Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
Hadiah


__ADS_3

Di sekolah


Setelah pintu ruangan kepala sekolah terbuka, Dimas dan Zean langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.


Ternyata didalamnya seorang pria paru baya tengah duduk di kursi kerjanya sambil memerhatikan layar komputer didepannya.


Setelah Dimas dan Zean masuk, pria paru baya tersebut langsung berdiri dari duduknya melihat siapa yang datang.


Betapa terkejutnya dia ternyata salah seorang pengusahaan sukses Mendatangi sekolahnya.


"Selamat datang Tuan Dimas, mohon maaf sebelumnya Saya tidak menyambut kedatangan Anda terlebih dulu" Ucap pria paru baya tersebut


"Tidak apa-apa pak, Saya juga datang mendadak jadi tidak bisa memberi tau sebelumnya"


"Mari tuan, " Ucap pria paru baya tersebut mempersilahkan Dimas dan Zean untuk ikut bersama nya duduk di kursi tamu yang ada di ruangan itu.


Dimas hanya tersenyum dan mengikuti instruksi pria paru baya tersebut. Sedangkan Zean yang belum terlalu memahami bahasa Indonesia hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Dimas


Sedangkan di pos sekuriti


Seorang sekuriti yang tadinya menyambut kedatangan Dimas tengah tertawa riang karena dia berhasil mendapatkan informasi siapa orang yang tadi ia sambut.


Berbeda di Mension


Cahaya kini tengah duduk di taman sambil melihat ke arah kandang Lion yang mana kembar bersama Zain tengah bermain.


"Gimana mereka nanti besarnya ya, masih kecil aja mereka sudah berani bermain dengan bintang buas itu" Ucap Cahaya dalam hati karena tidak habis pikir dengan kelebihan dari anak-anak nya itu


Di kandang Lion yang sangat luas itu, Kembar dengan Tertawa bahagia sambil mengelus kepala singa yang tengah berbaring di depan nya.


Zahid hanya mengelus sekedar berbeda dengan kedua saudaranya yang mana Syafira merangkak di atas tubuh singa betina di hadapannya.


Sedangkan Ziyad menepuk-nepuk punggung singa jantan sama seperti Zahid namun lebih keras dari pada Zahid yang pelan dengan mimik serius.


Semenjak kembar sudah bisa merangkak dan semakin aktif, apalagi mereka sudah dari umur berapa bulan sudah sangat dekat dengan sepasang binatang buas kesayangan Ayah mereka itu Zain memutus untuk merenovasi kandang Lion tersebut seperti tempat bermain anak-anak yang mana sangat terjamin akan kenyamanan dan keamanan kembar tentunya.


Kandang Lion yang khusus untuk mereka beristirahat berbeda dengan kandang untuk mereka bermain bersama kembar, Tentunya mereka selalu di cek akan kesehatan dan kebersihan sebelum bisa bermain dengan kembar.


Karena sudah mau pukul 9 Cahaya berdiri dari duduknya dan berjalan menuju Zain dan kembar.


"Anak-anak Bunda, untuk hari ini sudah dulu ya mainnya karena kita harus kembali ke lokasi KKN nya Bunda" Ucap Cahaya sambil berjongkok di depan anak-anak

__ADS_1


Seakan mengerti jika tuan muda dan nona muda mereka akan meninggalkan mereka sepasang Lion tersebut menempelkan kepalanya di kaki kembar.


Cahaya yang melihat kejadian itu hanya tersenyum dan mengelus kepala binatang buas tersebut satu persatu


"Kalian tenang saja, Minggu depan sudah bisa bermain lagi" Ucap Cahaya seakan berbicara dengan manusia


Setelah mendengar ucapan dari Cahaya, sepasang binatang buas tersebut langsung berdiri dari posisinya setelah Syafira tidak berada di atas tubuh singa betina lagi.


Cahaya dan Zain langsung memasukkan kembar kedalam troler mereka untuk mandi dulu sebelum mereka berangkat ke lokasi KKN.


Kembali ke Dimas dan Zean


Di ruang kepala sekolah


Setelah berbincang cukup lama, Zean memutuskan untuk bersekolah di sana karena Zean sudah merasa cukup nyaman dengan pilihan pertama nya ini.


Dimas dan Zean berpamitan dengan kepala sekolah, kepala sekolah pun mengantarkan Dimas dan Zean sampai di parkiran.


Sesampai di parkiran sekuriti yang menyambut kedatangan Dimas dan Zean sudah berdiri di Samping mobil Dimas dengan tersenyum ramah.


"Bagaimana pak?, apakah sudah ada jawaban" Ucap Dimas sambil tersenyum pada sekuriti


"Benar sekali, jika Saya adalah Dimas pak " Ucap Dimas dengan tersenyum


"Ye benar, Alhamdulillah " Ucap sekuriti tersebut bahagia


"Bapak sekarang lagi butuh apa?" Tanya Dimas


"Butuh uang untuk bayar kontrakan Tuan serta kebutuhan sehari-hari keluarga "


"Kontrakan nya berapa perbulan!?"


"3 jt an tuan, anak ada tiga 1 sudah kelas 3 SMA, yg kedua kls VIII SMP dan satunya lagi masih kelas 3 SD Tuan"


"Berarti anaknya mau kuliah tahun ini?"


"Inn syaa Allah Tuan"


"Baiklah jika seperti itu, Istri kerja atau di rumah?"


"Di rumah saja Tuan, sambil jualan gorengan di depan rumah di bantu anak-anak jika mereka telah pulang sekolah "

__ADS_1


"Berapa no rekening nya, biar saya transfer untuk uang usaha dan bayar kontrakan nya "


"Terimakasih banyak Tuan,"


"Sama-sama, ini ketika no rekening nya " Ucap Dimas sambil menyerahkan handphone nya pada sekuriti tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian sekuriti sudah mengetik nomor rekening nya di handphone Dimas 15xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Dan handphone Dimas juga sudah kembali ke tangannya.


Dimas mentransfer uang ke rekening sekuriti tersebut dengan jumlah 20.000.000


"Sudah saya transfer uangnya, semoga uang nya bisa membawa keberkahan untuk keluarga bapak, dan saya harap uangnya untuk usaha supaya bisa terus berkembang usahanya " Ucap Dimas


"Terimakasih banyak Tuan, Semoga rezeki tuan semakin melimpah dan berkah "


"Aamiin, ya sudah pak saya dan adik saya langsung pulang dulu "


"Iya tuan, terimakasih banyak sekali lagi dan hati-hati di jalan "


"Sama-sama "


Dimas dan Zean langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan sekolah tersebut.


Sedangkan kepala sekolah yang menyaksikan yang terjadi pada sekuriti di sekolahan nya langsung sedikit tidak percaya semudah itu Dimas memberikan uang yang cukup besar untuk seorang sekuriti dan itu mereka tidak saling kenal sebelumnya. Dan juga membuat kepala sekolah tersebut kepo akan penyebab dari kejadian tersebut.


Setelah kepergian Dimas dan Zean, Sekuriti tersebut langsung bersujud ke tanah tanpa melihat jika kepala sekolah masih menatap nya dengan banyak pertanyaan.


Setelah sekuriti tersebut kembali berdiri, kepala sekolah tersebut langsung bertanya perihal kejadian itu.


Sekuriti pun langsung menjelaskan kronologi hingga hadiah yang ia terima dari Dimas tadi.


Kepala sekolah pun juga mengucapkan selamat untuk sekuriti tersebut mendapat rezeki tanpa di duga-duga.


Setelah itu kepala sekolah pun kembali ke ruangan nya sedangkan sekuriti tersebut juga kembali ke pos untuk kembali menjalankan tugasnya.


...****************...


***Maaf ya teman-teman jarang update belakangan ini karena lagi banyak banget pikiran dan urusan sehingga otaknya kurang fokus untuk nulis.


Semoga sahabat author semuanya selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT***

__ADS_1


__ADS_2