
Di hotel.
Zain, Dimas dan Riki duduk bersama Gavin dan Gabriel.
"Oh ya bro, bukan nya kamu sudah menikah ya?" Tanya Gavin pada Zain
"Alhamdulillah sudah, dan sudah ada anak lagi" Jawab Zain dengan tersenyum
"Wah selamat ya, Maaf tidak bisa hadir di acara bahagia mu. Oh ya boleh lah ni kita lihat anak mu?" Ucap Gabriel
"Tidak apa-apa, boleh dong. Sekaligus kalian bisa kenal juga dengan istri dari Dimas juga " Ucap Zain
"Kapan Dimas nikah?" Tanya Gabriel dengan muka tak percaya Sambil melihat ke arah Dimas
Dimas tersenyum sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
"Alhamdulillah, Aku sudah menikah satu bulan yang lalu dan istri ku adalah adik dari istri nya Bos" Jelas Zain
"Wahhh benar-benar ya kalian, sudah saudara dapet istrinya juga saudara" Ucap Gavin
"Ya Alhamdulillah jodoh nya" Ucap Dimas
Gavin dan Gabriel melirik ke arah Riki
"Nah Zain dan Dimas sudah berkeluarga, kamu bagaimana Rik. Udah ada calon belum?" Tanya Gabriel
Riki tidak langsung menjawab, hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari kedua teman nya itu.
Zain yang melihat Riki tidak mengatakan apa-apa langsung mengutarakan keinginan sang adik nya itu terhadap adik dari dua teman yang ada di depan nya saat ini.
"Hmm, gini bro sebenarnya ada beberapa hal yang ingin Aku sampaikan pada kalian dan ini menyangkut pertanyaan kalian tadi untuk Riki" Ucap Zain
Gavin dan Gabriel langsung melihat ke arah Zain kembali.
Sedangkan Riki dan Dimas hanya menjadi pendengar.
"Maksudnya bagaimana?" Tanya Gabriel pada Zain
"Begini, kalian berapa lama di Indonesia?" Tanya Zain
__ADS_1
"Dua hari lagi kami sudah harus kembali, karena ada beberapa hal yang mendesak" Jawab Gabriel
"Oh gitu, mungkin permasalahan yang kalian maksud itu prihal perjodohan antara adik kalian dengan putra mahkota kerajaan Inggris kan?"
"Bagaimana kamu bisa tau?, apa jangan-jangan kalian memata-matai keluarga ku" Ucap Gabriel yang sedikit meninggi nada nya
"Sabar bro, bukan seperti yang kamu pikirkan, Sebenarnya Riki itu sempat beberapa kali bertemu dengan adik kalian dan saat itu juga Riki sudah menginginkan nya menjadi istrinya, yang menjadi hal nya adalah adik kalian itu tidak mengenal Riki" Jelas Zain
Setelah mendengar penjelasan dari Zain, Gavin dan Gabriel kembali rileks.
"Apa benar yang di ucapkan Zain itu Riki?" Tanya Gabriel pada Riki.
"Benar, Aku sangat mencintai Adik kalian dan Aku pun yakin untuk menjadikan dia istri ku" Ucap Riki yakin
"Begini-begini sebenarnya kami tidak akan pernah memaksa atau berpendapat bahwa membolehkan ataupun bagaimana terhadap keinginan Kamu untuk menjadikan adik kesayangan kami menjadi istri, yang menjadi permasalahan nya adalah kalian berbeda" Jelas Gavin
"Untuk itu jika dia ingin menjadi istri ku, Aku akan bawa dia ke Agama ku sebelum kami menikah, tetapi jika dia tidak mau ke Agama ku. Maka mungkin kita bukan jodoh" Jelas Riki yakin.
"Berarti kamu tidak benar-benar mencintai adik ku" Ucap Gavin
"Aku mencintainya, tetapi aku lebih mencintai Tuhan ku" Jawab Riki lagi
"Terimakasih" Riki tersenyum mendengar penuturan dari Gabriel.
"Jadi kapan bisa mendapatkan keputusan akhir, karena Ica sudah di desak oleh pihak kerajaan. Papa dan Mama sekarang juga sudah menunggu kepulangan Ica kembali ke negara kami" Ucap Gavin
"Begini saja, untuk urusan Ica mau menerima Riki dan ikut dengan keyakinan kami kita urus nanti dulu. Yang penting sekarang kita pikirkan bagaimana membuat perjodohan tersebut batal dulu" Ucap Dimas
"Kamu benar Dim, karena pihak kerajaan sangat di takuti di Inggris. Kami hanya pembisnis bukan pihak yang berwenang seperti mereka" Ucap Gavin
"Begini saja, lebih baik kalian ikut pulang ke mension ku dulu, kita runding kan lagi. Karena pihak kerajaan Inggris juga ada sangkut pautnya dengan keluarga Anam. tapi sebelum itu jemput Ica di apartemen nya. Ajak ikut bersama. Karena ini harus ada Ica supaya rencana ini akan berjalan lancar" Ujar Zain
"Baiklah jika seperti itu, kami ikuti rencana kalian saja" Ucap Gabriel
"Ya sudah, sekarang Dimas kamu ikut dengan Gabriel dan Gavin jemput Ica, karena mereka belum tau lokasi mension kita" Ucap Zain
"Baik Bos" Jawab Dimas
"Ya sudah karena keputusan nya seperti itu, Lebih baik kita kembali sekarang karena hari juga sudah sore, biar nanti makan malam bisa di mension rame-rame "
__ADS_1
"Baik Bos"
Akhirnya mereka keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju pintu keluar hotel.
Sesampai di depan pintu, mobil mereka sudah terparkir di depan. Gavin dan Gabriel masuk ke dalam mobil milik Dimas. Sedangkan Zain dan Riki mengunakan mobil masing-masing.
Setelah beberapa saat kemudian mereka berpisah, Mobil Dimas menuju apartemen milik Ica, sedangkan mobil Zain dan Riki menuju Mension.
Di mobil Dimas
"Dim, kalian sangat berubah ya dari Waktu kita kuliah dulu" Ucap Gabriel
"Berubah bagaimana?" Tanya Dimas Sambil nyetir
"Ya berubah aja, rasanya kalian itu sudah mudah bercanda dan juga lebih enak aja gitu, sebenarnya kalian kenapa. terutama Zain dia sudah sangat berubah"
"Alhamdulillah jika berubah menjadi lebih baik, tetapi sebenarnya sebelum kami terutama Bos bertemu dengan kakak ipar itu masih sama seperti dulu. Cuek, kejam dan lainnya. Setelah bertemu dengan kakak ipar itu berubah drastis pokok nya" Jelas Dimas
"Iya, terlihat dari pesanan makan dan minuman tadi di hotel tidak ada wine dan sebagainya. Dulu ya jika kita pada ngumpul tidak luput hal itu. Apalagi tadi ketika Riki bilang lebih mencintai Tuhan nya dari pada adikku. Itu nyentuh banget" Ucap Gabriel
"Itulah Bro, Agama dan Tuhan kami sangat menjaga umat-nya dari hal yang itu merusak kesehatan, seperti contoh nya itu wine kan tidak baik bagi kesehatan sebenarnya"
"Salut sama kalian, jadi penasaran dengan sosok istri dari Zain. Oh ya istri lo kan adik dari istri nya Zain. Umur berapa?"
"Nanti kalian bisa lihat sendiri, dan bisa tebak istri ku umur berapa. Tapi jangan sampai kalian menginginkan istri bos jika sudah melihatnya Kalian cari mati jika itu terjadi" Jelas Dimas.
"Ya nggak mungkin juga kali, tapi mungkin kagum aja bisa merubah seorang Zain yang super cuek dan dingin menjadi seorang yang ramah seperti sekarang ini"
"Bagus deh, ya sudah sampai tuh"
Sampai di depan apartemen mewah.
" ya sudah, mau turun atau tunggu?"
"Tunggu aja bro, kalian aja yang naik"
"Oke"
Gabriel dan Gavin turun dari mobil Dimas, berjalan naik ke apartemen milik sang adik. Sedangkan Dimas menunggu di mobil sambil memainkan handphone nya.
__ADS_1