Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Siapa sebenarnya Lusi???


__ADS_3

Setelah kemarin kedatangan si kembar ke Markas, Dimas hari ini sudah memutuskan untuk kembali ke mension, semuanya sudah kembali normal hanya tinggal tangan bekas tembakan saja kering. Walau begitu Dimas masih bisa berwudhu untuk mengerjakan shalat lima waktu.


Setelah kemarin Riki membawa Lusi untuk mengunjungi mension dan bertemu dengan Cahaya, kini Lusi sudah menetap di mension, walaupun kamar Lusi dan Riki tidak di satu lantai, melainkan beda lantai.


Pagi pagi sekali Riki sudah berada di Markas untuk menjemput Dimas.


Markas


"Dim kamu benar-benar sudah mau kembali ke mension?' Tanya Riki memastikan


"Iya Rik. Aku bosan disini dan juga aku sudah tidak apa-apa lagi"


"Ya sudah, Ayok" Ucap Riki


"hmmm"


Akhirnya Dimas dibawa pulang ke mension oleh Riki.


Didalam perjalanan menuju mension, tiba tiba ada mobil yang mengikuti mereka dari belakang.


Riki sudah mengetahui bahwa ada yang mengikuti mereka, karena itu Riki langsung melakukan mobil mereka dengan cepat, sebenarnya hal itu sangat biasa di lakukan oleh Dimas, lebih lebih seorang Riki yang notabene nya pembalap di antara mereka bertiga.


"Dim, lukanya bagaimana?" Tanya Riki di sela-sela mengemudi


"Aman, tenang saja" Jawab Dimas sambil tersenyum.


"Siapa mereka" Ucap Riki.


"Ntahlah, Aku juga bingung"


"Ya sudah, kita jangan jalan biasanya, lebih baik jalan memutar aja, supaya mereka tidak tau dimana mension"


"Benar, dan apakah mereka sudah mengetahui


lokasi Markas?" Tanya Dimas


"Seperti nya begitu. nanti kita bicarakan lagi dengan bos"


"Baiklah"


Setelah beberapa saat kemudian, mobil mereka sudah tidak dapat dikejar lagi oleh musuh, dan kini mobil mereka sudah masuk ke jalan rahasia menuju mension.


Sesampai di depan mension, Zain sudah berdiri menunggu kedatangan mereka.


"Dari mana kalian?" Tanya Zain dengan tegas ketika Dimas dan Riki turun dari mobil


"Nanti kami bicarakan Bos, kita masuk dulu"


"Hmmm"


Dimas, Riki dan Zain masuk ke dalam mension dan langsung menuju ruang kerja mereka.


Sesampai di dalam ruang kerja


"Ada apa?" Tanya Zain memulai percakapan


"Begini Bos, seperti nya ada yang sudah mengetahui lokasi markas kita dan juga kemungkinan ada penghianat" Ucap Riki.


"Tapi selama ini tidak ada yang berani berkhianat dan juga tidak ad orang lain yang pernah memasuki wilayah Markas" Ucap Zain


"Benar bos, tapi apa kah ada yang mencurigakan bos?" Tanya Riki

__ADS_1


"Maaf ya Rik, Aku masih belum bisa memastikan tapi ada yang mencurigakan" Ucap Zain


"maksud bos?" Tanya Riki dengan nada yang sudah mulai faham tapi sedikit tersinggung.


"Coba, kamu ingat-ingat, cerita yang Lusi bicarakan pada kita. dan kenapa dia bisa kembali ke Indonesia" Ucap Zain


"Dibawa seseorang" Ucap Riki.


"Benar, dan apakah kamu yakin dengan hal itu?"


"Aku juga tidak yakin pasti bos, tapi tidak mungkin dia"


"Begini Rik, kemarin sebelum lusi di bawa ke Markas, Aku sudah menyuruh jack untuk mencari informasi tentang siapa Lusi sebenarnya. Tapi informasi nya ada kejanggalan. Tapi ketika Cahaya bertanya, Aku hanya bilang tidak apa-apa." Ucap Zain


"Dan dia dimana sekarang?" Tanya Dimas


"Sebentar kita cek dulu, tapi pagi masih ada" Ucap Zain.


Mereka bertiga keluar dari ruang kerja tersebut dan bergegas menuju ada yang ke kamar, ada yang ke taman. Mereka bertiga berpencar.


Zain ke kamar mencari keberadaan Cahaya dan kembar.


Sesampai di dalam kamar, Zain melihat Cahaya yang sedang bermain dengan kembar.


"Sayang kalian baik-baik Saja" Ucap Zain spontan.


"Alhamdulillah baik-baik saja by, Ada apa?" Tanya Cahaya.


"Tidak apa-apa Sayang, oh ya Lusi kemana?"


"Tadi pagi izin mau ke mall mau belanja kayanya. Eh inikan sudah jam berapa kok belum kembali" Ucap Cahaya


"Seperti nya sendiri by, soalnya tadi Cahaya nyuruhnya sama pak supir tapi kak lusinya tidak mau"


"Ya sudah jika seperti itu, Sayang untuk sementara kamu jangan kemana-mana dulu ya"


"Ada apa by sebenarnya?"


"Hubby belum memastikan Sayang, tapi ada yang ingin mencari perkara dengan kita"


"Astaqfirullah, Apa ada sangkut pautnya dengan kak Lusi?"


"Masih kecurigaan hubby Sayang. Tapi kamu jangan di pikirkan ya, biar hubby, dan Riki yang menangani nya"


"Iya by,"


"Oh ya Sayang, dari kemarin Si kembar tidak ada bersama dengan Lusi saja kan?"


"Ada by, Waktu kita itu...." Ucap Cahaya tergantung.


"Astaqfirullah, ya Hubby ingat. Sekarang hubby ingin memeriksa keadaan kembar pada Hendrik"


"Ya by, Cahaya tidak ingin kejadian sesuatu yang tidak diinginkan"


"Baiklah Sayang, Hubby hubungi dulu"


"Baiklah by"


Zain keluar dari kamar mereka dan menemui kedua sahabatnya.


Dimas dan Riki sudah berada di ruang tamu.

__ADS_1


Zain menelpon Hendrik untuk datang ke mension.


Drttt drrtt


"Assalamualaikum, hend datang ke mension sekarang" Ucap Zain.


"wa'alaikumussalam. Ada apa bro. Siapa yang sakit?"


"Jangan banyak tanya cepat"


" baik"


Tuttt telpon dimatikan.


Ketika Zain, Riki dan Dimas mau memulai percakapan mereka. Tina dan para maid bersamaan mendatangi mereka.


"Tuan, ada yang ingin Saya sampaikan" ucap Tina.


"Ada apa bi?" Tanya Dimas


"Begini tuan, Kami mencurigai bahwa nona Lusi bukanlah orang baik. karena kemarin disaat kembar bersama dengan nya, dia tidak menampakkan wajah yang tidak suka terhadap kembar. jauh berbeda ketika dihadapan tuan, terutama tuan Riki" jelas Tina.


"Apa?,terus apa yang dia lakukan ketika itu?"


"Seperti nya ia hendak mencekik tuan muda Zahid tapi di tepis langsung oleh tuan muda Zahid yang mengakibatkan tangannya sedikit memerah" Ucap Witri.(Maid)


"Apa kamu mayaksikan langsung?" Tanya Zain yang sudah tidak bisa menahan marah.


" Benat tuan, tuan muda Zahid memiliki kekuatan yang luar biasa" Jawab Witri


"Kenapa kalian tidak langsung bilang dari kemarin?" Tanya Riki


"Maag tuan, sebenarnya kemarin ingin langsung kami bicarakan, tetapi kami melihat tuan dan nyonya sudah berada di samping kembar. Jadi kembar sudah kembali aman" Ucap Tina.


"Baiklah untuk saat ini kalian Aku maafkan, tapi ingat kalian Jangan sampai mengulangi lagi"


"Baik tuan"


Dimas masih mencerna perkataan Witri bahwa Zahid melakukan hal itu pada Lusi, di luar nalar. Pikir Dimas.


"Witri, apa benar yang kamu tadi katakan bahwa Zahid mempunyai kekuatan luar biasa?" Tanya Dimas.


"Benar tuan, ketika tuan muda Zahid tidak menyukai orang yang lain maka itu yang dilakukan nya" Jelas Witri.


"Tapi ini diluar akal, zahid baru berusia 1 bulan " Ucap Dimas lagi.


"Tapi itu kenyataan tuan, Saya sendiri pernah merasakan tonjokan dari tuan muda Zahid, Tina dan yang lainnya juga begitu" jelas Witri.


"Apa benar begitu Bi?" Tanya Dimas pada Tina.


"Benar tuan, tapi bukan hanya tuan muda Zahid yang memiliki keistimewaan tuan muda ziyad dan nona muda Syafira juga begitu hanya Saja tidak sama"Ucap Tina.


Zain, Dimas dan Riki mendengar penjelasan dari Tina langsung bergegas masuk ke dalam kamar untuk melihat si kembar.


"Sayang" Panggil Zain pada cahaya yang sedang bermain dengan kembar.


"Iya Yah, ada apa?"


"Sayang, ada yang hubby mau tanyakan pada mu" Ucap Zain


Sedangkan Dimas dan Riki langsung membawa si kembar dengan troler nya ke luar kamar setelah kembar di masukkan kedalam troler oleh Riki.

__ADS_1


__ADS_2