Sugar Baby Halal

Sugar Baby Halal
H-2


__ADS_3

Sesuai pesanan, Akhirnya hari ini Bakso yang Zain dan Ilham pesan akhirnya di antar ke kediaman Hasan.


Karena hari pernikahan Dimas dan Sarah sudah di depan mata, maka dari itu panggung untuk acara pun sudah mulai di tegakkan pagi ini.


Sesuai pesanan Bakso dan mie ayam nya sangat banyak. Cukup untuk semua warga yang membantu merewangi kediaman Hasan dan Malah bisa bawa pulang.


Tugas para ayuk ipar Cahaya, yaitu ketiga istri dari abang-abang nya yang bertugas untuk menjaga tempat bakso dan mie ayam nya, supaya teratur.


Sedangkan di dalam rumah


Cahaya sedang memperhatikan perias yang di datangkan dari Jogja kemarin sedang merias kamar tidur Sarah.


Sedangkan kembar bermain dengan nenek dan Oma serta kakek dan Opa mereka di ruang TV.


Zain beserta ketiga Abang nya Cahaya di luar rumah sedang membantu warga yang merewangi kediaman Hasan tersebut. Serta beberapa Mafioso yang Zain datangkan dari Jambi setelah mereka selesai mengerjakan proyek mereka di sana


"Para ibu-ibu dan bapak-bapak serta Semua nya, di sebelah sana sudah di siapkan Bakso serta mie ayam. Jadi silahkan di nikmati" Ucap Subki memberi tau pada semua nya


"Wah makan besar kita" Ucap salah satu dari pemuda yang ikut membantu di sana


Zain dan yang lainnya hanya tersenyum. Dimas hari ini memang tidak berada di kediaman Hasan karena ia tidak di perbolehkan untuk bertemu dengan Sarah mulai hari ini, hingga hari H mereka.


"Bang, Dimas di rumah sendirian?" Tanya Zain pada Subki


"Iya, soalnya pada bantuin di sini semua. Oh ya Ham kamu anter bakso untuk Dimas" Ucap Subki


"Baik bang, oh ya bang. Bang Dimas juga di inai nggak?" Tanya Ilham


"Iya lah, kan itu adat istiadat kita. " Jawab Zaki


"Oke deh, " Jawab Ilham.


Ilham akhirnya ke tempat Bakso


"Mo'sak, minta tolong wadahkan bakso nya untuk bang Dimas" Ucap Ilham pada istri Subki tersebut

__ADS_1


"Bentar ya. Biar mo'sak wadah kan dulu"


"Iya Sak"


Sedangkan di tempat Subki dan yang lainnya


"Bang, maksud dari inai itu apa?" Tanya Zain pada Subki


"Oh itu, biasa jika mau menikah pasangan itu harus berinai dulu. untuk memperindah tangan mereka" Jelas Subki


"Oh gitu, itu inai nya menggunakan yang cair atau bubuk bang?" Tanya Zain yang penasaran


"Tidak dua duanya, karena orang dusun biasanya menggunakan dari tanaman inai langsung, dan setelah itu di tumbuk halus baru bisa di pakai"


"Oh gitu, oh ya sudah bang. lebih baik kita ikut makan bakso bersama dengan yang lainnya"


"Baiklah, karena makan bersama itu lebih nikmat"


"Iya bang"


Akhirnya Zain beserta ketiga Abang nya Cahaya tersebut langsung bergabung dengan yang lainnya untuk menyantap Bakso yang sudah tersedia.


"Yuk, apa benar Aku sudah tidak boleh mandi sampai hari pernikahan ku?" Tanya Sarah pada Cahaya


"Hari ini masih boleh, tapi besok sudah tidak boleh" Jelas Cahaya


"Oh gitu, oh ya Yuk. Apa Ayuk dulu juga begitu?"


"Tidak, Ayuk dulu tidak pantangan."


"Tapi kenapa Aku di pantangin Yuk?"


"Iya, Ayuk juga tidak tahu lah. Yang pasti kamu tau adat istiadat dusun masih kental"


"Iya Yuk, Aku ngerti."

__ADS_1


"Hmm, ya sudah, Ayuk keluar dulu mau ke kembar"


"Iya Yuk"


Cahaya meninggalkan Saraj sendiri di kamarnya. Karena Cahaya harus kembali ke kembar.


Di ruang TV


"Sayang, seperti nya Cucu-cucu Umi pada haus. karena dari tadi sudah mulai gelisah" Ucap Nisa ketika Cahaya bergabung bersama mereka


"Iya Umi, seperti nya begitu. Ya sudah, Cahaya bawa mereka ke kamar dulu Mi, ibu"


"Iya nak, biar Ibu bawa Syafira" Jawab Zainab


Sedangkan Nisa menggendong Zahid. Ziyad di gendong Bunda nya.


Sesampai di kamar, Cahaya langsung menyusui ketiga buah hati nya bergantian.


Sedangkan di rumah Subki, Ilham baru saja sampai dengan membawa rantang di tangannya


"Assalamualaikum" Ucap Ilham


"Wa'alaikumussalam" Jawab Dimas dari dalam rumah


Ilham masuk ke dalam rumah tersebut mencari keberadaan Dimas.


"Bang, ini Bakso di makan" Ucap Ilham pada Dimas yang tengah bermain game online di handphone nya, menghilangkan kesunyian nya.


"Terimakasih Ham, oh ya Sarah bagaimana. Apa juga di pigit seperti Abang?"


"Iya Bang, Sarah di kamar saja tidak di perbolehkan keluar. Mending abang masih boleh keluar kamar"


"Hmm"


Dimas akhirnya menyudahi permainan game nya, dan membuka rantang yang berisi bakso tersebut.

__ADS_1


Akhirnya Dimas makan bakso di temani Ilham juga ikut makan. Karena Dimas merasa tidak enak makan sendiri saja.


Setelah selesai makan, Ilham menemani Dimas di rumah Subki supaya Dimas tidak merasa kesepian lagi.


__ADS_2