Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
rutinitas keluarga Anam di Subuh hari


__ADS_3

Hotel


Vani masih berjaga-jaga di dalam kamar hotel yang sedang di tempati oleh perempuan yang tadi di tolong oleh Sean dkk.


"Siapa namanya?" Tanya Vani lagi untuk memastikan


"Dion, kak tapi aku tidak tau juga Nama lengkapnya, dan setahu aku dia putra tunggal dari majikan saya tuan Bangkasara" Jelas Tini.


Vani hanya tersenyum licik setelah mendengar penuturan dari Tini.


"Ya sudah kamu lebih baik makan dulu setelah itu langsung kembali istirahat" Ucap Vani karena makanan nya sudah di pesan nya tadi untuk perempuan tersebut jika bangun dari tidur nya.


Setelah selesai makan, Tini langsung kembali tidur karena sudah semakin tenang dan aman setelah kejadian tadi.


Vani masih berjaga hingga beberapa saat, setelah itu Vani juga ikut istirahat di sofa yang ada di kamar tersebut.


Sedangkan di luar pintu kamar ada beberapa Mafioso yang masih berjaga-jaga.


Sedangkan di sebuah rumah villa mewah di dekat pantai selatan, seorang laki-laki muda yang sedang berbaring lemah setelah di pukul oleh Sean di hotel


ia dia adalah Dion Aditya Bangkasara, putra tunggal dari pasangan Putra Bangkasara dan Dewi Cahyani Bangkasara yang mana mereka merupakan keluarga terkaya di Jakarta dan termasuk 6 terkaya di Indonesia, memiliki banyak bisnis di mana-mana terutama di bidang pertambangan yang terletak di Kalimantan serta memiliki perkebunan kelapa sawit dan pabrik minyak kelapa sawit sendiri di pulau Sumatra dan pulau Kalimantan.


Bangkasara sendiri merupakan seorang yang sangat baik hati dan juga ramah terhadap siapa pun baik yang dari kalangan bisnis maupun kalangan bawah.


Tetapi Bangkasara memiliki istri yaitu Dewi Cahyani Sanjaya merupakan Putri tunggal dari konglomerat yaitu keluarga Sanjaya, yang merupakan terkaya no 4 di Indonesia yang memiliki sifat tidak terbalik dari putra Bangkasara, yang sangat sombong dan suka kemewahan dan sangat memanjakan putra tunggal nya tersebut.


Karena di manja dari kecil, jadilah Dion yang sekarang semena-mena dan nakal.


Tepat pukul 3:20 Mension Zain sudah pada bangun terutama keluarga kecil dari Zain dan Cahaya.


Cahaya seperti biasanya sudah bangun untuk memerhatikan kembar yang sudah bangun baik karena haus ataupun lainnya, serta Zain juga bangun untuk melaksanakan shalat tahajud ketika tepat pukul 3:30.


Cahaya ingin melaksanakan shalat tahajud juga namun ternyata Allah SWT memberikan waktu libur, ya jadi Cahaya setelah kembar kembali tenang dan juga bersih dari Pampers nya yang penuh, Cahaya berbaring di kasur sambil menatap ke arah Zain yang sedang shalat, setelah shalat membaca Alquran.


Cahaya tersenyum melihat suaminya yang sangat bersemangat dalam ibadahnya, apalagi ketika mereka sudah memiliki tiga bayi mungil yang kini sudah 7 bulan. Cahaya sangat bersyukur memiliki Suami, serta anak-anak yang pintar dan juga keluarga baru dalam hidup begitu baik dan kompak.


Tidak begitu berbeda di kamar Dimas dan Sarah


Sarah juga terbangun dari tidurnya tepat pukul 3:50 pagi, Sarah tak lupa juga untuk membangunkan suaminya, karena masih ada waktu untuk melaksanakan shalat tahajud.

__ADS_1


"Chagi bangun yuk, udah subuh mau shalat tahajud?"ucap Sarah


"Mau Sayang" Jawab Dimas, Dimas memang sangat mudah untuk di bangunkan dari tidurnya, karena dari kalangan mafia mereka harus siap siaga terutama Zain indra nya sangat tajam akan kewaspadaan terusik sedikit sudah bisa membuat nya tau akan apa yang terjadi walaupun dalam keadaan tertidur nyenyak dan langsung terbangun.


Dimas dan Sarah langsung bangun dari tidur mereka dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu mereka langsung menunaikan ibadah sholat tahajud Dandi lanjutkan untuk membaca Alquran bersama, saling menyimak bacaan.


Tepat pukul 4:31 WIB, Yogyakarta waktunya masuk shalat Subuh.


Dimas dan Sarah langsung melanjutkan untuk shalat Subuh setelah selesai mengaji.


Sedangkan di kamar Zain


Zain melaksanakan shalat sendirian karena Cahaya sedang tidak shalat dan Cahaya kini pergi ke dapur untuk membantu para maid menyiapkan sarapan nanti.


Sedangkan di kamar Riki juga begitu, Riki juga sudah bangun dari tidur nya di waktu adzan subuh berkumandang.


Dan kini Riki juga sedang melaksanakan shalat Subuh. Begitu di kamar Anam dan Nisa juga sedang melaksanakan shalat Subuh.


Di kamar Ilham, hanya Ilham yang melaksanakan shalat Subuh karena Sean bukan muslim, Namun karena Sean sudah mengetahui jika sudah waktunya orang muslim untuk melaksanakan kewajiban nya, Sean juga ikut terbangun dan menyaksikan Ilham melaksanakan kewajiban nya.


Diam-diam Sean tersenyum sambil memerhatikan kegiatan yang Ilham lakukan.


Du kamar Tiara, walaupun Tiara masih mualaf semenjak di ajarkan oleh Cahaya dan Sarah dalam beberapa hari ini Tiara sudah mulai lancar dalam bacaan shalatnya dan walaupun bacaan surah nya hanya hafal alfatihah dan Al-Ikhlas.


"Sean mau olahraga nggak?" Tanya Ilham


"Yok, " Ucap Sean langsung


Ilham tersenyum mendengar antusias dari Sean karena mereka berempat memang selalu melakukan olahraga jika mereka sedang kumpul di hari libur kuliah weekend.


"Ya sudah, kita lihat mereka berdua dulu apa udah bangun belum" Ucap Ilham yang sudah merapikan semua pakaian shalat nya dan sajadah serta Al-Qur'an nya.


"Oke"


Ilham dan Sean keluar dari kamar mereka dengan baju lengan pendek serta Ilham menggunakan celana olahraga panjang, berbeda dengan Sean ya g lebih suka menggunakan celana pendek.


Karena kamar mereka bersebelahan jadi ketika Ilham dan Sean keluar dari kamar langsung bertemu dengan pintu kamar Barak dan Tio di sebelah nya.


Tok tok.. suara Ilham mengetuk pintu kamar

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar, Barak dan Tio ternyata juga sudah bangun dari tidur mereka, karena memang sudah jam 6:00 pagi.


"Oh lo ham, kenapa?" Tanya Barak ketika membuka pintu kamar


"Mau ikut olahraga nggak?" Tanya Ilham


"Nau dong" Ucap Barak


"Oke yuk"


"Iya"


Barak da Tio langsung bergegas mengantikan baju untuk olahraga. Dan kini mereka menuju ruang gym di Mension tersebut.


Di dapur


Cahaya baru saja selesai membantu para maid untuk membuat sarapan dan kini hanya tinggal menyiapkan di meja makan, jadi Cahaya meninggalkan pekerjaan tersebut pada para maid karena Cahaya harus mandi dan nanti jam 9:00 Cahaya ada program KKN nya yang harus di laksanakan.


Sesampai di kamar


Cahaya melihat ke arah Zain yang cemberut


"Ada apa by?" Tanya Cahaya


"Sayang kamu nanti ke lokasi KKN sendiri tidak apa-apa?"


"Tidak apa-apa by, Hubby juga harus kerjakan"


"Iya Sayang dan juga Hubby mau menyelesaikan perkara perempuan yg tadi malam itu"


"Owalah ya sudah, Cahaya juga tidak lama kok hanya sampai jam 12:00 setelah itu langsung kembali ke Mension"


Zain tersenyum karena istri nya tidak sampai sore di lokasi KKN.


"Ya sudah by, Cahaya mau mandikan anak-anak dulu setelah itu baru mau mandi, hubby ngK olahraga?" Tanya Cahaya karena tumbenan gitu tidak olahraga jika di Mension.


"Nggak deh Sayang"


"Ya sudah gitu, bantuin Bunda nya anak-anak aja untuk memandikan mereka"

__ADS_1


"Siap Bunda" Jawab Zain semangat.


Akhirnya Zain membantu membersihkan tubuh mungil kembar serta memakaikan baju mereka.


__ADS_2