Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Pembatalan proyek


__ADS_3

Sesuai instruksi dari Zain, Riki langsung memberikan perintah pada Chiko untuk membatalkan Kontrak kerja sama dengan perusahaan Osuka company tersebut.


Di Japan


Seorang perempuan muda dan seksi duduk di kursi kebesaran nya sambil marah-marah terhadap sekretaris nya.


"Kenapa bisa Zain memutuskan hubungan kerja sama ini" Ucap Nya dengan nada marah


"Maaf nona, kami baru saja menerima pesan dari tuan Chiko jika tuan Zain sendiri yang memerintah untuk membatalkan Kontrak kerja sama ini dan juga uang pinalti juga sudah masuk ke dalam akun perusahaan" Jelas sang sekretaris


"Ini tidak bisa di biar kan, Zain tidak bisa berbuat seperti ini pada ku" Ucap nya


"Maaf Nona, dari yang kami dengar jika Tuan Zain sudah menikah"


"Menikah bukan berarti perempuan itu layak untuk Zain yang begitu sempurna kita lihat saja nanti, oh ya Rena, kamu siapkan perjalanan ku ke Indonesia. Aku akan langsung mendatangi Zain" Ucap perempuan itu


"Baik nona, tapi bagaimana dengan perkembangan dengan proyek yang sudah tersusun ini?"


"Untuk sementara kamu tunda dulu dan jangan sampai papa ku mengetahui ini"


"Baik Nona"


Perempuan tersebut merupakan anak tunggal dari pasangan miliader asal japan, perempuan yang sangat pandai dalam berbisnis dan juga merupakan perempuan yang sangat memuja seorang Zain. Ia adalah Siera san Takashi.


Berbalik ke Indonesia


Setelah memerintahkan kepada Chiko untuk membatalkan Kontrak kerja sama,Zain langsung mentransfer uang pinalti tersebut langsung pada pihak perusahaan japan tersebut. Dan kini Zain bersama kedua sahabat sekaligus saudara nya itu tengah duduk di ruang tamu.


"Bos, Aku yakin perempuan itu tidak akan mudah menyerah" Ucap Dimas


"Kamu benar, maka dari itu kita harus lebih mengawasi pergerakan nya. Oh ya suruh Chiko dan yang lainnya di Japan untuk memperhatikan gerak gerik dia" Ucap Zain


"Bos tenang saja, sebelum bos memerintahkan Aku sudah memerintahkan Chiko untuk melakukan nya" Jelas Dimas


"Bagus, kalian memang saudaraku" Ucap Zain


Setelah beberapa percakapan tadi, kini mereka kembali ke kamar masing-masing.


Dimas masuk ke dalam kamar nya dan melihat Sarah yang masih nyenyak dalam tidur nya. Dimas mendekati nya dan ikut berbaring di samping Sarah. Sedangkan Riki yang bingung mau mengerjakan apa di kamarnya. yang akhirnya ia memutuskan untuk bermain game.


Di kamar Dimas

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Sarah perlahan membuka mata nya.


"Hmmm, Aku sudah berapa lama tidur ya?, lah ini di mana?. bukannya tadi di mobil" Ucap Sarah sedikit terkejut melihat sekeliling nya. Namun sekita Sarah melihat ke arah samping nya terdapat Dimas yang tengah tidur dengan damai


"Terimakasih Chagi sudah mau menggendong Sarah, oh ya koper ku di mana?"


Setelah memerhatikan keseluruhan kamar, Sarah akhirnya berhenti ke sebelah kasur terdapat dua koper besar yang mana itu miliknya dan seperti nya masih ada isinya


Sarah belum berani untuk membereskan barang nya karena ia tidak tau harus di taro di mana. Dan akhirnya Sarah memutuskan untuk keluar dari kamar tidak menggangu tidur sang Suami.


Sarah membuka pintu kamar dengan sangat pelan, dan akhirnya Sarah keluar dari kamar tanpa mengusik Dimas yang nyenyak dalam tidur nya.


Sarah berjalan turun dari lantai 2, dan berjalan ke dapur karena sedikit merasa haus.


Sesampai di dapur, ternyata ada Tina dan Tiwi di sana


"Kak Tina dan kak Tiwi sedang apa?" Tanya Sarah yang melihat kedua orang tersebut duduk di dapur


"Eh Nona Sarah, tidak lagi apa-apa Nona hanya sedang duduk saja. oh ya Nona butuh sesuatu yang bisa kami bantu?" Tanya Tina


"Tidak apa-apa kak, Sarah hanya haus jadi pingin minum aja" Jawab Sarah sambil tersenyum.


"Baiklah Nona, jika Anda butuh sesuatu bisa langsung bilang ke kami" Ucap Tina


Tina dan Tiwi meninggalkan Sarah yang duduk sambil minum air putih. Sedangkan mereka kembali ke belakang Mension tempat mereka beristirahat.


Setelah selesai minum, Sarah berkeliling di mension besar tersebut, dan sampai lah Sarah di taman belakang Mension yang banyak terdapat bunga yang sedang bermekaran.


Para Mafioso yang bertugas menjaga keamanan mension dan sekitarnya melihat ke arah Sarah dengan rasa hormat, walau bagaimanapun Sarah adalah istri dari seorang Bos mereka dan Adik dari queen mereka yang harus mereka hormati.


Setelah puas duduk di taman, Sarah akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar.


Sedangkan di kamar


Dimas yang merasa ada yang hilang di samping nya langsung membuka matanya dan benar tidak ada Sarah di samping nya.


Dimas turun dari kasur dan bergegas ke luar kamar mencari keberadaan sang istri.


Sesampai di tangga, mata Dimas dan mata Sarah langsung bertemu.


"Sayang, kamu dari mana aja?" Tanya Dimas yang di barengi dengan pelukan Dimas pada Sarah

__ADS_1


"Dari taman Chagi, sebelum itu dari dapur ambil air minum" Jelas Sarah


"Baiklah, tapi lain kali jangan tinggalkan Abang sendiri ya" Ucap Dimas


"Lah kan tadi Chagi lagi tidur, tidak enak juga bangunin Chagi"


"Lebih baik kamu bangunkan Abang sayang, jadi Abang tidak kelabakan bangun nya karena kehilangan mu"


"Baiklah, Sarah janji tidak akan meninggalkan Chagi lagi jika sedang tidur seperti tadi"


"Nah gitu dong, oh ya Sayang besok pagi kamu sudah harus berangkat ke sekolah dan di sana ada Mafioso yang seumuran dengan mu yang menjaga keamanan mu dan ingat jangan jauh-jauh darinya"


"Laki-laki atau perempuan Chagi?"


"Laki laki Sayang, tapi jangan terlalu dekat juga ya dengan nya. "


"Chagi tenang saja, oh ya siapa nama nya?"


"Brian dia sudah kelas 12"


"Owalah, oh ya Chagi kak Brian itu kok bisa jadi Mafioso black Lion?"


"Panjang ceritanya Sayang, yang pasti dia sudah dari umur 7 tahun ikut bersama Bos"


"Oh gitu, ya sudah deh berarti kak Brian juga termasuk kakak Sarah dong"


"Bukan kakak Sayang, melainkan adik ipar, hehee"


"Iya deng"


"Ya sudah Sayang, lebih baik kita kembali ke kamar dan membereskan barang dulu, kita sudah beberapa menit berdiri di tangga"


"Eh iya Chagi, Sarah saja sampai lupa jika kita masih di tangga"


Sarah dan Dimas sekarang sudah berada di dalam kamar, Sarah dengan telaten menyusun semua baju nya dan Dimas ke tempat yang sudah di siapkan. Tak lupa pula, Sarah merapikan pakaian yang berada di lemari pakaian sang Suami nya. Walaupun Sarah termasuk perempuan yang tomboy tapi dalam prihal kerapian ia sangat menyukai hal yang rapi.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Sarah sudah selesai membereskan semua nya, sedangkan Dimas hanya melihat Sarah dari tempat nya berdiri. Karena awalnya Dimas berkeinginan membantu beres-beres tetapi Sarah melarang nya yang mana itu akan memakan waktu lama jika di kerjakan berdua.


Setelah selesai beres-beres, Sarah memutuskan untuk mandi karena ia merasa sangat lengket karena keringat, sedangkan Dimas menyibukkan dengan laptop nya.


Setelah melihat layar laptop nya yang terhubung ke seluruh CCTV bandara japan. Dimas tersenyum devil ketika melihat ke arah salah satu CCTV yang melihat kan seorang perempuan bersama beberapa pengawal nya hendak terbang menuju Indonesia.

__ADS_1


"Benar-benar perempuan tidak mudah menyerah" Ucap Dimas


__ADS_2