaikan mension"


"Iya sih, tapikan mereka tidak ikut bergabung dengan kita di dalam mension, mereka di belakang "


"Ya memang seperti itu Sayang ketentuan nya, atau mungkin setelah pulang sekolah Chagi anter jamu untuk latihan di Markas bersama Brian juga tapi Chagi harus kembali ke perusahaan setelah mengantar mu gimana?"


"Boleh tuh "


"Ya sudah besok gitu aja, jika kamu ingin kemana-mana bilang aja ke Chagi ya "


"Oke, oh ya Chagi yuk Tika kok gimana kabar nya ya?"


"Baik, dia sekarang sibuk dengan tugas Desai nya "


"Oh gitu beruntung banget bisa bertemu dengan Umi dan Abi ya Chagi, coba saja tidak bertemu waktu itu mungkin sampai saat ini yuk Tika masih berjualan di jalanan "


"Iya sayang, begitupun dengan Chagi dan Riki jika tidak bertemu dengan bos waktu itu Chagi tidak mungkin bisa mendapatkan bidadari seperti mu" Jawab Dimas dengan tersenyum


"Ya Chagi, semua itu pasti ada hikmah"


"Iya sayang, dah selesai" Ucap Dimas


"Terimakasih Chagi, Sarah mau pakai baju dulu" Ucap Sarah sambil berdiri dan berjalan menuju ruang ganti pakaian.

__ADS_1


Dimas hanya tersenyum melihat sang istri sedikit berlari menuju ruang ganti.


__ADS_2