Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Kamu menggodaku Sayang


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian kini mereka akhirnya sampai juga di desa seberang, Sarah dan Dimas keluar dari mobil begitupun dengan Zainab, Hasan dan Aisyah.


Sedangkan semua belanja yang mereka beli di bawa oleh para Mafioso, terkecuali baju dinas yang tadi Dimas beli untuk sang istri.


Sesampai di rumah


Dimas dan Sarah langsung menuju kamar mereka untuk beristirahat sebentar sebelum mandi karena hari juga sudah sore


Di kamar


"Sayang, kamu mandi dulu atau Abang yang duluan?" Tanya Dimas


"Chagi duluan aja, Sarah masih harus bereskan belanjaan tadi"


"Baiklah Sayang"


Dimas akhirnya masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Sarah beres-beres


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya sepatu baru dan yang lainnya sudah tersusun rapi di lemari sepatu nya. Kini Sarah melihat ke arah kresek yang tadi di mobil ia sempat buka.


Sarah mengambil nya dan mengeluarkan isinya


"Sebenarnya ini untuk apa?, Tidak mungkin kan untuk jadi dalaman" Ucap Sarah dalam hati yang memegang regeria yang bermacam macam warna


Setelah beberapa saat kemudian, Sarah meletakkan jaring ikan itu (rengeria) di dalam lemari baju mereka


Kini Sarah sudah berganti pakaian dengan baju mandi sambil duduk di atas kasur rias dengan hp di tangan nya.


Dimas keluar dari kamar mandi


"Sayang, Abang sudah mandi nya. Kamu mau mandi sekarang atau gimana?"


"Sekarang udah keringat chagi masa Sarah tidak mandi kan bau"


"Kamu tetap wangi Sayang walaupun belum mandi"


"Ih datang lagi gombal nya, Uda ya Chagi Sarah mau mandi dulu. Pakaian ganti Chagi ada di atas kasur"


Sarah meninggalkan Dimas yang masih berdiri di depan meja rias masih dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


Dimas mendekati baju dan celana pilihan sang istri, lebih tepatnya nya baju santai nya, kaos serta celana pendek


"Walaupun kamu masih sangat muda tapi kamu sudah bisa mengerjakan tugas mu sebagai istri dengan baik Sayang" Ucap Dimas melihat baju yang sudah di siapkan oleh Sarah untuk nya.


Kini Dimas sudah selesai berganti pakaian, sedangkan Sarah belum juga keluar dari kamar mandi.


Dimas harap cemas karena tidak biasanya Sarah lama mandinya.


Namun sebelum Dimas berdiri dari duduknya menuju pintu kamar mandi, Sarah keluar dari kamar mandi.


"Sayang, kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Dimas


"Tidak apa-apa, emang kenapa Chagi?"


"Tidak biasanya kamu di kamar mandinya lama"

__ADS_1


"Oh itu, maaf ya Chagi tadi Sarah sedikit melamun di kamar mandi, hehehe"


"oh gitu ya sudah jika kamu tidak apa-apa"


Sarah termenung di kamar mandi karena ia tidak sempat membawa baju ganti ternyata. karena itu Sarah lama keluar nya.


"Chagi tutup mata ya" Ucap Sarah


"Kenapa sayang?"


"Sarah mau ganti baju tadi lupa bawa baju nya ke kamar mandi, dan mau ganti di kamar mandi mager masuk lagi"


"Kenapa harus tutup mata kan kamu istri ku halal Sayang"


"Ya sudah lah, toh Suami sendiri. Tapi jangan salah Sarah ya jika Chagi tidak tahan" Ucap Sarah dalam hati sambil tersenyum melihat ke arah Dimas


Dimas yang melihat Sarah tersenyum membuat Dimas meremang karena senyuman Sarah kali ini berbeda dari biasanya


Sarah dengan Santai mengambil baju Serta pakaian dalam nya di hadapan Dimas, dengan perlahan Sarah membuka baju mandi yang melekat pada tubuhnya.


Dimas yang memerhatikan Sarah sudah tidak ada apa-apa lagi yang menutupi seluruh tubuhnya langsung berdiri dari duduknya dan memeluk Sarah dari belakang


"Sayang, kamu yang memancing Abang. jangan salah Abang tidak mengampuni mu" Ucap Dimas dengan suara sudah serak karena menahan hasrat nya yang sudah memuncak


Siapa yang tidak tergoda oleh istri tercinta nya sendiri dihadapan nya tanpa ada sehelai benang pun menutupi seluruh tubuhnya nya. Yang biasanya berpakaian lengkap saja bisa membuat orang tergoda apa lagi ini. begitupun dengan Dimas yang merupakan laki laki dewasa.


"Chagi kan tergoda, gimana dong" Ucap Sarah dengan wajah tanpa dosa


"Sayang kamu harus tanggung jawab, Abang sudah berusaha untuk menahan nya. Namun kamu sendiri sekarang yang memancing nya" Ucap Dimas


"Sayang Abang sudah tidak kuat, kamu bisa merasakan nya sudah siap tempur"


"Merasakan apa?"


"Ini sayang"Ucap Dimas sambil meletakkan tangan Sarah pada bagian inti miliknya


"Ih Chagi ini apaan kok keras"


"Sayang inilah yang bisa membuat mu mengandung baby kita nantinya"


"Tapi Sarah belum siap"


"Terus gimana sekarang Sayang, Abang sudah tidak kuat"


"Apa tidak ada cara lain?"


"Tidak ada Sayang, selain harus mandi air dingin" Ucap Dimas dengan lesu


"Baiklah Chagi, Sekarang Chagi mandi aja dulu.ya"


"Kamu tega Sayang" Ucap Dimas berjalan cepat menuju kamar mandi


Sesampai di dalam kamar mandi, Dimas berdiri di bawah guyuran shower.


"Sayang kenapa kamu menyiksaku" Ucap Dimas Sambil meremaa rambutnya.

__ADS_1


Sedangkan di luar kamar mandi


Sarah setelah selesai Menganti pakaian nya dan duduk di depan meja rias


"Ya Allah maafkan hamba yang masih belum bisa menjalankan kewajiban ku sebagai istri sepenuhnya"Ucap Sarah dalam hati


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Sarah memutuskan untuk menelpon Cahaya.


Drrttttt...


"Assalamualaikum Yuk" Ucap Sarah


Sedangkan di Jogja


Cahaya Tengah duduk bersantai di kamar sambil menunggu waktu Maqrib bersama Zain juga di sana


"Sayang telpon dari siapa?" Tanya Zain ketika hp cahaya berdering


"Dari Sarag by"


"Ya sudah angkat gih mana tau penting"


"Baiklah by"


Akhirnya Cahaya memutuskan untuk mengangkat telepon tersebut


"Wa'alaikumussalam Sarah, ada apa?"


"Ini Yuk Sarah mau cerita tadi....bla bla..."Sarah menceritakan tentang kejadian tadi pada Cahaya dengan menyeluruh.


Cahaya tersenyum mendengar apa yang barusan Sarah ceritakan.


"Sarah, Ayuk tau kamu masih sangat muda, tetapi itu adalah kewajiban bagi mu untuk memenuhinya, apa kamu tidak kasihan dengan kak Dimas jika setiap dia ingin dan kamu tidak bisa dengan alasan belum siap dan akhirnya mandi air dingin. Yang harus kamu tau ya seorang laki-laki dewasa apalagi dia sudah beristri hal itu sangat lah penting bagi mereka dan untuk kesehatan tubuh nya juga. Coba kamu pikir jika ada perempuan lain yang mau melayani Suami mu dengan senang hati. Walaupun kita tau dari suami kita itu orang yang baik dan setia tapi tidak berkemungkinan perempuan luar sana tidak menginginkan mereka, Jadi Pertimbangkan lah demi kebahagiaan kalian juga dan masa depan kalian toh umur mu sebentar lagi juga sudah 16 tahun, zaman dulu umur segitu sudah punya anak biasa aja, jangan khawatir percayalah pada suami mu hmm" Jelas Cahaya dengan panjang lebar


"Baiklah Yuk, terimakasih banyak nasehat nya"


"Sama sama, minta maaf lah pada suami mu "


"Baik Yuk, assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam" Jawab Cahaya


Zain yang mendengar pembicaraan antara Cahaya dan Sarah langsung mengerti apa yang sedang di alami oleh Dimas saat ini.


Namun Zain tidak ingin berkomentar apa-apa karena Cahaya sebagai Kakak sudah mewakili nya dan juga itu urusan keluarga kecil adiknya sebagai kakak hanya bisa menasehati dengan apa yang sudah merasa rasakan saja.


Sedangkan di kamar Sarah


Setelah mendengar penuturan dari Cahaya, Sarah bertekad akan menyerahkan diri nya pada sang Suami. Namun Sarah sadar sudah hampir satu jam Dimas ternyata belum keluar dari kamar mandi hal itu membuat Sarah semakin merasa bersalah.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Dimas keluar dari kamar mandi dengan muka sudah tidak seperti tadi yang memerah.


Sarah berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Dimas lebih tepatnya memeluk Dimas dengan erat ...


"Hihihi.....Chagi....

__ADS_1


__ADS_2