Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Jodoh pasti bertemu


__ADS_3

Markas


Riki membuka pintu tersebut..


Krekkkk Suara pintu terbuka. Riki masuk ke dalam ruang tersebut bertapa terkejut nya Riki siapa yang berada di hadapannya.


"Ka kamu" Ucap Riki terbata bata


Perempuan yang di hadapannya langsung menunduk ketika tau Siapa yang berada di hadapan nya saat ini...


Air mata tak terbendung lagi keluar dari pelupuk matanya..😭😭😭😭😭...


Riki mendekat ke arah perempuan yang beberapa bulan lalu pernah dekat dan tiba-tiba menghilang tanpa kabar apapun.


Riki memeluk perempuan tersebut dengan sangat erat...


"Kemana saja kamu selama ini Lusi" Ucap Riki.


Iya perempuan tersebut adalah Lusi yang pernah dekat dengan Riki saat di Prancis di waktu bulan madu nya Zain dan Cahaya.


(Jika mau tau cerita lengkap nya di Novel sebelumnya ya... Gadis Desa vs mafia).


Perempuan yang di panggil Lusi oleh Zain hanya menangis dalam dekapan Riki.


"Maafkan aku" Ucap Lusi dengan suara serak karena di sela menangis.


Riki melepaskan pelukannya, dan membawa Lusi untuk duduk bersama.


"Sebenarnya kamu selama ini kemana?" Tanya Riki.


"Maafkan aku Riki, Setelah kepulangan kamu ke Indonesia waktu itu. Aku pun memutuskan untuk mencari berkas-berkas yang bisa membuat ku kembali ke tanah air, tapi di saat sedang menyiapkan semua berkasnya. Hp ku saat itu di curi dan semua berkasnya pun juga ikut hilang, Namun di saat Aku sudah putus asa, aku bertemu seorang laki-laki yang baik dan membawa ku kembali ke Indonesia. Tapi sialnya lagi Aku bertemu dengan para preman dan di sana Aku hampir saja di lecehkan, Alhmadulillah nya aku di bantu oleh queen mereka"Jelas Lusi pada Riki.


"Apa boleh kita memulai kembali?" Tanya Riki.


"Tapi Aku hanya perempuan biasa Riki, dan juga kenapa kamu bisa di sini?".


"Sebenarnya Aku bagian dari mereka, lebih tepatnya Aku salah satu 3 dari pemimpin mereka" Jelas Riki.


"Jadi kamu ketua mereka?"


"Bisa di bilang gitu, apa kamu takut dengan ku?".


"Tidak, Aku yakin kamu tidak akan jahat dengan ku"


"Terimakasih, sudah mau menerima ku"


"Menerima maksudnya?"


"Apa kamu mau jadi istri Ku?" Ucap Riki tanpa romantis-romantis nya


"Kamu jangan bercanda Rik, Aku tidak pantas untuk mu dan juga apa mereka mau menerima ku?"

__ADS_1


"Lusi, dengarkan Aku ya, Setelah kepulangan Aku ke Indonesia waktu itu Aku menunggu chat, telpon dari mu tapi tidak ada. Di waktu itu Aku sangat khawatir dengan mu tapi di satu sisi Aku banyak kerjaan di Indonesia, dan untuk saudara ku pasti akan menerima mu karena kamu bisa membuat ku menjadi gila" Ucap Riki.


"Terimakasih sudah mau menunggu ku, Aku sangat berterima kasih. Tapi untuk menikah apakah kamu serius Rik?"


"Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku, jadi Aku mohon jadilah istri dan ibu untuk anak-anak kita kelak"


"Baiklah Rik, Aku mau tapi keluarga mu?"


"Tenang saja Sayang, keluarga ku orang baik pasti mereka menerima mu"


"Terimakasih " Ucap Lusi


"Sama Sayang"


Mereka kini saling berpelukan rindu, yang berapa bulan ini di rasakan nya.


Setelah lama berpelukan, Riki melepaskan pelukannya.


"Sekarang ikut bersama Aku ya, kita bertemu dengan saudara ku" Ucap Riki.


"Tapi Aku Takut"


"Tenang saja Sayang, mereka orang baik, jadi percayalah"


"Baiklah"


Riki tersenyum bahagia karena selama beberapa bulan ini merindukan seseorang yang memporak porandakan hatinya, dan kini sudah berada di sampingnya.


Riki membawa Lusi ke kamar rawat Dimas yang mana Riki menggenggam tangan Lusi dengan erat, hal tersebut membuat para Mafioso yang melihat nya langsung termenung. Baru kali ini mereka melihat Bos mereka mengandeng tangan perempuan yang mana perempuan tersebut yang telah di selamatkan oleh queen mereka.


Riki hanya cuek saja terhadap para Mafioso yang melihat nya.


Setelah beberapa saat kemudian, Mereka sampai di depan ruang rawat Dimas.


Riki membuka pintu ruang tersebut.


Ceklekkkkk.. suara knop pintu di buka.


Dimas yang memang terjaga langsung melihat ke arah pintu.


"Rik, itu Siapa?" Tanya Dimas


"Dim, ini Lusi perempuan yang di Prancis waktu itu" Ucap Riki.


"Oh ya ya, ingat Aku. Berarti ini perempuan yang membuat mu seperti orang gila di pesawat itu" Ucap Dimas sambil ketawa.


"Eh kenapa ketawa" Ucap Riki


"Tidak apa-apa, Akhirnya Aku bisa melihat perempuan yang bisa memporak porandakan hatinya seorang Riki"


"Ya sudah jika kamu sudah lihat, dan sekarang aku mau ke mension dulu. Tidak apa-apa Aku tinggal?" Tanya Riki.

__ADS_1


"Tidak apa-apa bro santai di sini juga banyak yang bisa menjaga ku"


"Ya sudah, Aku pergi dulu dan jika butuh sesuatu telpon Aku"


"Oke siap"


Akhirnya Riki dan Lusi kembali keluar ruangan tersebut.


Setelah sampai di luar.


"Sayang kamu pasti bertanya kenapa dengan saudara ku itu" Ucap Riki.


"Iya, seperti nya terkena tembakan"


"Benar sayang, kejadian seperti itu mereka resiko bagi kami yang bekerja di bidang ini dan untuk kedepannya Aku juga akan mengajarkan kamu tenang bela diri"


"Apa kamu pernah tertembak seperti nya?".


"Pernah, namun Aku di tembak tanpa ada racun di dalamnya. berbeda dengan Dimas yang di tembak ada racun di pluru nya"


"Apa Dimas akan seperti itu selamanya?"


"Insyaallah tidak Sayang, Dimas memang masih lemas tapi racun di tubuh nya sudah bersih, hanya menunggu luka nya kering saja"


"Oh gitu alhmadulillah, kasihan dia"


"Iya, Apa lagi Dimas di tunggu oleh Tunangan nya, dan tunangannya belum tau jika Dimas seperti saat ini"


"Apa tidak di kasih tau?"


"Belum saat nya Sayang, udah ah untuk urusan mereka biarkan menjadi urusan mereka dan saat ini urusan kita sayang"


"Apa benar kamu ingin membawa ku ke mension?"


"Benar Sayang, karena kakak ipar ku sangat penasaran dengan sosok dirimu"


"MMM baiklah"


Akhirnya Riki dan Lusi benar benar menuju mension


Di perjalanan ke mension, Riki tidak pernah melepaskan tangan Lusi dari genggaman nya


Postur tubuh Lusi dan raut wajahnya memang sangat mirip dengan Cahaya, dan juga dari tutur kata dan sifat manjanya. Hal itu juga menjadi faktor Riki menyukai seorang Lusi. Tapi tidak menjadikan Lusi sebagai pelarian atau lainnya.


Di dalam mobil


"Sayang, Bagaimana bisa kamu kenal dengan orang yang menbawa mu kembali ke Indonesia?"


"Itu tidak bisa di prediksi, karena Aku bertemu dengan nya tanpa di sengaja ketika aku di jamret dan dia yang menyelamatkan Aku dari preman di Prancis. Dan untuk Nama nya sendiri Aku belum sempat bertanya. " Jelas Lusi.


"Ya sudah tidak usah di pikirkan, yang penting sekarang kamu sudah aman bersama ku, dan Aku janji akan selalu menjaga mu dan tentunya mencintai mu"

__ADS_1


"Terimakasih"


"Sama-sama Sayang"


__ADS_2