
Di perusahaan Zain Group
Dimas dan Riki sudah sampai di depan kantin perusahaan, Karena sudah masuk waktu istirahat dan makan siang, Keadaan kantin yang awalnya sepi sudah Mulai ramai oleh para karyawan perusahaan yang hendak makan siang.
Dimas dan Riki langsung menuju ruang khusus yang ada di kantin tersebut.
"Sayang" Panggil Dimas pada Sarah yang tengah asik dengan cemilan nya.
"Iya Bang," Jawab Sarah.
Dimas duduk di kursi samping Sarah dan Riki di samping Vani, karena Vani merasa tidak enak menganggu sang Bos, akhirnya dia berpamitan ke luar dari ruangan tersebut.
"Sarah, kakak keluar ya karena sudah ada bos di sini"
"Iya kak Terimakasih ya sudah mau menemani Sarah"
"Sama sama"
Akhirnya Vani keluar dari sana, dan Vani berniat makan siang nya di tempat karyawan biasa.
* kampus Cahaya.
Zain tengah menunggu sang istri tercinta nya sedang berjalan keluar dari kelas.
sedangkan di kelas
"Cahaya, bagaimana kabar kembar?" Tanya Salsa
"Alhamdulillah sehat, mainlah ke mension ada adik Cahaya loh di mension dan juga ada Umi dan Abi"
"Kapan kapan aja Cahaya, Aku tidak ingin bertemu dengan tuan Riki " Ucap Salsa
"Iya sudah tidak apa-apa, ya sudah yok keluar seperti nya Ayah nya kembar juga sudah menunggu di depan"
"Enak ya pergi di antar, pulang di jemput sama suami. Kapan Aku bisa seperti itu" Ucap Salsa
"Sabar, yakinlah setiap manusia itu sudah di ciptakan berpasangan jadi jangan putus asa".
"Iya, Cahaya ya sudah yok"
"Yok"
Akhirnya Cahaya dan Salsa berjalan menuju parkiran.
Sesampai di parkiran, Cahaya melihat Sang Suami yang sedang menunggu nya dengan wajah tampan nya.
"Assalamualaikum Yah, sudah lama menunggu nya?"
"Wa'alaikumussalam Sayang, yah lumayan sih tapi tidak apa-apa"
"Maaf ya Yah, Bunda baru saja keluar," Ucap Cahaya sangat tidak enak hati
__ADS_1
"Kenapa minta maaf Sayang, tidak apa-apa, Ayah akan menunggu Bunda apalagi hanya menunggu Bunda keluar dari kelas. Ya sudah yuk pulang oh ya Bunda mau beli sesuatu gitu nggak?"
"Hmm, seperti nya baju si kembar sudah mulai kekecilan Yah, Ayah lihat saja sendiri kembar sudah sangat gemuk dan menggemaskan"
"Ya sudah kita ke Mall dulu tapi sebelum itu kita makan siang dulu ya"
"Oke Ayah," Jawab Cahaya sambil tersenyum.
seketika Cahaya baru sadar jika dia tadi bersama Salsa.
"Salsa, Cahaya pamit duluan ya" Ucap Cahaya
"Iya, ternyata ingat juga kamu jika ada Aku di sini kirain sudah lupa karena bertemu dengan suami" Sindir Salsa
"Ehh maaf ya"
"It's okey"
Akhirnya Cahaya dan Zain berangkat menuju mall, tapi sebelum itu mereka berhenti di sebuah restoran untuk makan siang bersama.
Kembali ke kantin perusahaan Zain Group
"Sayang, kamu ingin makan apa?" Tanya Dimas pada Sarah
"Mmm, Sarah pengen seafood Bang. ada?"
"Ada dong sayang, ya sudah Abang pesankan ya"
"Oke Bang, bang Riki?"
"Hmm, seperti nya kalian makan berdua Saja, Aku lagi pengen makan di luar" Ucap Riki
"Ya sudah jika seperti itu" Jawab Dimas
Riki akhirnya berpamitan pada pasangan kekasih di depannya itu untuk keluar dari kantin.
tinggallah Dimas dan Sarah berdua di ruang khusus tersebut.
Dimas sudah memesan beberapa seafood untuk Sarah dan juga makanan untuk nya.
Sebelum makanan pesanan mereka datang Dimas dan Sarah bermain game.
"Bang, bahagia mana kita main game online jika Abang kalah, Abang suapin Sarah begitupun sebaliknya gimana?" Tantang Sarah
"Game apa dulu ni?" Tanya Dimas
"Ludo king gimana?"
"Oke, " Jawab Dimas
Akhirnya Dimas dan Sarah memulai bermain game nya.
__ADS_1
Dari luar ruangan, para karyawan sangat penasaran dengan sosok perempuan yang bersama dengan Dimas di dalam ruangan tersebut.
Ada yang hendak bertanya kepada Vani yang sedang makan tapi mereka takut karena kejadian dulu terhadap Cahaya membuat mereka tidak ingin macam macam terhadap orang-orang yang dekat dengan Bos mereka.
kembali ke Dimas dan Sarah.
"Sayang, kenapa Abang di gusur terus" Ucap Dimas pada Sarah karena pemain nya Dimas di masukkan kembali ke start oleh Sarah.
"Ya memang begitu main nya bang, jika tidak seperti itu tidak seru"
"Ya sudah deh, awas saja ya"
"Hehehe"
Setelah beberapa menit bermain akhirnya game online tersebut di menangkan oleh Dimas, memang awalnya Sarah yang memimpin karena Dimas belum terlalu mengerti akan permainan tersebut tapi pada akhirnya Dimas yang berhasil menang dari Sarah.
"Yahhhh, Abang kok pintar banget sih" Ucap Sarah
"Iya dong Sayang, Calon Suami mu ini"
"Ya sudah deh, Sarah yang akan menyuapi Abang, karena Abang yang menang" Ucap Sarah
Karena makanan mereka sudah ada, akhirnya Sarah mulai menyuapi Dimas sesuai kesepakatan ketika bermain game tadi.
"Terimakasih Sayang, Abang sangat senang dan merasa seperti sudah memiliki istri" Ucap Dimas
"Sama sama Bang"
"Sayang biar Abang yang kupaskan kulit seafood nya ya"
"Oke Bang, Sarah juga kurang bisa, apalagi kepiting nya"
"Oke sayang"
Dimas dengan semangat mengupas seafood untuk Sarah dan menyuapi nya, sedangkan Sarah menyuapi Dimas.
Karena ruangan khusus tersebut masih kondisi kaca yang terlihat jelas dari luar membuat keromantisan Dimas dan Sarah di lihat seluruh karyawan perusahaan yang sedang berada di kantin.
Dimas dan Sarah tidak menyadari jika mereka di lihatin oleh seluruh karyawan perusahaan di kantin tersebut.
Para karyawan perusahaan sangat tidak menyangka jika seorang Dimas yang terkenal cuek walaupun tak secuek Zain namun bisa segitu romantis nya terhadap gadis remaja di sampingnya itu.
Vani yang melihat para karyawan perusahaan yang sedang menonton keromantisan Dimas dan Sarah langsung berdiri dari duduknya dan berkata
"Jika kalian ingin tetap bekerja di perusahaan ini jangan pernah menatap pasangan Bos kalian dan Saya peringkat jika perempuan yang sedang bersama dengan Bos Dimas adalah tunangan nya dan adik kandung dari Nyonya Cahaya" ucap Vani
Mendengar peringatan dan penjelasan Vani membuat semua karyawan perusahaan yang tadinya asik menonton keromantisan Dimas dan Sarah langsung terdiam dan tidak menyangka jika tunangan Bos Dimas memang adik kandung dari Nyonya Cahaya, walaupun sebelumnya mereka pernah mendengar berita itu tapi mereka tidak terlalu percaya. Tapi setelah melihat sendiri dengan mata kepala mereka keromantisan Dimas terhadap tunangan nya membuat mereka langsung mengerti dan faham.
Setelah beberapa saat kemudian, Dimas dan Sarah akhirnya menyelesaikan makan siang mereka, dan kini sudah di lantai 4 untuk menunaikan shalat Dzuhur.
Sarah sangat senang karena shalat Dzuhur di imam kan Calon Suami nya.
__ADS_1
Ketika sudah selesai shalat, Sarah berdoa
"Ya Allah Terimakasih engkau beri hamba laki laki seperti bang Dimas, jadikanlah kami berjodoh baik dunia maupun di akhirat ya Allah" Doa Sarah