Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Sesuai dengan kesepakatan, bahwa mulai saat ini Ica akan tinggal di mension Zain. Dan besok Gavin dan Gabriel serta Riki akan berangkat ke Inggris untuk menemui orang tua mereka agar Riki bisa meminta restu dari orang tua Ica langsung, Bersama beberapa Mafioso yang menjaga keamanan mereka.


Keesokan harinya


Di mension Zain


Gavin dan Gabriel serta Riki sudah siap dan berpamitan dengan yang lainnya untuk berangkat ke Inggris.


"Kak, apa papa dan mama akan merestui kami?" Tanya Ica pada Gavin


"Kamu harus percaya saja pada Riki, Kakak yakin dengan nya kamu juga harus yakin juga serta percaya" Ucap Gavin


"Iya kak"


Cahaya dan Sarah hanya tersenyum melihat Ica yang merasa khawatir tersebut.


"Ica kamu tenang saja, Kak Riki pasti mendapatkan restu orang tua mu. Yang harus kamu lakukan sekarang lebih banyak belajar Agama mu sekarang dan banyak berdoa supaya rencana kalian di berikan kelancaran" Ucap Cahaya


"Terimakasih kak, Ica harus banyak belajar dari kak Cahaya" Ucap Ica.


"Sama-sama kita sama sama belajar" Ucap Cahaya


Zain langsung merangkul Cahaya masuk dalam pelukannya. Sedangkan Dimas juga tak mau kalah dia langsung memeluk Sarah dengan posesif.


"Ya sudah lebih baik kalian berangkat sekarang, supaya sampai di Inggris lebih cepat, dan Riki kamu nanti jangan lupa ke markas besar di sana temui A ( Mafioso yang menjadi Kaki tangan di Inggris)" Ucap Zain


"Baik Bos " Ucap Riki


Akhirnya Gavin dan Gabriel serta Riki berangkat ke bandara bersama beberapa Mafioso yang mendampingi mereka.


Setelah keberangkatan Riki dan lainnya. Zain hari ini memang tidak kekantor karena weekend, begitupun dengan Dimas.


"Sayang bagaimana dengan pertemuan kemarin?" Tanya Zain pada Cahaya


"Alhamdulillah by lancar, Cahaya di kasih amanah jadi bendahara by"


"Alhamdulillah jika gitu, oh ya Sayang anak-anak sudah bisa merangkak ya?"

__ADS_1


"Iya by, oh ya by Senin Brian sudah ujian" Ucap Cahaya


"Iya sayang,"


"By, jika setelah KKN Cahaya selesai kita liburan ke Negara A boleh?"


"Tentu saja Sayang, biar sekaligus kita mengunjungi Abi dan ummi di sana"


"Terimakasih by"


"Sama sama Sayang"


Ica tengah bermain dengan kembar, sedangkan Ayah dan Bunda kembar sedang duduk sambil memantau kembar dan Ica bermain.


Berbeda dengan Dimas dan Sarah yang berada di kamar mereka.


"Chagi, Sarah mau tanya boleh?" Ucap Sarah sedikit takut


"Boleh dong Sayang, tanyakanlah apa yang kamu ingin tau" Jawab Dimas sambil tersenyum manis pada sang istri


Dimas langsung tersenyum mendengar pertanyaan dari istri kecilnya itu.


Sarah semakin merasa bersalah dan menundukkan kepalanya setelah melihat Dimas yang tidak menjawabnya.


Dimas yang melihat sang istri menunduk kepala nya langsung mendekapnya erat sambil mencium puncak kepala Sarah yang di masih di lapisi jilbabnya


"Sayang, Chagi tidak pernah marah pada mu apalagi karena itu. Chagi akan menunggu hingga kamu siap. Jadi jangan pernah berpikiran yang tidak-tidak ya" Ucap Dimas sambil memegang wajah Sarah dengan lembut


"Sarah hanya takut saja, serta takut jika seandainya Sarah hamil di saat Sarah masih sekolah Chagi bukan berarti Sarah tidak ingin melaksanakan kewajiban Sarah sebagai istri" Ucap Sarah yang matanya sudah merah menahan tangis


"Jika memang kamu sudah siap, Chagi tidak akan menahan diri lagi tetapi kamu tenang saja Sayang kita akan konsultasi dulu dengan dokter untuk menunda dulu sebelum kamu lulus" Ucap Dimas


"Tapi Chagi, Ibu tidak membolehkan anak-anak nya untuk mengunakan KB dan sejenisnya" Ucap Sarah


"Kamu tenang saja Sayang,Nanti kita tanyakan ke dokter cara yang alaminya bagaimana" Ucap Dimas


"Kok Chagi seperti nya sudah sangat faham ya?, apa Chagi sudah pernah ya" Ucap Sarah

__ADS_1


"Sayang kamu yang pertama buat Chagi, jadi kita sama-sama yang pertama. Walaupun Chagi Mafia tapi bos mengajar kami tidak akan bermain dengan namanya perempuan" jelas Dimas


"Baiklah Sarah percaya "


Dimas tersenyum mendengar nya, dan kembali memeluk Sarah dengan Sayang.


"Oh ya Sayang bukannya satu Minggu ke depan kamu libur sekolah?"


"Iya Chagi libur, oh ya Chagi fifi teman Sarah dia liburan bersama keluarga nya keluar negeri " cerita Sarah


"Kamu mau liburan ke mana Sayang?"


"Ke Korea boleh?"


"Boleh Dong Sayang "


"Terimakasih Chagi, tapi kapan kita berangkat nya?"


"Besok sore "


"Apa Chagi ngak kerja?"


"Kamu tenang saja Sayang bos pasti mengerti dan juga masih ada Vani dan Jack yang akan membantu bos "


"Bagus deh, beneran ya Chagi?"


"Beneran dong sayang, hadiah untuk Chagi mana karena udah menyetujui nya "


Tanpa berpikir panjang Sarah langsung mencium bibir Dimas, walaupun Sarah baru belajar dengan Dimas setelah menikah.


Dimas yang terkejut dengan apa yang di lakukan Sarah padanya, seketika sadar Dimas langsung membalas ciuman Sarah dengan lembut dan memperdalam ciuman tersebut..


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya ciuman tersebut Dimas akhiri karena kasihan sang istri yang sudah kehabisan nafas.


"Sarah keluar dulu Chagi mau bermain dengan kembar" Ucap Sarah dengan muka yang merah merona karena malu.


Sedangkan Dimas hanya tersenyum melihat kepergian sang istri.

__ADS_1


__ADS_2