
Markas
Jack yang tengah khusuk melihat layar komputer tiba-tiba langsung terkejut ketika melihat di layar terdapat Sarah yang di tabrak oleh anak kecil hingga terbentur kepala nya dengan rak pakaian hingga berdarah.
Akhirnya Jack mengerti siapa yang masuk RS, setelah mendapat rekaman CCTV toko Jack langsung mengirim nya pada Dimas beserta identitas anak tersebut.
Sedangkan di RS
Dimas sudah mendapat email dari Markas, namun Dimas sengaja untuk tidak membukanya sekarang. Setelah beberapa saat kemudian pintu ruang rawat Sarah di ketuk.
"Masuk"Ucap Dimas
Vani membukakan pintu dan masuk ke dalam kamar rawat Sarah.
"Bos ini pesanan nya" Ucap Vani Sambil meletakkan di atas meja yang berada di ruang tersebut.
"Hmmm"
Sedangkan Sarah yang melihat itu dan mengucapkan terima kasih pada Vani
"Terimakasih ya kak" Ucap Sarah.
"Sama-sama" Ucap Vani
Setelah mengantar pesanan Vani, di suruh Dimas keluar bersama nya dulu ada yang mau di omongin
Sarah tak masalah karena tau itu pasti urusan pekerjaan.
"Sayang, Chagi keluar sebentar ya setelah itu biar Chagi suapi makan ya"
"Iya Chagi cepetan ya, Sarah lapar"
"Siap Sayang"
Dimas dan Vani sudah di luar rawat
"Vani, kamu kasih perintah ke seluruh Markas untuk mencari orang yang memiliki darah langkah nol-rull, dan jangan lupa di selidiki identitas nya juga terlebih baik dia laki-laki sehat" Ucap Dimas
"Baik Bos, "
"Hmm, Pulang lah dan suruh Jack untuk memberi peringatan pada orang tua dari anak kecil itu"
"Orang tua siapa Bos?"
"Dia pasti tau"
"Baik bos"
"Mm, kembali lah jika ada dari lebih dari satu orang memiliki darah yang langkah lebih baik "
"Baik bos "
Setelah mengatakan itu Dimas langsung kembali masuk ke dalam ruangan Sarah.
Dimas duduk di kursi samping kasur Sarah
"Mau makan di kasur atau di kursi?"
"Makan di kursi aja Chagi kan kaki Sarah ngK luka"
"Baiklah Sayang"
Sarah di bantu oleh Dimas untuk turun dari kasur dan duduk di kursi yang ada meja makan di depannya.
__ADS_1
Dimas dengan telaten untuk melayani Sarah makan
"Aaaaa" Ucap Dimas Sambil mengarahkan sendok yang berisi nasi dan ayam bakar pada mulut Sarah.
"Bismillahirrahmanirrahim" Ucap Sarah sebelum menyantap hidangan yang di suapi Dimas padanya.
"Changi juga makan, kan juga belum makan siang"
"Chagi makan setelah kamu makan aja sayang "
"Nggak bisa, Chagi juga makan sini biar Sarah yang suapi Chagi dan Chagi suapi Sarah "
"Baiklah Sayang, Chagi makan tapi Chagi suap sendiri kan kamu lagi sakit oke!"
"Oke deh law gitu "
Akhirnya Dimas makan setelah satu suapan ke Sarah dan ke dirinya sendiri. Begitulah terjadi hingga nasi nya habis, Namun tidak dengan ayamnya karena Ayam nya sangat banyak untuk makan berdua.
Setelah selesai makan, Sarah di suapi pil untuk mengatasi sakit kepala nya karena terbentur tadi.
Sarah sudah di persilahkan pulang ketika infus nya habis, karena sekarang infus Sarah masih setengah jadi Sarah masih tetap tinggal di RS hingga habis infusnya.
Setelah makan siang dan minum obat, Sarah tertidur pulas sedangkan Dimas bersiap untuk melaksanakan shalat Dzuhur.
Setelah Dimas shalat, Dimas membangunkan Sarah.
"Sayang kamu mau shalat atau di qada aja?" Tanya Dimas
"Mmmm shalat aja Chagi kan Sarah masi bisa shalat dengan tayamum "
Akhirnya Sarah shalat di tempat tidur dengan tayamum.
Setelah selesai shalat, Sarah beristirahat kembali karena faktor obat dan kembali tertidur.
Sedangkan Dimas duduk di sofa yang ada di dalam kamar rawat Sarah Sambil menonton TV, dan ternyata selain dari kalangan mafia nya yang bergerak mencari informasi tentang orang yang memiliki golongan darah langkah, Vani juga menyebarkan sayembara bagi yang memiliki darah langkah bisa bisa bekerja di Zain group.
Dimas langsung menelpon Vani.
Drrt telpon tersambung
"Kenapa kamu bikin sayembara di media?" Tanya Dimas langsung
"Itu permintaan dari king Bos"
"Oh oke, tapi kalian harus teliti dan harus di periksa latar belakang nya jangan sampai teledor"
"Baik Bos"
Dimas langsung menutup telponnya.
Sedangkan di Mension
Riki mendapatkan informasi bahwa Sarah dan Dimas berada di RS langsung bergegas menuju RS.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Riki sudah berada di RS, Riki berjalan tergesa-gesa menuju ruang rawat Sarah.
Setelah beberapa saat kemudian Riki tanpa mengetuk pintu langsung masuk ke dalam ruangan Sarah
Kretttt Suara pintu di paksa terbuka oleh Riki.
Dimas yang sedang duduk langsung berdiri.
"Ketuk pintu dulu jika mau masuk nyelonong aja" Ucap Dimas marah
__ADS_1
"Maaf, maaf habis nya khawatir Aku" Ucap Riki merasa bersalah.
"Sudahlah, duduk sini jangan ribut Sarah barusan tidur " Ucap Dimas
"Mmm Ok "
Untungnya kepala Sarah di tutupi jilbab nya walaupun tidak di pakai sempurna karena kepalanya ada yang di perban. Jika tidak Riki mungkin melihat rambut Sarah dan itu dosa.
"Oh ya Dim, apa kamu tidak ingat jika Steven juga memiliki darah langkah ?" Tanya Riki
"Oh ya, Bagus itu tapi Aku ngK mau jika Steven yang jadi pendonor darah untuk Sarah "
"Ya sudah itu keputusan lo tapi kan Steven udah ngK ngejar-ngejar Sarah lagi dan juga ini untuk ke baikan Sarah juga "
"Mmmm, Aku pikir-pikir dulu "
"Mmmm, dan mungkin dalam beberapa hari ini Steven pasti muncul di Indonesia lihat aja ntar "
"Seperti nya gitu "
"Sudahlah, kan Sarah tidak akan berpaling dari mu apalagi ke Steven "
"Iya "
"Oh ya bagaimana dengan anak kecil itu?"
"Orang tua nya di beri peringatan oleh Jack dulu"
"Apa kamu tau siapa mereka?"
"Ngk tapi identitas nya udah ada di email ku yang tadi Jack kirim "
"Oh gitu, tapi tidak ada kaitannya dengan musuhkan?"
"Seperti nya tidak hanya anak kecil yang di manjakan oleh orang tuanya "
"Bagus deh jika seperti itu "
"Hmmm "
"Oh ya Dim, tadi malam kan Kami ke lokasi KKN Cahaya tau nggak kami makan enak dan itu Cahaya yang masak" Ucap Riki
"Lah terus, Aku juga sama Sarah tadi malam di alun-alun Sambil makan seafood bakar berduaan, sebelum itu kami habiskan di candi berdua " Ucap Dimas membalas
"Awas aja lo ya jika Aku dan Tiara sudah menikah "
"Lah terus kenapa dan juga kamu akan tinggal di Amrik bukan di Indonesia "
"Iya ya lupa Aku tapi, kita akan sering berkumpul kan ya "
"Iya, tenang saja kayak orang susah aja lo pesawat pribadi aja, tinggal terbang aja "
"Awas ya kalian, oh Ya Dimas untuk darah langkah kan tidak di butuhkan sekarang, jadi bagaimana dengan mereka yang memiliki darah langkah yang datang ke Zain group nantinya?"
"Untuk datang ke Zain group itu bos yang atur tapi Aku tidak ingin jika dia perempuan karena takutnya dia berpikiran lebih, lebih baik waspada "
"Iya Aku juga setuju itu "
"Bagus deh, oh ya Tiara tidak bisa di jenguk ya? Sampai selesai?"
"Bisa tapi Aku mau jenguk sebagai apa?, Tunangan kan belum sah tidak akan di perbolehkan oleh kyai "
"Ya sudah sabar aja hingga hari pernikahan mu "
__ADS_1
"Ya harus "
Setelah beberapa perbincangan Dimas dan Riki menonton TV sambil menunggu Sarah bangun dan infus nya habis