Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Sarah merinding


__ADS_3

Setelah meninggalkan rumah makan serba sambal dan meninggalkan Rayyan, di dalam mobil Zain melihat ke arah Cahaya.


"Hubby kenapa lihat nya seperti itu, apa Hubby cemburu dengan Rayyan?"


"Bukan Sayang, tetapi kenapa kamu bicara seperti itu dengan nya?"


"Oh itu, Cahaya hanya melihat keberanian nya dan juga kejujurannya jadi ya tidak salah memberi kesempatan untuk nya".


"Sayang tidak biasanya kamu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk bergabung dengan dunia Mafia?"


"Hehehe ya, harus begitu kan sekarang Cahaya juga bagian dari mafia" Ucap Cahaya Sambil tertawa kecil.


Zain yang melihat nya langsung tersenyum.


"Iya sayang kamu sudah tidak bisa terlepas dari dunia Mafia karena kamu adalah Queen nya black Lion"


"Iya by, oh ya by Cahaya ingin memiliki mobil yang lebih gedek dari ini dan supaya kembar bisa duduk sendiri tanpa di gendong seperti ini kasihan mereka tidak nyaman "


"Ita Sayang, besok sudah ada di Mension karena Hubby memang sudah memesan desain khusus untuk mobil nya ".


"Kapan Hubby mempersiapkan nya?"


"Setelah kelahiran kembar, karena mobil ini harus di desain khusus dan juga anti peluru makanya lama "


"Terimakasih by"


"Sama-sama Sayang "


Setelah beberapa saat kemudian Jack menepikan mobil mereka.


"Nyonya, kita sudah sampai di tempat jual martabak nya nyonya mau yang rasa apa?" Tanya Jack


"Mmm,. Biar Cahaya pilih sendiri aja kak jack yuk Hubby turun Zahid kasih ke ke Tiwi aja " Ucap Cahaya


Zain pasrah dengan keinginan istrinya dan menyerah Zahid pada Tiwi sedangkan Syafira masih di dalam gendongan Cahaya.


Zain turun dari mobil bersama dengan Cahaya, para Mafioso juga ikut turun dan mengamankan sekeliling sang king dan queen.


"Pak mau martabat manis nya lima rasanya komplit dan martabat telur nya 5 juga yang spesial" Ucap Cahaya


"Banyak benar neng, tunggu sebentar ya Saya buatkan dulu, neng dan Tuan nya duduk aja dulu" Ucap penjual martabak dan memberikan dua kursi untuk Cahaya dan Zain duduk.


Cahaya menarik tangan Zain untuk duduk di sampingnya . Zain ikut duduk di samping Cahaya.


Selama menunggu martabat jadi, Cahaya duduk sambil menepuk-nepuk bokong Syafira supaya tidur nya nyenyak karena biasanya sebentar lagi dia akan terbangun bukan hanya Syafira tetapi kedua kakaknya juga akan bangun seperti sudah menjadi jadwal nya mereka.


Benar yang di perkirakan tiba-tiba Syafira menggeliat dan membuka matanya perlahan


"Putri nya Bunda bangun hmm" Ucap Cahaya


Zain yang melihat Syafira terbangun langsung menciumnya.

__ADS_1


"Putri nya ayah yang cantik sudah bangun ya" Ucap Zain.


Ketika Zain ingin menjauhkan mukanya dari muka Syafira, di tahan dengan tangan mungil Syafira.


"Putri Ayah mau di Gendong ayah yah, sini sana Ayah, Bunda pasti lelah " Ucap Zain


Cahaya tersenyum mendengar pembicaraan Zain dan Syafira. Dan Cara menyerahkan Syafira pada Zain


Syafira akhirnya di gendong Zain.


"Sayang semakin gembul ya pipi nya" Ucap Zain Sambil memainkan pipi sang anak


"Hubby jangan digituin pipinya ntar kurang bagus besarnya"


"Iya sayang maaf, soalnya sangat menggemaskan "


"Ya tetapi tetap aja jangan ya by "


"Iya Sayang "


Sedangkan di Mension


Dimas dan lainnya baru saja menyelesaikan makan malam dan mereka kini duduk di ruang keluarga Sambil nonton.


"Zean sini dek " Ucap Sarah pada Zean untuk duduk di dekat Sarah


Zean yang mendengar Sarah menyuruh nya untuk duduk di sana langsung berdiri dari duduknya dan duduk di samping Sarah


Sedangkan Riki yang dilirik hanya tersenyum, masa dengan anak kecil aja Dimas cemburu.


"Chagi kenapa?" Tanya Sarah melihat Dimas yang menatap Riki sedikit berbeda


"Tidak apa-apa Sayang, kamu kenapa menyuruhnya untuk duduk di samping mu?"


"Hehee tidak apa-apa, hanya saja wajah Zean tampan ya Chagi jadi enak aja gitu lihat nya" Ucap Sarah


"Mana tampan Chagi dengannya?"


"Iya tampanan Chagi lah, tetapi ketika kita memiliki anak Sarah ingin setampan Zean"


"Lah kok seperti Zean kan Papa nya Chagi?"


"Hehehe maaf Chagi Sarah hanya bercanda, Chagi kenapa harus cemburu dengan anak kecil sih"


"Dasar kamu sayang, Chagi tidak akan mengampuni mu nanti di kamar" Ucap Dimas berbisik di telinga Sarah


Mendengar ucapan dari Dimas, Sarah merinding dan tersenyum kecut.


Setelah membisik kan sesuatu di telinga Sarah, Dimas tersenyum senang.


"Oh ya Riki, selanjutnya Zean mau daftar kan sekok di mana?" Tanya Dimas

__ADS_1


"Nah itu, yang sekarang Aku pikirkan soal nya Zean tidak bisa berbicara bahasa Indonesia selain dari Inggris jadi sedikit sulit untuk berkomunikasi dengan nya selain bisa berbahasa Inggris" Ucap Riki


"Iya itu aja lo bingung, sekarang sekolah internasional banyak seperti sekolah Sarah yang belajar nya menggunakan bahasa Inggris"


"Iya sih tetapi di mana?"


"Tanya bos aja nanti, minta pendapat nya bentar lagi mungkin sampai, soalnya tadi Jack ngabarin jika bos dan Cahaya akan pulang malam ini " Ucap Dimas


"Udah selesai KKN nya?"


"Belum, tapi Minggu depan selesai nya, dan dua malam ini Cahaya tidak ada kegiatan jadinya pulang ke Mension "


"Owalah, eh sudah tidak terasa dua Minggu lagi pernikahan ku diadakan" Ucap Riki


"Nah tau lo persiapan nya gimana?"


"Hehehe belum seratus persen tetapi sudah di siapkan Vani dan Jack "


"Bagus deh, tak kirain mu lupa "


"Enak aja lupa masa depan itu "


"I ya, oh ya kapan mau jenguk Tiara?"


"Jum'at aja setelah jum'atan pondok biasanya libur hari Jum'at "


"Oke, biar bareng-bareng,kita kesana nya "


"Hmm "


Zean dan Brian yang ada di sana hanya menjadi pendengar.


"Zean kamu bisa memanggilku kakak Sarah " Ucap Sarah pada Zean


"yes Sis Sarah " Jawab Zean dengan mengangguk kepala


Sarah tersenyum melihat Zean yabg sangat patuh.


"Kamu pernah sekolah sebelum nya?" Tanya Sarah dengan bahasa Inggris. Sarah memang sudah sedikit lancar bahasa Inggris nya karena sekolah nya mengharuskan itu dan juga jika ingin berdiri di samping Dimas dengan bangga harus bisa menguasai bahasa asing salah satu nya.


"Aku belum pernah sekolah kak" Jawab Zean dengan sendu


"kamu tenang saja sekarang sudah ada kakak dan lainnya yang akan menyekolahkan mu dan juga menjadi keluarga mu jadi jangan bersedih lagi, karena kamu harus kuat untuk menjalankan hidup baru mu bersama kami "


"Baik kak "


"Bagus, karena kamu tau jika kami adalah bagian dari Mafia dan di sana tidak ada orang yang lemah, maka dari itu mulai saat ini kamu harus menjadi laki-laki yang kuat untuk menjaga diri mu dan juga keluarga baru mu ini "


"Baik kak, Zean janji "


"Bagus nah ini bari adik kakak "

__ADS_1


Dimas dan Riki hanya tersenyum mendengar interaksi antara Sarah dan Zean, terutama Dimas Sanga Bangga terhadap istrinya itu walaupun umur Sarah baru mau memasuki 17 Tahun tetapi sudah bersikap dewasa seperti saat ini "


__ADS_2