
Setelah puasa berolahraga, Riki akhirnya kembali ke kamar nya untuk membersihkan diri dan shalat Subuh.
Di kamar Zain dan Cahaya
Seperti biasanya, kembar sudah bangun dari tidur mereka, kini Cahaya dan Zain tengah melihat tingkah mereka ketika bangun tidur.
"Sayang, nanti kamu kuliah sampai jam berapa?"
"Jam 10:00 sudah pulang by, jadi nanti kembar di tinggal"
"Oh gitu ya sudah tidak apa-apa Sayang, oh ya Sayang karena Acara pernikahan Sarah dan Dimas sudah sangat dekat. Apa kita pulang ke Jambi nya seminggu sebelum acaranya atau bagaimana?"
"Sebenarnya mau nya Cahaya begitu by, tapi kan hubby sebagai kakak nya kak Dimas bagaimana?"
"Iya juga ya sayang, ya sudah berarti kita ke Jambi nya sesuai jadwalnya aja bersamaan Dimas nya"
"Iya by, oh ya sudah by Cahaya mau ke dapur dulu bikin sarapan," Ucap Cahaya setelah selesai mengantikan popok kembar
"Ya sudah Sayang, biar hubby yang jagain kembar"
"Terimakasih by"
"Sama sama Sayang"
Akhirnya Cahaya keluar dari kamar menuju dapur bersamaan Sarah juga turun dari lantai atas menuju dapur.
"Yuk mau bikin sarapan apa?" Tanya Sarah
"nggak tau juga"
"Oh ya Yuk, Yuk salsa belum bangun?"
"Belum seperti nya"
"Oh ya sudah deh"
Sarah dan Cahaya menuju dapur yang mana Tina dan Witri sudah berada di sana bersama dengan para Maid yang lainnya menyiapkan beberapa bahan yang digunakan untuk membuat sarapan pagi ini.
Sedangkan di kamar tamu, Salsa baru saja bangun dari tidur nya dan hendak keluar dari kamar nya.
Crekkk. Suara pintu kamar Salsa di buka bersamaan Riki juga keluar dari kamar nya.
"Tu tuan Riki" Ucap Salsa ketika melihat Riki yang baru keluar dari kamar nya
kamar tamu yang di gunakan Salsa memang tidak jauh dari kamar Riki yang juga terdapat di lantai dua, sebenarnya tadi malam Salsa di awalnya di tawarkan di kamar lantai Satu namun Salsa memilih lantai dua.
"Sal, boleh bicara berdua?" Tanya Riki
"Iya Tuan silahkan" Ucap Salsa sopan
"Sal maafkan aku jika di waktu itu karena ucapan ku membuat mu tersinggung, Aku tidak bermaksud karena memang kamu sahabatnya Cahaya yang sudah Aku anggap seperti adik sendiri sama seperti ke Cahaya dan juga Sarah" Jelas Riki
"Tidak apa-apa Tuan, memang kita tidak di takdir kan bersama, Saya juga sudah melupakan rasa cinta yang pernah ada Untuk Anda, jadi tidak usah di pikirkan" Jawab Salsabila dengan santai
"Alhamdulilah jika seperti itu, Aku yakin kamu pasti bisa betemu dengan kaki laki yang benar benar mencintai mu"
__ADS_1
"Aamiin, ya sudah tuan Aku mau ke dapur" Ucap Salsa
"Hmmm"
Salsa dengan terburu-buru meninggalkan Riki yang masih berdiri di tempat nya.
"Ada rasa lega dalam diri ku" Ucap Riki ketika sudah tidak ada rasa bersalah lagi terhadap Salsa.
Di dapur
Cahaya dan Sarah dengan cekatan membuat beberapa hidangan untuk sarapan pagi ini di bantu oleh para maid.
Tidak berapa lama kemudian muncullah Salaa yang berjalan menuju dapur.
"Selamat pagi Cahaya" Ucap Salsa
"Pagi, sudah bangun kirain belum"
"Sudah dong, kan kita kuliah pagi dan juga malu lah jika bangun siang di rumah orang"
"Biasa aja kali"
"Oh ya Cahaya, kembar sudah bangun?'
"Sudah dari tadi, sekarang lagi bersama dengan Ayah nya"
"Wah romantis banget ya tuan Zain pagi pagi sudah momong ke-tiga anaknya"
"Iya harus begitu kita itu Suami istri itu harus saling menbantu, apalagi dalam mengurus anak anak"
"Iya, karena kemarin pas Cahaya sudah di Jogja jadi Sarah di Jambi"
"Oh gitu"
"Hmmm"
Setelah beberapa saat kemudian makanan sudah siap.
Cahaya, Sarah dan Salsa kembali ke kamar masing-masing untuk mandi.
"Assalamualaikum"Ucap cahaya di depan pintu kamarnya
"Wa'alaikumsalam" Jawab Zain dari dalam kamar
Cahaya masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga anaknya sedang bermain dengan ayahnya di atas kasur
"Sayang nya Bunda asik ya bermain dengan ayah" Ucap Cahaya
"Iya Bunda, kami bermain dengan ayah karena Bunda sedang sibuk di dapur" Ucap Zain
Cahaya hanya tersenyum
"Ayah, Bunda mandi dulu ya"
"Iya Bunda"
__ADS_1
Cahaya masuk ke dalam kamar mandi
Setelah beberapa menit kemudian, Cahaya bersama dengan Zain sudah rapi dengan pakaian kuliah dan kerjanya, sedangkan kembar juga sudah wangi.
Zain dan Cahaya mendorong troler kembar ke ruang makan karena semuanya sudah menunggu mereka untuk sarapan pagi bersama.
Di ruang makan
Salsa sangat senang melihat kembar yang mengemaskan di dalam troler mereka.
Mereka semua mulai sarapan dengan tenang, kembar berada di samping ayah dan bundanya.
Setelah selesai makan mereka ke ruang tamu bersama
"Bi, Titip kembar ya karena Cahaya pagi ini kuliah nya hanya sebentar jadi tidak menbawa mereka, dan untuk ASI nya sudah Cahaya siapkan di kulkas nya" Ucap Cahaya pada Tina dan Witri
"Baik Nyonya, nyonya tenang Saja insyaallah kembar aman di mension"
"Alhamdulillah, oh ya Sarah kamu hari ini mau kemana?"
"Belum tau yuk seperti nya cuma mau beli sedikit oleh oleh untuk keluarga di Jambi karena besok Sarah sudah harus kembali ke Jambi" Jelas Sarah
"Oh gitu ya sudah belilah yang banyak karena keluarga kita banyak,"
"Tentu yuk"
"Ya sudah, hubby Cahaya berangkat ke kampus ya bareng Salsa" Ucap Cahaya minta izin pada Zain
"Ita Sayang, nanti pas pulang hubby jemput"
"Iya by, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Salsa dan Cahaya akhirnya mereka berangkat ke kampus, sedangkan Zain dan Riki seperti biasanya mereka ke perusahaan.
Dimas dan Sarah pagi ini masih di mension tapi nanti mereka akan berbelanja oleh-oleh.
Di Mobil Salsa
"Cahaya tadi sebelum Aku kedapur Tuan Riki meminta maaf pada ku tentang dia menolakku di saat ada Umi itu" jelas Salsa
"Terus kamu Jawab apa?"
"Iya Aku Jawab tidak apa-apa karena sekarang Aku sudah tidak ada perasaan apa-apa dengan tuan Riki, apalagi Tuan Riki bilang jika dia menganggap ku cuma sebatas adik sama seperti mu, Sarah katanya"
"Ya sudah lah, jodoh tidak kemana, jika memang kalian berjodoh pasti bersama, jika tidak ya mau bagaimana lagi. Sekarang kamu fokus aja di kuliah nya insyaallah jodoh pasti datang tepat pada waktunya".
"Iya Cahaya, Aku juga berpikir gitu fokus dulu kuliah nya"
"Nah itu bagus"
"Terimakasih ya Cahaya sudah mau menjadi sahabat ku"
"Sama sama"
__ADS_1
Akhirnya tidak ada lagi pembicaraan antara mereka sampai mereka di depan kampus.