
Di mension Zain
Zain dan Cahaya serta Brian baru saja sampai di sana. Zain langsung membawa Brian untuk ke kamar yang sudah lama ia peruntukkan untuk Brian, hanya saja selama ini Brian belum mau tinggal bersama nya.
Sesampai di lantai dua. Kamar Brian berada di paling pojok kiri tidak jah dari kamar utama milik Zain. Hanya saja kamar Zain belum di temukan lagi setelah Cahaya melahirkan hingga sekarang.
"Brian ini kamar mu, untuk perlengkapan komputer dan dan lainnya nya sudah ada di kamar mu dan barang-barang mu nanti suruh Mafioso aja memindahkan dari apartemen" Jelas Zain
"Terimakasih kak" Ucap Brian tulus
"Sama-sama, ya sudah Aku ke bawa dulu jika kamu butuh sesuatu kamu langsung cari aja dan di belakang mension tempat Tina dan Tiwi serta lainnya tinggal panggil saja mereka"
"Baik kak"
Zain meninggalkan Brian di kamar nya dan berjalan turun menuju lantai bawa.
Sesampai di bawa, Zain melihat Dimas dan Sarah baru saja sampai..
"Riki, mana dim?" Tanya Zain
"Ke Markas Bos"
"Oh gitu ya sudah"
"Iya"
Zain meninggalkan Dimas dan Sarah menuju ke kamar nya.
Sedangkan Dimas dan Sarah juga bergegas ke kamar mereka.
"Chagi, apa hari Minggu Sarah boleh ajak teman ke mension?" Tanya Sarah
"Siapa Sayang?"
"Vivi, Chagi Sarah ingin belajar bareng dengan nya kan Sarah sudah banyak ketinggalan pelajar dan juga Sarah tidak sepintar Ayuk yang mudah nangkep pelajaran"
"Baiklah jika seperti itu nanti Abang bilang ke bos dulu ya, jika memang ada mata pelajaran yang kurang kamu fahami bisa langsung tanyakan ke Abang saja Sayang"
"Beneran Chagi mau ngajarin Sarah?"
"Beneran dong Sayang"
"Oke, tidak usah ajak Vivi ke sini biar Suami tampan Sarah saja yang ngajarin" Ucap Sarah Senang
Dimas hanya tersenyum melihat tingkah Sarah yang menggemaskan.
Setelah shalat asar, Dimas hendak membawa Sarah ke markas sekaligus memperkenalkan Sarah secara resmi pada para Mafioso lainnya.
Tepat pukul 15:30, Sarah dan Dimas sudah bersiap menuju markas. Dimas menggunakan pakaian serba hitam begitupun dengan Sarah . terkecuali hanya sepatunya mereka yang tidak berwarna hitam.
Sedangkan di markas
Riki setelah tadi memberikan Snack dan minuman pada Mafioso, dia kini di ruang miliki nya sambil menatap layar komputer di depan nya.
"Siapa dia" Pikir Riki dalam renungan nya
Tidak berapa lama kemudian Riki akhirnya nya sadar ketika handphone nya berdering menandakan Waktu shalat Asar sudah masuk.
__ADS_1
"Riki sadar, dia itu masih muda dan dia pun memanggil mu saja Om, tapi kan Sarah dan Dimas juga beda jauh jaraknya umur mereka" Ucap Riki...
"Sudah lah lebih baik Aku shalat Asar dulu menenangkan pikiran" Ucap Riki lagi.
Riki bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Riki telah selesai mengerjakan kewajiban nya sebagai hamba Allah SWT.
Sedangkan di mension
Zain dan Cahaya yang sedang duduk di depan mension sambil bermain dengan kembar yanh ada di troler mereka melihat Dimas dan Sarah yang berpakaian serba hitam.
"Mau kemana Dim?" Tanya Zain
"Mau ke Markas Bos, sekaligus memperkenalkan Sarah pada yang lain nya"
"Oh gitu ya sudah, sekaligus kamu nanti lihat proyek senjata barunya bagaimana" Ucap Zain.
"Baik bos, Ya sudah kami berangkat ya"
"Iya Hati-hati ingat musuh ada di mana-mana"
"Siap Bos"
Dimas dan Sarah berjalan menuju mobil dan meninggalkan mension menuju Markas.
Sedangkan Brian baru saja keluar dari kamar nya dan berjalan turun menuju lantai satu.
"Pada dimana ya, kenapa sepi banget ini mension"Ucap Brian sambil menuruni tangga.
Brian berpindah tempat dari taman menuju depan mension. Dan ternyata disana ada Zain, Cahaya dan kembar.
"Kak, Yang Kak Dimas dan kak Riki di mana ya?" Tanya Brian pada Zain
"Di Markas mereka, kenapa?".
"Tidak apa-apa kak, hanya saja mension besar tapi kok rasanya sepi banget gitu. Oh ya kak apa boleh jika setelah Brian selesai sekolah nya tidak kuliah?"
"Itu terserah kamu mau lanjut pendidikan atau tidak, Namun Aku sebagai kakak mu ingin kamu melanjutkan pendidikan karena nanti siapa lagi yang membantu kami dalam menjalankan perusahaan di mana-mana kembar masih sangat kecil dan Ilham dan Tika sudah Abi siapkan perusahaan untuk mereka kelola hanya kamu satu-satunya nya yang bisa membantu kembar kedepannya serta anak-anak dari Dimas dan Riki besoknya"
"Baik kak, akan Brian pikirkan lagi"
"Bagus, oh ya teman mu di sekolah itu apa bisa di percaya?"
"Mereka sangat bisa di percaya kak, dan juga sangat baik walaupun mereka dari kalangan orang kaya, namun mereka tetap ingin berteman dengan Brian" jelas Brian
( Brian memiliki teman baik di sekolah yaitu Evan, William dan Harry) mereka merupakan kelompok laki-laki tampan di sekolah dan mempunyai banyak fans. Namun dari mereka berlima hanya Evan dan Harrry yang suka tebar pesona, namun mereka tidak ada yang pacaran dari mereka. Sedangkan Wiliam, Evan dan Brian merupakan laki-laki yang sangat cuek terhadap lawan jenis mereka.
"Bagus, jika mereka memang begitu akan baik jika kedepannya kalian saling membantu"
"Ia kak"
Cahaya hanya mendengar pembicaraan antara kakak beradik di depannya.
sedangkan di Markas
Dimas dan Sarah baru saja sampai di Markas.
__ADS_1
Sarah langsung terkejut melihat sekeliling markas tersebut karena baginya itu bukanlah sebuah markas yang dia lihat-lihat di TV namun Malah seperti rumah mewah biasa hanya saja di dalam hutan lebat.
"Chagi ini Markas nya?"
"Iya Sayang, kamu pasti kaget tapi ini hanya dari luar jika kamu melihat ke dalam nya lagi pasti lebih kaget lagi"
"Ya sudah Chagi, Sarah makin tidak sabar mau melihat nya"
"Ya sudah Ayo Sayang turun"
"iyaa Chagi"
Sarah dan Dimas turun dari mobil. Kedatangan Dimas dan Sarah di sambut oleh Jack dan beberapa Mafioso lainnya.
"Selamat datang kembali bos dan nona " Ucap Jack
"Hmm, mana Riki Jack?" Tanya Dimas
"Di ruang istirahat bos"
"Hmmm, iya bilang ke semua nya berkumpul di ruang rapat "
"Baik Bos"
Jack Langsung memberikan informasi pada Semua Mafioso untuk berkumpul di ruang rapat.
Setelah beberapa saat kemudian
"Semua sudah di tempat bos" Lapor Jack pada Dimas
"Bagus kita segera kesana"
"Baik Bos"
Dimas dan Sarah berjalan bersama mengikuti langkah Jack di depan mereka. Setelah beberapa saat kemudian Sarah dan Dimas sudah berada di ruang rapat.
"Selamat sore semuanya. Pertemuan kali ini Saya mewakili king akan menyampaikan bahwa Yakuza Jepang akan bertindak pada keluarga king terutama pada queen, untuk itu keamanan dan keselamatan king dan keluarga harus di tingkat kan dan juga Saya akan memperkenalkan secara resmi perempuan yang ada di samping Saya adalah istri saya dan juga merupakan adik kandung dari queen, untuk itu mulai sekarang dia adalah bagian dari Black Lion yang harus kalian hormati dan takuti" Jelas Dimas
"Baik Bos"
"Bagus, Jack bubar kan mereka"
"Baik Bos"
Dimas dan Sarah keluar dari ruang rapat dan berjalan menuju ruang bawah tanah.
"Chagi, kita mau kemana?"
"Ke Markas sesungguhnya Sayang, di ruang bawah tanah"
"oh gitu"
Dimas dan Sarah berjalan menuju ruang bawah tanah. Sesampai di depan ruang istirahat Riki. Dimas langsung membuka nya tanpa mengetik terlebih dulu.
Dimas melihat Riki yang sedang termenung menghadap ke arah layar komputer. langsung mengagetkan nya.
"Rik, kamu kenapa?, fokus banget" ucap Dimas....
__ADS_1