Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
belanja sambil wisata


__ADS_3

Hari ini, Di kediaman Hasan Dimas dan Sarah serta ada Aisyah sedang duduk bersama di depan tv. Sedangkan Zainab dan Hasan sedang tidak di rumah lebih tepatnya mereka tengah di rumah Zaki bermain dengan cucu perempuan mereka anak dari Zaki.


"Syah, besok pagi kita pergi jalan-jalan ke Jambi sekaligus belanja keperluan untuk mu masuk pondok. Jadi besok apapun yang kamu perlukan bilang ke Abang ya" Ucap Dimas


"Beneran Bang?" Ucap Aisyah dengan semangat


"Benar dong, "


"Oke Bang, Aisyah besok tidak akan sungkan loh. Tapi Abang jangan marah ya jika Aisyah belanja nya banyak"


"Belanja lah sepuasnya. Abang insyaallah bisa memenuhi keinginan mu dan juga kita semuanya besok" Jawab Dimas dengan ramah sambil tersenyum pada Sarah dan Aisyah


Ketika sedang asik berbincang, Hasan dan Zainab pun pulang dari rumah Zaki.


"Assalamualaikum" Ucap Hasan dari luar rumah


"Wa'alaikumussalam" Jawab Dimas serta Sarah dan Aisyah berbarengan


Setelah masuk ke dalam rumah, Zainab dan Hasan duduk bersama dengan mereka di sana.


"Pada ngomongin apa ni?" Tanya Zainab pada menantu serta kedua putrinya itu


"Ini Bu, tadi Bang Dimas bilang. Jika besok Aisyah di perbolehkan belanja apapun itu untuk keperluan mondok besok" Jelas Aisyah dengan semangat


"Nak Ibu tau kamu laki-laki yang baik dan dermawan tapi Ibu merasa sangat tidak enak hati dengan kebaikan mu serta keluarga kalian yang sangat baik pada Anak-anak ibu serta keluarga ini" Ucap Zainab


"Ibu jangan pernah merasa tidak enak hati dengan kami, kita adalah keluarga. Dan Dimas sekarang sudah menjadi bagian dari anak ibu. Di dalam keluarga tidak ada kata tidak enak hati. Dimas merasakan kehangatan dan kebahagiaan melakukan nya." Jelas Dimas dengan sangat sopan


"Ibu sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga kalian, karena kalian semua adalah orang-orang baik" Ucap Zainab


Mendengar penuturan dari Zainab, Hasan serta yang lainnya hanya bisa tersenyum mendengar nya.


****


Sore hanya menjelang Maqrib, Sarah sudah bersiap untuk mandi sedangkan Dimas tengah mandi di dalam kamar mandi mereka.


Sarah duduk di atas kasur sambil memainkan handphone nya. Sarah bukan termasuk remaja yang suka dengan handphone dan sosmed. Semenjak di berikan oleh Dimas handphone, Sarah tidak terlalu bermain dengan hp nya hanya sesekali bermain game, berkirim pesan pada sahabatnya Suci, serta kirim pesan pada Cahaya, Dimas serta keluarga jika itu penting.

__ADS_1


Setelah melihat sebentar handphone nya, Sarah melihat ke dinding kamarnya yang mana ada bingkai foto berdiri di pelaminan mereka di sana serta foto pernikahan nya.


Sarah tersenyum, tanpa sadar Dimas sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk terlilit di pinggang nya.


Dimas berjalan menuju Sarah berada


"Sayang, kamu mikirin apa hm?" Tanya Dimas dengan Sayang


"Eh Chagi. Sarah hanya masih tidak menyangka jika sudah menjadi istri saja" Jawab Sarah dan berbalik arah ke arah Dimas yang tadinya ada di belakang nya.


"Bukan hanya kamu Sayang, Abang juga masih tidak menyangka kamu sudah menjadi istri Abang,dan Abang pun jadi suami mu"


"Oh ya Chagi di kamar di Jogja juga ada foto pernikahan kita kan?"


"Tentu dong sayang, dan di sana nanti lebih besar dari yang ada di kamar ini Sayang, supaya jika kita hendak tidur ataupun berada di dalam kamar kita bisa melihat di mana momen paling sakral dalam kehidupan kita"


"Sarah senang banget" Sarah langsung berhembur masuk ke dalam pelukan Dimas yang tidak di lapisi oleh apapun itu.


Sarah yang belum menyadari hal itu, hanya merasa sedikit dingin yang Sarah rasa karena Dimas baru saja selesai mandi.


"Chagi tidak pakai baju ya" Ucap Sarah sedikit terkejut


"Malu oh Chagi, Ternyata Bandan nya bagus banget. Sarah baru sadar loh kotak kotak lagi itu perut"


"Sini mau rasa lagi!" Tunjuk Dimas pada perutnya


"Nggak deh, Sarah mau mandi dulu. Kan malu pelukan sama suami eh istri nya bau belum mandi"


Dimas hanya tersenyum mendengar penuturan dari Sarah, Setelah mengatakan itu Sarah berjalan menuju kamar mandi


********


Malam harinya


Setelah kejadian pelukan tadi Sore, Sarah dan Dimas sudah tidak memikirkan kejadian itu. Kini mereka sudah selesai melaksanakan shalat isya berjamaah di kamar.


Dan kini mereka sudah bersiap untuk tidur. Karena besok pagi-pagi mereka sudah harus berangkat jalan-jalan. Dan Sarah juga sudah harus membereskan rumah dulu sebelum berangkat pagi besok

__ADS_1


Sedangkan di Jogja


Zahid, Syafira dan Ziyad sangat rewel. Yang di mana itu untuk pertama kalinya. Cahaya dan Zain sudah dengan banyak usaha untuk menenangkan mereka. Hingga akhirnya tepat pukul 20:00 kembar akhirnya tenang setelah mereka bertiga di bawa ke kandang hewan kesayangan Zain yang ada di belakang Mension


"By, Cahaya masih tidak habis pikir. Anak-anak kita kenapa ya?" tanya Cahaya pada Zain


"Hubby juga tidak tau Sayang, Tapi Hubby hanya tidak menyangka ternyata mereka rewel karena kangen dengan hewan kesayangan hubby" Jelas Zain


"Huhu, Itulah bibit dari seorang Mafia" Sindir Cahaya


"Tapi mereka menggemaskan Sayang" Ucap Zain sambil memeluk Cahaya dari belakang


"Tentu Anak-anak kita itu anak-anak pintar, Soleh dan shalehah +menggemaskan"


"Ya sudah Sayang, lebih baik kita istirahat mumpung kembar juga sudah anteng di boks mereka"


"Baik lah by, Cahaya juga sedikit capek"


Cahaya dan Zain akhirnya mereka ikut terlelap seperti yang terjadi pada kembar.


********


Tepat pukul 4:00 Sarah sudah bangun dari tidur nya, Sarah bangun duluan tanpa membangunkan suaminya yang masih terlelap dalam tidur nya. Walaupun awalnya Sarah sedikit kesusahan untuk bergerak meninggalkan kasur, di karenakan berada dalam pelukan Dimas. Tapi akhirnya Sarah berhasil turun dari kasur nya.


Setelah terlepas dari pelukan Dimas,Sarah mengambil jilbab dan berjalan keluar kamar menuju dapur untuk membereskan dapur setelah itu menyapu rumah.


Tepat pukul 4:30 Dimas terbangun dari tidurnya karena merasa ada sesuatu yang hilang.


"Hmm, Sayang kamu di mana" Ucap Dimas dengan suara khas bangun dari tidur


Dimas bangun dari kasur dan berjalan ke kamar mandi untuk mencari keberadaan Sarah, Namun Sarah tidak di temukan di sana.


Dimas keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur, setelah memastikan Sarah berada di dapur. Dimas kembali ke kamar nya hendak siap-siap untuk berangkat ke masjid.


Setelah selesai bersiap nya, Dimas berangkat ke masjid bersama dengan Hasan.


Sedangkan Sarah setelah selesai membereskan rumah, Sarah langsung membersihkan tempat tidur setelah itu langsung mandi.

__ADS_1


Tepat adzan Subuh berkumandang, Sarah sudah selesai mandi dan kini Sarah juga sudah hendak menunaikan shalat Subuh.


*Tepat pukul 6:00 pagi, Dimas, Sarah, Aisyah, Zainab dan Hasan sudah bersiap untuk berangkat ke Jambi. Jalan jalan Sambil belanja.


__ADS_2