
Malioboro
Selesai berbelanja Dimas dan Sarah akhirnya memutuskan untuk ke salah satu restoran di sana karena Sarah merasa cukup lelah berjalan jalan di Malioboro tersebut.
Dimas melihat ke arah para Mafioso yang mengikuti nya.
"Kalian pulanglah, bawa semua belanjaan itu ke mension, karena kami masih mau jalan-jalan" Ucap Dimas pada salah satu Mafioso
"Baik Bos, tapi apa tidak sebaiknya sebagian dari kami mengawal Anda?"
"Tidak perlu, " Ucap Dimas cepat kerena memang ingin menghabiskan hari ini hanya berdua
"Baik bos" Jawab mereka lagi.
Akhirnya para Mafioso meninggalkan Dimas dan Sarah berdua di Malioboro tanpa ada pengawasan dari Mafioso.
Sedangkan di kampus
Zain sudah menunggu Istri tercinta nya.
Di dalam kampus, Cahaya baru saja keluar dari ruang kelasnya dan berjalan menuju parkiran karena tau Suami tercintanya sudah menunggu nya.
Cahaya tersenyum setelah sampai di parkiran melihat ke arah Zain yang juga tersenyum ke arahnya.
"Assalamualaikum by" Ucap Cahaya Sambil mencium tangan Zain
"Wa'alaikumussalam, sudah selesai?"
"Alhamdulillah sudah selesai by"
"Alhamdulillah ya sudah sekarang langsung pulang atau bagaimana?"
"Pulang saja by, kasihan kembar di tinggal terus"
"Oke deh sayang"
Zain dan Cahaya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kampus menuju mension.
Di perjalanan menuju mension Cahaya hanya tersenyum melihat ke arah Zain.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Zain
"Tidak apa-apa by, Cahaya sangat bersyukur bisa memiliki Suami seperti hubby, sudah tampan, baik lagi"Jelas Cahaya
"Hubby juga bersyukur Sayang bisa memiliki mu, walaupun di awalnya pertemuan kita tidak di sengaja"
"Bukan pertemuan by, tapi hubby dan kak Dimas yang melihat Cahaya di bandara itu"
"Iya Sayang, jika seandainya waktu itu Dimas tidak menunjuk ke arah seorang perempuan Cantik yang tidur di kursi tunggu bandara, Mungkin kita tidak pernah kenal, karena itu Hubby sangat berterima kasih pada Dimas sudah mempertemukan kita walaupun tidak di sengaja"
__ADS_1
"Hubby, apa pendapat hubby saat itu?"
"Jujur ya Sayang, hubby saat itu hanya tidak ada pendapat hanya saja hubby sedikit merasa kasihan saja tapi setelah sampai di Jogja Dimas melihatkan foto mu yang dia ambil saat itu, baru hubby memikirkan betapa menggemaskan kamu saat itu, walaupun dengan tempat yang kurang nyaman untuk di tiduri tapi kamu sangat nyaman" Terang Zain
"Apa foto itu masih ada by?"
"Ada Sayang, Hubby menyimpan nya sebagai kenangan terindah ketika melihat mu untuk kita ceritakan pada anak-anak kita"
"Mana by fotonya?"
"Di handphone hubby ada salinannya Sayang" Ucap Zain
Cahaya langsung membuka handphone Zain yang berada di samping nya. Cahaya tersenyum melihat layar HP Zain yang terdapat foto mereka berdua.
"Ya Allah hubby, Cahaya sangat mengenaskan ya" Ucap Cahaya ketika melihat foto dirinya yang sedang tidur di kursi tunggu bandara
"Sedikit, Tapi mengemaskan Sayang" Ucap Zain
Cahaya hanya tersenyum mendengar ucapan dari Zain
Sesampai di mension
Zain dan Cahaya berjalan masuk ke dalam mension dan mereka di sambut oleh ketiga anaknya yang sedang berada di ruang tamu bersama dengan Tina dan Witri yang menjaga mereka.
"Sayangnya Bunda nungguin ya" Ucap Cahaya Sambil mencium ketiga anaknya
"Apa mereka rewel bi?" Tanya Cahaya pada Tina
"Tidak Nyonya, kembar sangat tenang"
"Alhamdulillah, anak-anak Bunda memang pintar"
Cahaya sebelum mengendong ketiga buah hati nya Cahaya mandi dulu walaupun sebelum masuk mension ia sudah mencuci tangan tapi tetap saja, sedangkan Zain memutuskan kembali ke perusahaan karena memang banyak pekerjaan yang menunggu nya.
"Sayang hubby kembali ke perusahaan ya"
"Iya by hati hati Jangan lupa makan siang by"
"Iya sayang, Assalamualaikum".
"Wa'alaikumussalam"
Zain keluar dari mension Menuju perusahaan dengan Mobil sport milik nya yang biasa di gunakan nya.
Berbeda dengan Riki yang sedang duduk di kursi ruang kerjanya mendapatkan informasi masi dari Mafioso yang tadi mengawasi Dimas dan Sarah di Malioboro.
Tidak berapa lama kemudian mobil Zain sudah berada di depan pintu perusahaan, Zain keluar dari mobilnya berjalan menuju lift khusus, sedangkan Mobil nya di parkirkan oleh petugas.
Zain bergegas ke lantai atas setelah tadi di mansion mendapatkan pesan dari Riki.
__ADS_1
Sesampai di lantai atas, Zain berjalan menuju ruang kerjanya Riki
"Assalamualaikum" Ucap Zain
"Wa'alaikumussalam" Jawab Riki
Zain masuk kedalam ruang kerja Riki
"Ada apa Rik?" Tanya Zain
"Riki menceritakan tentang Steven yang tadi memperhatikan Sarah dan Dimas di Malioboro dan juga sempat mengambil gambar Sarah " Terang Riki
Zain mendengar hal itu langsung memerah wajahnya menahan marah.
"Apa Dimas dan Sarah tau?" Tanya Zain
"Belum Bos, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Beri dia peringatan" Ucap Zain serius.
Mendengar penuturan dari Zain, Riki sangat tau apa yang di ingin kan oleh sang king ketika seseorang berusaha merusak ketenangan keluarga Anam
"Baik Bos" Jawab Riki
"Hmmm"
"Oh ya Bos, ternyata setelah di selidiki tenyata dia juga berusaha membeli senjata dari kita dengan menggunakan nama pemerintahan " Tutur Zain
"Suruh Markas besar untuk memberi mereka teguran" Ucap Zain
"Baik Bos"
"Hmm, ya sudah Aku kembali ke ruangan ku"
"Iya bos"
Zain keluar dari ruang Riki menuju ruang kerja nya sendiri.
Sepeninggalan Zain, Riki langsung bermain di atas laptopnya menyerang sistem keamanan perusahaan milik Steven, dan urusan markas besar juga sudah di perintahkan.
"Ternyata asik juga" Ucap Riki dengan tersenyum sini karena sudah lama ia tidak membobol keamanan musuh
Setelah beberapa menit akhirnya Riki selesai mengerjakan tugas nya, dan kini ia sedang menanti hasil nya.
Sedangkan di ruang kerjanya Zain, Zain mengirim pesan pada Steven
"Ini awal kehancuran untuk orang yang berusaha mencari masalah dengan keluarga ku, ini sebagai peringatan jika kamu masih berani jangan harap bisa hidup di dunia bisnis dan dunia bawa lagi" Pesan akhirnya terkirim
Setelah mengirim pesan tersebut Zain tersenyum... Kamu bukanlah tandingan black Lion...
__ADS_1