
Di sekolah
Setelah selesai beberapa mata pelajaran, Akhir jam pulang sekolah pun datang. Para siswa-siswi bertaburan keluar ruang kelas menuju parkiran. Begitupun yang di lakukan oleh Sarah dan Vivi berjalan keluar dari kelas menuju parkiran.
Sesampai di parkiran, Sarah melihat seseorang yang sedikit di kenali nya, namun lupa itu siapa.
Karena tak mau berpikiran lebih jauh lagi. Sarah langsung berjalan menuju mobil Brian terparkir.
Vivi yang berjalan di samping Sarah hanya menatap heran melihat Sarah seperti melihat sesuatu.
"Sar, Aku duluan ya sopir ku udah nungguin" Ucap Vivi
"Iya Vi, hati-hati ya"
"Iya, kamu tidak apa-apa nungguin kak Brian sendiri?"
"Tidak apa-apa toh kak Brian juga sebentar lagi keluar dari kelas"
"Oh oke, Aku duluan"
"Iya"
Vivi meninggalkan Sarah dan berjalan menuju mobil miliknya yang mana di sana sudah ada supir yang menunggu nya.
"Mari non, " Ucap sang supir Vivi
"Iya pak, bisa sebentar dulu nggak pak ?"
"Ada apa non?"
"Ini pak, teman Vivi masih nungguin kakak nya di sana "
"Oh gitu baiklah non "
Vivi akhirnya belum berangkat pulang ke rumah nya, menunggu Sarah dari jauh hingga Brian datang.
Namun tidak jauh dari tempat Sarah berdiri seorang laki-laki berparas tampan tersenyum ke arahnya sambil berjalan mendekat ke arah Sarah.
"Hai manis" Ucap laki-laki tersebut menyapa Sarah dengan senyuman manis nya. Namun bagi Sarah senyum itu sangat menakutkan
"Kamu siapa?" Tanya Sarah dengan suara lantang
"Apa kamu lupa manis dengan ku?"
"Memang siapa kamu dan kenapa juga Sarah harus ingat kamu"
"Manis kamu membuatku merasa bersalah loh karena tidak ada di samping mu selama beberapa bulan ini jadinya kamu melupakan Aku"
"Ih siapa sih" Ucap Sarah dengan rasa risih
__ADS_1
"Bagaimana jika kamu ikut bersama ku, nanti Aku akan menceritakan siapa aku " Tawar laki-laki tersebut
"Nggak ah, Sarah lagi nungguin kak Brian " Ucap Sarah dengan santai
"Brian, bukan nungguin Dimas?"
"Chagi kerja," Ucap Sarah
"Aduh manis kamu memanggil Dimas dengan panggilan seperti itu membuat ku muak " Ucap nya
"Ya terserah Sarah dong, orang Chagi suaminya Sarah lah situ siapa "
"Kamu memang istri dari Dimas tapi kamu hanya akan menjadi milikku " Ucap nya lagi dengan nada yang sudah berbeda dengan sebelumnya
Vivi yang tidak jauh dari Sarah melihat kejadian itu langsung menelpon Brian karena beberapa hari sebelum nya Vivi sempat minta nomor telepon Brian dari Sarah.
Drrttttt.....Suara deringan hp milik Brian dalam sakunya
Brian langsung berdiri dari duduknya dan mengangkat telepon tersebut
"Halo, siapa?" Ucap Brian singkat
"Halo kak, ini Vivi teman nya Sarah. kak lebih baik cepat ke parkiran Sarah seperti nya di ganggu oleh laki laki dan seperti nya bukan orang Indo" jelas Vivi dengan cepat
Brian yang berada di kelas langsung keluar dari kelas nya dengan tergesa-gesa tanpa berpamitan pada sang guru.
Sedangkan sahabat-sahabat nya juga mengikuti Brian berjalan keluar kelas.
Sedangkan di parkiran
Sarah sudah hendak di tarik paksa oleh Steven, namun Sarah langsung menepis tangan Steven dengan cepat.
"Kenapa kamu memaksa Sarah " Ucap Sarah tegas serta dengan sedikit bentakan
Mendengar suara tegas dan bentakan dari Sarah membuat parkiran yang memang cukup ramai oleh siswa dan siswi yang hendak pulang langsung menatap ke arah Sarah berada.
Melihat semuanya memerhatikan mereka, Steven langsung sedikit menjauh dari Sarah
"Manis apa kekurangan ku, di bandingkan dengan Dimas itu " Ucap Steven yang masih berusaha membujuk Sarah
"Kamu siapa di bandingkan dengan Chagi dan ingat Sarah bukan perempuan yang mudah untuk kamu capai dan tidak akan pernah kamu capai ingat itu!" Ucap Sarah lagi
Mendengar jawaban dari Sarah tersebut membuat Steven semakin bersemangat untuk mendapatkan Sarah seutuhnya.
Brian the geng akhirnya sampai di parkiran dengan sedikit ngos-ngosan
"Sarah apa kamu baik-baik saja?" Tanya Brian memastikan.
"Sarah tidak apa-apa kak, hanya saja Sarah bingung dia siapa ya " Tanya Sarah
__ADS_1
"Nanti akan kakak jelaskan tapi sekarang lebih baik kamu berdiri di belakang kakak ya "
"Iya kak "
Setelah memastikan Sarah aman, Brian langsung berjalan menuju arah Steven berada
"Ku peringatkan pada mu untuk menjauhi Sarah dan jangan bermimpi untuk bisa mendapatkan nya. jika kamu masih ingin hidup tenang " Ancam Brian
"Eh bocah, siapa kamu melarang ku untuk mendapatkan manis dari tangan Dimas " Ucap Steven dengan nada merendahkan
"Sekarang kamu tidak perlu tau siapa Aku dan yang pasti kamu tidak akan bisa lari dari genggaman kak Dimas dan kak Zain ingat itu"
"Baiklah, karena hari ini Aku sudah melihat manis dengan sangat dekat jadi untuk hari ini aku pamit dulu manis. Ingat manis kamu hanya milik Steven " Ucap Steven sambil tersenyum ke arah Sarah sebelum berjalan menjauh dari parkiran.
Mendengar ucapan dari Steven tersebut Brian akhirnya tau jika siapa orang yang di peringatkan oleh Dimas pada nya waktu itu.
Setelah kepergian Steven, Brian berjalan menuju Sarah dan sahabat nya.
"Sarah, sekarang kamu ikut kakak ke kelas bentar ya, setelah itu baru kita pulang " Ucap Brian
"Iya kak " jawab Sarah
Sesampai di kelas ternyata kelas sudah berakhir. Brian langsung mengambil tas nya dan kembali ke parkiran. Namun sebelum itu keempat sahabat nya bingung dengan apa yang barusan terjadi
"Brian sebenarnya siapa laki-laki tadi?" Tanya Wiliam
"Aku juga tidak tau banyak tentang nya, yang ku tau jika dia terobsesi untuk memiliki Sarah dan merebut nya dari kak Dimas" Jelas Brian
"Ternyata seperti itu, oh ya Brian apa kami boleh ikut ke rumah mu?, ya hitung-hitung kenalan dengan sosok kakak-kakak mu" Ujar Wiliam
"Baiklah sekarang kalian ikut bersama ku kembali ke mension bersama tapi ingat jika kalian sudah mengetahui apapun itu untuk bisa jaga rahasia nya"
"Kamu tenang saja Brian, kita Semua adalah sahabat dan akan selalu seperti itu jadi tenang saja"Ucap Evan menambahi
"Baguslah, ayo kalian ikut saja mobil ku dari belakang"
"Oke" Jawab mereka kompak
Brian mengendarai mobil nya dan di ikuti 4 mobil di belakang nya yaitu mobil sahabat nya.
"Kak, apa nanti kakak akan cerita pada Chagi?" Tanya Sarah pada Brian
"Sar, sebelum kita yang cerita kak Dimas pasti sudah mengetahui nya, tapi lebih baik kamu ceritakan terlebih dulu sebelum kak Dimas ngamuk"
"Apa Chagi akan benar benar ngamuk kak?, seperti apa contoh nya?"
"Tidak bisa di bayangkan bagaimana nya Sar, karena kak Dimas itu seorang laki-laki yang sangat mencintai mu dan jika sesuatu terjadi pada mu tidak akan terbayang kedepannya bagaimana terjadi"
"Ya sudah deh ntar biar Sarah yang cerita"
__ADS_1
"Iya,"