
Mension.
Brian berserta ketiga sahabat nya sudah berada di dalam kamar Brian.
"hey bro, Aku masih sedikit syok karena tau jika kamu adik dari orang terkaya no 1 di dunia bisnis" Ucap Evan sambil duduk di kasur milik Brian
"Jadi sekarang bagaimana pendapat kalian setelah mengetahui ini semua?" Tanya Brian pada sahabatnya
"Aku sih merasa beruntung bisa berteman dengan mu ya walaupun jika memang kamu bukan adik dari tuan Zain pun kami tetap merasa senang memiliki kamu sebagai sahabat kami" Jelas Wiliam
"Terimakasih Bro, sebenarnya pun memang Aku bukanlah adik kandung dari kak Zain, melainkan hanya adik angkat mereka" Jelas Brian
"Kamu jangan banyak berpikir lebih Bri, apapun itu baik kamu siapa kamu tetap akan menjadi sahabat bagi kami dan untuk masalah kamu bukan adik kandung pun Aku percaya tuan Zain dan yang lainnya pasti tidak merasakan bahwa kamu bukan adik kandung dari mereka " Jelas Evan lagi
"Iya, kak Zain memang tidak pernah mengurangi kasih sayang nya pada ku, walaupun Aku bukan adik kandung nya "
"Nah itu kamu tau, jadi sekarang yang harus kamu fokus kan itu untuk tugas yang tadi tuan Dimas perintahkan. Dan jika kamu butuh bantuan apapun itu jangan pernah sungkan pada kami " Jelas Wiliam
"Benar apa yang di katakan Wiliam, Bro kami selalu ada untuk mu " Tambah Harry
"Terimakasih banyak ya kalian semua memang sahabat terbaik ku " Ucap Brian
"Sama-sama "
"Oh ya Bro, bukan nya tuan Zain sudah menikah ya?" Tanya Wiliam
"Iya, emang kenapa?"
"Ya hanya tanya aja, tadi soalnya nggak ada "
"Oh itu, Kak Cahaya lagi di kampus kuliah. Mungkin bentar lagi pulang "
"Ohhhh"
"hmm"
Sedangkan di kamar Sarah dan Dimas
Sarah yang sudah berganti pakaian, dan duduk di balkon kamar mereka. Memang di kamar Sarah dan Dimas ada balkon nya. Namun sangat jarang di tempati.
Dimas baru saja masuk ke dalam kamar nya, dan mencari keberadaan sang istri.
"Sayang " Panggil Dimas
"Sarah di balkon Chagi " Jawab Sarah sedikit keras agar Dimas mendengar suara nya
Dimas mendengar suara Sarah dari balkon. Dimas bergegas menuju asal suara
"Sayang, sedang apa?"
"Tidak apa-apa Chagi, hanya duduk aja"
__ADS_1
"Sayang, apa yang Steven lakukan tadi?" Tanya Dimas
"Sebenarnya tadi itu Sarah awalnya lupa dia siapa, tapi setelah dia mengatakan namanya baru Sarah ingat"
"Setelah itu apalagi Sayang yang ia katakan padamu dan yang di lakukan padamu?"
"Hmm, tadi sempat dia narik Sarah untuk ikut bersama nya tetapi Sarah langsung cepat melepaskan tangan Sarah. Siapa dia" Ucap Sarah
"Tapi kamu tidak terluka kan Sayang?"
"Alhamdulillah tidak Chagi, Sarah kan bisa bela diri, jadi Chagi tenang saja"
"Kedepannya jangan lupa memberi tahu Abang ya Sayang, Abang sangat menghawatirkan kamu. walaupun kamu bisa ilmu beladiri tapi tetap saja Abang menghawatirkan keselamatan mu "
"Iya Chagi, Sarah minta maaf ya bikin Chagi khawatir "
"Iya sudah kedepannya jangan sampai terulang kembali "
"IYA Sarah janji, oh ya bagaimana Chagi mau membalasnya?"
"Untuk masalah itu biar Abang yang pikirkan yang pasti dia tidak akan bisa hidup tenang "
"Ya sudahlah terserah Chagi saja yang penting Chagi juga harus jaga diri baik-baik "
"Iya Sayang "
"Ya sudah Sayang, lebih baik kita langsung turun karena kita akan makan siang bersama "
"Iya Sudah Chagi "
Begitupun dengan Brain dan ketiga sahabat nya bersamaan Dimas dan Sarah turun dari kamar mereka pun juga.
Sedangkan di kamar Zain dan Cahaya
Cahaya baru saja sampai di kamar nya setelah pulang dari kampus.
"Hubby tumben udah di mension?" Tanya Cahaya
"Tidak apa-apa Sayang tadi ada sedikit masalah, Steven mendatangi sekolah Sarah "
"Jadi bagaimana by?"
"Ya untuk sementara kita biarkan dulu aja. Karena Saat ini Brian yang di tugaskan Dimas untuk menghancurkan perusahaan nya Steven ya hitung-hitung belajar dia "
"Oh gitu ya sudah deh terserah hubby dan yang lainnya aja "
"Ya Sayang, oh ya Kembar seperti nya udah pada haus " Zain melihat ke arah kembar yang melihat ke arah sang Bunda
"Iya by, Ya sudah Cahaya ngasi ASI kembar dulu ya. Hubby langsung ke ruang makan aja, ntar Cahaya nyusul "
"Beneran Sayang?"
__ADS_1
"Iya beneran, bukan nya teman nya Brian juga ada. Kasihan mereka pasti udah pada lapar pulang sekolah "
"Ya sudah jika begitu, Hubby duluan ya. ntar jika kembar udah anteng lagi. kamu juga makan ya "
"Iya by "
Zain akhirnya meninggalkan Cahaya yang sedang sibuk menyusui kembar.
kembali ke ruang makan.
Riki, Dimas dan Sarah serta Brian, Wiliam Evan dan Harrry sudah berada di tempat duduk masing-masing menghadap hidangan yang ada di depan nya.
Setelah beberapa saat kemudian Zain ikut bergabung bersama dengan yang lainnya di ruang makan
"Ayuk mana kak?" Tanya Sarah pada Zain
"Lagi nyusuin kembar. kita makan duluan aja"
"Oh gitu, ya Sarah sendirian dong perempuan nya" Ucap Sarah
Karena di ruang makan tersebut hanya dirinya yang perempuan.
Dimas yang mendengar keluhan sang istri hanya tersenyum.
Sedang Wiliam the geng hanya bersikap canggung dan ikut tersenyum .
Zain duduk di kursi yang biasa ia duduk.
"Ya sudah lebih baik kita makan dulu dan jangan lupa berdoa" Ucap Zain
Setelah mendengar ucapan dari Zain, Semua nya langsung memulai makan sebelum itu mereka berdoa terlebih dulu.
"Wiliam, Evan dan Harrry jangan sungkan. Anggap aja rumah sendiri" Ucap Zain
"Terimakasih Tuan" Jawab Evan
"Hmmm, makanlah"
"Baik Tuan"
ketiga sahabat Brian memang masih sedikit canggung karena ini pertama kali nya mereka duduk dan makan bersama dengan orang yang Sangat berpengaruh di dunia bisnis itu.
Di pertengahan makan, akhirnya Cahaya ikut bergabung bersama dengan yang lainnya.
Zain dengan senang hati mengambil makanan untuk sang istri, walaupun biasa juga seperti itu kadang Cahaya yang mengambil makanan untuk Zain dan begitupun sebaliknya.
Hal yang di lakukan oleh Zain tidak luput dari pandangan ketiga sahabat Brian yang sangat terkejut jika orang yang dikenal sangat tegas dan berwibawa di dunia bisnis begitu memanjangkan sang istri. hal itu membuat mereka terkagum-kagum dan terkejut terutama.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka selesai makan.
Setelah selesai makan, karena waktunya juga sudah mau masuk waktu shalat Dzuhur, Mereka memutuskan untuk shalat Dzuhur berjamaah di mushallah yang memang ada di mension tersebut.
__ADS_1
Wiliam dan yang lainnya juga ikut shalat Dzuhur berjamaah. Setelah selesai shalat mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Namun sebelum itu Zain mengingatkan pada mereka untuk tidak membocorkan lokasi mension tersebut.
Dengan patuh mereka menyetujui nya, karena bagi mereka hal itu pasti mereka lakukan walaupun tidak di beri tau sebelum untuk jaga rahasia.