Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Beberapa jam Menjelang H


__ADS_3

Tepat pukul 4: 30 waktu Indonesia bagian barat.


Di kamar Zain dan Cahaya seperti biasanya, kembar terbangun dan menjadi pengingat untuk kedua orang tuanya.


Zain dan Cahaya tersenyum ketika melihat tingkah kembar di subuh hari dengan senyuman khas mereka.


Setelah shalat Subuh, Zain langsung membantu Cahaya mengurus keperluan kembar yang sudah menjadi rutinitas paginya.


Sedangkan di kediaman keluarga Tiara, Tiara juga sudah bangun dari tadi subuh juga dan sekarang tengah berkumpul bersama kedua orang tuanya dan juga kedua kakaknya.


Karena acara akad pernikahan Tiara dan Riki di lakukan pukul 8:00 pagi, Tiara bersama kedua orang tuanya serta didampingin kedua kakaknya berangkat ke hotel, karena Tiara harus bersiap-siap dari sekarang.


Tentunya, mereka berangkat ke hotel dengan pengamanan yang sangat ketat yang telah oleh Zain dan juga Dimas serta Riki.


Sebelum berangkat ke hotel. Gabriel yang melihat ke arah adik peremouan satu-satuya dengan tersenyum “ Ca, apa kamu sudah benar-benar yakin memilih Riki menjadi Suami mu?” Gabriel betanya untuk ke sekian kalinya dengan pertanyaan yang sama


Sebelum menjawab Tiara mengambil napas dan melepasnya dengan perlahan “Bismillah, Ica yakin kak” Tiara menjawab dengan yakin.


Setelah mendengar jawaban dari sang adik, Gabriel ikut lega dan tersenyum, setelah itu mereka langsung berangkat menuju hotel.


Tidak jauh berbeda dengan kediaman Tiara yang sibuk, Mension tidak kalah sibuknya di sana.


Nisa dan Zainab pagi-pagi sudah memerintahkan paera maid untuk ikut serta dalam hari bahagia putra ketiga mereka itu.


Dengan cara mereka memerintahkan para maid untuk bangun pagi-pagi dan membuat mension kinclong dan wangi walaupun sebenarnya setiap haripun mension memang selalu bersih dan wangi, apalagi dengan adanya kembar dan juga Zain dan Cahaya sangat menyukai kebersihan


Zain dan Cahaya baru saja keluar dari kamar mereka bersama kembar yang sudah wangi berada dalm gemdongan sang ayah dan bunda.


Zain menggendong Ziyad dan Zahid dikedua tanganya sedangkan Syafira bersama Cahaya.


“Umi, Abi dan Ayah mana?’ Zain bertanya pada Nisa


“Oh itu Abi dan Ayah lagi berbincang dengan para anak buah mu di depan”


“Oh, ya sudah Sayang, kalian mau ikut ayah atau bersama dengan oma dan nenek di sini” Ucap Zain pada kedua putranya


Mendengar ucapan dari Zain, Zahid dan Ziyad langsung meminta di lepaskan dari Zain dan merentangkan tangan kecil mereka pada Nisa dan Zainab.


Setelah kembar berpindah tangan, Zain langsung menuju para pria yang sedang duduk di depan mension.


Di depan Mension, Zain ikut bergabung dengan para laki-laki.


“Bi, Ayah” Ucap Zain menyapa kedua ayahnya itu

__ADS_1


“Kembar mana Nak?” Ucap Hasan karena belum melihat cucu-cucu nya hari ini


“Oh mereka lagi dengan umi dan ibu” Zain menjawab dengan sopan


“Oh ya Zain bagaimana dengan persiapannya?” Anam bertanya pada Zain


“Alhamdulillah dalam pantauan semuanya Bi, dan juga untuk Tiara juga sudah berangkat ke hotel”


“Riki dan Dimas kemana?”


“Dimas sepertinya masih di kamarnya Bi, dan untuk Riki juga di kamarnya, mungkin sebentar lagi turun”


“Hmmmm, anak itu dianya yang jadi pengantin tapi kok belum moncul-muncul” Ucap Anam sambil menggelengkan kepalanya


Zain hanya tersenyum mendengar ucapa Anam.


Sedangkan di kamar Dimas dan Sarah


Dimas dan Sarah baru saja selesai mandi dan sudah hendak keluar dari kamar untuk bergabung bersama dengan lainnya.


“Chagi, sepertinya kita terlalu kesingan deh turunnya” Sarah merasa tidak enak hati pada yang lainnya


“Tidak apa-apa sayang, kan kamu hamil muda yang mual-mual di pagi hari” Dimas tersenyum sambil mngelus puncak kepala Sarah dengan sayang


Sarah hanya bisa tersenyum bahagia mendengar dan mendapat perlakuan yang sangat membuatnya nyaman.


Dimas dan Sarah melihat ke arah suara pintu terbuka dari kamar Riki, dan terlihatlah Riki yang baru saja keluar dari kamarnya.


“Wah wah calon pengantin kenapa baru keluar kamar?” ucap Dimas menjahili Riki


“Biasalah Dim, Kamu juga pernah merasakan apa yang aku rasakan sekarang” Riki menjawabnya dengan tersenyum tipis


“Ya sudah lebih baik turun, udah di cariin deh kyknya kita” Ucap Dimas


Dimas, dengan telaten mengandeng Sarah suapay sang istri aman, sedangkan Riki berjalan mengekori pasangan suami itu di depannya.


Tiba di lantai satu, Dimas, Sarah dan Riki bergabung dengan kembar beserta oma, dan nenek serta bunda mereka di sana.


“Pagi, Umi, Ibu” Ucap Sarah menyapa kedua ibunya


“Ini sudah siang Sarah bukan pagi” Ucap Zainab memarahi anak nya itu


“Hehhe iya Bu maaf “ Jawab Sarah dengan sedkit tersenyum tipis

__ADS_1


Dimas yang mendengar istri kecilnya di tegur oleh sang ibu langsung menjelaskan.


“Itu Bu, Sarah sudah bangun dari subuh hanya saja dia bolak-balik ke kamar mad karena mual dan alhamdulillah nya setelah beberapa saat sudah mendingan” Dimas menjelaskan dengan sangat sopan


“Kamu jangan manjakan istri mu Dim, Apalagi hamil muda jangan dibawa manja” Ucap Zainab menambahkan


Nisa yang mendengarkan apa yang sedang besanya ucapkan, dan membuatnya tersenyum


“Sudahlah Bu tidak apa-apa, Jika Sarah tidak manja pada Dimas dengan siapa lagi dan juga sudah biasa ibu yanghamil muda seperti yang Sarah rasakan sekarang” Ucap Nisa


“Umi, Saya sedkit malu dan merasa sangat bahagia mendapatkan putra-putra Umi menjadi pendamping anak-anak kami yang banyak kekurangan nya seperti ini, manja” Ucap Zainab


“Sudahlah Bu, seharusnya mereka yang harus bersyukur mendapatkan Sarah dan juga Cahaya, jika tidak mungkin sampai sekarang Umidan Abi belum di karuniai cucu-cu yang mengemaskan, dan juga tidak pernah melihat anak-anak kami yang sangat cuek itu tertawa dan tersenyum pada orang lain” Nisa menjelaskan


Zainab hanya tersenyum mendengar penuturan dari Nisa.


Setlah itu Dimas dan Riki langsung meninggalkan paraperempuan, dan ikit bergabung di depan mension bersama dengan para laki-laki.


Sesampai di depan mension, Riki dan Dimas duduk di kursi samping Zain.


“Sarah mana Dim?” Tanya Anam pada putra keduanya itu


“Ada bi bareng Umi dan lainnya”


“Masih mual-mual?”


“Masih Bi, makanya baru turun jam segini”


“Apa obat mual dari dokter tidak berfungsi?”


“Hanya mengurangi sedikit Bi, tapi Alhamdulillah ada obat yang lebih ampuh”


“Apa tu Dim?” Ucap Zain sepontan


“Buah Strawberi”


“Maksudnya?”


“Iya, setiap paginya Sarah harus menemukan buah itu untuk di makannya jika tidak ada itu mual-mualnya lebih parah”


“Owalah” UcaP Zain


“Ya sudah, sekarang sudah jam 7:00 lebh baik kita kembali masuk dan siap-siap ke hotel” Ucap Anam krena mereka memang sudah harus berangkat sekarang

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, jam sudah semakin dekat dengan waktu nya mereka harus berangkat ke hotel.


Setengah jam sebelum akad nikah dilaksankan, keluarga besar Anam baru saja sampai di Hotel milik Zain Group.


__ADS_2